Mengisahkan Perjalanan kisah cinta Adel Emanuella Sanjaya anak tunggal dari pasangan suami istri bapak Max Sanjaya dan ibu Jenny Andreas. Kisah ini berawal ketika Adel berkenalan dengan seorang polisi yang identitasnya sengaja di rahasiakan karena tugas negaranya. Di pertemukan lagi ketika Adel sudah menjadi seorang dokter. Saat itu Adel Emanuella Sanjaya baru tahu bahwa Karel Imanuel Barnabas seorang perwira Kepolisian berpangkat Iptu. Apakah cinta mereka bisa bertahan menembus segala cobaan dengan profesi Karel yang adalah seorang intel??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keputusan Berat
Baru kali ini seorang Karel Imanuel Barnabas merasa ketakutan. Dia takut istrinya di culik. Dia takut kehilangan Adel Emanuella Sanjaya. Karel merasa bahwa di tempat mana saja istrinya bisa di dalam keadaan bahaya.
"Aku takut pa, sangat takut."
"Terus solusinya apa sayang?? Apa kita meminta Adel untuk tidak bekerja?"
"Aku bingung pak. Karena diluar rumah dia bahaya. Dan aku takut. Salah satu cara ya dia harus berhenti jadi dokter."
"Coba kamu jelaskan baik - baik sama Adel. Kalau mama waktu itu, posisi mama hanya seorang perawat. Berbeda dengan Adel dia dokter hebat dan terbaik juga. Dokter bedah hebat. Kalau dia buka praktek sendiri pasiennya pasti banyak."
"Aku tahu perjuangannya sampai mnjadi dokter ma."
Jam pulang kerja, Karel Imanuel Barnabas sudah berada di kompleks rumah sakit menjemput istrinya. Masih dengan beban pikiran yang banyak. Adel datang dengan senyumannya dan disambut dengan pelukan dan ciuman dibibir Adel dengan mesra.
"Mas ada apa?? Kok muram begitu mukanya."
"Sampai di rumah mas cerita ya. Janji !!"
"Oke."
"Ade mai beli apa, sebelum kita pulang."
"Ooo iya ade mau ke supermarket, ada kebutuhan makanan yang harus ade siapkan buat Aldo, besok kan dia sudah makan mas."
"Oke sayang. Sekalian kita beli buah dan jajan buat di rumah."
Karel menemani istrinya berbelanja di supermarket yang ada di sebuah mall besar dekat markas besar polisi. Banyak yang mereka belikan buat tiga hari. Termasuk panci kecil dan peralatan makan Aldo. Karel dan Adel sudah menghubungi mama dirumah dan mama mertuanya sudah memberi ijin. Biasanya sore hari Adel akan mengurus anaknya selepas pulang kerja, namun hari ini dia masih ditemani Karel berbelanja buat kebutuhan besok hari Aldo sudah makan.
Selesai makan malam, setelah Aldo bobo. Adel membersihkan semua bahan dan dimasukan ke kulkas besok pagi dia akan membuat makan buat anaknya. Diruang keluarga mertua, suami dan iparnya sedang duduk santai menikmati teh dan sedikit kue.
"Sini sayang."
"Mas, si Jack Omar di hukum berapa lama??"
"Lima tahun."
"Hanya lima tahun mas. Dengan banyak kesalahannya."
"Iya sayang. Ini yang membuat mas takut."
"Mas takut?? Dia akan mengulangi hal yang sama sama aku."
"Iya sayang."
"Ini yang papa dan mama takuti juga sayang."
"Dulu, mama berhenti dari perawat karena pekerjaan papa yang sama dengan Karel."
"Apa Adel harus berhenti juga?"
"Mas tahu perjuangan kamu sampai bisa menjadi dokter. Mas tahu ini pasti berat."
"Mas, aku mau jika itu jalan terbaik. Aku ngak sanggup hidup jauh dari Aldo aku takut mas. Takut di culik lagi." Karel langsung memeluk istrinya.
"De, kamu wanita hebat. Terima kasih kamu mau berkorban untuk keluargamu. Kakak yakin, kami tidak akan menyia - siakan kamu dek."
"Papa janji akan menjaga kamu seumur hidup papa. Kamu tidak akan kesusahan."
"Mama juga berjanji."
"Aku yakin ma, pa, kak, kalau kalian sangat menyanyangi aku. Aku trauma di culik. Aku memilih dirumah saja bersama Aldo dan mama."
"Maafkan mas, karena mas kamu menjadi trauma. Terima kasih sayang. Terima kasih atas keputusan berat ini."
Adel langsung menghubungi orangtuanya di Bali dan mereka menyerahkan semua keputusan kepada anak mereka. Karel juga sempat berbicara dan mengucapkan terima kasih kepada mertuanya.
Permohonan mengundurkan diri dari pekerjaannya diketahui oleh dokter Evelin. Sebenarnya dokter Wibowo sangat menyayangkan keputusan Adel, dikarenakan karier Adel menjadi dokter bedah sangat bagus. Bahkan dokter Simeon juga sangat menyesali keputusan Adel juga. Namun mengingat apa yang dia alami di rumah sakit ini, mereka juga memikirkan keselamatan Adel.
Adel hanya akan menyelesaikan masa kerja satu bulan ini. Bulan depan dia sudah aktif dirumah saja sebagai ibu rumah tangga dan dokter bagi keluarganya. ini sudah keputusan bagi dirinya. Dokter Evelin sudah kembali ke rumah sakit polisi karena diia sedang mengambil spesialis bersama dokter bimbingannya dokter Simon spesialis bedah.
"Kenapa mengundurkan diri?? Ini kesempatanku untuk bisa merebut kepercayaan dokter Wibowo. Tekat Evelin, karena dia berpikir Adel sudah tidak lagi menjadi dokter di rumah sakit ini.