Aaron Conan Drax, seorang pengusaha muda serta anak tunggal dari keluarga kaya yang terpaksa menikahi seorang wanita sederhana, Hayley Marshall, sebagai pengantin bayaran demi menyelamatkan hubungan dirinya bersama sang kekasih.
Namun, tidak di sangka jika kekasihnya berkhianat darinya. Aaron memilih untuk melepas dengan ikhlas, namun kini dirinya terjebak dengan perasaan yang membingungkan kepada istri bayarannya.
Aaron sudah kalah start, Hayley sudah menjatuhkan hatinya pada laki-laki lain yang tidak lain dan tidak bukan adalah rekan bisnis Aaron.
Akankah kontrak pernikahan mereka berakhir begitu saja, hanya waktu yang akan menjawabnya.
Happy reading 🖤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vey Vii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makan siang
Setelah Aaron dan Alex pergi menemui rekan kerjanya yang mengadakan meeting di luar, Hayley segera bersiap untuk makan siang bersama Marcel.
Entah mengapa, semenjak pertemuannya dengan Marcel di resto beberapa waktu lalu, Hayley merasa laki-laki itu sangat perhatian dengannya. Banyak hal yang laki-laki itu ketahui tentang keseharian Hayley, hanya saja, Marcel belum tau jika Hayley dan Aaron sudah menikah.
Marcel hanya tau jika Hayley adalah sekertaris pengganti ketika Alex tidak ada, ataupun sebagai rekan kerja untuk membantu semua urusan Alex.
"Sudah siap, Cantik?" tanya Marcel saat menyusul Hayley ke ruangannya.
"Sudah," jawab Hayley sambil mengulum senyum.
"Mau makan dimana?"
"Terserah, aku suka makan apa aja."
"Ah, jangan bilang terserah, Hayley. Nanti kalau aku salah pilih, kamu jadinya cemberut," timpal Marcel.
"Makan di warung nasi padang dekat lampu merah aja, yuk!" ajak Hayley.
"Siap, Cantik!" Marcel berdiri tegap sambil membungkukkan badan layaknya mempersilahkan sang tuan putri jalan lebih dulu.
Namun Hayley menolak, ia mengajak Marcel berjalan berdampingan. Hayley berjalan dengan anggun di samping Marcel, beberapa kali Marcel mencoba menggandeng tangannya namun Hayley menepis dengan halus.
Ini masih di dalam wilayah kantor PT. Conan Dream, Hayley tidak ingin ada yang curiga ia memiliki hubungan spesial dengan Marcel, apalagi jika ada yang tau tentang statusnya yang sebenarnya adalah sebagai istri sah dari presiden direktur tempat ini, Aaron.
"Kita naik apa?" tanya Hayley.
"Kamu ... suka naik motor nggak?" tanya Marcel ragu.
"Suka, naik becak aja aku suka kok," ujar Hayley sambil terkekeh.
"Syukurlah, aku kira kamu cuma mau naik mobil aja."
Hayley tersenyum manis lalu menunggu Marcel mengambil motornya dari tempat parkir. Tidak menunggu waktu lama, Marcel datang dengan motornya.
"Yuk!" Marcel ingin memakaikan helm di kepala Hayley.
"Aku bisa sendiri, Marcel!" tolak Hayley.
"Nggak. Sini," Marcel menarik Hayley mendekat, lalu memasang helm untuk Hayley.
Karena tempatnya yang tidak terlalu jauh, jadi mereka hanya membutuhkan waktu kurang dari 10 menit.
"Mau makan apa, Cantik?" tanya Marcel.
"Makan di warung nasi padang mana mungkin aku pesan bakso, ada-ada aja," ujar Hayley sambil manyun.
"Eh, iya deh."
Setelah memesan makanan, mereka menikmati isi piring mereka masing-masing dalam keheningan. Suasana warung yang sepi membuat denting piring terdengar lebih nyaring.
Jika di lihat dari tatapan mata Marcel yang ditujukan untuk Hayley, laki-laki itu terlihat sangat tertarik dan mengagumi Hayley, entah dari segi apa yang membuatnya begitu tertarik, namun untuk saat ini, hanya Hayley yang bisa menarik perhatiannya.
"Apa kerjaanmu lancar?" tanya Marcel.
"Lancar, akhir-akhir ini cukup sibuk, selain meeting dan kedatangan kolega yang nggak pernah ada habisnya, Mr. Ice dan Alex selalu dapat undangan pesta yang wajib di hadiri," jelas Hayley.
"Siapa Mr. Ice?" Marcel mengerutkan kening, sejenak ia menebak. "Aaron?"
"Oh iya, maksudku, Mr. Aaron, hehehe."
"Emm, kenapa kamu panggil dia Mr. Ice?"
"Kenapa ya ...." Hayley berpikir sejenak. "Mungkin karena sifatnya yang cuek dan dingin."
"Kamu suka nggak, sama laki-laki dingin kayak Aaron?" selidik Marcel.
"Aku sukanya sama laki-laki yang baik," jawab Hayley tegas.
Marcel hanya mengangguk paham. Entah sudah berapa lama laki-laki itu menjomblo, tapi kali ini rasa tertariknya pada Hayley bukan perasaan biasa, ia yakin jika kali ini hatinya sudah mulai terbuka.
Terakhir kali Marcel menyukai seorang gadis, yaitu 5 tahun lalu, dan gadis itu pergi meninggalkannya untuk selamanya.
Kini, Marcel menjabat sebagai presiden direktur di PT. M-Ral, sebuah perusahaan yang berkembang di bidang perhotelan dan pariwisata. Meskipun dia adalah orang kaya dan terkemuka, namun sifat rendah hatinya sangat dikagumi semua kalangan, dia adalah pebisnis muda yang sangat tangguh.
Usai makan siang bersama, Marcel kembali mengantarkan Hayley menuju kantornya.
🖤🖤🖤
Aaron dan Alex bertemu dengan koleganya di sebuah rumah makan sea food di wilayah pusat Jakarta, kali ini mereka mendapatkan tawaran bisnis dengan nilai keuntungan yang fantastis dari seorang pebisnis paruh baya yang yang sangat terkenal, Mr. Theo.
"Tumben sekali, kalian hanya datang berdua," ujar Mr. Theo.
"Kami memang biasa berdua, Mr. Theo," jawab Alex.
"Yang saya dengar, kalian punya asisten wanita, benar begitu?"
"Wah, kok anda bisa tau?" tanya Aaron.
"Ah, hanya mendengar kabar-kabar saja, sang penguasa bisnis properti punya asisten cantik dan sudah menikah secara private.," ujar Mr. Theo sambil terkekeh.
"Anda bisa saja, Mr. Theo. Saya memang merahasiakan status istri saya, biarkan itu menjadi privacy kami, saya tidak suka kehidupan pribadi saya terusik," jelas Aaron.
"Memang bagus seperti itu, Mr. Aaron. Saya sangat senang berbisnis dengan pengusaha seperti anda."
Usai pembahasan tentang pembagian keuntungan dan segala hal yang perlu di persiapkan, Mr. Theo pamit untuk pulang terlebih dahulu, sedangkan Aaron dan Alex masih ingin bersantai sejenak.
"Si upik abu udah mulai terkenal, ya!" seru Alex.
"Aku khawatir, gimana nanti kalau media tau tentang Hayley, kalau dia istriku," ujar Aaron. "Apalagi jika statusnya yang hanya istri bayaran terungkap, bagaimana nanti semua orang akan memandang rendah Hayley," imbuhnya.
"Kamu sudah berani mengambil keputusan sebesar itu, seharusnya semua resikonya pun udah kamu tau, Bro." Alex mendesah. "Lagipula Hayley itu baik, dia nggak macem-macem kok, apa salahnya kamu membuka hati," lanjutnya.
"Seriously? aku harus sama Hayley?" tanya Aaron.
"Ya ... apa salahnya," jawab Alex, sebenarnya ia tidak membenci Hayley, hanya saja ada perasaan jengkel sejak gadis itu mendapatkan bantuan cuma-cuma dari Aaron, apalagi Aaron lebih memilih Hayley sebagai pengantin bayarannya di bandingkan dengan beberapa wanita yang sudah ia rekomendasikan.
Sampai saat ini, Alex tidak tau jika Aaron dan Kathrine masih memiliki hubungan, sedangkan Alex sendiri enggan membeberkan perselingkuhan Kathrine karena ia berpikir jika Aaron dan wanita itu sudah benar-benar putus hubungan.
Satu-satunya harapan Alex saat ini adalah mendekatkan Hayley dan Aaron, dengan begitu Aaron akan lebih mudah melupakan Kathrine.
"Oh, ya, Alex. Minggu depan ada pertemuan di Eropa, salah satu investor terbesar kita mengadakan perjamuan, kamu bisa ikut?" tanya Aaron.
"Ah, jauh. Aku nggak suka. Kamu sama Hayley aja deh," sahut Alex.
Aaron berpikir, jika Alex enggan menemaninya datang ke Eropa, maka dia bisa dengan leluasa bertemu dengan Kathrine tanpa sembunyi-sembunyi dari Alex. Meskipun letak perjamuan dengan lokasi apartemen Kathrine agak jauh, namun cinta akan membuat jarak puluhan kilometer itu akan terasa dekat.
"Oke, kalau kamu nggak mau nggak papa. Aku bisa pergi sendiri," sergah Aaron.
"Ajak aja si upik abu, kasian dia nggak pernah naik pesawat." Alex memberi saran lagi.
"Ya ... di pikir nanti deh," jawab Aaron. Jika ia membawa Hayley, tentu saja Kathrine akan berpikir yang bukan-bukan, ia takut jika kekasihnya cemburu dan terusik dengan kehadiran Hayley.
🖤🖤🖤
Bersambung ...