Bercerita tentang kisah cinta segitiga antara Mayra , Rama dan Marcel' sahabat Rama
Setahun berpacaran akhirnya Rama mempersunting Mayra, di usia pernikahan pertama Mayra tengah hamil buah cinta mereka dan akhirnya Mayra melahirkan putra kecilnya yang diberi nama Darren Adiguna
Pada usia pernikahan ke-4 masalah besar datang melanda keluarga kecil itu, dari masalah perusahaan yang akan diakuisisi serta masalah Darren harus dirawat dirumah sakit karena sakit parah.
Itu semua membuat Rama frustasi, ia dihadapkan dengan pilihan yang sulit.
Akhirnya Rama meminta bantuan pada Marcel sahabat yang sekarang menjadi musuhnya. Marcel bersedia membantu Rama dengan syarat Rama harus menukarnya dengan istri tercintanya. Entah setan apa yang merasuki Rama sampai ia menerima syarat dari Marcel "Kamu bisa membawa Mayra setelah putraku mendapatkan donor sumsum tulang belakang"
🌹Next in bacanya ya readers 🌹
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu_Merdeka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di gubuk di Desa terpencil
Aku mengantarkan teh hangat untuk Marcel, kemudian aku kembali ke dapur untuk membantu Bu Minah.
Beliau mengajakku ke ladang untuk mencari daun binahong... Katanya daun itu mempunyai khasiat untuk mengeringkan luka sobek yang cukup parah, seperti luka yang dialami Marcel saat ini.
Tak lupa Bu Minah juga menyuruh ku mengambil beberapa butir biji binahong untuk diberikan pada Marcel.
Setelah selesai kami berdua kembali ke rumah Bu Minah, di dapur Bu Minah segera menumbuk beberapa daun binahong, dan aku mencuci bersih tiga butir biji binahong, sesuai instruksi dari Bu Minah
"Sudah selesai non... ini oleskan pada punggung suami mu, dan tiga biji itu kasihkan pada suamimu untuk dimakan. Biji itu juga berkhasiat untuk mengeringkan bekas luka." titah Bu Minah
"Baik Bu... terimakasih banyak Bu Minah, kalau begitu saya kedepan dulu ya!" ucap ku sambil bergegas menuju ruang tamu
Aku melihat Marcel dan pak Kasrun sedang asik mengobrol, lalu aku segera menghampiri mereka sambil membawakan obat dari Bu Minah tadi
"Marcel... makan nih obatnya.
Aku olesin lukamu dulu ya?" pintaku sambil memberikan 3 butir biji binahong tadi
Tanpa banyak tanya, Marcel langsung makan obat yang kuberikan, lalu aku duduk di belakangnya dan mulai kuoleskan tumbukan obat yang dibuat oleh Bu Minah
"Enak... rasanya dingin, tidak seperti obat yang kemarin kamu oleskan... rasanya perih banget" ucap Marcel
"Ah sakit... pelan-pelan dong" titah Marcel sambil meringis kesakitan.
Aku memang sengaja menekan luka Marcel karena sedikit kesal dengan kata-katanya.
Kemarin sudah susah payah aku mencari obat untuknya tapi bukannya berterima kasih malah mengejek ku.
"Jangan marah gitu dong May, makasih ya udah ngobatin aku. Senyum dong jangan cemberut gitu... tambah jelek loh wajah mu" ucap Marcel, ia membalikkan tubuhnya menghadap ku lalu memegang daguku dengan tangan lembutnya
Seketika aku tersenyum tipis, entah kenapa rayuan dari Marcel membuat ku semakin suka dan nyaman.
"Nah gitu dong" imbuh Marcel saat melihat ku tersenyum
"Kapan kita pulang Cel?" tanya ku
"Tadi pak RT baru saja kesini, ia meminjamkan handphoneku.
Dan aku sudah menghubungi Robby untuk segera menjemput kita. Pasti sebentar lagi dia datang" jelas Marcel
"Non... Aden makan dulu, nih ibu udah siapin singkong rebus dengan sambal korek" ucap Bu Minah sambil menaruh nampannya di meja
Aku dan Marcel saling mengarahkan pandangan setelah kami melihat sepiring singkong dan semangkuk sambal entah itu apa namanya, yang jelas melihatnya saja membuat ku takut untuk memakannya.
"Begini den cara makannya" ucap pak Kasrun sambil mengambil sepotong singkong rebus di meja, lalu mencolek sambel itu dengan singkong tadi
"Hemh... ini enak tuan" ucap Marcel saat mengunyah singkong itu, ia melakukannya sama persis dari arahan pak Kasrun
"Hak... coba ini May... enak banget" ucap Marcel sambil menyuapi singkong yang baru saja ia gigit
Aku mencoba menggigit kecil singkong itu..
"Huh...hah, rasanya pedas sekali... tapi rasanya juga enak banget Cel" ucap ku sambil menutupi mulutku karena kepedasan
"Kalau non tidak suka pedas, non bisa makan singkongnya saja" tutur Bu Minah
Aku pun mengambil sepotong singkong lalu segera memakannya, rasanya singkong ini tak kalah enaknya dengan singkong keju yang biasanya dibelikan Rama.
Oh... Tuhan... aku kembali teringat oleh Rama
Lalu bagaimana dengan Darren... pasti sekarang dia sudah keluar dari rumah sakit
Aku rindu sekali dengan mereka...
Darren... maafkan mommy nak, nanti setelah Mommy punya kesempatan kabur... mommy pasti akan pulang dan berkumpul bersama kalian lagi.
"Tok...tok" suara ketukan pintu membuat ku tersadar dari lamunan
"Bos... Nona... kalian tidak papa kan? kami semua mencari bos kemana-mana tapi tak ketemu. Aku juga sudah menghubungi dan melacak nomor bos, tetapi tidak aktif.
Maaf bos kami terlambat menemukan bos" ucap Robby panjang lebar, ia takut Marcel akan marah besar padanya, karena ia tak becus dalam bekerja
"Jangan banyak omong loe Rob... mana uangnya, apa kamu membawakan apa yang aku minta tadi?" tanya Marcel dengan mimik marahnya
"Ini bos uangnya... untuk yang lainya ada di truk itu" ucap Robby sambil menyerahkan koper yang baru saja ia ambil di mobil
Marcel langsung mengambil koper itu dan memberikannya pada pak Kasrun
"Ini pak ada sedikit uang dari saya. Dan itu ada sedikit sembako... bapak bisa membagikannya pada seluruh warga. Nanti satu Minggu sekali, anak buah saya akan turun ke Desa untuk memberikan sembako lagi" jelas Marcel
"Terimakasih banyak nak Marcel. Sembako ini sudah lebih dari cukup... bapak tidak bisa menerima uang sebanyak ini" ucap pak Kasrun tanpa membuka koper itu lebih dulu, ia mengembalikannya pada Marcel
"Tidak pak, tolong terima ini... bapak bisa menggunakannya untuk kebutuhan hidup bapak sekeluarga" ucap Marcel memaksa pak Kasrun untuk menerima hadiah darinya
"Baik kalau nak Marcel memaksa. Sebagian uang ini akan kami sumbangkan pada pak ustadz untuk merenovasi masjid di desa kami. Terimakasih banyak nak Marcel dan non Mayra" ucap pak Kasrun bersama sang istri
"Sama-sama pak, kami juga berterima kasih atas bantuan dari pak Kasrun." ucap Marcel
"Terimakasih pak... kita berdua pergi dulu ya" Tambah ku berpamitan pada mereka
Aku tak menyangka ternyata dari sisi jahat seorang Marcel, ia masih memiliki sisi kepedulian yang tinggi. Aku begitu terharu melihat kebaikan Marcel.
kalo di pikir 2semua nya gk kesalahan Rama aja,,