"Jangan bunuh aku."
Sydney tidak menyangka hidupnya berubah seratus delapan puluh derajat hanya dalam satu malam. Ia melihat saudaranya dibunuh oleh seorang pria, dan dirinya terjebak dalam situasi sulit. Penderitaan ini tidak ia terima, dan alam mengabulkan permohonannya. Namun, ia malah harus menikah dengan seorang pria kejam bernama Ransom Alexander. Dia adalah pria yang paling Sydney benci. Pernikahan ini adalah dendam.
Cover by : Ineed design.
IG : renitaaprilreal
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon renita april, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pulang ke Rumah
“Kau ini kenapa?” tanya Dani, “tadi kau sendiri yang memilih restoran ini dan sekarang ingin makan es krim.”
“Kau itu bisa diam tidak? Ikuti saja aku.” Mariane mengeraskan suaranya agar Dani diam.
“Ya, sudah. Kau pergi saja ke kafe sebelah.” Dani melangkah pergi karena ia kesal akan sikap Mariane.
“Hei, Dani!” teriak Mariane, ia segera mengejar pria itu dan membujuknya agar tidak marah. Mariane kira wanita yang berpacaran dengan Sebastian adalah Sydney yang lain. Wanita yang memiliki nama sama. Namun, ia tidak menyangka jika Sebastian dan Sydney memang menjalin hubungan. Aha! Mariane punya ide bagus. Ia akan beritahukan ini kepada Ransom serta yang lain kalau Sydney punya kekasih yang lain.
“Terima kasih atas bantuanmu,” ucap Sebastian.
“Kenapa lagi? Kau senang sekali berterima kasih.” Sydney meneguk jusnya sampai habis sambil mendengarkan Sebastian bicara.
“Penggemarku berkurang. Menjadi populer dan dikejar-kejar itu sama sekali tidak nyaman. Aku tidak tenang.”
“Kalau seperti itu, kau memang harus berterima kasih.”
“Sedari tadi aku juga mengucapkan itu.”
“Aku terima.” Sydney mengambil ponselnya yang tergeletak di meja. Ia mendapat pesan balasan dari Ransom. Melihat foto yang dikirimkan, tawa Sydney pecah, Suaminya ini menghabiskan bento yang ia buat.
Melihat Sydney yang asik sendiri, membuat Sebastian terganggu. “Aku di sini, Sydney. Kau punya pacar, ya?”
Sydney menatap Sebastian lekat. Ia baru mengenal pria ini beberapa waktu lalu, bahkan Raisa saja tidak ia beritahu tentang rahasianya ini. Jika ia memberitahu Sebastian, bisa jadi rahasianya bakal bocor.
“Suatu saat nanti, aku akan cerita padamu.” Sydney tersenyum.
“Oh, ya, minggu depan ulang tahunku.”
“Oh, ya?!” Sydney terlihat senang. “Selamat!”
“Minggu depan, Syd. Masih ada beberapa hari lagi.”
“Apa salahnya mengucapkannya lebih awal. Selamat ulang tahun, Pacar Rahasiaku.”
“Kau harus datang karena aku mengundang banyak tamu. Selain teman, aku juga mengundang beberapa teman bisnis ayahku. Ya, satu acara dua kepentingan.”
“Maksudmu ini acara ulang tahun berkedok perkenalan bisnis atau pewaris?” tanya Sydney.
“Sebentar lagi aku akan lulus dan memulai karierku sebagai pekerja kantoran di perusahaan ayahku.”
“Aku tahu maksudmu. Aku akan datang.”
Selepas makan siang bersama, Sydney dan Sebastian kembali ke kampus. Masih ada kelas yang harus diikuti. Pukul 3 sore, barulah Sydney bisa pulang ke rumah orang tuanya.
“Ayah!” teriak Sydney, ketika ia masuk rumah.
“Kau itu sudah menikah. Jaga tingkah lakumu, Syd,” ucap Andi.
“Ayah, aku merindukanmu.” Sydney berjalan mendekat, lalu memeluk Andi erat.
“Memangnya ayah tidak?”
“Di mana David?” Sydney melepas pelukannya, ia mengeluarkan oleh-oleh yang ia bawa dari Maldives. Beberapa pajangan ia letakan di buffet. Sementara karpet dan sarung, ia berikan kepada Andi.
“Kakakmu sudah memimpin perusahaan, dia sangat sibuk. Tapi, dia janji akan pulang saat makan malam. Dia juga rindu padamu. Apa Ransom akan datang juga?” tanya Andi.
“Aku akan beritahu dia.” Sydney segera kirim pesan kepada suaminya itu jika malam ini makan malam di rumahnya, dan Ransom mengiakan. “Dia akan datang ketika makan malam.”
“Apa Ransom dan keluarganya memperlakukanmu dengan baik?” tanya Andi.
“Ya, semuanya baik-baik saja. Ransom baik, Ayah Elias juga.”
“Ibu mertuamu?” Andi tidak mau sampai putrinya menderita lagi.
“Mereka juga.”
“Rumah ini selalu terbuka untukmu, Nak. Jika kau menderita, segera pulang ke rumah ini.”
“Aku selalu mengingat ucapan Ayah.”
Di lain sisi, Ransom kini berada di bandara bersama Leo. Kabar setengah jam lalu yang ia dapatkan memang membuatnya kaget.
terima kasih kakak Author, semoga kakak Author selalu sehat, selalu semangat dan selalu sukses dalam berkarya, aamiin...🙏❤️💪💪💪
semangat n ditunggu karya barunya
kok keburu tamat sih kak....belum juga adegan hot
up dong ka yang banyak 🥺
padahal nunggu nya tujuh hari tujuh malam 🤣🤣🤣