NovelToon NovelToon
Benih Random Tuan Arogan

Benih Random Tuan Arogan

Status: sedang berlangsung
Genre:Hamil di luar nikah / Menikah Karena Anak / Tukar Pasangan
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: ingflora

Diambang putus asa karena ditinggal sang kekasih saat hamil, Evalina Malika malah dipertemukan dengan seorang pria misterius. Adam Ardian Adinata mengira gadis itu ingin loncat dari pinggir jembatan hingga berusaha mencegahnya. Alih-alih meninggalkan Eva, setelah tahu masalah gadis itu, sang pria malah menawarinya sejumlah uang agar gadis itu melahirkan bayi itu untuknya. Sebuah trauma menyebabkan pria ini takut sentuhan wanita. Eva tak langsung setuju, membuat pria itu penasaran dan terus mengejarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ingflora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26. Istriku

Adam mengeratkan gerahamnya. "Oh, kamu mau kembali pada anak ingusan itu, iya!?" Ia mulai marah.

Eva mengerut kening. "Siapa? Rendy?"

Adam geram Eva menyebut nama pria itu lagi. Ia menggenggam tangan istrinya erat. "Aku takkan pernah menceraikanmu, Eva! Ingat itu!" Pria itu menarik tangan istrinya dengan kasar agar mengikutinya. "Nah, sekarang, temanin aku ke Mal!"

Emosi Adam setelah kejadian itu menjadi semakin sulit dikendalikan. Ia bisa menjadi sangat-sangat sayang pada Eva, tapi terkadang juga sangat posesif.

Eva prihatin tapi di lain pihak dia juga mempertanyakan hatinya. Apakah dia akan siap dengan apa pun yang terjadi setelah ini? Senang dan susah bersama? Sanggupkah ia berjuang untuk Adam? "Seharusnya aku mendukungnya saja tadi. Karena mematahkan hatinya ditengah jalan, malah membuat dia jadi sangat rapuh. Aku seharusnya membantu dia mendorongnya sampai sembuh. Perkara keturunan, dia saja mau mengambil anak yang bukan miliknya dan dia banyak membantuku. Sudah seharusnya kini giliranku ikut membantunya juga sekarang. Sangat jarang menemukan pria sebaik dirinya dan sekarang aku memilikinya. Kalau suatu hari tidak berhasil dan dia ingin menikah lagi dengan wanita hamil lainnya, harusnya aku bisa lebih berlapang dada."

"Eva, ini enak lho, cobain deh." Adam menyendokkan lauk ke piring istrinya. Mereka duduk bersebelahan. "Ini restoran Cina yang jadi langgananku."

"Memangnya Bapak orang Cina?" Gadis itu mulai tersenyum.

Senyumnya menular pada Adam. "Enggak sih. Tapi aku suka sama masakan di sini."

Eva menyendok daging ayam yang diberikan suaminya dan memasukkan ke dalam mulut. "Mmh, enak!"

Melihat istrinya sibuk mengunyah makanan, Adam mulai bicara. "Eh ... Eva. Kamu berhenti bekerja saja ya."

"Apa?" Mata Eva membulat sempurna. Ia tak menyangka Adam malah ingin ia berhenti kerja setelah ia keguguran. Lalu ia akan dapat uang dari mana untuk bisa kuliah nanti?

"Oh, maksudku, kamu kuliah aja. Bukankah kamu ingin kuliah? Kalau kamu kuliah, 'kan nanti bisa memilih pekerjaan yang lebih baik lagi," bujuk Adam.

Eva terdiam sebentar. "Mau sih, tapi u—"

"Uangnya? Nanti aku yang biayai. Kamu gak usah takut."

Manik mata Eva melebar saat menatap pria itu. "Yang bener, Pak?" Ia hampir tak percaya.

"Apa sih yang enggak untuk istriku." Adam mencubit dagu istrinya dengan gemas dan menyerahkan kartu ATM-nya. "Ini juga akan aku isi setiap bulannya. Nafkah untuk istriku." Pria itu tersenyum lebar.

"Pak ...." Kedua mata Eva berkaca-kaca menatap wajah tampan suaminya. Ia begitu terharu.

"Mulai sekarang kamu bukan lagi istri kontrakku. Kamu istriku selamanya. Jadi biarkan aku memenuhi kewajibanku sebagai suami yang benar mulai hari ini."

Eva seketika memeluk suaminya. Adam tentu saja begitu senang. Ia mendekap balik istrinya dan memberi sapuan lembut bibirnya di kening sang istri.

Eva begitu merasa dicintai. "Beginikah rasanya pernikahan yang bahagia? Kalau begitu, jangan bangun aku ya Allah, dari mimpi indah ini."

"Nanti setelah ini kita cari kampus untuk kamu kuliah, ya."

Eva mengangguk dengan senyum terukir di wajah. Ia baru menyadari, setelah melepas pelukannya, beberapa orang yang makan di sana memperhatikannya. Ia merasa malu hingga cepat-cepat menegakkan punggungnya.

Adam yang melihat istrinya tersipu-sipu, semakin gemas saja. Ia sendiri merasa lucu terhadap diri sendiri, bisa-bisanya jatuh cinta dengan perempuan yang umurnya jauh lebih muda darinya. Namun ia sudah terlanjur sayang. Dirapikannya kerudung Eva dari samping.

"Berantakan ya." Gadis itu menoleh.

"Enggak. Senang aja nyentuh kamu." Kembali Adam tersenyum lebar.

Mereka berdua tak menyadari, dari pintu masuk restoran, seseorang terperangah melihat tingkah laku keduanya. Wajah wanita itu terlihat bingung.

"Maaf, Mbak. Mau makan di sini? Mejanya masih ada yang kosong, kok." Seorang pelayan menyapa Shanti.

Tentu saja wanita itu kaget. "Oh, enggak. Mencari teman, tapi sepertinya dia tidak datang." Tanpa menunggu jawaban, Shanti segera keluar. Hatinya sangat tidak tenang, sehingga ia berjalan serampangan hingga menabrak seorang wanita paruh baya. "Ah!"

"Aduh ...."

"Eh, maaf." Namun tiba-tiba mata Shanti membola setelah melihat wanita yang ditabraknya. "Mom?"

"Shanti?" Wanita itu melihat ke arah mana Shanti datang. "Kamu dari mana? Bagaimana kalau kita ke restoran itu?" Sang wanita menunjuk restoran tempat Shanti keluar tadi.

"Eh, jangan ke situ, Mom. Penuh. Ke tempat lain saja." Shanti menggandeng ibunya dan membawanya pergi.

Mereka kemudian masuk ke sebuah kafe dan memesan makanan di sana. Setelah pelayan pergi, barulah mereka mulai mengobrol.

Rana meraih tangan Shanti. Ia memandangi wajah putrinya yang semakin hari, semakin dewasa dan cantik saja. Sudah lama mereka tidak saling bertemu. Sejak bercerai dan akhirnya menikah lagi, ia dan Shanti masih saling bertemu diam-diam di belakang Lindon. Namun, belakangan semenjak Lindon menikah lagi dan Shanti kuliah di Australia, mereka sulit bertemu. "Kamu sudah dewasa sekarang, ya." Rana orang Indonesia asli, karena itu Shanti punya wajah indo karena campuran dari kedua orang tuanya.

"Mom, maaf tidak kasih tau, sudah pulang dari Australia," ucap Shanti menyesal. Ia menunduk dan tampak sedih. "Tapi bukan berarti Shanti lupa sama Mommy. Shanti cuma lagi sibuk. Sekarang Shanti kerja tapi di tempat Daddy. Jadi sulit buat curi-curi waktu ketemu Mommy."

Rana menepuk tangan putrinya. "Gak papa, Mommy ngerti. Gimana pekerjaanmu? Lancar?"

"Ya, gitu deh." Wajah Shanti nampak suntuk. Ia terbayang lagi bagaimana Adam dan Eva makin mesra setelah kejadian itu. Apa berarti misinya gagal? Eva tidak keguguran?

"Ayo, yang rajin ... jangan tiru Daddy-mu itu yang malasnya minta ampun." Rana menasehati. "Bagaimana dengan pacarmu, Garan? Kalian kapan menikah?"

"Mommy. Aku sudah putus dari Garan, Mommy. Daddy gak suka."

"Lho, katanya orangnya baik. Kamu kenapa putus? Alasannya apa?"

"Garan miskin, kata Daddy. Daddy lebih suka aku dengan Adam, Mom."

"Adam?" Rana mengerut dahi. "Adam keponakan almarhum istri kedua Daddy-mu itu?"

"Iya, Mom."

"Tapi, bukannya dia gak suka sama kamu? Dia sudah punya pacar, 'kan?"

"Udah putus sama pacarnya, Mom. Sekarang dia pacaran sama janda."

"Itu tidak penting, Shanti. Yang penting, apakah Adam mau sama kamu?"

Shanti terdiam. Ia merengut sambil tertunduk.

"Kalau Adam tidak suka, apa gunanya? Jangan mengejar pria yang tidak mencintaimu, Shanti. Kamu pasti lelah hidup dengannya. Mommy lebih suka kamu sama Garan. Kalau lihat fotonya, orangnya sepertinya baik."

"Baik tidak cukup untuk Daddy, Mommy."

Rana menghela napas. "Daddy-mu itu memang keras kepala. Yang ada di kepalanya selalu uang, uang dan uang, tapi tidak mau kerja keras. Kalo bergantung pada usaha orang lain, pasti dia akan ditinggalkan. Karena dia itu pria, bukan wanita yang perlu dinafkahi." Ia mengomel kesal, lalu menatap putrinya dan menggenggam tangannya. "Jangan ikuti ayahmu ya, karena kebahagiaan tidak diukur dari uang tapi dari saling memberi."

Shanti masih merengut. "Bagaimana bisa bilang tidak kalau aku tinggal dengan Daddy." Ia menghela napas pelan.

***

Terdengar pintu diketuk. Eva memakai kerudung instannya sebelum membuka pintu. "Bapak?" Ia terkejut. Kenapa malam-malam pria ini datang ke kamarnya dengan pakaian tidur?

Adam menyodorkan laptopnya pada Eva. "Katanya mau cari kampus untuk kuliah? Ini, cari saja di laptopku."

"Oh, aku lihatnya di ponsel, Pak." Eva terlihat sungkan dan tak segera mengambil laptop yang disodorkan Adam.

Pria itu tak peduli. Ia langsung masuk dan menutup pintu membuat Eva bingung.

"Bapak mau apa?"

Bersambung ....

1
Nar Sih
sabarr ya adam ,semagatt semoga bersama eva kmu bisa sembuh dri truma mu dan kmbli menjadi laki,,normal seorang suami yg sesungguh nya ,lanjutt kakk👍🥰
Nar Sih
kasihan eva hrus kehilangan calon byi nya grgr org si santi ,dan seperti nya adam udah mulai cinta nih sama eva,semagat dam kejar cinta mu biar ngk pergi dri mu
Rohmi Yatun
ceritanya yang bagus
Mrs.Riozelino Fernandez
baru juga berobat...jangan gtu donk Eva...disini hanya Adam yang niat berjuang, sedangkan Eva psimis terus...
Fariz Alfatih
yakin minta like aja?
tapi aku nggak mau kalo cuma sekedar like👉🏻👈🏻
semoga semakin semangat updatenya akak othor!!🙏🏼💪🏼💪🏼
Baby_Miracles: makasih ya, sama hadiah2nya. /Gift/
total 1 replies
Mrs.Riozelino Fernandez
istri hanya demi anak pak Adam...
lagian siapa juga yang tahu klo Eva istrimu...
makanya dari awal lebih baik jujur,ini pake bilang sodara lagi
Aisyah Ranni
Cemburu bilang boss,jangan Pendem dalam hati lama2 tambah cinta lho sm Eva.
Baby_Miracles: he he he
total 1 replies
Mrs.Riozelino Fernandez
ntar Adam ngeliat bisa ngamuk ngamuk nih 😆
Mrs.Riozelino Fernandez
tanpa kamu sadari Adam udah bucin ma kamu Eva,cuma ketutup gengsi nya aja yang Segede gaban 😆😆😆😆
bhunshin
kutunggu kelanjutannya sampe pegang 2 hp 😅
bhunshin
evaaaa boleh gak aku cubit pipi kamu,?habis bikin gemas bgt😅
bhunshin
heboh bener🤣🤣🤣
bhunshin
dari judulnya aja benih random tuan arogan jangan² itu beneran anaknya si Adam😎
Mrs.Riozelino Fernandez
Berhasil 👍👍👍👍👍👍
Fariz Alfatih
yaaah, habis.
padal aku dari kemarin uda ngumpulin bab, biar bisa d baca maraton, taunya pas baca langsung hbis😭😭
Baby_Miracles: wkwkwk
total 1 replies
Fariz Alfatih
padal tadi mau komen gini
"berharap ada adegan kissing nya"
pas scroll eeh malah ketemu iklan habib jaffar, langsung baca istigfar karena tau yg ku pikirkan itu dosaaaaa😭🤣🤣
Baby_Miracles: wkwkwk
total 1 replies
Fariz Alfatih
maak, kenapa ada 1 kata tapi pake hurufnya dobel, misal bodoh jadi boddoh, darah jadi darrah, dan dada jadi dadda.
ini masalahnya di keyboardmu apa emang kebijakan dari mt/nt?

sekedar nanya aja nggak ada maksud lain mak🙏🏼🙏🏼
Fariz Alfatih: ooh, pantaslah kudu di dobel.😅
aku padamu mak, semangat terus!!💪🏼💪🏼
Baby_Miracles: takut kena pentung trus tulisannya ngilang, wkwkwk
total 2 replies
Fariz Alfatih
naah, pusing sendiri kan lu dam, jagain bocil dengan status istri.🤣🤣
Baby_Miracles: wkwkwk
total 1 replies
Fariz Alfatih
aku pas masih bocil sering di kerjain temen, di suruh manjat pohon, tpi ujungnya aku di tinggal, solnya bingung turunya gimana, dan parahnya temen koplak itu jadi suamiku😭😭
Baby_Miracles: makasih ya
bhunshin: Thor bikinin ceritanya kayanya seru kisahnya bikin ngakak abis😭🤣🤣
total 3 replies
Fariz Alfatih
bapak mandul?

nggak!

bapak gay?

anjroot, mau ku tabok kamu ev?!😭😭
adaaa aja gebrakannya ke' nasti sama iwabe
Baby_Miracles: ehehehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!