NovelToon NovelToon
Gadis Cantik Milik Jendral Vampire

Gadis Cantik Milik Jendral Vampire

Status: sedang berlangsung
Genre:Vampir / Cinta Terlarang / Identitas Tersembunyi / Dunia Lain / Kutukan / Raja Tentara/Dewa Perang
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: bbyys

Saat Sora membuka mata, dia terkejut. Dia terbangun di sebuah hutan rindang dan gelap. Ia berjalan berusaha mencari jalan keluar, tapi dia malah melihat sebuah mata berwarna merah di kegelapan. Sora pun berlari menghindarinya.

Disaat Sora sudah mulai kelelahan, dia melihat sesosok pria yang berdiri membelakanginya. "Tolong aku!" tanpa sadar Sora meminta bantuannya.
Pria itu membalikkan badannya, membuat Sora lebih terkejut. Pria itu juga memiliki mata berwarna merah.

Sora mendorongnya menjauh, tapi Pria itu menarik tangannya membuat Sora tidak bisa kabur.

"Lepaskan aku." Sora terus memberontak, tapi pegangan pria itu sangat erat.

"Kau adalah milikku!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bbyys, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 Sekelompok Pembelot

Tiba-tiba Myron sudah ada didepan Sora, ia menarik scraf yang terlilit di lehernya. Sora kembali terkejut ketika Myron mencium lehernya, menciumnya dengan kuat. Rasanya kulit lehernya seperti tertarik. Sora tidak suka.

"Hentikan! Myron sadarlah." Sora memberontak, tapi ia tidak melepaskan ciumannya.

la menarik Sora jatuh ke tanah lalu berdiri diatasnya memegangi kedua tangan Sora.

"Benar seperti itu. Taklukkan dia dan dia akan menjadi milikmu."

Para pria itu tampak senang melihat semua yang terjadi padanya. Wajah mereka terlihat seperti sedang melihat sebuah pertunjukan yang menarik.

"Kau adalah milikku!" tegas Myron.

la kembali menciumnya, ciumannya semakin brutal. la mencium tangan, kaki hingga bibir Sora.

Sora terus memberontak, kekuatannya tidak bisa mengalahkan Myron. Sora menutup mata, tubuhnya gemetar. Dia takut.

"Akh!" Sora menggigit bibir Myron hingga membuatnya berdarah, akhirnya ia melepaskan ciumannya.

"Apa yang sudah aku lakukan?" ujar Myron. Wajahnya tampak bingung saat ia melihat Sora berada di bawahnya. la langsung melepaskan genggaman tangannya dan bangkit.

"Apa yang sudah terjadi? Kenapa aku ada diatasmu?" tanya Myron bingung.

"S*al! la tersadar terlalu cepat." Pria itu kembali merapalkan mantra aneh. Energi hitam kembali menyelubungi tubuh Myron.

"Apa ini?" Myron bingung. Tiba-tiba ia berteriak keras, memegangi kepalanya yang terasa sakit. la terus meringis kesakitan. Hingga teriakannya berhenti, pandangannya kembali kosong.

Myron mengeluarkan sebuah belati dari pinggangnya dan berjalan ke arah Sora lagi. Sora tidak akan bisa menghentikannya. Saat ia mengangkat tangannya, Sora hanya diam dan menutup matanya.

Beberapa menit berlalu, Sora tidak merasakan apapun. Dia mengintip dari celah matanya dan terkejut. "Myron!" Myron menikam tubuhnya sendiri. Menusukkan ke arah lengan kirinya menggunakan belati itu.

Sora bangkit bermaksud menghampirinya karena khawatir.

"Jangan kemari." henti Myron. Myron menikam tubuhnya berusaha untuk mempertahankan kesadarannya.

"Kau adalah seorang pria yang tangguh. Padahal ada wanita yang kau cintai di depan matamu tapi kau malah menolaknya." ujar pria itu.

"Aku tidak akan mau melakukan apapun yang tidak disukainya." jawab Myron sambil menahan rasa sakit. "Aku memang mencintainya. Tapi aku menghargai pendapatnya. Meski aku bukan pilihannya."

"Pria bodoh! Tak memiliki ambisi." Pria itu menarik pedangnya dan menikam punggung Myron. Pedangnya menebus sampai ke dadanya. la langsung jatuh, dengan darah yang mengucur dari luka itu.

"Myron!" teriak Sora histeris.

Sora berjalan mendekati Myron. Tapi para pria itu berdiri mengelilinginya, menghentikan langkah kakinya.

"Apa yang kalian inginkan? Jika kalian memiliki dendam kepada Jendral kenapa harus mengincar kami?" jerit Sora, Dia merasa ini tidak adil.

"Kau tahu kekuatan kami tak sebanding dengannya, menyerangnya langsung adalah tindakan bodoh. Itu sebabnya kami mengincar kelemahannya. Yaitu dirimu." sahutnya.

"Pengecut." Sora meludahi mukanya. Pria itu mengerutkan keningnya, menatap Sora dengan tajam terlihat marah.

"Akh!" Pria itu menjambak rambut Sora. Menariknya dengan kencang. Membuat rasa sakit di kepalanya.

"Lepaskan aku!" Sora memberontak.

"Kau adalah gadis paling kurang ajar yang pernah aku temui." Lalu ia menampar wajah Sora, hingga membuat bibirnya terluka. Darah keluar dari dalam mulut Sora. "Akan kubuat kau dan Jendralmu menyesal." hardiknya.

"Hentikan!" Tiba-tiba anak panah meluncur, menggores tangan pria yang menarik rambut Sora membuatnya melepaskan genggamannya.

"Siapa itu?" geramnya.

Dari kejauhan Sora melihat sosok yang tak asing baginya. "Soren! Remi!" Sora berteriak.

Soren dan Remi datang menolong, mereka marah. Remi kembali menarik anak panahnya bersiap untuk memanahnya.

"Siapa kalian?" tanya Soren.

"Kami ini teman kalian. Teman latihan bareng, kalian tak ingat?" Pria itu berusaha mengalihkan perhatian.

"Sora, apa yang terjadi?" Soren tak mempercayai pria itu, ia malah melontarkan pertanyaan kepada Sora. Karena ia tahu Sora tidak akan berbohong.

"Para pria itu berusaha mencabuliku dan mereka juga melukai Myron!" sahut Sora marah.

Perhatian mereka tertuju ke arah belakang, mata mereka terbelalak melihat Myron yang tergeletak di tanah bersimbah darah.

"Apa mereka yang melakukannya?" Soren murka ketika melihat temannya bersimbah darah.

"Iya."

Amarah Soren dan Remi memuncak. Remi menarik anak panahnya mengarahkan ke arah para pria itu.

"Sora, berlindunglah!" Soren memperingati.

Pertarungan pun terjadi. Satu persatu anak panah melayang dari busurnya. Para pria itu menghentikannya dengan ayunan pedangnya. Memotong anak panah itu. Remi sangat pandai memanah, ia terus melontarkan semua anak panah yang ia miliki. Anak panah menancap tepat di kaki salah satu dari mereka. la terjatuh dan meringis kesakitan.

Sekarang Soren yang menyerang dengan kecepatan dan kekuatannya, ia melukai anggota tubuh pria itu. Salah satu dari mereka tanganya ada yang terputus, mengeluarkan darah berwarna hitam.

"Hitam!" gumam Soren bingung. la terkejut melihat darah hitam yang keluar dari tubuh mereka. Kalau manusia maka darahnya yang keluar adalah merah tapi ini malah darah hitam yang keluar.

"Siapa kalian sebenarnya?" Lontar Soren.

Para pria itu menyeringai, menunjukkan mata merah serta gigi taringnya. Kuku tangan mereka memanjang.

"Mereka adalah vampire." ucap Sora.

Wajah terkejut tampak di wajah keduanya. Mereka pasti tidak menyangka akan bertemu seorang vampire disini, apalagi menyamar sebagai prajurit.

Pertarungan sengit masih berlanjut. Anak panah Remi sudah habis, ia menarik pedangnya dan membantu Soren.

Tidak terlihat seperti perangainya yang kecil serta bicaranya yang gagap. Ternyata Remi juga sangat hebat bertarung memakai pedang. la terlihat seperti orang yang berbeda.

Meski jumlah mereka banyak, mereka kesulitan melawan Soren dan Remi. Soren sangat cepat dan kuat serta Remi sebagai pelindungnya, para pria itu kewalahan melawannya.

Di saat semua orang sedang sibuk bertarung ada satu orang mundur menjauh. Sora melihatnya bergumam tak jelas. Sepertinya ia merapalkan sebuah mantra, energi hitam keluar dari dalam tanah dan mengikat kaki dan tangan Soren dan Remi, menghentikan pergerakan mereka.

"Apa ini?" Berontaknya. Dengan sekuat tenaga mereka berusaha melepaskan diri tapi ikatan itu tidak mau lepas. Mereka terjebak.

Sora tidak bisa diam saja, dia mengkhawatirkan mereka. Dia memutar otak berusaha mengingat mungkin ada petunjuk dari kumpulan buku yang pernah dia baca.

"Jantung!" gumam Sora.

Sora teringat buku tentang vampire, disitu tertulis hanya dengan menusuk jantungnya maka seorang vampire yang hidup abadi bisa mati juga.

Meskipun sebagian besar yang tertulis dibuku itu belum tentu benar. Tapi kali ini jika tidak mencoba tidak akan tahu.

Sora melihat sebilah pedang yang tergeletak tak jauh darinya. 'Jarak antara dia dan perampal mantra itu tidak jauh, jika dia bisa menghentikannya mungkin saja sihirnya akan hilang dan melepaskan Soren dan Remi. Dan saat itu juga dia akan memberitahu mereka untuk menusuk Jantung para pria itu.'

Sora sudah menyusun rencana, mencari waktu yang tepat untuk melaksanakan nya. Saat perhatian mereka teralihkan, dia mengambil pedang itu dan berlari ke arah perampal mantra.

"Akh! Lepaskan aku."

Tapi bodohnya Sora. Dia yang tidak memiliki keahlian bertarung berharap bisa menghentikannya. Pria itu mengambil pedang yang dipegang Sora lalu mencekik lehernya. Membuat tubuh Sora terangkat.

"Ada kucing kecil yang berusaha membantu." ucapnya tersenyum smirk.

"Sora!" Panggil Soren dan Remi, mereka panik dan khawatir.

Pegangan pria itu sangat kuat. Lehernya terasa sakit hingga membuatnya jadi sulit untuk bernafas.

"Lepaskan Sora!" teriak Soren. Ia tidak suka melihat Sora kesakitan. Lalu ia mengeluarkan semua kekuatan yang dimilikinya. Sora melihat ada energi putih yang samar-samar keluar dari tubuh Soren. Tiba-tiba ikatannya terlepas, Soren langsung berlari membawa pedangnya dan menebas tangan pria yang mencekiknya hingga tangannya terputus.

"Soren, tusuk jantungnya!" ucap Sora tegas.

Soren kembali melayangkan pedangnya, dan menusuk ke arah dadanya menebus hingga ke jantungnya. Pria itu pun langsung mati dan berubah menjadi tumpukan pasir hitam. Energi hitam yang mengikat Remi terlepas.

"Apa ini? Siapa sebenarnya mereka ini?" la tampak terkejut. la tidak tahu kalau mereka akan berubah menjadi tumpukan jika mati.

"S*al, dia adalah penyihir putih! Kita tidak akan bisa melawannya." ujar para pria itu. "Ayo pergi dari sini!" tuturnya.

Mereka kembali merampalkan mantra, energi hitam kembali terlihat dan menyelubungi tubuh para pria itu lalu menghilang. Seperti teleportasi, mereka menghilang dalam sekejap.

"Kau tak apa?" Tak ada waktu untuk terkejut. Soren mendekati Sora mengecek keadaannya.

"Iya aku tak apa." sahut Sora.

"Myron! Cepat selamatkan Myron." Sora baru teringat tentang Myron.

Mereka langsung menghampiri Myron. Wajahnya terlihat pucat, nafasnya juga lemah. Darah yang keluar terlalu banyak. Sepertinya mereka terlalu lama membiarkannya.

"Ayo cepat kita bawa ke ruang kesehatan."

"Tidak ada waktu lagi." Myron menghentikan, ia merasa hidupnya akan segera berakhir. "Sora, aku senang bisa berteman denganmu." ungkapnya dengan wajah tersenyum. Meski ia terlihat tak bertenaga, ia tetap memasang senyuman diwajahnya.

Myron merogoh kantong celananya, ia mengeluarkan kotak kecil dan diberikannya kepada Sora. Sora membuka kotaknya.

"Tadinya aku ingin memberikan cincin ini kepadamu jika kau menerima cintaku. Mungkin cincinnya tidak terlalu mahal tapi ada ketulusan di sana. Tapi sekarang aku ingin kau menerimanya sebagai kenangan kebersamaan kita."

Sora melihat cincin emas yang tipis. Tidak ada hiasan ataupun permata yang di tancap di cincinnya.

Hanya cincin biasa.

"Berikan lagi saat kau sudah sembuh." tolak Sora. "Mereka pasti bisa menyelamatkanmu." Air mata Sora mengalir.

"Soren cepat bawa Myron." Pinta Sora. Dia tidak ingin kehilangan temannya yang selalu perhatian kepadanya.

Saat Soren akan mengangkatnya, nafasnya sudah berhenti, tak ada gerakan di tubuhnya. Kelopak matanya tertutup. Sora memegang tangannya, memeriksa denyut nadinya. Tapi tidak ada kehidupan.

"Myron!" Semuanya menangis, Myron sudah meninggal.

"In-ini semua karena kamu!" tuduh Remi, ia menarik pedangnya dan mengarahkannya ke leher Sora. "Se- semua ini karena ka ... mu."

la terlihat sangat terpukul. Myron adalah teman terdekatnya. Mereka berdua selalu bersama kemana-mana seperti saudara.

"Jangan seperti itu, kejadian tadi juga bukan karena keinginan Sora." Soren menghentikannya.

"Ti-dak ini semua tetap salah dia. E-lena di usir dari camp juga salah dia. Se ... mua kedamaian di camp ja-di hilang semenjak kehadiran dia." ucap Remi sambil menangis pilu.

Remi menarik pedangnya menjauh dari leher Sora, melemparnya lalu menggendong tubuh Myron dan membawanya pergi.

"Kau kembalilah dan obati luka-lukamu. Biar kami yang mengurusinya." ucap Soren sambil menepuk pundak Sora.

Sora sangat ingin membantu mereka tapi melihat reaksi Remi tadi, dia pasti hanya akan mengganggunya. Sora menganggukkan kepala, menurutinya. Dia beranjak pergi dari sana.

"Tunggu." Tiba-tiba Soren menarik tangannya menghentikan langkah kaki. "Di lehermu ada bekas ciuman, apa mereka menyentuhmu?"

"Tidak. Mereka tidak menyentuhku sama sekali. Myron yang melakukannya."

"Myron!" Wajahnya terlihat kaget. "Myron yang ku kenal tidak mungkin berani menyentuhmu. la sangat menghargaimu."

"Itu karena mereka menghipnotisnya dan memberikan Afrodisiak hingga membuatnya kehilangan kendali."

"Afrodisiak? Darimana mereka mendapatkan obat terlarang itu?" Lontar Soren kaget. Sora hanya menggelengkan kepalanya, dia juga tidak tahu.

"Lalu luka gigitan itu? Apa myron juga yang melakukannya?" tunjuknya ke bagian lain.

Sora kaget mendengar pertanyaannya dan langsung reflek menutupi lehernya.

"Me ... reka yang melakukannya." Bohong Sora. "Jangan bilang sama siapapun. Kumohon ..." Pinta Sora.

"Tapi kau akan menjadi vampire nantinya. Kau tidak bisa tinggal disini."

Seperti perkataan Flora, di dunia ini mereka hanya tahu jika di gigit vampire akan mati atau menjadi vampire juga. Tapi Ashley sudah mengatakan, menjadikan seorang manusia menjadi vampire tidak melalui gigitan.

"Tidak. Aku tidak akan menjadi vampire. Meski digigit oleh vampire, aku tidak akan langsung menjadi vampire. Percayalah padaku." ujar Sora dengan nada percaya diri. Dia berusaha untuk meyakinkannya.

"Darimana kau tahu itu, semua orang tahu kalau digigit vampire, maka akan menjadi vampire juga."

"Aku pernah membacanya dari buku." Soren memandanginya dengan tatapan tak percaya.

"Begini saja, dalam waktu beberapa hari ini, jika kau melihat tanda-tanda aku akan berubah menjadi vampire kau bisa membunuhku. Tapi jika tidak, tolong rahasiakan hal ini dari semua orang." tawar Sora.

Soren terdiam sejenak memasang wajah kakunya. "Baik. Tapi aku tidak akan membunuhmu. Aku akan membantumu untuk keluar dari camp." la pun pergi meninggalkannya seorang diri.

1
Aksara_Dee
kalau baru pertama biasanya tangan dan bahu jarem
Aksara_Dee
waah perkebunan apel, inget waktu ke malang
Aksara_Dee
lampu otomatis 😅
Aksara_Dee
Nama pacarku disebut ...
Aksara_Dee
sampai sini dulu ya Thor, nanti lanjut lagi..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!