Kisah cinta antara dua anak manusia yang di pisahkan jarak dan waktu, kehidupan yang keras dan penuh dengan manipulasi membuat mereka saling terpisah satu sama lain.
Akankah Samudra dan langit akan bersatu…? Jika penasaran dengan ceritanya, baca novel ini ya…?
Jangan lupa tinggalkan komentar dan like nya, karena dengan like dan komentar kalian bisa menambah semangatku untuk melanjutkan cerita selanjutnya, salam hangat…
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na_1411, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penjelasan samudra.
“Langit… oma harap perkataan angel jangan kamu masukkan ke hati ya… bagaimanapun juga kalian adalah kakak dan adik.”
Langit menundukkan kepalanya, dia sebenarnya sangat kesal dengan angel yang meragukannya. Rasa kesal yang tadinya meluap luap dengan angel, seketika luruh karena ucapan oma yang terdengar menangkan.
“Tapi oma, apa aku harus selalu mengalah jika kak angel tidak mempercayaiku jika aku adalah adik kandungnya.” Ucap langit menatap oma eli.
“Jangan kawatir, oma sudah melakukan tes dna antara kamu dan angel. Mungkin dua atau tiga hari hasilnya akan keluar.”
“Benarkah oma, tapi oma… jika hasil dna keluar dan menyatakan aku bukan adik kak angel, apa oma akan tetap menganggap ku sebagai cucu oma.”
Mendengar ucapan langit oma tersenyum dan membelai pipi langit dengan sayang.
“Tentu saja, kamu akan selalu menjadi cucu oma. Karena wajah kamu mirip sekali dengan senja, kamu bisa mengobati rasa kangen oma dengan senja.”
“Oma….” Langit memeluk oma eli dengan erat.
Setelah di rasa perasaan langit dan oma eli tenang, mereka segera melepaskan pelukannya masing masing.
“Dimana kakak kamu langit dan juga samudra.”
“Kak samudra sedang menenangkan kak angel yang lagi tantrum oma.” Ucap langit dengan mengerucutkan bibirnya.
“Hahaha… seperti anak kecil saja tantrum.”
“Memang pada kenyataannya seperti itu oma, dia tadi tantrum saat melihat aku berpelukan dengan kak samudra. Padahal kami sudah biasa berpelukan saat di panti, kak sam akan menangkan aku jika aku marah atau sedang tantrum.”
“Jadi kalian sering berpelukan….? Apa… apa… kamu tidak mempunyai perasaan yang lebih dengan kak samudramu…?”
Langit menggelengkan kepalanya, dia masih bingung dengan perasaannnya sendiri. Sedangkan perasaan nya saat ini, juga merasa kesal jika samudra memperhatikan wanita lain selain dirinya.
“Dia tampan juga bertanggung jawab, apa lagi dia sayang dengan kamu, melebihi nyawanya sendiri.” Ucap oma sambil melihat reaksi wajah langit.
“Mmm…. Memang ganteng sih kak samudra, tapi dia menganggap aku sebagai adik oma… hanya adik, tidka lebih.” Langit menyentuh dagunya seperti orang sedang berfikir.
“Ya sudah, tapi jika kamu mempunyai rasa dengan kakak kamu. Lebih baik kamu ungkapkan segera, keburu kesukuan wanita lain.” Sindir halus oma eli.
“Ish… oma, mana ada wanita menyatakan cinta lebih dulu sama cowok. Gengsi dong, tapi lagian aku anggap kak samudra sebagai kakak aku oma.”
“Iya iya oma percaya, iya kamu anggap samudra kakak kamu nggak lebih.” Oma eli memegang kembali pipi langit, kali ini oma mencubit ya gemas.
“Ya sudah oma keluar kalau gitu, sebentar lagi papa kamu akan datang ke sini. Kamu siap siap ya, dandan yang cantik biar papa kamu kaget melihat kamu.” Oma segera berdiri dan berjalan keluar dari kamar langit.
Sedangkan samudra dan angel yang masih berada di taman belakang, terlihat duduk di bangku dekat taman bunga. Samudra masih diam begitu juga dengan angel, mereka melihat hamparan bunga yang terlihat indah di pandang.
“Apa anda sudah tenang nona, jika sudah saya ingin menjelaskan sesuatu tentang asal usul langit yang tidak lain adalah putri Anastasia.”
Angel menoleh melihat samudra dengan tatapan tidak suka, tapi dia terpaksa harus mendengarkan penjelasan samudra.
“Aku akan meminta papa melakukan tes depan terlebih dahulu, untuk memastikan jika dia adalah adik aku.” Ucap angel dengan keras kepala.
Samudra tidak mempedulikan ucapan angel, dia dengan segera menceritakan asal usul dia bertemu dengan langit.
“Suatu hari saya lihat seorang gadis kecil yang sangat imut dan canti, tubuhnya penuh luka dan banyak bekas pukulan di tubuh langit kecil. Saya yang tidak tega dan penasaran dengan perlahan mendekatinya, awalnya dia merasa takut ketika saya mendekatinya. Tapi saya berusaha sampai dia mau berbicara dan dekat denganku, sampai pada akhirnya dia mulai mau berbicara denganku. Anda tahu nona, dia sangat lengket denganku dan tak mau jauh dari saya. Saat saya sekolah saja harus berangkat secara sembunyi sembunyi, karena tidak mau langit tahu.” Samudra sesaat menghentikan ucapannya dan menoleh melihat reaksi angel yang biasa biasa saja, di dalam hati samudra merasa jika angel adalah wanita yang merasa kepala.
“Sebenarnya saya akan membawa langit setelah saya mapan bekerja, tapi ternyata saat saya di ajak nona untuk pertama kalinya ke kediaman ini. Saya melihat foto seorang wanita yang sangat mirip dengan langit, kata nyonya itu adalah foto nyonya senja, mama tiri nona angel. Saya berkata jika wajah itu mengingatkan saya dengan adik kecil saya langit, nyonya yang sangat antusias ingin sekali menemui langit. Tapi sayang tidak bisa karena suatu alasan, jadi saya bawa langit menemui nyonya dengan alasan dia akan bekerja di kediaman ini.”
“Kenapa kamu tidak bilang sama aku sam, apa kamu sudah tidak mengangap aku sebagai majikan kamu.” Samudara tersenyum mendnegar ucapan angel.
“Bagaimana saya bisa berbicara, jika kedatangan saya ke kediaman anda. Di sambut pengalihan pekerjaan saya.”
“Apa kamu tidak menyadari kesalahan kamu, sampai aku melakukan itu semua.”
“Hmm… saya tahu, tapi saya juga berhak diam tidak menjawab pertanyaan nona bukan.” ucap samudra mengingatkan angel tentang haknya sebagai pengawal angel.
“Ish,.. pandai banget kamu berkilah.”
Mereka kembali terdiam dengan pemikiran masing masing, samudra menatap bunga yang terlihat indah di depannya. Sedangkan angel diam diam melihat samudra yang sedang menatap bunga di depannya.
“Nona angel…” panggil bik Lilis ke angel, dengan segera angel menoleh ke arah bik Lilis.
“Hmm…” jawab angel singkat.
“Tuan alex baru saja datang, anda diminta menemui beliau.”
“Oke…”
Angel segera berdiri dan berjalan ke masuk meninggalkan samudra yang menatapnya, samudra masih santai duduk dan menatap bunga di depannya. Entah kenapa samudra hari ini merasa lemas dan malas, rasanya dia ingin menggambil cuti dan akan pergi ke tempat yang terasa tenang agar bisa merilekskan pikirannya yang tengah kacau.
Setelah di rasa hati dan pikirannya tenang, samudra segera berdiri dan berjalan untuk menemui tuan alex. Sedangkan langit yang baru saja akan keluar kamar melihat samudra yang sudah masuk dan akan berjalan ke ruang keluarga, langit segera mendekati samudra dengan berlari kecil.
“Kak samudra…”
“Hei la… bagaimana…? Perasaan kamu sudah enakkan, udah nggak marah lagi kan.” Tanya samudra sambil berjalan masuk menuju ke meja makan.
“Iya kak… bagaimana kak angel, apa dia sudah nggak tantrum lagi kayak tadi.” Ledek langit.
“Kamu itu ya…” samudra dengan gemas mengacak rambut langit, tanpa mereka sadari angel yang tadinya akan menghampiri samudra melihat adegan. Manja langit ke samudra.
Dada dan hati angel rasanya sangat panas melihat ke intiman samudra dan langit, dengan kesal angel mengepalkan satu tangannya sebagai rasa kekesalannya melihat langit dan samudra.
“SAMUDRA…” teriak angel memanggil samudra dengan suara cemprengnya.
“Kak di panggil nyonya besar tuh…” langit melirik memberikan kode ke samudra, dengan segera samudra melihat ke arah angel yang berdiri menatapnya.
“Ayo langit.” Samudra menarik tangan langit dan bersama menghampiri angel yang menatap dengan sinis.
“Ada apa nona…?”
“Kamu dipanggil papa, ada hal penting yang akan papa bicarakan sama kamu.”
Angel berbalik dan melangkah menuju ke arah alex yang berada di ruang tengah, angel menghampiri alex dan duduk di sebelahnya. Sedangkan samudra dan langit duduk di samping alex, oma eli yang melihat sudah berkumpul semua segera duduk di samping langit.
Kursi sofa yang muat untuk tiga orang di duduki samudra, langit dan oma eli, padahal masih ada kursi kosong di dekat angel.