di kota pemalang, tepatnya jalan sudirman terdapat sebuah toko boneka yang terlihat sangat biasa. pemiliknya seorang pemuda bernama sugi, semua orang menaruh hormat kepadanya, karena kesaktianya tiada tanding, segala macam ilmu hitam tidak berpengaruh padanya, ucapanya seperti mantra itu sendiri, segala jenis pusaka tidak berani menunjukan kadigdayaanya di depan sugi. para orang orang sakti yang menunjukan kesaktianya hanya di anggap orang gila di matanya. namun sugi sendiri tidak menyadari bahwa dia adalah orang sakti.
"kenapa kalian berlutut padaku...?"
ig: abdulrizqi60
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abdul Rizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
cerita mengerikan dari adrian
Orang orang di sana melihat siapa yang berlari ke bawah tangga. Tidak lama kemudian mereka semua melihat wanita cantik dengan air mata yang mengalir di pipinya, berlari dan langsung memeluk surya.
"Cantika! Apa yang terjadi padamu..?" Tanya surya.
Orang orang di sana semuanya diam baik pelayan, orang orang dari ketiga keluarga besar, termasuk adrian semuanya diam.
Cantika tidak menjawab pertanyaan kakeknya, tetapi semakin membenamkan wajahnya di dada surya. Cantika begitu takut apa bila nasibnya sama seperti suparjo.
Bagaimana mungkin cantika tidak takut, ketika melihat pemuda yang dia anggap remeh, memukuli mahaguru suparjo seperti memukuli anjing.
"Cantika! Jawab kamu kenapa..?"
"Pe.. pemuda yang kakek bawa itu, pemuda itu memukuli mahaguru suparjo... dia tadi mengusir guru suparjo dari sini.." ucap cantika.
"Maksudmu sugi..?" Tanya surya.
"SU... SUGI, MAKSUDMU SUGI PEMILIK TOKO BONEKA DI JALAN SUDIRMAN...!!!" Ucap adrian wajahnya menunjukan ekspreksi terkejut.
Adrian celingak celinguk keringat dingin sebesar jagung menetes netes, di pelipis adrian. Adrian kemudian mengatakan. "Apa boneka harimau putih itu milik beliau.."
Orang orang di sana terkejut setengah mati, ketika ketua organisasi demon lord seperti ketakutan dengan nama sugi.
Surya teringat tentang boneka pemberian sugi, sudah pasti sugi bukanlah orang biasa. Surya kemudian mengatakan. "Benar Boneka itu pemberian dari sugi, awalnya aku mengira itu boneka biasa, tetapi saat keaadanku terdesak boneka itu mengeluarkan aura putih yang sangat kuat dan melindungiku."
"Apa harimau putih itu melindungi surya karena perintah dari tuan sugi. Lalu kenapa harimau putih itu tidak membantu dalam pertarungan... aku tahu pasti orang orang di sini menganggap tuan sugi sebagai manusia biasa dan mereka pasti meremehkan tuan sugi. Sehingga harimau itu enggan membantu mereka.." batin adrian.
"Apa anda mengenali sugi tuan adrian..?" Tanya surya.
Orang orang di sana tatapanya berfokus pada adrian, termasuk cantika. Adrian menghirup udara dalam dalam, ketika harus menceritakan kejadian yang tidak pernah ia lupakan dalam hidupnya.
"Shttt...!!! Semuanya diam.." ucap adrian karena tidak ingin menganggu tidur sugi.
"Kalian semua di sini harus tau... tuan sugi adalah tuan sakti yang kesaktianya tiada tanding.." ucap adrian dengan wajah yang sangat serius.
Mendengar hal ini mana mungkin orang orang di sana tidak ketakutan. Selama ini mereka semua memberikan tatapan sinis pada sugi seorang pemuda ndeso. Tetapi sekarang, sugi di akui kehebatanya secara langsung oleh ketua organisasi demon lord.
"Kalian semua harus tau..!!! Tuan sugi adalah orang yang sangat sederhana namun beliau sangat kejam.. benar benar kejam hingga membuatku merinding keakutan.." ucap adrian dengan mata melotot.
"Dari semua sosok kejam berdarah dingin, Tuan Sugi adalah yang paling berdarah dingin."
"Beliau melenyapkan manusia begitu saja, Tanpa memikirkannya seolah menginjak semut.."
Kemudian adrian menunjuk siswoyo. "Kamu tidak mungkin datang ke tempat ini tanpa menginjak semut dan kamu tidak akan memikirkan nasib semut itu bukan..?"
"Sama seperti itu.. tuan sugi melenyapkan ratusan manusia seperti menginjak semut. Beliau tidak memikirkan nasib semut yang di injaknya..."
Adrian kemudian menunjuk cantika. "Dan kamu tau, apa yang paling di benci tuan sugi..?"
Cantika menggelang ketakutan.
"Di ganggu saat tidur!"
Semua orang di sana menarik nafas panjang dan menelan ludahnya secara ngeri, ketika mendengar ucapan adrian bagaimana mungkin ada manusia sekejam Sugi.
Melihat ekspreksi mereka yang kurang percaya, adrian mendongak ke atas. "Tepat dua tahun yang lalu, aku di kejar kejar oleh semua musuh musuhku, mereka bahkan mengejarku ke manapun aku pergi, Aku pergi ke Sumatra, kalimantan, hingga ke Pulau yang ada di sulawesi, semua musuh musuhku mengejarku... bahkan semua musuh musuhku membawa semua koneksinya seperti aparat, jendral, para pengusaha, dan semua orang yang bisa mereka kerahkan hanya untuk membunuhku."
"Aku menyamar menjadi seorang pemulung, untuk bisa menghindari semua musuh musuhku."
"Hingga akhirnya aku kembali ke pulau jawa, aku menyamar menjadi pemulung di sekitar kaki gunung slamet..."
Semua orang orang di sana, mendengar cerita tuan adrian dengan ekspreksi tegang.
"Saat aku menyamar menjadi pemulung, aku bertemu dengan tuan sugi yang sedang berkemah di kaki gunung slamet sendirian."
"Saat itu tuan sugi menyuruhku untuk bergabung di api unggun miliknya, Karena aku sedang menyamar maka aku segera bergabung bersama tuan sugi... saat itu aku mengira tuan sugi hanyalah pemuda biasa yang tidak memiliki kemampuan apapun, hingga akhirnya tuan sugi tertidur terlentang di tikarnya."
"Siapa sangka pada saat itu posisiku Sudah di ketahui oleh musuh musuhku... ratusan orang segera mengepungku, bahkan mengepung tuan sugi yang ada di sana..."
"Aku ingat sekali ketika agastya wijaya, musuhku yang memimpin semua orang orang di sana untuk mengepungku, agastya wijaya melihat sebuah seruling emas yang terselip di pinggang tuan sugi."
"Dia langsung berteriak, astaga bukankah itu seruling pusaka yang telah hilang itu..?"
"Aku langsung melirik ke arah pinggang tuan sugi, benar saja di pinggang tuan sugi terselip seruling emas yang terlihat sangat kuno.. aku baru menyadari hal tersebut..."
"Agastya tertawa sangat lantang pada saat itu.. sambil berkata, "haha! Tidak ku sangka, Aku akan menemukan pusaka seruling kuno yang hilang itu di pinggang manusia biasa.." kemudian agastya menghunuskan pedangnya ke arah tuan sugi yang sedang tertidur terlentang di tikar."
"Lalu agastya berkata, "Setelah aku menghabisi manusia biasa ini dan adrian mari kita semua berpesta..." ucapanya dengan seringai. Lalu semua anak buahnya yang ada di tempat itu berkata secara serentak, "siap tuan..!!!" Ucapan itu sangat keras sehingga mengganggu tidur tuan sugi.
"Tuan sugi sambil memejamkan matanya berkata. "Bajingan ramai sekali..!! aku sedang tidur..." ucapnya.
Saat itulah akhir dari agastya wijaya, beserta seluruh musuh musuhku dan seluruh orang orang yang mengejarku.
"Aku melihat sebuah ilusi langit yang awalnya gelap karena malam, berubah menjadi merah darah bahkan bulan bundar saja berubah menjadi warna merah, bukan cuma itu genangan darah yang sangat banyak terlihat di tanah seolah itu adalah banjir darah. Seumur hidupku baru waktu itu aku melihat ilusi senyata itu.."
"Kemudian para siluman dan orang orang yang sudah mati di masa lampau, tiba tiba datang dan menghabisi semua musuh musuhku.."
"Melihat hal tersebut, aku gemetar ketakutan. Di depan kekuatan absolut Tuan sugi semua kesaktian kami musnah entah hilang ke mana."
"Agastya wijaya dan seluruh musuh musuhku ingin pergi dari sana, tetapi terlambat. Mereka semua di makan oleh para pasukan milik tuan sugi Tanpa suara sedikitpun."
"Setelah Musuh musuhku tewas, barulah ilusi itu hilang.."
"Salah satu penari bertopeng putih mendekat ke arahku, sambil telunjuknya di taruh di mulut tanda untuk diam.."
"Aku mengangguk ketakutan dan hanya bisa gemetar ketakutan, di pinggir api unggun..."
"Setelah beberapa jam berlalu, tuan sugi terbangun dari tidurnya dan apakah kalian tahu? Apa yang di katakan tuan sugi..?"
Semua orang orang di sana menggeleng.
"Beliau mengatakan. "Hei, bung apa kau mau ubi bakar..?" Beliau malah menawari ubi bakar miliknya!"
"Aku langsung menghirup udara dalam dalam, beliau baru saja melakukan pembunuhan masal dan malah menawariku ubi bakar miliknya.. beliau benar benar dingin menganggap semua orang yang mati sebagai semut yang tidak perlu di pikirkan.." ucap adrian dan mengakhiri ceritanya.
"aing macan!🐯"