sosoknya begitu nyata... Dia nyata tepat berada didepan mataku saat ini, menatapku dengan tatapan tajamnya seketika membuatku terlena. Aku menangis ketakutan, takut! saat aku membuka mata sosok itu akan menghilang. jika ini mimpi aku tidak akan bangun, ini mimpi yang begitu indah dan tak akan kubiarkan menjadi ilusi tapi sesuatu seakan menamparku bahwa itu hanyalah delusiku_Caroline grace.
Cintai aku dengan semua kemampuanmu maka aku akan mencintaimu lebih dari aku mencintai diriku sendiri. jangan pergi! karena aku tidak akan membiarkanmu beranjak walau hanya selangkah_Arkana ivander
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon queenbee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32 (bodoh!!!)
"putar otakmu, pikirkan bagaimana!" Arkana mengeram kesal.
"Apa begini tuan?" dengan senyum lebar. pass! Arkana tersenyum.
caroline memegang vas bunga itu dengan satu tangannya menatap Arkana tersenyum paksa.
"Nah pintar! ini nih yang saya suka dari otakmu" puji Arkana menganggukkan kepalanya bangga.
shi**t! "tapi saya hanya bercanda tuan! kenapa anda seserius itu?" ingat! caroline menambahkan tawa supaya terlihat meyakinkan.
"kau pikir saya bercanda?" menatap caroline tajam "Diam! pekerjaan saya banyak!"
"Angkat tinggi-tinggi, nah tersenyum! bagus." dengan bodohnya caroline mengikuti perintah Arkana.
caroline melotot tidak percaya dan mengerjapkan matanya. kebodohannya sangat tidak bisa ia kendalikan sekarang, lihat dengan kebodohannya ia kena batunya sendiri.
aku kan hanya bercanda hikss kenapa dia seserius itu, semua yang aku lakukan monster itu tidak menyukainya tapi aku? ahhh tolongin...
ketukan pintu membuat caroline mengalihkan matanya kearah pintu setelah terbuka lebar jonas masuk dengan membawa berkas ditangannya. Dia yang baru masuk langsung menatap heran kearah caroline yang memegang vas bunga dan tersenyum seolah mempromosikan barangnya.
"ini tuan!" tanpa mengalihkan matanya pada caroline yang juga menatapnya dengah sorot 'tolong aku tuan jonas'.
ingin sekali menertawakan caroline tapi ia cukup waras, jonas tidak ingin bernasib sama dengan gadis itu jika satu kesalahan saja dia juga bisa mendapat ganjarannya terlebih bosnya itu sangat gila.
tanpa menyapa caroline jonas hanya menggulungkan bibirnya seakan menahan tawa untuk tidak menyembur.
caroline memicingkan matanya kesal kearah jonas yang mati-matian menahan tawanya, lihat jonas tidak berjalan seperti biasa dia sedikit berlari untuk segera keluar dari ruangan gila ini. caroline menyesali kebodohannya dan mendengus kasar, tidak terima! Tapi apa boleh buat itu salahnya dan kini nasi menjadi bubur sudah tak bisa menjadi nasi goreng.
setelah keluar jonas berlari bukan keruangannya tapi menuju ruang CEO dan wakilnya.
"hahahahah, astaga perutku!" jonas terbahak memegang perutnya tidak bisa menahannya lagi.
kevin dan saga saling melirik keheranan 'apa dia sudah gila' sorotnya.
"Aku baru kali ini melihatnya tertawa!" kevin berbisik menatap saga yang mengangguk mengiyakan dan memerhatikan kembali jonas yang tertawa keras.
jonas mengambil nafas setelah tawanya mereda dan menghapus air matanya yang keluar, melihat itu saga sudah tidak tahan untuk bertanya.
"Apa yang kau tertawakan?" Tanya saga akhirnya, jonas melirik.
"tuan akan sepertiku jika melihat sesuatu yang sangat mustahil" jawab jonas tertawa menambah rasa penasaran kedua pria itu.
"memang kejadian seperti apa?" kevin semakin tidak mengerti jawaban jonas yang berbelit-belit.
"hal yang sangat lucu tuan dan saya beruntung melihat siksaan itu!" bukan jonas tidak mengasihani caroline tapi perubahan pria itu sangat berharga.
"Apasihhhh. ceritakan!" hardik saga penasaran.
kevin mengangguk "hentikan tawamu! ceritakan lebih dulu."
jonas hanya memejamkan matanya sekelebat kejadian melintas dikepalanya lagi, apa yang ia ceritakan lebih dulu? senyum Arkana atau penyiksaan caroline? Tapi ia tertampar sendiri dengan kenyataan. Arkana sering tersenyum saat korbannya tersiksa sama seperti lina-staff sekretaris yang menyukai Arkana, dari yang ia lihat wanita itu sering mencuri pandang pada tuannya, Apa arkana tahu? jonas juga akan bertanya seperti itu apa tuannya tau? mengingat Arkana sudah tak lagi menyiksa perempuan itu dan menugaskannya disalah satu hotelnya setelah itu jonas tidak pernah lagi melihat wajah perempuan itu-lina.
"kenapa kau termenung seperti itu?" suara cempreng saga membuyarkan lamunannya.
"Kalau kau tidak mau menceritakannya lebih baik keluar! melihat wajahmu membuatku kesal." ketus kevin mengibaskan tangannya.
jonas terkekeh melihat kekesalan mereka lalu menceritakan apa yang ia lihat tapi hanya tentang caroline bukan senyum tuannya.
sementara diruangan presdir. gadis itu sudah pegal dan merintih karena tangannya benar-benar sakit.
"turunkan tanganmu!" ujar Arkana tanpa melihat caroline.
caroline meletakkan vas bunga itu dan tersenyum lega merentangkan tangannya.
"ahhh..." gumamnya ketika tersadar dengan apa yang ia lakukan ia menutup mulutnya.
"Maaf tuan.'
"hemm.." Arkana hanya berdehem malas.
Jangan lupa jaga kesehatan ya Kak🤗
Semangat Kak 💪💪💪💕💕💕
udah lama nungu. novel favorit apalagi visualnya my love sehun. making nyaman bacanya
Terimakasih Kak Queenbe dah Update cerita nya