Yovandra regar gumilang bad boy STM teknik yang belajar hidup mandiri dengan bekerja part time di 3 tempat, tersandung tanggung jawab baru menikahi seorang gadis karena kecerobohan-nya.
Yona salsabila gadis yang mengharuskan Yovandra menikahinya karena keadaan darurat.
Siapakah yang membuat Yovandra harus menikahi gadis itu?
Rahasia apa yang tersembunyi di balik pemaksaan itu?
Apakah Yovandra akan lulus sekolah dengan sukses.
Bagaimana Yovandra bisa menjalani rumah tangga barunya dengan wanita yang baru di kenal tapi sudah menjadi istrinya, bersama dengan dirinya yang masih seorang pelajar sekolah.
Penuh ketegangan dan intrik, ikuti misteri yang ada di cerita ini!.
Tidak sepenuhnya isi ceritanya percintaan romantis.
Yona salsabila "Tampang tenang begitu apa pernah dia sange" isi pikiran Yona setelah menikah dengan Yovandra.
kisah perjuangan untuk lulus sekolah dengan sukses dan juga perjalanan hidup yang berusaha mandiri, pernikahan yang Rumit dan penuh perjua
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon seira agatha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28.Yona salsabila
Selamat membaca😘😉😄👍🌟
Ingat ya, ini hanya imajinasi 👍🤣
🌟🌟🌟🌟🌟
Beberapa hari yang lalu kak Hyuga datang kerumah makan ikan bakar milik Bu Dhe, setelah dua bulan lebih gak gak pernah datang beli.
Kak Hyuga masih sama seperti dulu,
tidak ada yang berubah, dia terlalu di butakan perasaannya sendiri.
Dia bahkan mengatakan rindu padaku yang sudah bersuami ini, walau aku tak menghiraukannya, kak Hyuga tetap seperti itu, membeli ikan bakar dimakan ditempat dan harus aku yang melayani pembeliannya.
Aku ingin menolak tapi temanku yang lain juga sibuk, biasalah hari Minggu selalu rame.
Banyak pertanyaan yang kak Hyuga tanyakan tapi aku tak menjawabnya.
Sebenarnya ada yang ingin ku jelaskan padanya. Tapi ...
"Kamu tinggal dimana sekarang Yona?" tanya Hyuga.
"Di rumah Yovandra kak." jawabku
"Sebelah mana? aku baru balik dari pesantren Pak Dheku jadi tidak tahu."
"Di perumahan dekat sini."
"Alamatnya?"
Aku teringat pesan Yovandra untuk tidak mengatakan alamat rumah kami pada siapa pun, meskipun itu kak Alreno, Renata, apa lagi kak Hyuga. Disaat aku diam termenung mendapati pertanyaan kak Hyuga, Bu Dhe untungnya memanggilku, "Yona tolong kesini sebentar bantuin Bu Dhe Nak!" teriak Bu Fatimah memanggil Yona.
"Baik Bu Dhe. mm... saya kebelakang dulu ya kak." pamitku pergi.
"Si bren*sek itu melarangnya memberi tahu alamat rumah mereka, bahkan, mamaku saja tidak tahu, hanya tahu nama komplek perumahannya saja." seru Alreno memberikan informasi kepada Hyuga, Alreno sedang duduk santai bermain game disamping Hyuga.
"Kapan yona pulang kerja?"
"Sebentar lagi, bocah berandalan itu akan menjemputnya."
"Apa? di jemput!''
"Setiap pulang kerja selalu di jemput. Kalau tidak, aku sudah pasti tahu alamat rumahnya."
"Perhatian juga bocah tengil itu."
"Kalau pagi Yona berangkat pakai ojek. mau nemuin tukang ojeknya buat nanya alamat rumahnya?"
''Boleh."
"Oke. Gue tunggu besok pagi jam 09.00 di seberang sana." jawab Alreno sambil menunjuk tempat yang di maksud.
Besok paginya tepat jam 09.00 pagi ketika yona keluar dari perumahan bersama tukang ojek. Alreno dan Hyuga mengikuti mereka dari jarak jauh. berhenti di seberang jalan mengawasi tukang ojek.
Setelah Yona sampai di gudang belakang samping toilet rumah makan milik Bu Dhenya, yang dulu adalah tempat tinggal Yona, tukang ojek biasa mengantar ditempat itu, ketika Yona sudah masuk kedalam rumah makan, saat itulah tukang ojek baru pergi.
Hyuga dan Alreno sengaja menunggu tukang ojek yang biasa mengantar Yona itu, lalu mengikutinya sampai didepan perumahan taman indah, tempat dimana Yona tinggal.
Jangan salah, tukang ojek ini bukan sembarang tukang ojek, sudah sejak awal tukang ojek ini menyadari gerak gerik mereka berdua, jadi tukang ojek berhenti dipinggir jalan didepan perumahan.
"Breng*ek dia berhenti, Bagaimana Hyuga?"
"Ayo. Kita tanya langsung saja, lagian juga sepi sekarang.
Mereka berdua berjalan mendekati tukang ojek itu, dan bertanya langsung tanpa basa basi, "Woi, tukang ojek, dimana rumah orang yang lho antar barusan?" tanya Alreno.
Mendengar pertanyaan itu tukang ojek langsung menjawab tegas, "Maaf anda siapa? saya tidak mengerti maksud anda."
"Bacot lho! gadis yang lho antar barusan itu dimana rumahnya!" bentak Alreno sambil mencengkeram kerah jaket tukang ojek. Tapi....
Set .... syut ... greb ...
dengan cepat tangan Alreno di putar balik dan malah di sekap kembali oleh tukang ojek tersebut, "ahhh... Bren*sek. Lepaskan!" teriak Alreno.
"Sebagai tukang ojek aku harus menjaga privasi klienku, pergi dari sini atau ku laporkan pada Security." tegas tukang ojek.
"Padahal nada bicaranya seperti seorang wanita, tapi, kenapa dia gesit dan kuat begini ... " suara hati Alreno.
terjadilah pertempuran antara Alreno dan tukang ojek. dan Hyuga yang hanya diam melihat saja karena tak bisa apa-apa.
*****
Hari ini genap tiga bulan aku hidup bersama Yovandra. Hari dimana aku mulai hidup baru bersama teman hidupku. Teman hidup baru dan juga sebagai suamiku.
Rumah baru yang aku tempati bersama Yovandra suamiku juga teman laki-laki pertama dalam hidupku.
Namaku Yona salsabila usiaku 17 tahun. Aku sudah lulus sekolah tahun ini, yah beberapa bulan yang lalu tepatnya. Dan aku seorang yatim piatu. Ibuku meninggal ketika melahirkan diriku. Ayah merawatku seorang diri dan juga menahan sedihnya kehilangan ibuku.
Sampai pada akhirnya ayahku meninggal ketika aku berusia 4 tahun. Saat itu aku tidak tahu kalau ayahku sangat sedih dan terpuruk saat kehilangan ibuku. Membuat dirinya menjadi sakit karena terlalu memikirkan ibu yang sudah pergi.
Tapi ayahku adalah orang yang sangat perhatian padaku. Ayahku selalu tersenyum ketika bercerita tentang ibuku. Sampai akhir hidupnya. Aku baru tahu bahwa ayahku menderita sakit karena terlalu sedih meratapi hidupnya yang di tinggalkan oleh ibu, ketika aku duduk di bangku SMA.
Aku tak tahu rupa ibuku seperti apa. karena ayah tak punya fotonya.
Bu Dhe juga tak punya foto ibu. semua keluarga dari kedua orang tuaku sangat aneh, tak ada foto keluarga sama sekali.
Sejak saat itu aku jadi sendirian, dan Bu dhe mengajakku tinggal bersamanya.
Di tempat Bu Dhe aku bertemu Renata kakak sepupuku. Renata lebih tua satu tahun setengah di banding diriku. Aku di masukan sekolah bersama dengan Renata oleh Bu Dhe.
Dulu hanya ada TK lalu SD. Tidak seperti sekarang TK saja harus dua tahun.
Aku lulus lebih cepat di banding teman seusiaku. Aku mendapatkan sekolah gratis karena Anak yatim piatu. Jadi Bu Dhe tak terlalu berat menampung hidupku.
Sampai ketika Aku SMA membutuhkan banyak pengeluaran.
yah begitulah pokokya, intinya Bu dhe sudah membantuku dan sekarang aku berutang kerja pada Bu Dhe selama dua tahun lebih.
Renata melanjutkan studinya sampai universitas. Dia sekarang adalah seorang mahasiswa. Beda denganku. Bukan tidak ingin lanjut studi tapi ...
Aku tak punya teman di luar jam sekolah. Biasanya setelah pulang sekolah aku langsung pulang dan lanjut membantu Bu Dhe di rumah makan ikan bakarnya.
Jadi aku tak pernah main seperti anak pada umumnya. Aku hanya punya teman ketika di sekolah 🏫 saja. itulah ceritaku sebelum bertemu dengan Yovandra.
Ah, tadi jam empat pagi Yovandra udah bangun, nyiapin perlengkapan sekolah 🏫 sendiri, terus mandi dan aku yang selalu masih tidur. Yovan membangunkanku saat adzan subuh. Bau segar dari tubuhnya sangat menggoda iman padahal cuma habis mandi, tapi segarnya bukan main. Itulah amunisi kebugaran disetiap pagiku.
Biasanya aku berbincang dengan Bu Dhe atau teman karyawan di tempat Bu dhe yang lainya. Ada tiga orang karyawan Bu Dhe selain aku, semuanya wanita .
Yang menemani hari-hariku di luar sekolah 🏫 adalah mereka dan para pengunjung di rumah makan.
Di sekolah 🏫 aku juga tak punya banyak teman, karena aku tak bisa ikut bermain seperti mereka. aku tak punya uang saku untuk ikut main bersama mereka. jadi itulah alasannya aku tak punya banyak teman.
Meski hidupku seperti ini aku merasa bersyukur, ada Bu Dhe Fatimah yang masih mau menampungku, merawatku hingga sekarang.
Tadi, Yovandra berangkat sekolah jam lima pagi kurang sepuluh menit, aku saja masih ngantuk, badanku lelah seharian selalu bekerja. Aku hanya memandangi Yovandra yang bersiap-siap berangkat sekolah, Yovandra tak sarapan, ia hanya minum susu hangat lalu pamit berangkat, sedangkan aku masih tiduran di atas kasur, Yovandra pun tak protes. sungguh luar biasa hidupku ini memang. punya suami yang sangat mandiri. padahal masih seorang pelajar.
Jarak dari rumah ke sekolah 🏫 Yovandra sekitar satu jam kalau tidak macet, sejujurnya aku kasihan padanya, tapi mau bagaimana lagi takdirnya seperti ini ya di jalani saja dengan tenang seperti sikap Yovandra.
*
*
Hah, akhirnya selesai semua, sudah rapi semua, sekarang mandi sarapan lalu berangkat kerja. Selamat datang kehidupan baruku. Semoga ini awal dari kebahagiaan dalam hidupku. Aku lupa mengatakan itu ketika masuk rumah dulu, terlalu tegang dan panik, padahal sesantai ini faktanya.
Yona berjalan memasuki kamar bersiap untuk mandi, setelah merapikan semua barang yang di belikan Yovandra kemaren.
Kalau di ingat-ingat dulu ketika awal masuk rumah 🏠 ini lucu ya, seperti...
*Flashback*
"Habis ini aku mau langsung tidur saja, barang-barang itu di rapikan kapan-kapan juga tak masalah, besok pagi sekali aku sudah harus berangkat ke sekolah 🏫. Kau tak apa-apa, kan Yona?" tanya Yovandra.
"Mm ... mm ... " jawab Yona sambil mengangguk.
Ceklek ...
Yovandra membuka pintu rumah 🏠 baru mereka, meski hanya ngontrak tapi tak masalah tetap saja rumah 🏠 baru, kan.
Yovandra langsung berjalan masuk sambil membawa barang-barang mereka, Yona tak bergeming masih berdiri di tempatnya.
Yovandra lalu menaruh barangnya di pojok dapur, dan melepas jaketnya lalu duduk bersandar di sofa sambil minum air dari botol.
Gluk ... gluk ... gluk ...
Yovandra melihat Yona yang masih berdiri di luar, lalu memanggilnya, "Kenapa kau tak masuk Yona?"
"Ah, iya ... " jawab Yona. Jantung yona berdetak kencang ada rasa khawatir, panik, takut dalam otaknya, "Mulai hari ini, detik ini, menit ini, aku akan hidup bersama dia, satu rumah, satu kamar, satu tempat tidur, selamanya. Kok lama ya? oh... Tuhan kuatkan iman hamba. Hamba takut hamba yang khilaf duluan karena tak kuat iman, kasian, kan Yovandra masih sekolah jadi tolong kuatkan iman hamba.'' suara hatinya.
"Oi, Yona. Kenapa kamu tak masuk rumah!" teriak Yovandra menyadarkan lamunan Yona.
"Iya." jawab Yona sambil berjalan masuk. Tapi mendadak berhenti di ujung pintu rumah, sambil berpegangan di ujung pintu Yona berkata, ''Hei Yovan ... "
"Apa?"
"Apa yang akan kamu lakukan setelah kita hidup dan tinggal bersama di rumah 🏠 ini?"
"Hm... aku akan tetap melanjutkan sekolah 🏫. Tujuan utamaku adalah lulus sekolah STM/SMK dengan sukses. Dan juga bertanggung jawab atas dirimu. Mungkin aku belum bisa sepenuhnya bertanggung jawab tapi aku akan berusaha, apa kamu bisa mengerti?"
"Ohh, bisa sekali, hehe... "
"Kau bebas melakukan apa saja yang kamu suka, apa saja yang kamu mau, aku tak keberatan jadi tenanglah. Aku tak kan banyak menuntutmu."
"Hei, Yovandra. Apa kamu tahu, jika seorang istri melakukan hal buruk atau hal tidak baik lainnya, yang menanggung seluruh dosanya adalah suaminya. Apa kau yakin tak apa-apa menanggung seluruh dosaku?" tanya Yona sambil menjelaskan.
"Apa iya, seperti itu! kau tahu dari mana?"
"Aku pernah dengar ceramah dari Pak ustadz tentang itu."
"Kalau begitu kau tak boleh melakukan hal buruk atau pun hal tidak baik lainnya, yang membuatku harus menanggung dosanya. Kau lakukan hal yang baik-baik saja, Apa kau mengerti Yona." titahnya tenang dan santai.
"Mm... mm... haluin idola oppa gitu, atau Itachi, boleh gak Yovan? kalau dosa kamu mau nanggung dosanya tidak?"
" Hah, apa??? haluin aku saja, dapat pahala ... "
" Ehhh .... "
Terima kasih sudah membaca
Senyumanmu adalah semangatku.
😉😄🤲🌟🙏🤣
Joss 🌹🤗 Thor
Joss kamu Thor Agatha 🌹😊
2 /Rose/buatmu. semangat ya.
mari kita saling mendukung kak. thanks.