NovelToon NovelToon
Istri Kecil Kesayanganku

Istri Kecil Kesayanganku

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu / Dijodohkan Orang Tua / Suami ideal / Istri ideal / Tamat
Popularitas:374.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Siska Dewi Annisa

Dosenku istriku season 2
(Sebelum membaca kisah ini diharapkan membaca karyaku yang berjudul DOSENKU ISTRIKU)
Kisah ini dimulai ketika Nicholas Allendra, atau pria periang yang akrab dipanggil Nico dihadapkan pada sebuah pilihan antara mengejar cinta pertamanya atau menuruti kemauan sang Mama yaitu menikahi Diana, gadis lugu yang masih berusia sembilan belas tahun.
Tak ingin semakin menyakiti perasaan Mamanya akhirnya Nico menerima pernikahan tersebut. Dia harus siap menerima setiap tingkah kekanakan dan manjanya Diana. Juga menerima berbagai olokan dari teman-temannya.
"Kita memang menikah, kita suami istri tapi tetap saja aku menganggap mu seperti adik kecilku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siska Dewi Annisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 musuh dalam selimut

Mulanya Diana disuruh oleh tante Maya untuk memanggil tante Mila di kamarnya karena tak kunjung bergabung di ruang makan.

Baru saja dia sampai di depan kamar tante Mila dia ingin mengetuk pintu. Namun karena pintu yang tidak tertutup sepenuhnya membuat dia bisa melihat ke dalam.

Tampak tante Mila sedang menelepon seseorang. Awalnya Diana tak ingin mengganggunya namun saat menyebut nama Nico membuatnya semakin penasaran.

Diana terus mendengar ucapan tante Mila yang di tahu betul bahwa ternyata tante dari suaminya itu berniat buruk terhadap pernikahannya.

Diana tak menyangka abahwa ada orang yang ingin merusak hubungan mereka bahkan dari keluarganya sendiri.

Tak tahan dengan ucapan tante Mila akhirnya Diana langsung memanggilnya.

Benar saja saat Diana menanyakan kebenarannya Tante Mila apun tak mengelak. Dia secara terang-terangan mengatakan bahwa dirinya ingin memisahkan dirinya dengan Nico.

Seemakin hancur hati Diana. Hatinya masih berkabung karena kehilangan ibu mertua kesayangannya namun kini justru ada masalah lain datang menghampiri.

Sampai  kapanpun Diana tidak akan penah berpisah dengan Nico apapun yang terjadi. Hanya maut yang dapat memisahkannya.

Di tengah percekcokan antara Diana dan tante Mila rupanya papa Nathan yang tak sengaja mendengarnya pun langsung datang menghampiri.

"Ada apa ini? siapa yang mau pisah?" Papa Nathan yang tak salah dengar terakhir mengatakan tentang kata pisah.

Tentu saja Tante Mila gelagapan apalagi Diana terlihat menangis.

"Diana? kenapa kamu menangis?" tanya Papa Nathan lagi.

"Eh.. Diana sayang, sudah jangan menangis ya. Ikhlaskan mama kamu. Kalian memang berpisah di dunia bukan berarti hati dan cinta kalian berpisah." Tante Mila langsung mengusap puncak kepala Diana.

"Mas, Diana masih sedih kehilangan mbak Vania. Maklum kan belum terbiasa." Tante Mila terus menyela saat Diana hendak bicara. Dia tak ingin memberi kesempatan untuk berbicara dengan Papa Nathan.

"Ya sudah, Diana jangan nangis ya nak. Mama kamu nanti bakalan sedih terus. Papa minta kamu yang tabah." Papa Nathan tersenyum sambil mengusap kepala Diana.

Rasanya sangat kesal ketika Diana tak bisa mengatakan yang sebenarnya namun melihat raut muka Papa Nathan yang tampak sayu membuat Diana urung. Dia tak ingin menambah beban masalah untuk papanya sementara ini.

"Ingat ya Diana. Diam dan jangan bicara. Awas aja kamu ngadu." Ancam tante Mila saat Papa Nathan sudah pergi.

"Terserah tante mau apa, yang penting aku akan selalu menjaga hubunganku dengan kak Nico. Aku akan melakukan apapun demi mempertahankan keutuhan pernikahanku." Diana menghapus air matanya dengan tak gentar.

Diana boleh masih muda. Tapi dia tak memiliki ketakutan sedikitpun melawan orang-orang yang ingin mengusik hidupnya. Sekalipun itu keluarganya sendiri.

Sarapan pagi itu akhirnya berlangsung dengan hangat. Tante Maya beserta suaminya, papa Nathan, Nico, Diana dan tante Mila.

Tante Mila sendiri sudah cerai dengan suaminya dan mempunyai satu putri yang kini sedang kuliah di luar kota.

Tante Mila sejak tadi memandang Diana dengan sinis. Hal itu justru dimanfaatkan oleh Diana untuk menunjukkan bahwa dirinya tak buruk di depan orang..

"Sayang, mau makan yang mana?" tanya Diana pada Nico.

"Ayam kecap aja sayang." jawab Nico.

"Oke.." dengan cekatan Diana melayani Nico. Dia juga melayani Papa Nathan dengan menyiapkan makanannya.

"Makasih sayang." ucap Nico saat Diana memberikan lauk di piringnya.

"Memang nggak salah ya Mbak Vania milih menantu. Cekatan dan perhatian banget." puji Tante Maya.

"Iya dong Tante, didikan orang tua Diana ini sangat baik. Aku menyaksikan sendiri bagaimana Bapak dan Ibu mendidik Diana, mereka begitu sabar dan perhatian namun juga disiplin." Ujar Nico.

"Tapi bukannya dia dari kampung ya?" celetuk tante Mila sedikit nyelekit.

"Saya memang dari kampung. Tapi bapak dan ibu bukan orang yang tertinggal. Mereka pasti sudah memiliki pengalaman bertemu dengan banyak orang. Dan dari situ beliau mengajarkan saya bagaimana menempatkan diri di depan orang lain." Diana berusaha tegas bahkan tak gentar menatap Tante Mila dengan tajam.

"Ya.. Apa yang dikatakan Diana itu benar, kita tidak bisa menilai seseorang hanya dari latar belakangnya. Bukan berarti orang dari kampung itu tak tahu apa-apa. Jaman sekarang tekhnologi sudah canggih dan hampir semua orang sudah bisa belajar dari internet bukan untuk sumber informasi?" Papa Nathan yang biasanya tak banyak bicara entah kenapa ingin sekali membela Diana. Setiap kali melihat Diana dia teringat akan Vania dan juga putri kecilnya yang dulu sempat hadir hanya beberapa jam saja ke dunia.

Mendapat ucapan dari kakaknya membuat Tante Mila hanya bisa diam sambil mencibir dalam hati. Niatnya ingin menjatuhkan Diana malah berbalik arah.

"Terus saja di anak emaskan. Lihat saja nanti Diana pasti kamu akan tau akibatnya." Batin Tante Mila.

Setelah selesai sarapan mereka pun mulai sibuk dengan aktifitas masing-masing.

Hari ini rencananya doa bersama yang akan digelar di rumah akan mengundang anak-anak dari panti asuhan. Sehingga mereka sibuk menyiapkan beberapa hal termasuk bingkisan.

Ide ini muncul ketika Nico mengobrol dengan Diana. Saat itu Diana bercerita jika doa anak yatim itu katanya lebih mudah dikabulkan oleh Allah.

Nico langsung antusias bagaimanapun dia ingin Mamanya mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan. Tentu saja ide itu disambut baik oleh Papa Nathan.

Bahkan selama doa bersama yang digelar selama tujuh hari Nico sudah menyiapkan daftar panti asuhan mana saja yang akan diundang agar mereka mendapatkan bagian yanag sama rata.

Papa Nathan beberapa kali menitikkan air matanya. Dia tak bisa membohongi hatinya bahwa dia masih belum siap ditinggalkan, mungkin selamanya bahkan tak akan siap.

Pak Herman yang juga mendampingi Papa Nathan pun berusaha menguatkan.

"Pak Nathan harus kuat. InsyaAllah Bu Vania mendapat tempat terbaik di sisi Allah. Ikhlas ya Pak." Ujar Pak Herman.

"Terimakasih, Pak Herman." Tak dipungkiri kehadiran Pak Herman membuat Papa Nathan sedikit lega. Ada banyak yang menyemangatinya, dan dia tak pernah memandang bagaimana profesi besannya meski diantaranya banyak koleganya yang memiliki kedudukan dan jabatan tinggi.

Bahkan Papa Nathan dengan senang hati mengenalkan Pak Herman kepada mereka. Tentu berbagai respon bermunculan apalagi ketika tahu bahwa Pak Herman hanya berprofesi sebagai seorang petani.

"Nggak salah Pak Nathan besanan sama petani? dari kampung lagi." ujar salah seorang kolega. Tentu saja kolega tersebut merasa tersaingi karena gagal jadi besan Pak Nathan.

"Memangnya kenapa kalau orang tua saya Petani? Apa itu mengganggu anda, Pak Gunawan?" tiba-tiba saja Shaka datang diantara mereka.

"E-eh.. Pak Shaka. Orang tua maksudnya apa ya?" ucap Pak Gunawan.

"Pak Herman ini Bapak kandung saya, apa anda tidak melihat kemiripan di antara kami?" Shaka mensejajarkan wajahnya dengan Pak Herman.

"O-oh, begitu. Saya tidak tahu, maaf." Semua orang tahu bagaimana Shaka. Dia paling tidak suka jika orang lain mengkritiknya dan keluarganya apalagi dengan alasan yang tak masuk akal.

Berurusan dengan Shaka sama saja membangunkan sisnga yang tertidur. Shaka terkenal tak punya ampun jika dirinya sudah merasa terganggu.

Pak Herman langsung menepuk lengan putranya agar tak tersulut emosi. Dia hanya tak ingin merusak acara besannya.

"Sudah-sudah ayo kita bersiap doa bersama, acara sudah mau mulai. Mari Pak." Papa Nathan langsung merangkul Pak Herman untuk duduk di sebelahnya. Sementara Shaka yang mengikutinya masih saja menatap Pak Gunawan dengan tatapan dingin.

Acara doa bersama berlangsung dengan hikmat. Semua keluarga memang masih merasakan duka yang mendalam namun dengan lantunan doa para anak yatim itu perlahan keikhlasan mulai datang.

Ustad yang memimpin acara tersebut juga selalu mengingatkan untuk ikhlas menjalani ketentuan yang sudah Tuhan takdirkan. Bahwa di setiap kehidupan pasti akan ada kematian. Manusia tidak bisa menghindari itu sebab semua sudah menjadi ketetapanNya.

Hingga akhirnya acara tersebut selesai, kini para tamu berangsur pulang. Hanya menyisakan beberapa keluarga dan kerabat dekat saja.

Tak berselang lama datang dua orang gadis muda, salah satunya adalah Ciara, anak tante Maya dan satunya lagi masih tampak asing.

"Mama.. " panggil Ciara pada Tante Mila.

"Akhirnya kamu datang juga sayang, eh ini sama Monica juga?" Tante Mila tampak senang melihat gadis yang bersama Ciara.

Kebetulan Nico dan Diana sendiri juga berada di antara mereka.

"Kak Nico, aku turut berbela sungkawa atas kepergian Budhe Vania. Semoga Kak Nico selalu sabar ya." ucap Ciara sambil memeluk Nico.

"Iya makasih, Ciara." jawab Nico.

"Oh ya kak, ini temen aku masih ingat nggak sama dia?" Alih-alih menyapa Diana, namun Ciara malah sibuk mengenalkan temannya pada Nico.

"Maaf lupa, siapa ya?" jawab Nico jujur karena dia memang tidak ingat.

"Hai kak, Aku Monica." ucap gadis itu.

DEGG..

Diana yang mendengar nama itu langsung terkejut. Bukankah nama itu yang disebut tante Mila di telepon.

Seketika Diana memandang tante Mila dan wanita itu tampak tersenyum mengejek Diana.

...****************...

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
orhor knp cerita y jd mbuler pwrasaan ga da hbs² y mslh nico mlkkn kslh trs, hrs y org kl udh b²rp x punya pengalaman kslhn kn justru berusaha utk ga teledor lg lah inh masa trs²an kn aneh orhor... jd crta y d situ² aja ga maju² alur y. mf kl komen ku kurang brknan tp cm ngutarain aja ganjalan cerita y orhor.🙏
Syaefulhidayat Jomblo selalu
/Rose/bsgus novelnya aku sukaa aku suka/Rose/
Renesme
Bagus kak Author. Semangat berkarya terus 👍
Maliq Ebrahim
yah ka ko udahan ceritain donk anak anak Nico sama Dion donk
Naya En-lish
Very Gooooooooodddddd
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🅢🅦🅔🅔🅣ᵃⁿᵍᵍᶦ
alhamdulillah.. akhir yang bahagia untuk keluarga nico dan diana...

makasih thor sudah memberikan karya yang sangat menarik..semangat terus berkarya thor
mifta churohmah
oh akhirnyq selamat bahagia nico and diana, makasih thor.
dewi rofiqoh
Selamat nico diana,
Rizky Tria
selamat Nico & Diana atas kelahiran bayi kembarnya.. jd bisa sama Hana ngerawat anak"nya ya biar ga repot Diana nya 😊
Esther
selamat NicoDiana dapat baby kembar🥰😍.

terimakasih untuk ceritanya thor
NAJ L
luar biasa
Aisyah farhana
happy selalu yahh kalian selamat
dewi rofiqoh
Taqdir kita hanya Alloh yang tahu. Kedepannya bagaimana dan akan ada apa? Kita hanya mampu berusaha sebaik mungkin
.
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🅢🅦🅔🅔🅣ᵃⁿᵍᵍᶦ
selamat untuk nico dan diana yang sukses membangun usaha kulinernya..
turut berduka cita dan berbela sungkawa juga buat Bianca
Wiyanti Yanti
selalu bahagia nico dan diana
Aisyah farhana
semakin mantap meniti masa depan yah Nico n Diana selangkah lagi menuju halal bahagia selalu
LANY SUSANA
oo... Shaka ga bs punya ank ya, kasihan juga ya
kenapa ga mau adopsi???
Eno Rusmawati
bisa ga seh sehari up nya 2 kali
LANY SUSANA
kan ada CCTV kenapa ga di liat ya mlh percaya Bianca
🥀
buat novel tntng hana dan shaka dong ka biar mereka ada cerita novel sendiri, karena hubungan mereka tuh menarik
LANY SUSANA: setuju kisah Shaka Hana
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!