[Sebelum Membaca mohon di Subscribe dan star 5🙏 Terima kasih]
Cerita ini hanya fiktif belaka, khayalan pengarang semata, banyak mendeskripsikan hal-hal yang tidak nyata karena Novel ini ber-genre Fantasi Romantis, hanya dijadikan sebagai hiburan pembaca saja🙏
Gadis bernama Bella Arunika sedang terjerat masalah dengan seorang pria bernama Jay Kavindra. Pria yang dipercaya berasal dari Putra Mahkota keturunan Kavindra. Jauh sebelum abad Masehi, Kavindra adalah seorang Raja yang menerima kutukan karena telah melanggar aturan kehidupan yaitu mencintai dan menikahi wanita yang ternyata adalah adik kandungnya sendiri yang hilang dalam sebuah peperangan.
Kejadian itu disebut dengan kutukan cinta pertama, setiap keturunan Kavindra yang nekat mencintai cinta pertamanya, menganggap kutukan itu hanya sebuah dongeng, maka ia akan segera bertemu dengan kematiannya.
Apa yang terjadi ketika Jay Kavindra bertemu dengan Bella Arunika?
Seperti apa kisah uniknya, yuks langsung dibaca guys
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarah Mai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
"Tante!" Senyum manis sumringah Bella Arunika langsung berlari memeluk Rodiah yang masih setia menunggu sang keponakannya di pelataran teras taman.
"Tampaknya kamu sangat senang sekali, apa semua baik-baik saja, Bel?" tanya penasaran Rodiah.
"Semuanya baik-baik saja Tante, bahkan di luar dari prediksi Bella!"
"Ouh Iya" keduanya kembali melakukan selebrasi yang menggembirakan dengan melompat-lompat kecil kegirangan versi mereka saat mendapat kegembiraan.
****
Anehnya hentakan kaki Bella justru membuat Jay oleng di kamarnya, bahkan sampai terjatuh seperti merasakan getaran gempa bumi yang kuat, sedangkan benda lain sama sekali tidak terpengaruh.
"Oi, apa ada raksasa sedang melintas atau benar-benar sedang gempa bumi!" ucap penasaran Jay memperhatikan benda-benda di sekitarnya, ia juga melihat ke arah jendela namun semua baik-baik saja.
"Mungkin aku kelelahan hari ini!" Jay langsung merebahkan tubuhnya.
***
"Ayo duduk!" Rodiah menggeret tangan Bella, ia sudah tidak sabar ingin mendengar cerita bahagia dari keponakannya itu.
Dalam nada jelas, Bella mulai menceritakan pertemuan atau negosiasinya awal sampai akhirnya bersama Jay Kavindra.
*
"Di gaji 20 juta hanya mengurus beberapa ekor kucing saja?" Respon terkejut dalam wajah sumringah Rodiah.
"He..em (Angguk Bella) ini seperti bukan negosiasi yang begitu menyeramkan Tante, seperti yang kita bayangkan, tapi ini justru rezeki yang tidak terduga!" ucap girang Bella.
"Bel, tapi kamu yakin bisa betah tinggal disini?" Rodiah kembali melihat-melihat suasana rumah megah Kavindra yang sangat besar dan sepi.
Gadis itu reflek mengangguk.
"Bella sudah tidak memiliki pilihan lagi Tante, inilah satu-satunya jalan, agar Bella mendapatkan maaf tanpa harus dipenjara, bahkan bisa bekerja mendapatkan bayaran lumayan!"
"Iya juga sih!" angguk paham Rodiah dengan keputusan Bella.
"Apakah kamu bertemu dengan keluarga Kavindra di dalam sana?"
"Tidak, hanya Pak Neo dan Tuan Jay Kavindra saja"
"Orangnya bagaimana Bel?" Bisik penasaran Rodiah.
"Em...Terlihat masih muda, lumayan manis, rambutnya sedikit pirang, kulitnya tidak terlalu putih, hidungnya lancip, tinggi, baik, tegas, tapi sedikit aneh sih!" ucap Bella.
"Aneh? Aneh bagaimana maksud kamu?" tanya penasaran Rodiah. Namun seketika Bella enggan menceritakan soal ukuran kertas dan map yang unik serta suasana kondisi rumah Jay.
"Enggak-enggak, Bella hanya bercanda"
"Jika kamu sudah tanda tangan, artinya kamu sudah menyetujuinya dan Tante harus pulang!" Rodiah sedikit mewek menatap Bella, kedua akan berpisah.
"Jadi harus bagaimana lagi Tante, Bella tidak bisa menolaknya, lagian Bella juga senang dengan hewan peliharaan, Bella pikir itu tidak masalah."
"Keputusan kamu sudah benar. Tuan jay itu ternyata sangat baik yah, ia tetap memberikan upah kepada kamu meskipun kamu sudah membuatnya cedera. Tapi...bagaimana jika kamu rindu masakan nasi goreng Tante, apa kamu diizinkan pulang ke warung kita!"
"Bella Belum tau Tante, semoga saja boleh, kalau tidak boleh yah mau gimana lagi, semua pasti ada aturannya kan!"
"Jika Memang tidak boleh, Tante yang akan datang kesini, langsung untuk mengantarkannya buat kamu!" senyum manis Rodiah.
"Iya, terima kasih Tante!" ucap senyuman Bella.
Tidak berapa lama, Neo muncul bersama supir yang akan mengantarkan Rodiah pulang kerumahnya.
"Maaf Nona, ini sudah sangat malam, waktunya untuk kami beristirahat!"
"Iya, baiklah saya mengerti?" Jawab Rodiah bangkit dari duduknya.
"Percayalah Bella, semua akan baik-baik saja sayang, seperti masalah yang sudah pernah kita lalui bersama (Mata Rodiah terlihat berkaca-kaca) kamu jauh lebih baik tinggal disini daripada di penjara. Hidup dalam sel tahanan itu tidak mudah sayang. Tante tidak ingin namamu rusak hanya karena sesuatu hal yang tidak kamu sengaja. Jangan lupa, kasih kabar kepada Tante yah," Rodiah menepis airmatanya. Tentu ia akan sangat merindukan sang keponakan yang sudah ia asuh sejak kecil.
"Lalu bagaimana dengan Tante, apa Tante bisa sendiri!"
"Jangan pikirkan Tante, pikirkan saja diri kamu sendiri, okey!"
Keduanya berpelukan perpisahan, sama-sama mewek dan meneteskan air mata dalam perasaan campur aduk.
"Pak Neo, saya antar keponakan saya dalam keadaan sehat walafiat seperti ini, maka nantinya kalian harus mengembalikannya juga seperti ini!"
"Siap Nona?" Angguk Neo.
"Terima kasih!"
Bella dan Rodiah saling melambaikan tangan dengan wajah yang masih tak rela harus berpisah. Saat Rodiah sudah berada di bibir pintu mobil ia berteriak;
"Semangat -semangat!" Teriak kecil Rodiah memberikan support mental kepada Bella.
"Semangaaaat!" Balas Bella.
Rodiah akhirnya diantar kembali pulang ke rumahnya bersama supir Kavindra.
Bella masih memandangi mobil tumpangan Rodiah dan berkata-kata dalam hatinya;
"Hal yang aku suka dari Tante adalah, ia tidak pernah menyalahkan aku ketika tertimpa masalah karena kecerobohan ku, ia akan baru ngomel-ngomel setelah semua masalah itu selesai dengan baik, agar mentalku tetap terjaga. Tante benar-benar pengganti ibu yang luar biasa," gumam bangga Bella masih memandangi mobil itu sampai hilang dari pandangan matanya.
*
"Pak Neo, Bella tidak membawa pakaian ganti, apa besok saya harus membelinya?"
"Soal pakaian dan fasilitas lainnya semua akan kami sediakan Nona."
"Baiklah kalau begitu"
Haruba Neo akhirnya membawa Bella menuju sebuah kamar dengan dibantu oleh pelayan untuk menyiapkan keperluan gadis itu dengan baik.
Kamar Bella berpisah dari pelayan lainnya, yaitu sebuah kamar khusus untuk cat sitter yang terletak tidak begitu jauh dengan istana kucing milik Jay.
"Pak Neo, apa saya boleh melihat kucing-kucing itu?" Pinta Bella penasaran.
"Maaf Nona, ini sudah terlalu malam, khusus untuk perkenalan pertama dengan para kucing, nanti Tuan Jay yang lebih berhak Langsung memperkenalkannya."
"Ouh begitu yah!" angguk Bella.
"Silahkan masuk!" Ajak Neo membuka kamar untuk Bella.
"Wah, kamarnya bagus sekali!" celetuk kagum Bella.
"Setiap kedatangan pengasuh baru, Tuan Jay akan Kembali merenovasi warna cat tembok sesuai jenis kelamin pengasuh. Mulai dari kasur, lemari pakaian, sofa, lemari hias, semuanya masih kondisi baru, jadi Nona Bella tidak perlu khawatir!"
"Waaaah, profesional banget, benar-benar kucing istimewa!" gumam girang Bella merasa bukan seperti sedang mengasuh binatang.
"Hem, Pak Neo, saya ingin bertanya!"
"Silahkan Nona!"
"Mengapa pengasuh sebelumnya tidak kerasan dengan pekerjaan bagus ini!"
"Karena mereka sangat tamak dan menyalah gunakan kepercayaan Tuan Jay. Perlu saya ingatkan, disini tidak ada cctv. Namun, Tuan Jay memiliki intelegensi pribadi untuk mengawasi para pekerjanya. Jadi, bekerjalah dengan sebaik-baiknya dan sejujur-jujurnya Nona."
"Ouh begitu!" Angguk Bella lagi.
"Jika ada keperluan darurat, Nona bisa menggunakan dua telpon, yang pertama untuk para pelayan dengan meminta fasilitas harian seperti makanan, cemilan atau pakaian atau bisa yang lainnya dan yang satu lagi untuk Tuan Jay Kavindra, jika ada kucing yang mendadak sakit atau keperluan darurat lainnya, Nona bisa langsung menelpon Tuan Jay dan tolong jangan disalahgunakan sebagai niat yang lain"
"Hem...Iyah...Iyah...!" angguk paham Bella.
"Terima kasih Pak Neo atas penjelasannya!"
"Sama-sama Nona, jangan lupa baca dan pelajari buku panduannya."
"Baik Pak Neo!"
"Selamat beristirahat Nona, selamat malam!"
"Selamat malam Pak Neo!" senyum bahagia Bella.
*
alhamdulillah Jay bisa berkumpul lagi bersama keluarga kecilnya
ayok semangat bikin adek buat gannesh 😱
Pengikut setia memang keren mereka berkorban demi kesayangan nya Jaynuddin biar kembali lagi,jd manusia seutuhnya
sehat2 sllu ditunggu karya trbarunyaa😉
Smoga kehadiran bayi gemoy ini hadir brsama kedatangan sang ayah Jay Kavindra...
terimakasih kak mai,extra chapnya🥰🥰
Happy Ending akhir ceritanya seneng dan bahagia buat Jay dan keluarga