Bebby Daniella Putri menjadi yatim piatu sejak batita akibat korban kecelakaan yang menimpa satu keluarganya, tanpa identitas. Bebby diangkat anak oleh Daniel Frederick, Dokter Muda yang menyelamatkan nyawanya. Daniel mengangkat anak karena rasa kasihan dan sebagai permohonan maaf karena tidak bisa menyelamatkan nyawa kedua orang tuanya.
Dalam perjalanan waktu muncul benih benih cinta di antara mereka berdua. Daniel sebagai orang tua angkat telah menepis perasaan itu. Bagaimana kisah mereka... dan siapa sebenarnya Bebby?
Yuuukkk ikuti kisah mereka guys ♥️♥️♥️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arias Binerkah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 29.
Miranda terus tersenyum senang. Dia sudah mengenakan gaun malam yang super sexy, gaun terusan dengan belahan dada yang sangat rendah, bagian bawahnya pun paha putihnya mengintip, dan bagian punggung yang terbuka memperlihatkan bagian punggung hingga pinggang putih mulusnya. Rambut panjangnya pun disanggul cepol agar leher jenjangnya juga terekspos untuk menggoda mata Daniel.
“Apa iya dia tidak akan tergoda dengan tubuhku ini. Ini baru permulaan.” Gumam Miranda sambil melangkah menuju ke pintu sebab daun pintu sudah terdengar suara ketukan. Yang kemungkinan besar sang pelayan mengantar makan malam.
Saat pintu dibuka dari luar, benar sang pelayan mengantar meja dorong berisi menu makan malam. Dari aromanya sudah sangat menggoda selera. Setelah meja dorong itu masuk ke dalam kamar, pintu kamar dikunci lagi dari luar.
“Kak Dan, ayo makan ini sudah siap.” Ucap Miranda sambil menarik meja dorong berisi menu makan malam itu menuju ke sofa.
Daniel yang duduk di sofa hanya diam saja dan tidak menoleh ke arah Miranda, dia sedang sibuk chattingan dengan Marco. Daniel menyesali kenapa tidak melakukan suntik kebiri sementara tadi sebelum pulang ke Mansion. Tidak menyangka akan dikurung satu kamar dengan Miranda. Marco di seberang sana hanya tertawa terbahak bahak membaca curahan hati Danial.
“Ayo Kak nanti keburu dingin makanannya tidak enak.” Ucap Miranda yang sudah duduk di sofa sambil mengambilkan piring buat Daniel.
Daniel yang masih sibuk dengan layar hand phone miliknya sekilas melihat menu makanan.
“Sial, pasti Mama sudah sengaja memberikan menu yang hot hot.” Gumam Daniel saat melihat semua menu makanan untuk meningkatkan gairah libido. Tampak di meja dorong itu ada sate dan tongseng kambing, bestik lada hitam, menu penutup pun berbahan coklat hitam
“Kamu makan saja sendiri.” Ucap Daniel sambil bangkit berdiri, dan tangannya meraih satu buah apel dan satu botol air mineral yang masih tersegel. Daniel khawatir jika tidak segera mengambil sekarang akan segera diberi obat perangsang oleh Miranda di saat dia lengah.
Daniel melangkah menuju pintu yang terhubung ke balkon dan dia pun duduk di kursi yang ada di balkon sambil makan apel satu buah. Miranda hanya bisa melirik dan terus melanjutkan mengambil makanan.
“Sial, dia masih saja menghindari aku. Tapi aku tidak bisa mengatakan ini pada Mama dan Mama mertua. Karena janin yang ada di dalam perutku ini. Sekarang sepertinya dia sudah ingin menunjukkan kalau dia ada, aku sudah sering pusing dan mual mual. Pasti Mama akan curiga kalau aku sudah hamil.” Gumam Miranda di dalam hati sambil menikmati makan malam seorang diri.
Waktu pun terus berlalu, Daniel terus saja duduk di kursi balkon dan hanya mengisi perutnya dengan satu buah apel dan satu botol air mineral. Sedangkan Miranda sudah berganti baju dengan lingerie yang super sexy, dan kini tubuhnya sudah tergolek di atas tempat tidur tanpa berselimut.
“Apa iya dia akan betah berada di balkon dengan perut kosong. Pasti juga nanti akan masuk ke dalam.” Gumam Miranda sambil tersenyum miring.
Sementara itu di lain tempat di ruang rawat rumah sakit. Bebby belum bisa tidur meskipun sudah berusaha memejamkan matanya. Pikirannya terus saja aktif memikirkan Sang Papa.
“Kamu belum tidur Beb, kok tubuhmu bergerak gerak terus.” Ucap Eliza yang sudah membaringkan tubuhnya di sofa.
“Kamu kok juga belum tidur? Aku memikirkan Papa, El. Meskipun aku sudah berusaha untuk membunuh perasaan cintaku pada Papa, tetapi kenapa aku masih saja kepikiran pada Papa ya. Aku tahu perempuan siluman pasti banyak cara untuk menjerat Papa.” Ucap Bebby dengan nada sedih.
“Berdoa saja Beb, semoga Om Dan terlindungi dari orang orang jahat. Aku juga tidak rela jika Om Dan menikah dengan perempuan itu apalagi harus mengakui anak yang bukan anaknya.” Ucap Eliza yang masih berbaring di atas sofa.
“El, kamu jangan nyindir aku. Aku juga bukan anak Papa, tapi Papa mengakui aku sebagai anaknya.” Ucap Bebby dengan nada serius.
“Ih.. kamu itu Beb, masih saja suka bercanda dalam kondisi sakit dan sedih.” Ucap Eliza yang sudah hafal jika sahabatnya itu suka bercanda.
“Iya... iya... Sudah kamu diam saja aku mau telepon Papa.” Ucap Bebby selanjutnya lalu tangannya meraih hand yang berada di sampingnya.
Bebby yang sangat khawatir dengan Papanya segera mengusap usap layar hand phone miliknya untuk melakukan panggilan video.
Akan tetapi berulang kali terdengar nada sibuk di nomor hand phone milik Sang Papa.
“Ihhh malam malam begini kok hand phone Papa sibuk terus ya..” gumam Bebby yang didengar oleh Eliza yang belum juga tidur.
“Mungkin ada telepon dari rumah sakit Beb, atau....” ucap Eliza yang tidak berlanjut..
“Atau apa?” tanya Bebby yang masih terus berusaha menghubungi Sang Papa.
“Atau Om Dan sedang gituan dengan perempuan itu, sampai hand phone mungkin kepencet menghubungi siapa gitu...”
“Kamu jangan menakuti nakuti aku dan membuat panas hatiku El. Kalau aku ngedrop lagi ini gara gara kamu.” Ucap Bebby yang tidak sabar untuk bisa terhubung dengan Sang Papa.
Sesaat sambungan panggilan video Bebby pada Daniel sudah terhubung.
“Pa, kok lama banget baru bisa terhubung..” ucap Bebby saat sudah bisa melihat wajah Sang Papa di layar hand phone miliknya. Terlihat wajah Daniel kusut dan tampak pucat.
“Papa apa habis gituan dengan perempuan siluman itu?” tanya Bebby kepo karena melihat wajah pucat Sang Papa dikira kecapekan.
“Ha... ha... ha... tidak sayang. Bukannya Papa sudah bilang Papa tidak akan menyentuhnya.” Suara Daniel di balik hand phone milik Bebby.
“Kok wajah Papa pucat, macam habis kecapekan?” Tanya Bebby lagi yang masih kepo.
“Papa pucat karena lapar Sayang.. he... he... he...” suara Daniel dengan pelan agar tidak didengar oleh Miranda.
“Papa tadi habis bicara dengan Om Marco.” Ucap Daniel selanjutnya.
“Pasti membahas masalah gituan, Om Marco kan sudah jago, pacar Om Marco banyak. Pasti Papa tanya tanya pada Om Marco.”
“Tidak Sayang Papa hanya membahas masalah itu...” ucap Daniel yang tidak berlanjut sebab dia dengan Marco membahas rencana Daniel yang akan melakukan suntik kebiri sementara.
“Membahas apa hayo pasti membahas perempuan.” Ucap Bebby tampak cemburu.
“Tidak Sayang, membahas masalah kamu setelah pulang dari rumah sakit. Tadi Dokter Senior sudah mengatakan kalau kondisi kamu sudah semakin baik. Kalau sampai besok kondisi kamu tetap baik. Lusa kamu sudah boleh pulang. “ ucap Daniel yang tidak jadi melanjutkan mengatakan dia sedang membahas masalah suntik kebiri dengan Marco. Dan dia juga tidak bohong pada Bebby sebab dia pun juga membahas masalah kepulangan Bebby.
“Pa, kalau aku sudah boleh pulang, aku naik taxi on line saja ke Panti. Aku sudah berniat untuk hidup mandiri.” Ucap Bebby....
🤣🤣