NovelToon NovelToon
Setelah Koma

Setelah Koma

Status: tamat
Genre:CEO / Percintaan Konglomerat / Kumpulan Cerita Horror / Roh Supernatural / Horor / Tamat
Popularitas:87.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ka Umay

Klara baru bangun dari koma setelah tiga tahun, anak yang dulu di kandungnya kini sudah menjadi balita yang bisa melihat hantu.

Di saat Klara ingin dekat dengan putrinya, tiba-tiba anak dari suaminya datang dan hadir di antara mereka. Membuat hubungan yang hendak dibangun menjadi sangat rumit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ka Umay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29. Klara Lahiran.

Kyos berlari kencang di koridor rumah sakit, napasnya memburu ketika tiba di depan ruang bersalin. Suster mengizinkan Kyos masuk untuk mendampingi Klara yang sedang berjuang melahirkan buah hati mereka.

Sebenarnya Kyos sudah pasrah jika Klara melahirkan secara cecar, pasalnya ini anak ketiga mereka dan anak kedua yang Klara lahirkan sendiri.

Usia Klara memang baru awal 30 an, masih sangat sehat untuk melahirkan secara normal, hanya saja Kyos merasa khawatir karena Klara kesulitan selama kehamilan ketiga ini.

Kaki Klara bengkak lebih besar dari saat hamil Halim, lalu sulit untuk makan dan tubuhnya juga jadi lebih gendut. Kyos tidak masalah dengan berat badan, asalkan Klara tetap sehat.

"Mas ... !" Klara menggenggam erat tangan Kyos yang baru tiba di sampingnya. Wajah Klara terlihat lega setelah kedatangan suaminya.

mungkin Klara merasa bahwa sekarang ada yang mendampinginya, Klara tidak punya saudara dan teman. Dunianya hanya berputar untuk Kyos setelah menikah. Jadi kedatangan Kyos membuat semangatnya meningkat.

"Ayo, Buk. Dikit lagi, kepala bayinya sudah keliatan." Seorang dokter wanita membantu Klara.

Wajah Klara tegang, berbeda dengan Kyos yang langsung minta cecar walaupun dokter tidak menyarankan itu, Klara tidak mau cecar, ia akan berjuang sekuat tenaga untuk melahirkan secara normal.

"Tenang, Mas di sini." Kyos berusaha menguatkan Klara. Tangannya dipegang erat.

sekali lagi Klara mengejen, keringat berjatuhan hingga membasahi bantal, AC ruangan itu tak terasa sama sekali untuk Klara. Tubuhnya terasa panas.

"Ayo dikit lagi, Buk. Ngejennya sudah benar."

"Semangat sayang," ucap Kyos hanya bisa menyemangati.

Klara berusaha lebih keras. Persalinan ini cukup menegangkan karena tanggal melahirkan maju lebih cepat dari perkiraan. Setelah perjuangan panjang yang menguras keringat, hadirlah putri kecil di antara mereka, membuat semua ketegangan itu sirna dan hanya berbekaskan keringat yang bercucuran.

Kyos mengazani putri kecil mereka dengan rasa haru, si kecil hanya menggeliat di bawah dekapan sang ayah. Selepas itu Suster menaruh bayi kecil mereka pada dekapan Klara.

"Syukurlah dia sangat sehat," ucap Klara tersenyum bahagia.

"Kamu sudah berjuang keras, pokoknya habis ini kita nggak boleh punya anak lagi, aku kasihan melihat mu berjuang melahirkan."

Kyos mengusap kepala Klara, penuh kasih sayang, ia tidak mau melihat Klara menderita lagi, baginya Klara lebih penting dari pada apapun.

Klara membuat hidup Kyos berarti, ia yang hilang kepercayaan terhadap keluarga dan cinta, kini bisa merasakan kehangatan lagi berkat Klara yang hadir di hidupnya.

Dulu Kyos sempat tidak mau menikah dan punya anak, ia benci dengan perjodohan, ia juga benci dipaksa menghasilkan keturunan. Dia pernah menentang ayahnya dengan bilang bahwa dia tidak akan punya penerus.

Tak lama berselang Arsel, Chika dan Halim datang bergantian untuk melihat adik kecil. Sangat cantik dan pipinya mirip Chika.

Arsel terlebih dulu datang setelah membolos dari les pianonya, baginya sang adik kecil jauh lebih penting. Dia mengaku ada urusan penting yang tidak bisa ditinggalkan, kalau sampai tidak diizinkan maka ia mengancam tidak akan datang les lagi.

Wajah Arsel sumringah setelah mencium sang adik kecil. Perjalanannya ke sini tidak sia-sia. Malaikat kecil yang sangat cantik menyambutnya dengan tatapan lembut.

"Hallo adik kecil, aku kakak pertamamu." Arsel memegang tangan lembut adiknya..

"Nama adik kecil siapa Pa?" tanya Arsel kepada Kyos yang telah menggendong sang adik.

"Namanya Cinta, Papa harap kehadiran Cinta akan memberi kebahagiaan pada keluarga kita," jawab Kyos. Wajahnya tersenyum lebar.

Sementara itu Klara tertidur karena kelelahan setelah menyusui, dia tidak tahu kedatangan Arsel. Chika yang baru datang pun terpaksa berbisik ketika berbicara agar tidak membangunkan ibunya.

"Dedek kecil imut banget," ucap Chika pelan ketika menyenggol pipi gembul adiknya.

Arsel menoleh ke samping, terkejut karena Chika sudah ada di sampingnya, ia tidak sadar adiknya datang.

"Kenapa kamu ke sini juga?" Tanya Arsel. seingatnya Chika masih ada les matematika.

"Mau liat Dede kecilah, emangnya cuma kakak aja yang bisa liat Dede."

Chika bersungut-sungut, ia merasa keren karena bisa melakukan hal yang sama seperti kakaknya. Arsel menggelengkan kepala.

"Biarin adek kecil tidur, kalian duduk di luar aja sambil nunggu Halim datang. Jangan berisik, nanti adek kecil sama Mama bangun," perintah Kyos sembari membawa bayi kecil itu tidur di keranjang bayi yang terletak tak jauh dari Klara berbaring.

Halim datang dengan pengasuhnya, wajah ceria itu tak mampu disembunyikan.

"Mama ...! Adek kecil mana?" teriak Halim yang langsung membuat Klara bangun dan si kecil menangis.

"Shuut ... Dek Halim jangan berisik," perintah Arsel membuat Halim cemberut.

Dibanding Chika, Halim memang berada di level berbeda, dia sulit diantur dan tidak bisa liat keadaan.

"Halim nih ...  dedek kecil nangis, 'kan!" Chika ikut menyalahkan Halim.

"Udah nggak Papa, kalian makan siang sana." perintah Kyos.

"Mas, bawa sini biar aku susuin," pinta Klara. Dia menguap, tangannya mengacung ke depan, meminta Cinta ke dekapannya.

Kyos pun membawa bayi kecil mereka untuk disusui Klara. Cinta terlihat sangat nyaman bersama ibunya.

"Ajak anak-anak makan Mas," perintah Klara pada Kyos. Klara melepas kancing bajunya, bersiap menyusui Cinta.

Halim yang sedari tadi bersemangat melihat adik kecilnya merasa kecewa. Bibirnya manyun, dia belum melihat adik kecilnya.b

"Halim mau ngliat adek kecil dulu," pinta Halim dengan wajah memelas.

"Yaudah sini, tapi habis ini langsung makan siang sama Papa ya." Klara menyuruh Halim untuk mendekat, dengan gesit Halim sudah berada di dekat adik kecilnya yang menangis. Wajahnya berseri memegang pipi gembul sang adik.

"Dek Halim ayo makan sama kak Arsel." Arsel menarik tangan Halim supaya menjauh dari adik kecil mereka, Arsel kasihan melihat adik kecilnya terus menangis.

Kyos mengajak anak-anaknya untuk keluar meninggalkan ruangan agar Klara lebih leluasa menyusui bayi mereka.

Selama beberapa hari Klara dirawat di rumah sakit, tak henti-hantinya mereka bertiga menjenguk sang adik kecil, walaupun terkadang Kyos kewalahan karena mereka mengganggu sang bayi hingga menangis, mereka gemas dan terlalu gembira.

"Kalian berdua keluar aja, beli mainan atau jajan sana, kasihan adik kecil kalau kalian ciumin terus," perintah Kyos kepada Chika dan Arsel. Sementara Halim belum datang.

"Yah ... Papa nggak asik," protes Chika.

"Udah nggak Papa, kakak punya banyak foto dedek kecil. Mau liat nggak?" tanya Arsel menarik simpati Chika.

"Mau Kak, ayo kita liat di lobi depan." Chika manarik tangan Arsel meninggalkan ruangan itu.

Sementara mereka berdua asik mengamati adik kecil, Para pengawal tetap mengawasi dari kejauhan. Mereka melarang siapapun orang yang mencurigakan mendekat. Mereka tetap waspada walaupun tidak ada apapun.

1
davil_14
Luar biasa
Eva The-kk
gmn konsep nyaa. apakah ada sel telur yg d bekukan
vi
ringan..... tetapi penuh makna
Desi Asmarani
Luar biasa
EndRu
ada karya kak Umay ternyata
nyimak aah
Abie Mas
bagus banget ceritanya mksi thor
Abie Mas
jgn2 arsel nnti nikahnya sm chika
Abie Mas
anak jovan si arsel. laria parah hamil sama siapa minta tanggung jawab sm siapa
Miss Rumm
padahal bisa tetap berkembangkan meski ibunya koma???
Fitrianti
toxic
Fitrianti
anak Jovan 😱
Fitrianti
bilang nya jan d tungguin makan malam, nggak th nya dah habis d balap 😅
lyani
cerita kak Umay bagus
lyani
bosnya Jovan 😁
lyani
y Allah
lyani
semangat pak wal
lyani
waduhhh
lyani
apakah ini saatnya
lyani
walahhh
lyani
sinting
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!