NovelToon NovelToon
Gairah Terlarang Istri Ayahku

Gairah Terlarang Istri Ayahku

Status: tamat
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Ibu Tiri / One Night Stand / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:262.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: R.angela

Akibat dijebak oleh musuh yang berkedok sebagai teman baiknya, Yura akhirnya menghabiskan satu malamnya dengan seseorang yang tidak dia kenal.

Tiga Minggu kemudian, Tante dan Om yang selama ini membesarkannya memaksa Yura menikah dengan pria tua yang pantas jadi ayahnya.

Yura tidak punya pilihan lain, dan menerima pernikahan itu. Setelah acara pernikahan itulah Yura bertemu dengan pria yang sudah tidur dengannya tiga Minggu lalu, sekaligus ayah dari anak yang ada dalam kandungannya. Seolah belum cukup membuatnya terkejut, pria yang sudah menanam benih dalam perutnya ternyata anak dari suaminya.

Bagaimana kisah Yura? Mampukah dia menemukan kebahagiaannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.angela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Balas Dendam Jessica

"Sayang, kapan kita beli cincinnya? Seminggu lagi kita akan menikah tapi sampai sekarang cincinnya juga belum kita beli," ujar Jessica dengan suara manja menyentuh tangan Erlang.

Yura berusaha memekakkan telinganya, fokus kepada piring yang ada di hadapannya saat ini. Walaupun rasanya ingin muntah karena mencium aroma makanan atau bisa jadi karena adanya parfum Jessica yang memang kerap kali membuatnya mual.

Erlang tampak melirik dengan ekor matanya, berusaha untuk melihat reaksi Yura. Namun, melihat gadis itu tetap tenang, justru membuat Erlang jadi sedih.

Ciuman perpisahan itu sebagai janji di antara keduanya untuk tidak saling bersentuhan dan menjalin hubungan skandal di belakang Roy.

"Sayaaang..., Kamu dengar gak, sih?" rengek Jessica.

"Iya, Jes. Besok kita beli!" jawab Erlang datar.

Memberikan tempat untuk Jessica dalam hidupnya adalah sebuah kesalahan besar yang Erlang lakukan. Namun, dia tidak punya pilihan lain. Dia perlu alibi untuk menegaskan bahwa dirinya mampu bertahan tanpa adanya Yura di sisinya. Dia ingin menunjukkan pada wanita itu bahwa dia lebih tegar dan mampu bertahan ketika perpisahan terjadi diantara mereka.

"Terima kasih, Sayang. Aku mencintaimu," ucapnya menarik paksa wajah Erlang dan mencium pipi pria itu. Setelahnya, Jessica menoleh ke arah Yura berharap kalau wanita itu melihat adegan mesra yang baru saja dipertontonkan.

Benar, Yura memang melihat dan dia mengutuk matanya karena sudah mengangkat pandangannya dari atas piring. Harusnya dia tetap menunduk, memperhatikan makanan yang ada di depannya, menyuap beberapa kali dan segera pamit dari sana, tapi kebodohannya justru berbuat yang tidak seharusnya.

Perasaan mual kembali menerjang Yura. Segera menutup mulutnya dan segera lari kecil dari ruang makan menuju wastafel.

"Dih, nyebelin banget sih, udah tahu lagi makan, sama pengen muntah, buat aku jadi jijik aja deh!" umpat Jessica menatap kesal ke arah Yura yang sudah pergi.

Erlang hanya bisa diam di tempatnya, menyaksikan kepergian Yura. Kalau saja Jessica tidak ada di sana, dia pasti sudah menyusul Yura dan menanyakan keadaan gadis itu, terlebih saat ini ayahnya tidak ada di rumah jadi dia tidak perlu menjaga sikap untuk mendekati gadis itu.

"Jes, kenapa kau harus pindah ke rumah ini, padahal kita belum menikah?" tanya Erlang menopang dagu, menatap Jessica. Dia menyesal membawa wanita itu ke rumahnya. Kalau dia tahu Roy bakal pergi ke luar negeri, mungkin dia akan meminta Jessica pindah ke sini setelah Roy pulang saja, hingga dia punya banyak waktu untuk berduaan lebih lama lagi.

"Apa kau tidak suka aku di sini? Sebentar lagi kita akan menikah, jadi aku ingin mempelajari semua pekerjaan yang ada di rumah ini. Nanti kalau udah menjadi istrimu, aku bisa merawat dan juga mengurus mu dengan baik," jawab Jessica dengan senyum manisnya. Sedikitpun gadis itu tidak merasa tersinggung oleh penolakan Erlang.

Sebenarnya siapa yang coba Jessica kelabui? Erlang sudah jelas mengenal tabiat gadis itu. Kalau saja Jessica tahu bahwa dia diperalat hanya untuk membuat Yura cemburu pasti Jessica tidak akan terima, tapi biarlah Erlang sudah pasrah.

Dia tidak bisa hidup bersama orang yang dia cintai jadi siapapun yang menjadi istrinya, dia tidak peduli.

"Apa om dan tante mu tidak keberatan kau tinggal di sini meski belum menikah?" lanjut Erlang, tapi langsung menyesali pertanyaannya tentu saja om dan tante Jessica tidak akan peduli,.karena gaya hidup mereka sangat bebas tidak punya aturan.

"Om sama tante gak ada masalah. Bahkan mereka udah gak sabar datang menghadiri pesta pernikahan kita," jawab Jessica semringah.

***

"Aku ingin cincin yang ini... Yang ini dan yang ini," ujar Jessica menunjuk beberapa cincin berlian yang tampak begitu indah di etalase toko perhiasan yang mereka kunjungi siang itu.

Erlang sudah sengaja mengulur waktu dan juga menghindari gadis itu agar tidak jadi pergi membeli cincin pernikahan mereka. Namun ternyata Jessica lebih pintar, dia mendatangi Erlang di kantornya sekaligus mewartakan kepada karyawan bahwa dirinya adalah calon istri dari Erlang Putra Kusuma

Dengan berat hati Erlang akhirnya menemani Jessica ke toko perhiasan yang sebelumnya sudah buat janji untuk bertemu.

"Gimana menurut kamu, Er? Bagus yang mana cincin pernikahan kita?" tanya Jessica, menunjukkan jemarinya yang penuh dengan cincin. Ada tiga cincin yang menarik perhatiannya dari semua cincin yang sudah dia coba.

"Semua bagus. Terserah kamu pilih yang mana. Kalau kamu yang pake pasti bagus," jawab Erlang malas. Pikirannya terus tertuju pada Yura. Sedang apa gadis itu, apa sudah makan. Pagi ini dia memilih untuk sarapan di kamar. Ingin sekali Erlang bertamu ke kamarnya, tapi lagi-lagi dia ingat janjinya. Jessica juga terus mengekorinya di rumah itu, seolah dia tahu kalau Erlang ingin mendekati Yura.

"Erlang! Masa gitu. Aku kan minta kamu yang pilih!" desak Jessica menyodorkan barisan cincin di jarinya.

Terpaksa Erlang menunjuk asal satu cincin. Dia juga tidak peduli mana yang akan dipakai gadis itu. Seandainya Yura dia pasti...

Ingat gadis itu, tiba-tiba Erlang ingin membelikan sesuatu padanya. Dia mengamati satu persatu perhiasan yang ada di toko itu. Cukup banyak pilihan yang bisa dia beli, hanya saja bingung mau memberikan apa. Erlang sudah berada jauh dari Jessica, mengitari isi toko itu.

Akhirnya matanya tertarik pada satu gelang dengan banyak mainannya. Dia membayangkan gelang itu melingkar di pergelangan tangan Yura. Tanpa sadar senyum melengkung di bibir Erlang.

"Aku mau lihat gelang yang itu," ucap Erlang menunjuk gelang yang menarik hatinya.

"Silakan, Pak," ucap pramuniaga itu mengambil gelang dan memperlihatkan ke hadapan Erlang.

"Saya mau ini," ucapnya tanpa berpikir lama.

"Dari mana aja, sih, aku cariin," ucap Jessica bergelayut manja. Untung mereka bertemu di tengah ruangan toko hingga Jessica tidak tahu kalau Erlang baru saja membeli sebuah gelang.

"Lihat-lihat, bosan nungguin kamu lama," jawabnya tanpa ekspresi.

***

Yura memutuskan untuk keluar rumah. Bosan dan ingin mencari udara segar, membuatnya memberanikan diri berpetualang di luar rumah. Perutnya yang sudah membuncit, tidak lagi perlu dia sembunyikan seperti dulu. Dia sudah menikah, jadi wajar kalau saat ini dia hamil.

Yura memasuki toko buku terbesar di kota itu. Dia sudah lama tidak pergi ke sana. Sejak SMP, Yura sangat suka main ke toko buku, menghabiskan waktunya berlama-lama di sana, berharap bisa melanjutkan sekolah hingga ke perguruan tinggi. Namun, harapannya kandas. Tante Kamsa memaksa untuk bekerja.

"Yura... Kamu Yura, kan?" tanya seorang pria yang sudah sejak tadi mengamati Yura memasuki toko buku itu. Merasa penasaran, pria itu mendekat, dan setelah merasa yakin, bahwa dia tidak salah orang, baru lah dia menyapa.

"Bayu," desis Yura terbelalak.

1
Santi Maria Havernandes
kenapa cerita kok jadi lain ini ceritanya siapa sih?🤦
Cici Risna Yulianti
Luar biasa
Elminar Varida
lah...ini cerita apaan ya??bingung saya. alurnya rada aneh. ini Authornya sehat atau bukan ya🤔🤔🤦‍♀️
Juan Sastra
kurang detail thorr,, jadi kurang haredangnya
Juan Sastra
gitu toh ceritanya, niat menolong lalu gimana jika yura jujur akankah om mentalak yura dan menikahkannya sama erlang. coba jujurlah yura agar tidak ada salah faham
Tua Jemima
berterusterang lebih bsik yura serapat kmu menyebuyikn aib pasti terbokar juga
Andra Adinda
Kok q jd 😭😭😭😭😭😭
sedih bahet
Evi Winarti
gx asyek berkhrnya..gx tau alurnya malah langsung bab trkhr
Rini Eni
jgn lemah yura,,jgn kalah sama si kereta jes jes
Rini Eni
sad
Rini Eni
kasih tau yura ,,biar tau kalo dya mau punya cucu
Rini Eni
jangan cepet pergi om ryo,, nyatanya orang baik jarang berumur panjang
Rini Eni
cemburu buta dita,,ampe kejam bgtu
Rini Eni
aki2 lembut bgt hatinya
Rini Eni
yura oh yura
Rini Eni
gmn klo si Roy ternyata inpoten
Arie Chrisdiana
critanya sdh bagus cuma kata2nya tolong dibenahi ya thor kadang pusing bacanya krn kata2nya ndak jelas 🤗🤗🤗🤗
Rere Niae Cie'kecee
😭😭😭😭😭😢😢pnuh bombay😭😭😭
Rere Niae Cie'kecee
hot mnatap thor tapi tanggung🤣🤣🤣😀
Rere Niae Cie'kecee
ya greget dan penasaran banget thor 🤗🤗😘😀😀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!