NovelToon NovelToon
TANGISAN ISTRIKU

TANGISAN ISTRIKU

Status: tamat
Genre:Ibu Mertua Kejam / Tamat
Popularitas:260.5k
Nilai: 5
Nama Author: Fitri Arip

Aku tak menyangka setelah membawa istriku ke rumah ibu, aku tak tahu jika banyak tekanan yang Sari hadapi saat itu. Dimana sifat ibu yang tadinya baik berubah derastis, ia memperlihatkan sifat aslinya.
Setiap malam Sari sering menangis, membelakangi tubuhku, mengabaikan aku. Setiap kali aku bertanya, ia tak pernah menjawab selalu terlelap tidur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitri Arip, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 Pov Riki (Membawa Puja.)

Pulang dari kantor, aku berniat menemui Puja ke rumahnya. Mengikuti perkataan Farhan, dimana aku menyuruh Puja untuk menjaga ibu. 

Alamat yang aku datangi sudah sesuai seperti kertas yang diberikan Farhan kepadaku. 

Suasana di rumah Puja tampak, membuat aku berusaha menjaga diri. 

Tok …. Tok ….

Beberapa kali aku melayangkan sebuah ketukan pada pintu rumah Puja, berharap dia segera membuka pintu.

Ceklek. 

"Riki."

Gadis yang tak pernah aku suka, kini menundukkan wajah. 

"Puja, apa bisa kamu menemui ibuku?"

Puja perlahan menatap ke arah wajahku, kedua mata itu terlihat berbinar, membuat aku berusaha menundukkan pandangan. 

"Bukannya kamu tak suka jika aku menemui ibumu!" Jawaban yang membuat aku berusaha membuat rasa ego untuk bisa menyadarkan ibu, akan pilihannya yang lebih memilih Puja. 

"Eee, aku berubah pikiran. Ibu terus memanggil nama kamu, sepertinya ibu benar benar butuh kamu. "

Entah yang kulakukan ini akan berhasil atau tidak. 

"Kalau begitu, aku akan bersiap siap dulu."

Menghembuskan napas, gadis itu masuk ke dalam rumah. 

"Riki."

"Iya."

Puja datang lagi, dimana ia berkata, " ayo masuk. "

"Di rumah kamu ada siapa?"

"Tidak ada siapa siapa, hanya ada aku saja!"

"Aku tunggu kamu di luar rumah saja."

"kenapa? Masuk saja, nggak papa. "

"Nggak usah. "

Tiba tiba Puja menarik tanganku, untuk masuk ke dalam rumah membuat aku berusaha menghindar. 

"Biar aku di luar saja." Tegasku dihadapan Puja. 

"Baiklah kalau begitu. "

Aku tak mungkin masuk ke dalam rumahnya, dimana di rumahnya tidak ada siapa siapa. Takut jika nanti  malah menjadi fitnah.

Menatap pada jam tangan, sudah pukul lima sore, Puja belum juga pulang ke rumahnya, membuat aku mengusap kasar wajah. 

"kenapa dia begitu lama keluar, sudah mau magrib lagi. "

Lima belas menit menunggu, akhirnya Puja keluar rumah, ia tersenyum padaku dan berkata, " Riki, maaf ya lama, tadi aku mandi dulu. "

Minyak wangi begitu menyengat, menusuk hidung membuat aku berusaha menahan aroma kesegaran dari tubuh Puja. 

"Ya sudah ayo masuk. "

"Iya."

Puja masuk ke dalam mobil, dimana aku berkata, " Di Belakang. "

"Hah, bukannya di depan masih kosong. "

"Aku menyuruh kamu duduk di belakang."

Nada bicara kulayangkan dengan nada ketus, agar Puja tak berharap lebih. 

Mesin mobil mulai kunyalakan, dimana aku menjalankan mobil dengan kecepatan tinggi. Agar cepat sampai rumah. 

Aku mengira jika adzan magrib masih lama, menghentikan mobil di depan masjid. 

"Puja,  aku mau salat magrib dulu. "

"Oh ya, Riki, aku disini saja, soalnya lagi halangan. "

"Mm, ya sudah aku tinggal dulu. "

Aku mulai menaruh ponsel, menutup pintu mobil. Kini ku langkahkan kaki  menginjak masjid untuk menjalankan ibadah salat. 

Selesai menjalankan ibadah salat, aku membuka pintu mobil, melihat Puja memegang ponselku. 

"Riki, sudah selesai. "

Ia kini memberikan ponsel itu padaku," Tadi istri kamu nelepon. 

"Apa katanya?" tanyaku masih dengan nada ketus. 

"Dia nanyain kamu, aku jawab kamu lagi salat!"

Jawaban yang tak menyakinkan bagiku. 

"Hanya itu saja?" tanyaku tegas, terlihat jika Puja memutarkan bola matanya. Dengan menyunggingkan bibir atas, membuat aku sedikit takut jika Puja mengatakan hal aneh pada istriku. 

"Memangnya aku mengatakan hal apa pada istrimu, " ucap Puja terdengar kesal. 

Aku hanya diam, menyalakan mesin mobil untuk segera pulang ke rumah. 

Di setiap perjalanan yang kami lalui, tak ada percakapan ataupun cerita, aku sengaja diam. Mendengarkan headset, menjauhi dari percakapan yang nantinya malah membuat aku tergoda. 

Walau terkadang aku melihat Puja pada kaca mobil, ia seperti mengajakku mengobrol. 

Terlihat dari tatapan matanya yang terlihat marah, karena setiap kali bertanya tak pernah aku jawab. 

Sampailah kami di rumah, aku turun dari dalam mobil, membiarkan Puja turun sendirian. 

"Riki, tunggu. "

Berjalan tanpa mendengarkan teriakan gadis itu, sampai aku terkejut, Puja merangkul lenganku. 

"Biar kita barengan ke dalam rumah. "

Melepaskan tangan Puja, membuat aku memelototinya. 

Sampai pintu rumah terbuka, terlihat istriku seperti kelelahan, tubuhnya penuh dengan keringat. 

"Mas."

Sari mencium punggung tangan, dimana aku mencium keningnya, " Kamu kaya kelelahan gitu. "

"Maaf mas, kamu datang aku sebenarnya belum mandi, ngurusin dulu rumah dan masak untuk makan malam. " 

Aku memaklumi semua yang dilakukan istriku, karena rumah yang aku injak sekarang begitu wangi, bersih dan rapi. 

"Nggak apa apa."

Puja kini menyodorkan tangannya pada istriku, " Apa kabar, Sari. "

Saat Sari mulai menjabat tangan Puja, tiba tiba gadis itu malah menghempaskan tangannya sendiri, " Kotor. "

Sari menundukkan wajah," Sari, sebaiknya kamu mandi dulu sana. Biar mas bikin kopi sendiri. "

"Nggak enak mas. "

"Nggak papa, ayo sana. Biar mas liat kamu tambah cantik. "

Sari tersenyum saat aku menggoda nya, dimana ia melangkahkan kaki pergi dari hadapanku. Sedangkan Puja yang ada di sampingku kini berkata pelan, " Dih cantik dari mananya kaya udik. "

Aku berusaha menahan emosi, agar tidak memarahinya. " Puja, jangan karena aku mengajakmu kesini, kamu bisa mengatai istriku. Aku dengar apa yang kamu katakan dari tadi, jadi jangan sok bersih."

Puja malah diam, sampai teriakan ibu terdengar. Gadis itu berlari menghampiri ibu, membuat aku tersenyum dan berkata, " Sepertinya semua akan dimulai hari ini. "

Menyeduh kopi, kini aku mencium wangi yang selalu aku idamkan, " mas. Sini, biar Sari saja yang buatin mas kopi. "

Sari terlihat semakin cantik, membuat aku memeluknya dari arah belakang, " kamu cantik, sayang. "

"Mas, ini. Malu ada tamu. "

"Biarin saja. "

"Mas, bukannya mas kemarin yang nggak suka lihat Puja di rumah ini, tapi sekarang kok mas bawa Puja. "

"Biar besok saja mas, ceritain. "

"Kok, besok. Bikin penasaran saja."

Aku langsung membalikkan badan istriku, membuat kami berdua saling berhadapan.

Perlahan kudekatkan bibir ini, sampai. " Huuk, huuk. "

Menghindar, Puja tiba tiba saja datang mengagetkan kami berdua. " Puja. "

"Sari, ibu ingin teh hangat kamu buatkan dong. "

Puja begitu santainya menyuruh istriku, " ahk, iya. "

Namun aku langsung menahan tangan Sari, membuat Sari menatap kearahku dengan tatapanya yang terlihat heran.

"Mas."

Aku mendekat ke arah Puja, " kenapa tidak kamu saja yang buatkan ibu teh, pastinya dia senang dan muji muji kamu. "

"Ahk, iya ya. Soalnya kan ibu lebih senang padaku dari pada istrimu. "

Perkataan Puja dari dulu tidak pernah berubah, selalu membuat aku kesal.

Gadis itu terburu buru, membuatkan teh, dimana ibu berteriak memanggil nama Puja.

"Pu-ja."

Belum selesai membuatkan teh, Puja berlari mendatangi ibu, " iya bu. "

Sekilas ia menatap ke arah kami berdua.

"Mas."

"Sudah kamu diam saja, kita lihat dia akan betah tidak dengan ibu setelah tahu ibu seperti sekarang. "

" Jadi kamu sengaja mendatangi Puja, hanya ingin."

Aku menutup mulut istriku dengan sebuah cium*n.

1
kalea rizuky
kok tolol ya ana kecil lo ini di kasih ke bapaknya yg bodoh
Mutiara 123
tobat tomat itu namanya,, kmbali ke sifat aslinya lg
Mutiara 123
bayi usia baru 3 bln katanya, tp kok bisa ngomong ma- ma ,, ajaib tu baby
Farida Rida
Yang goblok yg nulis cerita, masa di kantor polisi g ada yg tahu g msk akal cerita ini, makanya aq g mau like
Evy
pasti drama ibunya...
Eli Elieboy Eboy
𝚋𝚊𝚗𝚢𝚊𝚔 𝚐𝚊𝚔 𝚗𝚢𝚊𝚖𝚋𝚞𝚗𝚐 𝚗𝚢𝚊 𝚗𝚎 𝚌𝚛𝚒𝚝𝚊 𝚜𝚎𝚖𝙺𝚒𝚗 𝚔𝚎 𝚜𝚒𝚗𝚒
Eli Elieboy Eboy
𝚍𝚊𝚖𝚊𝚒𝚗𝚢𝚊 𝚋𝚎𝚗𝚝𝚊𝚛 𝚍𝚘𝚊𝚗𝚔
Eli Elieboy Eboy
𝚝𝚎𝚛𝚗𝚢𝚊𝚝𝚊 𝚜𝚒 𝚎𝚖𝚊𝚔 𝚌𝚞𝚖𝚊 𝚝𝚘𝚋𝚊𝚝 𝚜𝚊𝚖𝚋𝚎𝚕 𝚍𝚘𝚊𝚗𝚔
Eli Elieboy Eboy
𝚊𝚚𝚞 𝚖𝚊𝚖𝚙𝚒𝚛 𝚍𝚒 𝚜𝚒𝚗𝚒 𝚔𝚊𝚔
𝚜𝚘𝚊𝚕𝚗𝚢𝚊 𝚍𝚒 𝚏𝚋 𝚐𝚊𝚔 𝚙𝚞𝚊𝚜 𝚗𝚞𝚗𝚐𝚐𝚞 𝚐𝚛𝚎𝚐𝚎𝚝𝚗𝚢𝚊
fitri arip: wah, Terima kasih banyak banyak kak cantik. sehat selalu. makasih banget udah mampir.
total 1 replies
Eli Elieboy Eboy
𝚔𝚖𝚗 𝚖𝚒𝚔𝚞𝚝 𝚜𝚘𝚖𝚋𝚘𝚗𝚐 𝚖𝚞 𝚜𝚕𝚖𝚊 𝚗𝚎 𝚢𝚐 𝚜𝚕𝚕𝚞 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚑𝚒𝚗𝚊 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚌𝚊𝚌𝚒 𝚖𝚊𝚔𝚒 𝚜𝚊𝚛𝚒, 𝚖𝚎𝚗𝚊𝚗𝚝𝚞 𝚢𝚐 𝚙𝚕𝚒𝚗𝚐 𝚝𝚞𝚕𝚞𝚜 𝚍𝚊𝚗 𝚒𝚔𝚑𝚕𝚊𝚜 𝚖𝚎𝚛𝚊𝚠𝚊𝚝 𝚖𝚞
Siti Julaeha
Uda gila Susi ingat masa lalu jd melampiaskan kesari
Rilda Ummi ZhubaiRahmat
penulis sdh bisa membuat kita emosi, baca sj terus..😅
fitri arip: 🤣🤣🤣 sabar kak.
total 1 replies
Siti Julaeha
Luar biasa
Siti Julaeha
bagus Riri hrs ths buat jera daniel
Siti Julaeha
dasar bego Riri di bohongin mau aja jadi gembel
Siti Julaeha
rasain Lo Riri jaga mulut selalu hina sari
Siti Julaeha
hebat drama nya puja
Siti Julaeha
kasihan sari
JUw!T@ H∆t!
👍
Handayani sutani
sari ko baik banget yaaa padahal ibu mertuanyaa jahat banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!