Apa yang sudah digariskan oleh takdir maka tak ada yang bisa mengubahnya.
Vevina, gadis imut dengan segala pemikiran nya yang random serta tingkah nya yang konyol tapi menyimpan rasa sakit hati atas cinta pertama yang salah.
Luke, seorang aktor muda multitalenta didunia industri hiburan. Terkenal akan keramahan dan wajah tampan nya namun sangat tertutup rapat akan kehidupan pribadi nya terutama akan cerita tentang masa lalu nya.
Sempat terpisah jauh sampai takdir kembali mempertemukan mereka dengan cara nya..!!
Akan kah takdir bisa menyatukan mereka dan berdamai dengan masa lalu yang ada??!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lenariansy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28. Tak akan bisa!
Sandra kini tengah terbaring lemah dibalik selimut tebal nya, semenjak kejadian tadi sore diri nya tumbang dan tak sadarkan diri. Dokter Dita baru saja selesai memasangkan infus yang berguna untuk menggantikan cairan yang telah banyak keluar akibat diare hebat yang Sandra alami tadi.
Selain diare, Sandra pun mengalami demam tinggi akibat tubuh nya yang lemah dan ditambah diri nya yang diguyur air tadi sore. Kini panas pada tubuh Sandra masih bertahan namun menurut dokter Dita hal itu tak jadi masalah karena dokter Dita sudah memberikan obat melalui cairan yang dialirkan melalui selang infus yang sudah tertancap dipergelangan tangan Sandra.
"Bagaimana dengan Sandra, apa perlu dibawa ke klinik?" Tanya nenek yang dari tadi memperhatikan dokter Dita.
"Tante Sandra sudah tak apa nek, hanya perlu istirahat dan menghabiskan cairan infus ini. Besok pagi aku akan mengecek keadaan tante Sandra untuk memastikan nya lagi, sebaik nya ada yang menjaga tante Sandra untuk malam ini nek." Jelas dokter Dita panjang lebar.
"Baiklah kalau kau sudah bicara seperti itu, maka kita tunggu saja perkembangan nya."
Kedua nya lalu berjalan keluar dari kamar Sandra, dokter Dita membantu nenek untuk turun kelantai bawah melalui tangga menuju ruang makan untuk makan malam.
"Terima kasih Dita, silahkan duduk."
Nenek mempersilahkan setelah kedua nya tiba diruang makan, dimana hidangan telah tersaji. Kedua nya kini telah memposisikan diri duduk untuk memulai menikmati makan malam yang tersaji diatas meja makan.
"Dita, apa kabar ayah mu sekarang?" Tanya nenek seraya menikmati makanan nya.
"Kesehatan ayah sekarang sedang kurang baik nek, maka dari itu mereka masih belum bisa datang kesini." Jawab dokter Dita sendu.
"Apa kau ada rencana untuk menyusul kesana?"
"Iya, tapi tidak sekarang nek. Pekerjaan Dita masih tidak bisa ditinggal."
Nenek hanya mengangguk mendengar jawaban dokter Dita.
"Oh iya Dita, minggu depan nenek akan merayakan hari jadi. Nenek sudah meminta Sandra untuk mengatur nya disalah satu resort diluar kota, hanya acara kumpul-kumpul dengan keluarga dan kolega dekat saja. Nenek harap kamu bisa datang ya?"
"Iya nek, Dita akan usahakan untuk datang." Jawab Dita dengan senyum yang mengembang dibibir nya.
"Nenek sangat berharap Anna mau merayakan ulang tahun bersama dengan nenek tua ini lagi." Ucap nenek sendu.
Anna dan sang nenek memiliki tanggal kelahiran yang sama, dulu hampir setiap tahun perayaan ulang tahun Anna dan nenek di rayakan bersama namun semenjak kecelakaan yang merenggut nyawa sang papah, Anna tak lagi mau merayakan ulang tahun bersama dengan neneknya dan bermula dari insiden kecelakaan tersebut banyak hal yang selama ini tak Anna tau terungkap yang membuat nya sangat kecewa sang nenek dan Sandra.
Dita yang melihat kesedihan di wajah wanita tua itu pun merasa prihatin dan membuat nya berinisiatif untuk bisa membujuk Anna agar mau merayakan ulang tahunnya bersama sang nenek.
"Nenek jangan sedih ya, semoga saja Anna mau merayakan ulang tahun nya bersama nenek minggu depan. Dita akan usahakan bicara dan membujuk Anna." Ucap Dita tulus.
Nenek hanya tersenyum seraya menganggukkan kepalanya mendengar apa yang Dita katakan, walaupun dalam hati nya nenek sangsi apa Dita bisa membujuk Anna. Karena nenek sang mengenal tabiat keras kepala sang cucu kesayangan nya itu.
Setelah kedua nya melanjutkan makan malam mereka dengan diselingi obrolan-obrolan ringan.
Beralih keapartemen Luke dan Anna, mereka sekarang sedang duduk menikmati makan malam mereka bersama dengan Edo juga. Tak hanya tengah menikmati makanan yang terhidang, ketiga nya pun tengah membahas sebuah tawaran kerja sama dari salah satu produk baru dari sebuah perusahaan terkenal.
Dan kini mereka pun telah terhubung dengan boss dari agensi tempat Luke bernaung melalui layar tablet yang selalu Edo bawa kemana-mana.
"Hei boss, apa tidak bisa menunggu besok membahas tawaran ini? Coba lihat kami sedang makan ini. Mengganggu saja kau, dasar pak tua." Omel Anna yang merasa terganggu.
"Hei Anna aku belum setua itu." Gerutu sang boss walau diri nya sudah terbiasa dengan omelan dan protes dari sang manager artis nya itu.
"Aku sangat berharap kamu mau mengambil tawaran kerja kali ini Luke, karena akan sangat baik ke depan nya." Bujuk sang boss dari seberang sana.
"Iya, baik untuk rekening mu kan pak tua?" Sahut Anna dengan emosi.
Luke dan Edo hanya tersenyum melihat interaksi boss dan manager nya itu sekarang.
"Ayolah Ann, besar loo ini profit income nya buat perusahaan agensi kita. Dan untuk karir nya Luke pasti nya." Bujuk sang boss.
"Ohh... Sebesar itu kah? Bagi berapa persen dulu ini?!" Jawab Anna yang mulai tertarik dengan pembahasan tentang percuanan.
Luke dan Edo lagi-lagi hanya diam dan melanjutkan menikmati makan malam masing-masing sambil mengamati negosiasi yang sedang berlangsung sengit antara Anna dan sang boss.
Ya iya lah sengit kalau tentang cuan masa iya mau ngalah kan.. Iya kan??? Hehehe
Dan Anna pun tersenyum senang karena bisa membuat boss nya mau membagi 55% untuk sang artis.
"Baiklah boss, deal ya. Ditunggu kontrak kerja sama nya." Ucap Anna dengan lembut tak lupa senyum manis nya mengembang sempurna.
Setelah sambungan terputus, Luke dan Edo meledakkan tawa nya melihat Anna yang senyum-senyum sendiri setelah berhasil bernegosiasi dengan sang boss.
"Ann, kali ini boss pasti kesal banget hahaha..." Ujar Edo sambil mengingat wajah boss nya yang nampak kesal tadi.
"Biarin, siapa suruh ganggu aku makan." Anna melanjutkan makan malam nya yang tertunda.
"Do, bagaimana apa sudah kamu urus yang aku minta tadi?" Tanya Luke setelah tawa Edo reda.
"Sudah beres, tadi langsung dilunasi dan aku sudah menitipkan amplop yang kau berikan tadi kepada dokter Dita biar nanti dia yang menyampaikan nya ke keluarga Esther." Jelas Edo.
"Dita? Esther? Heii apa yang tak ku tau disini?" Tanya Anna kebingungan.
"Tadi pagi aku dan Edo ke klinik, biasa cuma pemeriksaan kesehatan rutin tiap bulan. Kalau Esther, dia pasien nya dokter Dita yang kebetulan aku kenal."
"Kenal dimana?" Tanya Anna yang semakin penasaran.
Luke kemudian menjelaskan kejadian dimana diri nya bertemu dan berkenalan dengan Esther serta menjelaskan penyakit yang Esther derita hingga mengharuskan nya dioperasi seperti yang iya dengar dari dokter Dita. Mendengar cerita Luke, Anna merasa kasihan dengan gadis kecil yang malang tersebut dan ingin bertemu langsung dengan Esther.
"Kalau dia sudah bisa dijenguk biar aku yang wakili kamu buat jenguk ya." Pinta Anna antusias.
Luke hanya menjawab dengan senyuman.
"Oh iya, tadi di klinik kami juga ketemu dengan tante Sandra." Tiba-tiba Edo nyeletuk tanpa dosa. "Aneh dech Ann, pipi nya lebam kaya habis kena tapak dewa." Cerocos Edo tanpa saringan.
"Oh ya, apa selain itu ada yang terlihat cacat atau apa gitu?" Tanya Anna yang memancing kecurigaan Luke.
"Gak tu, cuma lebam. Selebih nya baik-baik saja, emang kenapa Ann?" Edo pun merasa curiga dengan pertanyaan Anna.
"Ohh gak koq cuma tanya aja."
Anna jadi salah tingkah ditatap oleh kedua laki-laki yang duduk dihadapannya sekarang terlebih Luke menatap nya dengan tajam, seperti paham kalau diri nya sedang menyembunyikan sesuatu.
Anna pun bercerita tentang kejadian yang terjadi tadi pagi, dimana Sandra yang datang sampai Yuna yang menyerang Sandra karena membela nya. Tak hanya itu, Anna juga menceritakan permintaan Sandra kepada nya, mendengar apa yang Anna cerita kan membuat Luke mengepalkan kedua tangan nya menahan emosi mendengar apa yang Anna ceritakan.
Edo yang mendengarkan cerita Anna pun menggeleng kan kepala nya, yang Edo pikirkan adalah kenekatan Yuna yang ikut campur urusan Anna dan sang ibu sambung. Walaupun niat Yuna adalah membela sahabat nya namun menurut Edo itu adalah tindakan yang bar-bar dan tidak menyangka karena tidak sesuai dengan penampilan nya yang terkesan imut.
"Jadi maksud mu, Luke akan bertunangan dengan dokter Dita?" Tanya Edo setelah mencerna cerita Anna.
Anna pun hanya menganggukkan kepala nya.
"Tapi bagaimana bisa?" Edo menatap Luke seakan mencari jawaban dari Luke.
"Tak akan bisa." Jawab Luke tegas.
.
.
.
.
.
.
.
Terima kasih untuk dukungan nya 💜Borahe💜
panjang bnget narasi nya..
kok gk di pisah2