"Memilikimu Dalam Hati 2" merupakan kelanjutan kisah Velix dan Jesi pada novel "Memilikimu Dalam Hati" sebelumnya. Dalam kisah ini, cinta Velix dan Jesi pun kembali diuji meski mereka sudah hidup bahagia dalam bahtera rumah tangga yang bahagia. Dibandingkan dengan versi 1, di versi ini akan lebih banyak konflik yang menguras emosi pembaca.
Nanti keseruan ceritanya... Dan selalu tunggu updatenya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lhanly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mie Instan
"Velix, kau di sini?" Panggil Sesil saat bertemu Velix di salah satu mini market di kota asal.
"Oh, kau. Apa kabar?" Tanya Velix bernada basi.
"Aku baik baik saja." Jawab Sesil.
"Kau makan mie instan? Jessi ke mana?" Sambung Sesil.
"Kebetulan aku sedang beli minum di sini, dan tergoda dengan aroma mie instan. Sudah lama sekali aku tidak makan makanan ini. Kau tahulah, Jessi sangat menjaga makanan ku. Dia ingin aku mengkonsumsi makanan yang sehat buatannya." Jawab Velix.
"Lalu, kenapa kau berani makan ini?" Tanya Sesil.
"Sudah ku bilang aku sangat tergoda dengan aroma nya. Karena itu aku makan sebungkus saja. Jessi pasti tidak akan tahu." Jawab Velix.
"Apa Jessi tidak bersama mu?" Tanya Sesil.
"Tidak, Jessi tidak di sini. Aku datang kemari sendiri." Jawab Velix.
"Oh, begitu." Jawab Sesil.
"Kau sudah makan? Ayo makanlah." Ajak Velix.
"Iya, kebetulan aku juga sedang lapar." Jawab Sesil.
"Sebentar, aku ambil minuman dulu." Jawab Velix sambil bergegas meninggalkan Sesil.
"Baiklah." Jawab Sesil.
"Ddrrrtt.... dddrrrrttt...." Ponsel Velix berdering.
Velix tidak sengaja meninggalkan ponselnya di atas meja makan.
Sesil melihat ke layar panggilan di ponsel Velix, dan terlihat di sana ada nama "My Wife" yang berarti panggilan telepon itu dari Jessi.
Sesil melirik ke arah Velix, memastikan Velix tidak sedang melihat ke arah nya. Kemudian Sesil menjawab telepon dari Jessi di ponsel nya Velix.
"Hallo Jess." Sahut Sesil.
"Hallo, kamu siapa?" Tanya Jessi sangat terkejut saat mendengar suara wanita lain yang menjawab ponsel suami nya.
"Aku Sesil, maaf aku terpaksa menjawab telepon mu. Karena Velix sedang ada di toilet." Jawab Sesil.
"Kau sedang bersama nya?" Tanya Jessi.
"Iya, Velix mengajak ku makan mie instan bersamanya." Jawab Sesil.
"Mie instan?" Jawab Jessi.
"Iya, apa kamu tidak membuatkan nya sarapan, sampai dia terpaksa harus makan makanan seperti ini?" Tanya Sesil.
"Aku sedang tidak bersamanya. Aku sekarang ada di kota M." Jawab Jessi.
"Oh jadi begitu. Baiklah Jess, nanti akan ku minta dia menghubungi mu jika sudah kembali." Ucap Sesil.
"Baiklah Sil, terima kasih. Bye.." Ucap Jessi.
Kemudian Sesil Segera menutup teleponnya. Tidak lupa dia juga menghapus riwayat panggilan dari Jessi, agar tidak di lihat oleh Velix.
"Sil, kau belum buat mie instan mu?" Tanya Velix.
"Oh, ya. Aku akan membuatnya sekarang." Jawab Sesil.
"Oh ya, bagaimana dengan program kehamilan kalian? Aku mencoba mencari kalian, tapi ternyata kalian sudah kembali ke kota M." Ucap Sesil.
"Dari mana kau tahu kami sudah kembali ke kota M?" Tanya Velix.
"Aku tahu sejak terakhir bertemu dengan ku di rumah sakit, kalian bertengkar hebat. Apalagi kau sampai berkelahi dengan Wandy. Pasti masalah nya sangat serius. Oh ya, apa kalian berkelahi karena kejadian di caffe waktu itu?" Tanya Sesil.
"Kau belum menjawab pertanyaan ku Sil. Kau tahu dari mana aku dan Jessi sudah kembali ke kota M?" Tanya Velix.
"Setelah beberapa hari tidak ada kabar dari kalian, aku mencoba datang ke rumah Jessi. Aku hanya bertemu ibu Robiyah, dan ibu Robiyah lah yang mengatakan bahwa kalian sudah kembali ke kota M." Jawab Sesil.
"Apa kalian sudah melakukan check up kesehatan?" Tanya Sesil.
"Check up kesehatan?" Tanya Velix.
"Iya, apa Jessi belum memberitahu mu?" Tanya Sesil.
"Kapan kau bicara dengan nya?" Tanya Velix.
"Tiga hari setelah kalian kembali ke kota M. Aku menelpon Jessi dan memberitahu nya." Jawab Sesil.
"Jadi, kau sempat bicara dengan Jessi di telepon?Jessi sama sekali tidak pernah mengatakan hal itu pada ku." Jawab Velix.
"Aku jadi tidak habis pikir dengan sikap Jessi. Katanya akan segera melakukan Check up kesehatan secepatnya. Tapi ternyata dia malah belum memberitahu mu sama sekali. Sebenarnya Jessi berniat untuk punya anak dari mu atau tidak sih?" Ucap Sesil.
Velix hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan Sesil.
"Kenapa aku jadi tiba tiba merasa... Ah sudahlah." Ucap Sesil tanpa melanjutkan kata kata nya.
"Kau merasa apa?" Tanya Velix.
"Aku merasa jika cinta Jessi pada mu mulai terbagi." Jawab Sesil.
"Terbagi? Apa maksud mu?" Tanya Velix.
"Ahh, maafkan aku. Ini hanya perasaan ku saja. Aku lihat Wandy terlalu memberikan perhatian besar nya pada Jessi. Sementara Jessi pun selalu menyambut nya dengan baik. Jika benar Wandy menyukai istri mu, bukankah sikap Jessi bisa di artikan sebuah harapan bagi Wandy?" Tanya Sesil.
"Tidak, Jessi bukan orang yang seperti itu." Jawab Velix.
"Aku sangat mengenal sikap Jessi jauh sebelum kau mengenal nya. Perasaan Jessi itu sangat lembut. Dia akan mudah terhanyut oleh orang yang memberikan perhatian lebih pada nya. Dan aku melihat perhatian lebih itu ada dari Wandy untuk istri mu." Jawab Sesil.
"Wandy memang menyukai istri ku sejak Jessi belum menjadi istri ku. Tapi aku juga sangat mengenal Wandy, dia bukan orang yang semudah itu melakukan hal buruk hanya untuk memenuhi keinginan nya." Jawab Velix.
"Dalam cinta apa saja bisa dilakukan. Termasuk merebut Jessi dari tangan mu. Wandy hanya tidak berani menampakkan nya pada mu." Jawab Sesil.
"Kau jangan sok tahu." Jawab Velix pada Sesil.
"Velix, aku ini wanita. Wanita lebih mengenal sikap pria, dibanding pria itu sendiri. Pria mana yang mau dengan mudah membiarkan wanita yang dicintai nya untuk di miliki orang lain?" Jawab Sesil.
"Pria yang sangat mencintai seorang wanita pasti akan memperjuangkan nya. Sama seperti apa yang kau lakukan terhadap Jessi dulu. Kau berani mengorbankan Mey istri mu hanya untuk menjadikan Jessi milik mu. Wandy pun pasti akan seperti itu." Sambung Sesil.
"Kita lihat saja nanti. Jika dia berani menyentuh istri ku, maka jangan harap aku akan memaafkan nya." Jawab Velix.
Terlihat emosi yang mulai meninggi di dalam hati Velix. Pertanda Velix sudah termakan hasutan Sesil. Sesil berhasil memanfaatkan keadaan dari hubungan Jessi dan Velix yang sedang kurang baik.
"Habiskan makanan mu, lalu aku akan mengajak mu ke suatu tempat." Ucap Sesil.
"Aku sudah tidak berselera lagi. Emangnya kita mau ke mana?" Tanya Velix.
"Ke suatu tempat yang akan membuat mu lebih rilex dan bisa sedikit melupakan masalah mu." Jawab Sesil.
"Tidak perlu, aku akan langsung pulang saja sekarang. Aku ingin istirahat. Semalaman aku lembur di kantor. Aku sangat lelah hari ini." Jawab Velix.
"Kebetulan sekali kalau begitu. Aku juga ingin ke rumah sakit. Rumah mu searah kan dengan rumah sakit. Apa aku bisa menumpang di mobil mu?" Tanya Sesil.
"Baiklah, ayo pergi." Jawab Velix.
BERSAMBUNG...
trs semangat ka Lhanly🤗😘