NovelToon NovelToon
Boy For Rent

Boy For Rent

Status: tamat
Genre:Dosen / One Night Stand / Romansa / Tamat
Popularitas:4.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: lena linol

Sequel My Hot ART, anak Sean dan Irene

Mendapatkan kado tidak terduga dari temannya. Kado tersebut seorang pria sewaan atau bahasa kasarnya adalah 'gigolo' yang akan menemaninya satu malam.

"Ajari aku berciuman dan bercinta," ucap Jeesany kepada pria sewaan itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lena linol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Si Merah?

"Bisakah Ayah keluar dari kamarku!" omel Jeesany kepada Sean yang sejak tadi duduk di sofa yang ada di dalam kamarnya.

"Sebentar lagi," jawab Sean sambil menatap istrinya yang sudah merebahkan diri di atas tempat tidur sambil memainkan ponsel.

"Ayah!!!" omel Jeesany lagi dengan sangat kesal dan berkacak pinggang.

"Iya, iya, baiklah," jawab Sean seraya beranjak dari duduknya, lalu keluar dari kamar putrinya, saat sampai di ambang pintu dirinya menoleh ke belakang menatap istrinya dengan perasaan sedih karena malam ini dirinya akan tidur sendirian.

"Selamat tidur, anak Ayah. Jangan lupa mimpi indah," ucap Sean kepada putrinya yang akan menutup pintu kamar.

"Terima kasih, Ayah tampan, selamat malam dan selamat tidur," jawab Jeesany.

Pintu kamar Jeesany sudah tertutup rapat dan langsung di kunci dari dalam.

Sean menghembuskan nafasnya dengan kasar seraya mengelus pintu tersebut berulang kali. "Huh, kenapa dia selalu memberikanku hukuman yang sangat berat sih?!" keluh Sean, kemudian berjalan menuju kamarnya dengan langkah gontai. Malam ini dirinya tidak akan bisa tidur nyenyak karena guling hidupnya tidak berada di sisinya.

Irene menatap putrinya yang sudah naik ke atas tempat tidur.

"Bunda ayo kita bergosip," ajak Jeesany, saat sudah merebahkan dirinya di samping Irene.

"Bergosip? Sepertinya kita sudah lama tidak melakukannya. Jadi mari kita bergosip sampai pagi!" Irene sangat semangat. Malam itu dirinya dan Jeesany membicarakan banyak hal, hingga keduanya sampai lupa waktu karena terlalu asyik bergosip ria.

*

*

"Jadi Abang akan kerja part time di Kafe-nya Kak Satria?" tanya Bulan memastikan.

Langit mengangguk pelan sebagai jawaban.

"Kak aku--" suara Bulan tercekat karena dirinya menahan tangis, ia merasa bersalah karena kakaknya harus banting tulang untuk biaya pendidikannya.

"Jangan memikirkan apa pun. Kakak kerja keras untukmu, jadi cukup belajar dengan rajin dan tunjukkan prestasimu, itu sudah membuat Kakak merasa senang dan bahagia," ucap Langit saat melihat adiknya ingin menangis.

Bulan menekuk bibirnya ke bawah lalu memeluk Langit dengan erat. "Terima kasih, Kak. Aku berjanji akan belajar dengan giat," jawab Bulan yang kini sudah terisak di pelukan Langit.

Langit mengelus punggung adiknya dengan kasih sayang. "Jangan menangis, Lan, nanti jika ibu melihatnya bisa menjadi beban pikirannya," ucap Langit seraya mengurai pelukan adik itu itu.

"Ibu sudah tidur, Kak," jawab Bulan lalu memeluk kakaknya lagi yang bersandar di kursi ruang tamu.

Tanpa mereka sadari, Jingga mendengarkan permbicaraan kedua anaknya itu. Jingga duduk di kursi rodanya, tadinya ia ingin ke ruang tamu untuk menonton televisi akan tetapi dirinya mengurungkan niatnya saat mendengar pembicaraan Langit dan Bulan.

"Orang tua macam apa aku ini?! Seharusnya aku memberikan kebahagiaan kepada anak-anakku, bukannya malah menyusahkan seperti ini!" Jingga berbicara kepada dirinya sendiri, air matanya mengalir deras di pipinya.

"Aku harus cepat sembuh agar tidak menyusahkan kedua anakku lagi." Jingga segera kembali ke dalam kamarnya menggunakan kursi rodanya.

"Kak, boleh aku bertanya sesuatu?" tanya Bulan kepada Langit yang kini sedang fokus layar laptopnya.

"Boleh, tanyakan saja," jawab Langit tanpa menoleh.

"Si merah itu siapa?" tanya Bulan.

Langit mengernyit lalu menoleh dan menatap adiknya dengan heran.

"Merah?" beo Langit tidak mengerti.

"Iya, Si Merah yang ada di kontak ponsel Kakak," jelas Bulan.

"Oh, itu ... teman Kakak," jawab Langit asal, ia baru mengingat jika menyimpan nomor Jeesany di daftar kontak ponselnya itu dengan nama 'Si Merah'.

***

Pak Dogan kayaknya masih terngiang dengan Lingerie merah ya? 🤣

Vote, like, komentar dan kasih Gift seikhlasnya ya, bestie❤💃

1
hana
paling keren cerita anaknya sean daripada anak J4 lainnya🤭.
aku baca berulang - ulang ga pernah bosen.
hana
sean bener2 bijak dan keren
hana
cih, gwen tanya gitu apa gak ngaca gimana masa lalu nya dia😑😑😑
hana
langit ini masih lumayan loh dosen🤔 apa kabar nya jeff suami safira 😑😑😑
retno❤️
Suka banget sama karya2 Kak Othor. Next mau lanjut baca cerita Kak Othor selanjutnya. Semangat trs berkarya Kak dan sukses selalu🙏🏻🤗
Dysha♡💕
terharu nya😍
Luh Nanik
disini aja Thor.. aku ndk punya tetangga sebelah 😁😁
Luh Nanik
/Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
Rahma Wati
Luar biasa
Angelica James
MBA itu apa?
Su pendi
Luar biasa
Maia Mayong
hahahhaha AQ baca ny jg dr td syum2 sndri z . hahhahha
dhedoy wahyudi
Luar biasa
Yunii Wahyunii
semangat kk aku mendukungmu
karyamu selalu KERENN
Syarifah Syarifah
Luar biasa
Tutik Sriwahyuni
hayuk kak semangat.... abaikan jempol yg gak bermanfaat dan tetap semangat dalam berkarya
Dyah Oktina
Aamiin. .. dengan doa yg sama u author sekel
Dyah Oktina
kirain.. bakal gitu doang ending nya... 🤭😁😁.. ma kasih thor ..ada ekstra part nya.. 👍🏻🙏🙏
Dyah Oktina
kuasanya mak2.. memang tiada dua nya
Dyah Oktina
cieeeee... 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!