Alina Hartawan gadis malang yang harus menebus semua hutang Ayah nya dengan cara terpaksa menikahi Ceo yang sangat Arogan dan Kasar padanya.
Akan kah Alina bisa meluluh kan hati sang Ceo dengan kelembutan yang ia miliki yuk merapat buat yang pengen tau kisah selanjutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon si imuut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 29
Zian mondar mandir didalam apartemen nya menunggu Alin yang tak kunjung muncul hingga malam datang.
''Ting... tung.. ''
Suara bel apartemen itu pun berbunyi menyadarkan Zian dari lamunannya
''Itu pasti dia, awas saja akan ku maki-maki dia'' geram Zian.
Dia bergegas membuka pintu,saat pintu dibuka bukan sosok Alin yang Dia lihat melainkan Zoya yang datang dengan tak tau malu langsung meraba dada bidang itu.
''Hallo sayang, sepertinya kau sedang menunggu ku ya.'' bisik Zoya dengan nada yang dibuat semanja mungkin.
''Hmm,,, bukan begitu sayang, aku lagi menunggu wanita itu dia pergi tanpa minta izin lebih dulu dan meninggalkan ruangan ini dalam keadaan yang sangat kacau. tidak biasanya dia seperti itu. ''
''Bagus lah sayang kalau dia pergi kita jadi bisa bermesraan tanpa di ganggu oleh nya.''
Zoya pun menarik krah baju Zian dan mencium lembut bibir Zian. mereka menikmati nya beberapa saat tapi tak lama Zian menyudahi cumbuan Zoya. Karna saat bercumbu dengan Zoya tiba-tiba terlintas bayangan Alin di benak nya, dan itu berhasil membuat mood nya hancur.
''Maaf sayang aku tak bisa melanjutkan nya kau duduk lah, akan ku buat kan minuman. ''
''Hais apa ini semua karna dia? apa dia sudah mengisi ruang dihatimu? atau apakah kau sudah mulai mencintai nya Zian?.'' cerca Zoya.
''Sudah lah Sayang aku tak ingin berdebat jadi jangan tanyakan hal-hal tak masuk di akal. atau kau akan pergi meninggal apartemen ini. ''
''Ok... baik lah aku akan diam untuk kali ini''
"Kita lihat saja Zian kau tidak akan pernah bisa bertemu dia lagi karna dia sudah keneraka" batih Zoya merasa puas karna usaha nya untuk melenyapkan Alin telah berhasil. dan sekarang dia hanya menunggu Zian tenang dan tak lagi memikirkan perempuan itu lagi
Hingga tengah malam Mereka hanya duduk di sofa dengan tv dan Zian terus memencet-mencet remot tv tanpa tahu apa yang akan dia nonton.
''Hayolah sayang, kau ini kenapa Zian apa otak mu benar-benar sudah di tasik perempuan licik itu?'' geram Zoya karna dia tak berhasil menaklukkan hati Zian yang sedang kalut.
''Zoya ku mohon malam ini kau pergi lah, aku butuh sendiri.dengan adanya kau disini aku malah tambah jadi pusing. ''
''Tap... tapi Zian.. ''
Belum sempat Zoya berbicara Zian sudah menarik lengan nya untuk keluar dan mengunci pintu apartemen nya.
''Huuuffffttt''
''Dasar Alin berengsek sudah mati saja masih menyusahkan aku. Awas saja besok aku akan kembali lagi Zian. karna mau adalah aset ku dan tak akan pernah ku lepaskan.'' Zoya meninggalkan apartemen itu dengan perasaan kesal dan tak terima kalau dia diusir oleh Zian sendiri.
Setelah kepergian Zoya dari apartemen Dia kemudian menenggak sebotol minuman keras dan duduk disofa, Zian teringat perkataan Zoya.
''Apa benar dia mulai mengisi relung hatiku,dan apa benar aku sudah mencintainya? tidak.... tidak itu tidak mungkin karna aku sangat membencinya yang aku cinta hanya Zoya dan cuma Zoya. ''
Zian berfikir keras dan berperang dengan hatinya sendiri. Mungkin kah rasa itu telah tumbuh atau hanya sekadar terbiasa dengan keberadaan Alin yang selalu menyiapkan semua keperluan nya. Entah lah Zian pun juga bingung...
Zian terus menenggak minuman nya sampai habis dan tak sadar Dia tertidur di sofa karna pengaruh alkohol yang Dia nikmati hingga botol nya berserakan dimana-mana.
🦋🦋🦋
eeh ada kak inem ..🤗🤗😂😂🤭makin seru wae ki lanjutt