Skandal antara gadis SMA dengan pria kejam yang suka mengomeli serta memarahi bawahannya.
Rezvan merupakan pria tampan dengan hidung mancung mirip prosotan TK, serta rahang kokoh dan bentuk tubuh gagah nyaris sempurna. Namun sayangnya, sesempurna itu pun Rezvan, dia tetap saja menjadi bahan gibah, orang-orang masih saja menemukan kejelekannya. Rezvan Playboy, pemain unggul hati wanita, brengsek, kejam tak punya perasaan dan masih banyak lainnya yang terlalu panjang 'tuk dijabarkan.
Akan tetapi bagaimana jadinya jika salah satu penggosip malah terlibat masalah dengan dirinya.
"Eh, eh... iya. Anak Jeng Meysa itu emang kelewatan brengseknya. Masa coba dia menghamili Audi yang masih SMA?!" Kata salah satu ibu-ibu tepat di depan Audi. Sial, dia digosipkan di depan matanya sendiri.
Apakah itu azabnya karena sudah terlalu sering menggosip?
.
.
.
Selengkapnya hanya di LOVE MAS GALAK
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saiyaarasaiyaara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
○-28-○
Hhhhaaaaaiiii...😍😍
Aku update lagi nih!
Syuka nggak?
Kemaren nggak update ada yang kangen??
Angkat tangan siapa saja yg kangen dan gak sabar update...🙋♀️🙋♂️
Hhhaaayyyoooooo, ada yang mau cepat update?
kalau ada yg rajinlah tinggalkan komentar🤗🤗
Skip!
Selamat membaca!!
😘💜💜
○
○
○
"Oh, Mas Rez-Rezvan! Kemanakah dirimu menghilang pergi, kemana lagi aku harus mencarimu? Sudah selalu kupantau rumah Aunty Mey tanpa bosan, tapi kamu tetap tak pernah berada disana.." Audi berguling dikasurnya seraya memeluk erat boneka katak pemberian Rezvan.
"Aku merindukanmu!" Ungkap Audi melonggarkan pelukannya agar bisa menatap boneka kataknya membayangkan seolah itu adalah Rezvan.
"Huuhhh... aku jujur dan serius akan hal itu tidak bohong, percayalah!!" Audi duduk menatap boneka kataknya intens.
"Aku berkata kebenarannya Mas Rez-Rezvan, tapi kenapa kamu tak kunjung menemuiku? Adakah keraguan dan halangan yang menghambat langkah dan membuatmu tak bisa menemuiku, ataukah ada wanita lain yang membuat terkesima sehingga melupakanku, melupakan kenangan penyiksaanmu padaku." Tatapan Audi makin dalam bahkan sudah memelototi boneka katak yang dihayalkannya jadi Rezvan.
Audi tampak kian menggila berbicara sendiri seolah-olah dia punya teman bicara.
"Jawab! Jangan diam saja, bukankah kamu punya mulut!!" Bentak Audi mulai gila.
"Bicaralah! Bukankah biasanya mulutmu selalu bawel mengomeli dan memarahiku.. ayo katakanlah apa maumu, hahh!!" Audi mulai geram melepaskan pelukannya dari boneka kataknya lantas menggocangkan boneka katak seolah dia sedang menggoncangkan tubuh Rezvan.
Plak,
Plakk,
Tanpa dapat ditahan lagi Audi memukuli boneka katak yang malang itu demi melampiaskan amarahnya pada Rezvan.
"Rasakan pukulanku, kamu pantas mendapatkannya!!" Geram Audi membabi buta memukuli boneka kataknya penuh amarah seperti orang kesetanan.
Byuurrr...
Tiba-tiba Audi merasa dingin terguyur air lantas mendongak dan menemukan Mira dan Laras disana.
"Akhirnya kamu sadar juga Di, huhhh.." Laras mendesah lega.
"Ckck, dasar bucin!! Sudah mirip pasien RS saja gilanya gak ketolong." Cibir Mira tak habis pikir sedari tadi memperhatikan Audi yang demikian gilanya mengajak boneka kataknya mengobrol.
Mana mungkin boneka kakaknya bisa membalas ucapan terkecuali ada isinya. Semisal, teknologi canggih yang rancang untuk merespon atau tehnik dukun yang memasukkan roh atau jin kedalamnya. Nah, jika yang terakhir kejadian dan terjadi, maka Mira secepatnya bakalan kabur tanpa memperdulikan Audi.
Kembali ke topik utama, dimana sebenarnya sedari Audi mengajak bonekanya mengobrol, Mira dan Laras sudah ada dikamar memperhatikannya. Awalnya mereka biarkan saja, mereka maklum namanya juga budak cinta jadi rada tidak waras.
Namun, ketika Audi makin menggila mereka pun segera menyadarkannya. Laras memanggil nama Audi terus-menerus dan Mira yang inisiatif mengambil air dari kamar mandi dan terjadilah insiden basah.
"Berhenti bertingkah gila lagi Audi, gue jenuh ngeliatnya. Dan ingat tadi sebelum kami kemari kamu yang mengundang serta membujuk kami agar datang dengan rayuanmu yang mengatakan disini banyak makanan. Sekarang kita sudah datang, mana makanannya? Cepat ambilkan dan jangan mengeluh sebab tamu adalah raja.." ucap Mira dengan angkuhnya sebelum dia keluar kamar Audi dan bersantai di ruang tengah sambil menekan tombol on remot televisi.
Begitulah kelakuan temannya ketika bertamu, suka tak tahu diri dan seenaknya memperlakukan rumahnya seperti rumah sendiri.
Sementara Laras yang masih bertahan dikamar mendekati Audi seraya mengelus kepala dan menepuk bahu Audi pelan, "ululuhhh.. sahabatku yang cantik terinpeksi penyakit cinta. Tetapi, tenang saja aku Laras akan membantumu!"
"Benarkah?" jawab Audi cepat dan bersemangat. "Kalau begitu tolong bantu aku membuat Mas Rez-Rezvan segera menemuiku.." Jawab Audi semangat.
Emosinya yang tadinya ada ketika mengamuk pada boneka katak hilang entah kemana. Sementara omongan Mira seakan jadi angin lalu buatnya, Audi tidak peduli itu. Kalau Mira mau makanan tinggal ambil di dapur saja kenapa Audi mesti repot kan Mira masih punya tangan dan kaki.
"Jangankan menemuimu, membuatnya tak bisa jauh darimu pun bisa sayang.." jawab Laras tersenyum misterius dan aneh.
Audi mengernyit ragu, "benarkah? kamu tidak sedang mempermainkanku kan Laras.."
"Siapa yang mempermaikanmu, aku, saya, gue sahabatmu sedang bersungguh-sungguh berniat membantumu menyelesaikan persoalan cinta!" Tegas Laras dengan serius.
"Ok, aku percaya. Kalau begitu katakan bagaimana caramu membantuku?"
Laras menatap serius Audi lantas mendekat dan berbisik, "kita kedukun saja biar Mas Rez-Rezvanmu kelepek-kelepek padamu.."
"Ide bagus Ras, kemarin-kemarin kok aku gak kepikiran kesitu ya.. eh, tapi loh tau tempatnya nggak nih?"
"Makanya aku beritahu supaya kamu tahu dan tenang saja aku tau tempatnya!"
○○○
"Mira kamu jaga rumah ya, Aku dan Laras mau pergi sebentar!" Audi sudah nampak rapih buru-buru keluar bersama Laras tanpa memperdulikan jawaban Mira.
Keduanya pun menuju tempat yang Laras maksudkan.
"Ini dimana Ras, bukannya kita kedukun, ya, tapi kok malah kesini ketempat yang aura mistisnya saja jauh dari kata ada. Ini beneran tempat dukun?" Tanya Audi mengerutkan dahinya keheranan.
"Ckck, temanku yang oon." Laras menggelengkan kepalanya membuat Audi makin kebingungan. "Bukanlah, memangnya kamu gak lihat ini mall tempat pusat perbelanjaan?"
Audi menghembuskan nafasnya kasar. "Terus kenapa kamu membawaku kemari bukannya kamu bilang kita mau ke dukun.." tuntut Audi.
Laras memutar bola matanya seraya mendesah kasar, "hari gini kamu masih percaya dukun, di jaman teknologi yang sudah canggih begini? Dasar manusia kono!!"
Audi akan membalas ucapan Laras, tapi didahului Laras, "udalah gak usah banyak tanya ikuti saja gue! percayakanlah semuanya urusanmu pada sahabatmu ini.."
"Dari tadi ngomong gitu, 'percayakan pada sahabatmu ini,' tapi gimana mau percaya.. omongan dan perbuatanmu gak sejalan. Ngomongnya ke dukun tapi malah bawa ke Mall! haiss yang benar saja.." jawab Audi dengan jengkelnya.
"Oh, tentu saja kita kedukun!" saut Laras yakin. "tapi ke dukun canggih alias mbah google! dan sekarang kita cari persembahannya dulu disini," sambungnya menyebabkan Audi makin ragu juga bingung dengan rencana Laras.
Audi menghela nafas, "nyesal gue percaya pada loh.."
"Nyesalmu telat, blweekk.." Laras memeletkan lidahnya lantas dengan sedikit paksa menyeret Audi menyusuri mall.
○○○
Audi pulang kerumahnya langsung menghempaskan dirinya duduk di sofa dekat Mira yang asik menonton.
"Gimana acaranya udah puas ninggalin tamu dengan teganya sendirian dirumah?" Sinis Mira tanpa mengalihkan pandangannya dari televisi.
"Jelas puaslah kan nggak ada yang ganggu, ya kan Di?" jawab Laras ketus.
Audi tersenyum kecut, "hm."
Mira mengabaikan kedua temannya dan fokus tetap fokus pada televisi.
"Oh, iya Audi. Jangan lupa pesanku yang tadi, kalau barang yang kita beliin tadi mesti kamu pakai, ok!" Ucap Laras mengingatkan.
"Iya!" jawab Audi singkat.
"Jangan iya ajalah.."
"Terus apa?"
Belum juga Laras menjawab, Mira tiba-tiba saja berdiri dengan galaknya menatap kedua temannya tajam, "bisa diam nggak sih, film gue lagi seru-serunya tuh!!"
○○○
TO BE CONTINUED
14-06-2020
Aku akan senang bila di sapa..!😍😍
Facebook : saiyaara saiyaara
Instagram : Saiyaarasaiyaara
Noveltooon : Saiyaarasaiyaara
udh tau udah halal,mke di pisahin... alhasil deh...tuh iblis nya kluar...buat balas dendam.
aqu' padamu mas rez rezvannn.....hayu serbuuuu Adrian 🤣🤣🤣