Follow ig 👉 @sifa.syafii
Fb 👉 Sifa Syafii
Karena sebuah kejadian yang tidak disengaja, Reyhan harus menikahi Tia, mahasiswanya sendiri. Meskipun tidak ada rasa cinta di antara mereka, tapi mereka berkomitmen tidak akan pernah bercerai. Bagi mereka pernikahan bukanlah main-main, dan mereka ingin menikah hanya satu kali dalam hidup mereka.
Di hari ke-tiga usai pernikahan mereka, kekasih Tia yang kuliah di luar negeri, datang. Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Yuk simak ceritanya. 😍
NB : Novel ini berhubungan dengan novel yang berjudul "Kisah Cinta Arka".
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 29
Setelah mengantar pulang Bu Tari, Reyhan dan Tia segera kembali ke apartemen. Ketika mobil Reyhan keluar halaman rumah Pak Adam, mobil Arka masuk. Mobil mereka hampir berpapasan. Karena kaca mobil yang tertutup dan cenderung gelap, sehingga mereka tidak tahu orang yang ada di dalam mobil.
"Makasih Kak, mau mampir dulu?" ucap Jasmine seraya turun dari mobil.
"Tidak. Aku langsung pulang saja," jawab Arka jutek.
"Ya sudah, sampai jumpa," balas Jasmine sambil menggoyangkan tangannya ke kanan dan ke kiri tanda dada. Arka pun melajukan mobilnya pergi dari rumah Jasmine.
Jasmine segera masuk ke dalam rumah dan masuk ke dalam kamarnya.
"Hah suami apaan jutek banget kayak gitu? Untung aja tampan. Sabar Jasmine, yang penting lulus kuliah dulu. Enggak usah mikirin yang lain," gumam Jasmine pada dirinya sendiri sambil rebahan di tempat tidurnya.
***
Setelah sampai di apartemen, Tia segera merebahkan tubuhnya di sofa ruang tengah. Dia merasa sangat lelah. Reyhan yang melihat Tia kelelahan segera menghampirinya.
"Kamu kenapa?" tanya Reyhan sambil duduk di samping Tia.
"Hanya lelah, tolong ambilkan aku minum Mas," pinta Tia. Reyhan pun segera mengambilkan air minum di dapur dan memberikannya pada Tia.
"Apa perlu kita ke dokter?" tanya Reyhan lagi.
"Tidak Mas, aku akan istirahat saja di kamar," jawab Tia seraya bangkit dari sofa, tapi tiba - tiba Reyhan menggendongnya. Tia pun meronta - ronta minta di turunkan.
"Mas, aku bisa jalan sendiri, turunkan aku!" ujar Tia.
"Biar aku antar ke kamar sayang ... " jawab Reyhan lembut. Tia pun pasrah digendong Reyhan ke dalam kamar.
Setelah sampai di dalam kamar, Reyhan membaringkan tubuh Tia di atas tempat tidur dengan pelan - pelan. Tidak lama kemudian ponsel Tia berbunyi. ID penelepon menunjukkan nama Salsa.
"Hallo Sa ... " sapa Tia dengan lembut.
"Hai Tia, lama enggak ada kabar. Gimana keadaan kamu?" tanya Salsa dengan semangat.
"Baik Sa, kamu gimana?" tanya Tia balik.
"Aku baik juga. Oh iya aku cuma mau kasih tahu kamu, 2 minggu lagi Arka akan menikah. Kamu bisa datang kan?" ujar Salsa.
"Aduh, enggak bisa Sa. Pas banget waktunya adik iparku juga nikah. Enggak mungkin kan aku enggak hadir di pernikahan adik suamiku?" balas Tia.
"Ya udah enggak apa - apa Tia. Nanti aku kasih tahu Arka. Udah dulu ya. Aku cuma mau ngabari itu aja. See you," pamit Salsa.
"Makasih Sa," balas Tia.
***
Dua minggu kemudian
Pesta pernikahan Arka dan Jasmine di adakan di hotel RATU. Jasmine dan keluarganya sudah datang termasuk Tia, Reyhan dan Adimas kakaknya Reyhan yang tinggal di Jerman.
Jasmine sudah gugup menanti kedatangan Arka yang belum datang juga. Dia khawatir kalau Arka akan membatalkan pernikahannya karena ini akan sangat memalukan kedua belah pihak keluarga.
Tia yang tadinya melewati pintu depan hotel melihat tulisan nama pengantin "ARKA & JASMINE" bertanya - tanya apakah itu Arka mantan kekasihnya? Dia berharap itu bukan Arka yang dia kenal. Apa jadinya kalau Arka yang dulu kekasihnya kini menjadi adik iparnya? Tia pun memikirkannya dalam diam.
Setelah satu jam, akhirnya rombongan keluarga Arka pun datang. Tia harap - harap cemas menanti penampakan siapa yang akan menjadi pengantin prianya.
Pengantin Pria pun turun dari mobil dan berjalan memasuki pintu masuk hotel. Tia yang melihat Arka pun terkejut. Tia membelalakkan matanya dan kakinya terasa lemas hampir jatuh ke belakang. Untung ada Reyhan yang selalu siap siaga di samping Tia. Arka yang melihat Tia di pesta pernikahannya mengerutkan dahinya.