Kisah ini menceritakan tentang seorang gadis yatim piatu bernama Ayla Khairani Putri berusia 19 tahun, ia dibesarkan oleh pamannya Emir Rahman dan isterinya Mira Rahman.
Emir dan Mira sendiri memiliki dua orang anak yaitu Laura Rahman seusia Ayla dan Luky Rahman 3 tahun lebih tua darinya.
Ayla adalah gadis yang periang dan mudah bergaul tapi satu kelemahannya dia terlalu polos dan ceroboh.
Di hari pertama Ayla magang di sebuah perusahaan yang cukup ternama, ia hampir datang terlambat karena taksi online yang dipesannya tidak juga kunjung datang.
Tanpa bertanya lagi Ayla yang sudah sangat cemas masuk ke dalam sebuah mobil yang tiba-tiba berhenti di depannya.
"Siapa kamu?"tanya sang pengemudi dengan datar
" Sudahlah pak supir jangan banyak tanya jalankan aja mobilnya, aku sudah hampir telat"sahut Ayla santai seraya merapihkan rambutnya yang berantakan
Siapakah pria dibalik kemudi tersebut?sebuah keberuntungan atau kesialan setelah Ayla bertemu dengan Alveer Erlangga Kusuma?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dianshen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jalan-jalan
Sesuai dengan apa yang dikatakannya akhir pekan ini Alveer akan mengajak Laura untuk jalan-jalan.
" Kamu mau kemana Al udah rapih begitu, bukannya ini akhir pekan masa kamu mau kerja juga?" tanya Ambar yang melihat Alveer sudah rapih tapi tidak seperti biasanya yang selalu menggunakan kemeja dan jas hitamnya
" Aku mau jalan-jalan sama Laura" jawab Alveer datar
" Serius kamu? mama senang mendengarnya sayang, semoga kalian berdua tambah akrab dan cocok. mama ingin melihat kalian cepat-cepat menikah" ucap Ambar dengan berseri-seri
" Mah, cukup! Aku melakukan ini bukan berarti aku sudah menerima perjodohan yang mama buat, lagi pula aku tidak merasakan apa-apa terhadapnya mah lain halnya jika aku dengan _" ucapan Al menggantung
" Dengan siapa Al?" tanya Ambar penasaran
" Cepat katakan dengan siapa Al?" Cecar Ambar
" Sudahlah mah, percuma mama tau sekarang juga. lagi pula dia belum mau menerima aku mah" ucap Alveer dengan wajah sendunya
" Jangan bilang kalau gadis itu menolakmu Al? tebak Ambar
" Iya tebakan mama memang benar, dia sudah menolakku, mama puas sekarang? karena semua gara-gara mama" kesal Alveer yang langsung pergi begitu saja meninggalkan mamanya yang masih tercengang dengan ucapan Alveer
" Loh kok jadi gara-gara mama sih Al, apa hubungannya coba sama mama ?" teriak Ambar namun Alveer tidak menggubrisnya dan terus melangkahkan kakinya pergi
Alveer kini sudah sampai di depan rumah Laura, sebenarnya ada perasaan enggan untuk menemui gadis itu tapi rasa penasarannya terhadap Ayla semakin besar dia yakin Ayla itu sebenarnya tengah memendam perasaannya sendiri.
Alveer memang sengaja mendekati Laura karena dia ingin membuat Ayla cemburu dan membuktikan kalau tebakannya tidak salah.
" Dia ada di rumah tidak ya?"
Alveer mengetuk pintu dan tidak berapa lama pintu pun terbuka dari dalam
Ceklek
Seketika Alveer membulatkan matanya saat melihat siapa yang tengah membukakannya pintu, bukan hanya Alveer yang terkejut Ayla pun yang membuka pintu tak kalah terkejutnya saat melihat Alveer tengah berdiri dihadapannya, apalagi hari ini Alveer berpenampilan tidak seperti biasanya ia menggunakan kaos oblong dan celana jins membuat ketampanannya bertambah berkali-kali lipat, hingga tanpa sadar membuat Ayla terperangah memandanginya
Deg
Deg
Deg
" Kenapa dia terlihat tampan sekali hari ini!" batin Ayla memuji ketampanan Alveer
" Apa sudah puas memandangi ku?" tanya Alveer yang seketika membuat Ayla terkesiap dan berusaha untuk menetralkan degup jantungnya
" Eh? iya si.. silahkan masuk !" ucap Ayla yang sedikit canggung dan salah tingkah
" Sayang kau sudah datang rupanya?" tanya Laura yang baru saja menuruni anak tangga
" Hemm!" sahut Alveer dengan tatapan mata yang justru tertuju pada Ayla
Deg
" Sayang? rupanya mereka sudah sedekat itu" batin Ayla
" Ayolah sadar Ayla, jangan bermain api kamu nanti kamu bisa terbakar sendiri" monolog Ayla dalam hati
" Kita akan pergi jalan-jalan kemana sayang ?" tanya Laura yang dengan sengaja mengeraskan suaranya agar Ayla dengar dan iri dengannya
" Terserah saja!" jawab Alveer datar
" Emmm... kalau gitu bagaimana kalau kita pergi ke mall saja?" usul Laura
" Terserah!" jawab Aldy tetap dengan sikap datarnya
" Baiklah kalau begitu aku bersiap-siap dulu ya!" pamit Laura yang langsung kembali ke kamarnya
" Hemm" jawab Alveer singkat
" Loe dengarkan, kalau gue sama Alveer akan pergi berdua, cuma berdua. jadi mulai sekarang loe sadar diri dan bercermin siapa loe!" bisik Laura sinis saat melewati Ayla
Ayla hanya menghela nafasnya berat, tidak ada niat untuk menanggapi ucapan Laura
Setelah Laura pergi kembali ke kamarnya untuk berganti baju Ayla pun memutuskan untuk pergi karena berdua saja dengan Alveer membuatnya semakin terasa sesak, namun pada saat Ayla berbalik badan ingin pergi ke kamarnya tiba-tiba tangannya di cekal oleh Alveer
" Lepas!" sentak Ayla kasar namun Alveer semakin menguatkan cengkraman tangannya
" Aku sudah melakukan sesuai dengan apa yang kamu inginkan, apa sekarang kamu sudah puas dan merasa senang?" tanya Alveer yang penuh dengan penekanan pada setiap kata-katanya
Deg
Deg
Deg
" Jika kamu ingin aku menikah dengannya sekali pun pasti akan aku lakukan jika itu yang memang kamu harapkan, tapi asal kamu tahu sampai kapan pun aku tidak akan pernah melepaskan mu walaupun aku sudah menikah dengannya" sungut Alveer
" Itu bukan urusan ku, jika kamu memang mau menikah ya sudah menikah saja, kalian memang pasangan yang serasi dan tidak ada urusannya dengan ku" ketus Ayla
" Kau teruslah membohongi diri mu sendiri, aku ingin tahu mau sampai kapan kamu terus berbohong" sarkas Alveer
" Aku tidak pernah membohongi diri ku sendiri, kamu salah menilai ku. bagiku kamu bukan siapa-siapa jadi buat apa aku berbohong" Ayla berusaha untuk bersikap tenang walaupun sebenarnya hatinya begitu sakit setiap kali mengucapkan hal itu.
" Baiklah jika memang itu sudah menjadi keputusan mu, aku bisa apa" pasrah Alveer lalu pergi keluar begitu saja.
Ayla langsung berlari masuk ke dalam kamarnya dan sesampainya di dalam kamar Ayla menjatuhkan dirinya diatas kasur lalu menangis sejadi-jadinya.
Mina yang melihat Ayla berlari masuk ke dalam kamarnya tersenyum miring, ia lalu menyusulnya.
Tok
Tok
Tok
Ayla yang mendengar suara pintu kamarnya diketuk dari luar langsung cepat-cepat menghapus air matanya.
" Siapa?" teriak Ayla dari dalam
" Ini bibi, cepat buka pintunya!" teriak Mina dari luar kamar
" Iya bi sebentar" Ayla beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan ke arah pintu
Ceklek
Mina langsung saja menerobos masuk ke dalam kamar Ayla membuat Ayla sedikit terkejut dengan sikap bibinya yang tiba-tiba main masuk saja
" A..ada apa bi?" tanya Ayla sedikit gugup
" Ada apa katamu?" Mira tersenyum miring
" Apa kau sebegitu menyukainya?" todong Mira
" Menyukainya? maksud bibi apa?" tanya Ayla yang nampak bingung
" Cih, belaga bodoh. memang kamu pikir bibi tidak tau kalau kamu itu suka kan sama Alveer?"
Mata Ayla membulat sempurna pertanyaan Mira membuatnya tercekat dan lidahnya begitu kelu
" Kenapa diam? apa tebakanku benar?" Mira kembali bertanya membuat Ayla semakin gugup dibuatnya
" Ingat jangan macam-macam kau Ayla, tuan muda Alveer adalah kebahagiaan putriku masa depannya, jika kamu masih nekat mendekatinya aku tidak akan tinggal diam, aku pastikan kau pasti akan menyesal" ancam Mira
" Bibi tenang saja, aku tidak akan mungkin merebutnya dari Laura" sahut Ayla
" Bagus, setidaknya kau sadar diri, tuan muda Alveer memang cocoknya dengan putriku Laura bahkan kedua orang tuanya pun sudah merestui mereka, aku rasa tidak butuh waktu lama mereka pasti akan menikah" ucap Mira dengan antusias
Jlep
Menikah? rasanya Ayla belum sanggup menghadapi saat itu tiba, ada perasaan tidak rela tapi apalah dayanya, Alveer dan dia sungguh jauh berbeda jika dipaksakan pun rasanya akan sia-sia apalagi kedua orang tuanya begitu mengidamkan Laura yang menjadi isteri seorang Alveer terutama mamanya.
Ayla sadar diri, dia bukanlah siapa-siapa bila harus menerima cinta yang Alveer suguhkan untuknya, bahkan orang tuapun ia tidak punya jadi sebelum hatinya bertambah sakit lebih baik ia mengalah.
" Lihatlah, tuan Alveer kini sudah bisa menerima putriku, jadi jangan menjadi duri dalam daging kamu" tuduh Mira menambah sesak dalam dada Ayla
Mira keluar dari kamar Ayla dan bergegas pergi kelantai bawah karena ingin menemui Alveer dan putrinya yang akan pergi jalan-jalan
" Kalian sudah mau berangkat?" tanya Mira saat melihat Alveer dan Laura yang baru saja hendak keluar rumah
" Iya bu, aku dan kak Al mau pergi dulu ya Bu!" pamit Laura dengan wajah bahagianya
" Nak Alveer ibu titip Laura ya!" ucap Mira
" Ah ibu aku itu udah besar masa pakai acara dititip segala sih bu!" protes Laura sambil terkekeh
" Iya iya maaf maksud ibu, tolong dijaga putri ibu yang cantik ini" puji Mira pada putrinya sendiri
Alveer hanya menatap jengah pada kedua wanita yang ada di hadapannya
" Ayo cepat kita berangkat sebelum aku berubah pikiran" ucap Alveer datar yang langsung membuat ibu dan anak itu langsung diam dan menatap satu sama lain
" Sudah cepat sana pargi!"Mira mendorong bahu putrinya
Sementara di dalam kamar seorang gadis tengah berbaring di atas kasur dengan kedua mata yang sembab.
dan laura selamat ya terima karmamu sendiri 😂😂😂
banyak yg iri lagi sabar ayla jodoh gak akan ke mn