NovelToon NovelToon
Adinda Untuk Kapten Zaid

Adinda Untuk Kapten Zaid

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Action / Poligami / Tamat
Popularitas:12.5M
Nilai: 4.7
Nama Author: Bunda Nova

Perjuangan seorang kapten gagah berani dalam mendapatkan cinta seorang gadis yang merupakan adik dari sahabatnya sendiri serta pengorbanannya dalam tugas mengabdi pada negara.


" Zaid tidak perlu dijodoh-jodohkan. Zaid bisa mencari jodoh Zaid sendiri, Bu " tolak Zaid mentah-mentah.

" Kali ini kamu harus menerimanya karena ini permintaan almarhum ayah kamu dan kamu akan segera menikah dengan Adinda, adiknya Arjuna " titah sang ibu.

" Apa ?"


" Dinda menolak perjodohan ini. Kenapa harus dinda ? Kenapa bukan Kak Tiwi aja yang dijodohin " tegas Adinda menolak rencana perjodohan sang bunda dan sang kakak.

" Kamu harus menerimanya dan kamu akan segera menikah dengan Kapten Zaid "

" Apa ? "


Note : Follow ig author ya 🤗 @ovadelovee

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Nova, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AKZ part 29

Adinda masuk ke dalam rumah dengan tergesa. Ia ingin meminta penjelasan sang kakak dan bundanya karena telah menyembunyikan kebenaran tentang siapa Farhan sebenarnya. Sayangnya ia hanya menemukan Arjuna bersama Laras, sementara Bunda Lia, Kirana serta Adam sedang pergi berbelanja.

Adinda segera mendaratkan tubuhnya kasar di atas sofa di dekat Arjuna yang sedang asyik bermain dengan Laras.

Adinda melipat tangan dan menaruh tangan di depan dada. Sementara Zaid duduk di hadapannya sambil menggelengkan kepala melihat sikap sang istri.

" Ya ampun sayang, pelan-pelan bisa ga ? Inget kamu lagi hamil ! " Zaid mengingatkan Adinda karena merasa khawatir dengan sikap grasak grusuk sang istri.

Adinda melirik Zaid sesaat kemudian tatapannya beralih pada Arjuna yang terlihat heran akan sikapnya.

" Kesambet apaan istri kamu, Id ? Datang-datang bukannya ngucapin salam malah ngambek " celetuk Arjuna. Ia hanya melirik pada sang adik yang sudah memasang wajah masam.

" Laras sayang, kalau ngambek gak boleh cemberut ya ! Nanti cantiknya hilang lho " sindir Arjuna, berbicara dengan bayi yang lucu itu. Laras tertawa melihat wajah sang ayah lalu menarik-narik kaos kaki dengan tangan mungilnya.

" Abang... " panggil Adinda sambil mengerucutkan bibirnya.

" Tuh kelakuan istri kamu kayak gitu , Id " olok Arjuna pada Zaid.

" Eh, inget... Istriku itu juga adik kamu, Juna ! " balas Zaid berseloroh.

Arjuna dan Zaid terkekeh dengan ucapan yang baru saja mereka lontarkan.

" Apa sih, adik abang yang cantik dan bawelnya pari purna ? " tanya Arjuna melirik Adinda.

" Dinda mau ngomong sama abang, penting ! " jawab Adinda ketus sambil menurunkan tangannya.

" Penting apaan sih ? " tanya Arjuna nampak tak acuh. Ia tak serius menanggapi ucapan Adinda, malah semakin asyik bermain dengan Laras.

Adinda beranjak mendekati Arjuna, lalu meraih Laras ke dalam gendongannya.

" Abang dengerin Dinda dulu ih... " cebik Adinda lalu kembali duduk di sofa.

Arjuna duduk di samping Zaid dengan malas.

" Ada apaan sih, Id ? Sampai ngamuk begitu ? Kurang asupan ? " tanya Arjuna setengah berbisik pada Zaid.

" Sembarangan ya kalau ngomong. Asupan nutrisi sempurna lah " jawab Zaid percaya diri.

" Ish, kalian berdua bisa serius gak sih ? " celetuk Adinda sambil memberikan tatapan tajam.

Arjuna menggaruk tengkuknya sementara Zaid segera membisikkan perihal Adinda yang sudah mengetahui siapa Farhan sebenarnya.

" Oh masalah itu... Terus kenapa ? " tanya Arjuna seolah tak menganggap itu masalah besar.

" Kenapa ? Abang tanya kenapa ? Bang Juna sadar gak sih kalau abang udah bohongin kita semua " cecar Adinda.

" Sorry nih interupsi, yang betul cuma kamu sama Tiwi aja, yang lain udah tahu semua " ralat Arjuna yang lagi-lagi diberi tatapan membunuh oleh Adinda.

" Maksudnya apaan cuma Dinda sama Kak Tiwi aja yang gak tahu ? Jadi kalian semua sekongkol nutupin semuanya gitu ? " tanya Adinda emosi.

" Sayang jangan suudzon... Semua pasti ada alasannya " ucap Zaid bijak menenangkan sang istri lalu beralih duduk ke samping Adinda.

" Dulu, waktu Dinda dijodohin diem-diem. Sekarang giliran Kak Tiwi, diem-diem juga. Mana pake acara yang serba dadakan lagi. Emangnya gak bisa dibicarain baik-baik ya. Atau Abang emang sukanya diem-diem manfaatin orang " tuduh Adinda.

" Ya ampun, Id... Mulut bini lo pedes amat ! Udah berasa bon cabe level 10 " celetuk Arjuna sambil geleng-geleng kepala.

" Ih, Abang... ! " pekik Adinda.

Suara Adinda membuat Laras kaget hingga sedikit mengeluarkan tangisan. Beruntung dengan sigap Adinda segera menenangkan bayi cantik itu.

" Sst... Laras sayang kaget ya, maafin tante Dinda ya. Sst.. " Adinda menenangkan Laras, si bayi cantik dengan menimang-nimangnya.

" Iya, iya... Maaf abang udah tutupin ini semua dari kamu dan Tiwi. Tapi jujur, gak ada maksud lain. Abang cuma mau adik-adik abang ini bahagia dengan pasangannya masing-masing. Kamu sama Zaid juga Pertiwi dan Farhan " jelas Arjuna.

" Abang tahu, pernikahan kalian berdua dilaksanakan karena sedikit paksaan. Kamu yang dijodohkan dengan Zaid. Dan Farhan yang terpaksa menikahi Pertiwi karena kesalah pahaman. Tapi yang abang tahu, pasangan kalian itu mencintai kalian. Walau mungkin awalnya tidak saling mencintai, tapi abang yakin seiring berjalannya waktu perasaan cinta akan hadir dalam kehidupan kalian. Kayak kamu sama Zaid contohnya, awalnya nolak dijodohin eh tahunya sekarang malah hamil. Kalau gak cinta apa coba namanya sampai mau dihamilin segala ? " tambah Arjuna panjang lebar.

" Ih, abang... Apaan sih, kok ngomongnya gitu " dengus Adinda dengan wajah memerah.

" Tapi bener kan yang abang omongin " sahut Arjuna santai.

" Oke... Sekarang pertanyaannya sampai kapan kita tutupin hal ini sama Kak Tiwi ? " sahut Adinda mengalihkan kembali ke masalah yang sebenarnya.

" Sampai masalah di Rumah Sakit selesai. Kamu gak usah khawatir, abang terus pantau kok perkembangannya. Farhan juga selalu komunikasi sama abang. Jadi sekarang abang mohon, untuk masalah Farhan ini, kamu gak usah ngomong apapun sama Tiwi. Kamu pura-pura gak tahu aja sampai akhirnya Farhan sendiri yang berterus terang pada Tiwi " tambah Arjuna lagi.

" Tapi abang curang, kenapa cuma Dinda yang gak dikasih tahu ? Mas Zaid juga, malah diem-diem bae " Adinda melirik sang suami dengan kesal.

" Buat apa kita ributin masalah orang lain. Buat aku, yang penting hubungan kita baik. Kita cukup tahu masalah orang lain tapi tidak boleh terlalu ikut campur. Biarkan semuanya berproses, belajar agar menjadi lebih baik. Kita semua punya jalan berbeda dalam mencari kebahagiaan kita " jawab Zaid sambil memeluk dan mengecupi pucuk kepala sang istri dengan mesra.

" Woy... Kalau mesra-mesraan sana di kamar, jangan di depan anak kecil. Buset, mata anak gue yang suci ini jadi ternoda gara-gara kalian " cibir Arjuna lalu mengambil Laras dari gendongan Adinda dan membawa sang putri masuk ke kamar.

" Idih, abang malah masuk sih ? " tanya Adinda saat menyadari sang kakak telah berlalu menuju ke kamar.

" Biarin aja, sirik dia mah gak ada tandem " jawab Zaid sembari melingkarkan tangannya di bahu Adinda dan sesekali mencium pundak sang istri.

" Kamu mau nginep disini ? " tanya Zaid kemudian.

" Emang boleh ? " Adinda balik bertanya.

" Boleh, tapi gak sekarang ya " jawab Zaid lembut sambil memainkan rambut sang istri.

" Ck... Ngapain nanya kalau gak boleh " decak Adinda sambil menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa.

" Boleh, tapi engga hari ini sayang. Kita kan gak belum bilang sama ibu. Week end ini kita nginep disini, ok ? "

" Hem... Bener ya, Mas. Sejak Dinda hamil, kita belum pernah nginep disini lagi " ucap Adinda sambil membelai pipi Zaid.

Zaid meraih tangan Adinda lalu mencium dengan penuh kasih.

" Iya, sayangnya Mas... Sekarang kita pulang yuk ! Kan maksudnya udah tercapai. Ayo sayang, kasihan anak kita cape, kamu juga perlu istirahat. Gak boleh banyak pikiran, itu gak baik buat perkembangan anak kita. Mas mau kamu dan anak kita sehat. Kamu ngerti kan ?! " ucap Zaid lembut menangkup kedua pipi istrinya yang terlihat sedikit chubby.

Adinda mengangguk tanda mengerti, lalu memeluk sang suami. Mereka berdua pun pamit pulang setelah berpamitan kepada Arjuna.

1
juwita
mampir
SJR
Assalamu'alaikum guys, mampir yuk ke novel ku ini, "ISTRI BERCADAR MILIK KETOS TAMPAN" saling suportnya dan jangan lupa like dan follow nya ya 🙏❤️😊
Olivia
Alhamdulillah lega rasanya melihat mereka yang pada akhirnya benar-benar menikah, ya meskipun memang belum ada cinta di hati Dinda untuk Zaid, tapi ya nggak papa lah yang penting nikah dulu ya😊😊😊
Olivia
Tenang saja ya Arjuna, insya Allah Zaid bisa kok membahagiakan Adinda, karena Zaid memang sudah benar-benar mencintainya bahkan sudah sejak lama menyimpan perasaan itu untuknya😊😊😊
Olivia
Alhamdulillah senang sih kalau pada akhirnya mereka benar-benar dijodohkan semoga saja lewat perjodohan ini bisa menjadi kemajuan untuk hubungan Adinda dan Zaid kedepannya nanti, agar bisa benar-benar menyatu dan ikatan suci pernikahan dan bukan atas nama perjodohan tapi atas nama Cinta, ya semoga saja hubungan dekat langgeng terus kedepannya, ya meskipun aku tahu pasti Adinda akan menolak perjodohan ini, tapi jika Zaid benar-benar mencintai Adinda maka Zaid harus benar-benar memperjuangkannya kan🥺🥺🥺
Olivia
Tenanglah Zaid, karena insyallah jika kalian benar-benar berjodoh maka pasti takdir akan benar-benar menyatukan kalian di waktu yang tepat nantinya😊😊😊
Olivia
Ya untuk permulaan cukup bagus lah, cukup menarik untuk di baca kok😊😊😊
Wati Watipristika
Luar biasa
Erina Munir
tq ya umi othor atas karyanya...
Erina Munir
wahhh...jangan2 si reksa anaknya pk lukman tuh...yg d culik...mungkin juga penculiknya bpk tirinya reksa ya thor
Erina Munir
ya nihh.... othorkan mak comblang...🤣🤣🤣
Erina Munir
hahaa...masih baru nih masalahnya...jdi wajar klo evan curiga
Erina Munir
tsu niih bang bagas kadang2 duja telmi...hadeeh...dalah paham muluu
Erina Munir
sabar bagas...ternyata alesha udh nyadar kok...evan juga udh sadar dri pingsanya....siap2 aja alesha buat berbahagia sama bagas
Erina Munir
evan ga lakkii...payah...hrsnya tegas dong...gimana klo berumah tangga nnti nih...
Erina Munir
heheee...intermezo ya thoor
Erina Munir
jodoh kan d tangan Allah...tpi kenapa manusianya...yg maksaiin ya hrs begini atau begitu ya thor
Erina Munir
klo didikan ortunya bagus yah in syaa Allah hasilnya seperti yg d harapkan
sonya yunisa
Bagus bgt 👍🏼👍🏼
Erina Munir
wahhh...anak kokay neehh...psling2 msu d jodohin...tpi ga mau...kabuur deeh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!