Diva Anastasya, gadis yg berumur 19 tahun. Diva menyembunyikan identitasnya dikarenakan kejadian yg menimpanya saat Diva berumur 15 tahun.
Diva adalah gadis yg hebat. Diva ingin mencari tahu mengapa keluarganya dan keluarga sahabatnya bisa meninggal di tahun, bulan, dan hari yg sama. Dan kejadian yg menurutnya tidak masuk akal. Oleh sebab itulah, Diva menyembunyikan identitasnya yg asli.
Bisakah Diva mencari tahu semua itu dengan kemampuannya? Yuk ikuti kisah Diva.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Janessa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DIVA | 29 : AWAL SIDANG
...~𝙷𝙰𝙿𝙿𝚈 𝚁𝙴𝙰𝙳𝙸𝙽𝙶~...
Ya, Sya sudah selesai mencari bukti yang ingin di dapatkan. Dengan menyembunyikan identitas nya saja sudah membuat hidupnya begitu sulit, lalu apa yang akan terjadi apabila publik tahu jika dirinya ini adalah Nona Diva Anastasya putri tunggal dari Tuan Andrean Niel yang saat itu dikatakan menghilang?
Sya tidak habis pikir soal itu. Dan Sya sendiri tidak tahu sampai kapan ia akan terus menyembunyikan identitas aslinya tersebut.
⚘⚘⚘
Dua hari pun berlalu.
Tepat di hari ini, semua Polisi yang di sogok oleh tiga sejoli tersebut mendapatkan surat panggilan dari pihak Pengadilan untuk segera pergi ke Pengadilan sekarang juga. Mereka semua tidak menyangka apabila ucapan Sya saat itu benar apa adanya. Mereka sempat berpikir Sya hanya mengancam mereka agar memohon maaf hingga merendahkan harga diri mereka.
Namun hari ini, mereka dikejutkan dengan kenyataan. Ucapan Sya saat itu benar. Mereka tidak menyangka juga apabila akan secepat ini mereka akan keluar dari pekerjaannya dan berpisah cukup lama dengan keluarganya?
Apalagi tercatat di surat pemanggilan tersebut, jam sembilan pagi sudah harus berada di Pengadilan.
Sekarang sudah jam tujuh pagi. Tanpa berlama-lama, mereka bersiap-siap dan pergi.
⚘⚘⚘
Sementara di Sya.
Sya yang melaporkan hal tersebut juga mendapat panggilan untuk pergi ke Pengadilan sebagai saksi. Sya bersiap-siap. Ia harus memastikan apabila tidak ada yang tertinggal.
Di Rumah Sakit Melati.
“Eca. Aku pergi dulu ya! Maaf kalau aku sering pergi!“ ucap Sya.
“Tidak apa kok, Sya. Aku yakin, ini karena pekerjaan kamu. Namanya juga bisnis, pasti sering keluar-keluar,“ tutur Eca.
“Terima kasih sudah mengerti dengan keadaanku, Ca.“ ujar Sya. Mereka berdua saling berpelukan.
⚘⚘⚘
Di Pengadilan.
Sekarang baru jam delapan pagi. Yang baru hadir baru Sya dan beberapa Polisi lainnya. Serta Inspektur yang sudah hadir lebih dulu daripada yang lainnya. Mereka semua tengah menunggu kedatangan Polisi lainnya yang tersangkut atau bersangkutan dengan masalah ini.
Dan apakah kalian menanyakan soal tiga sejoli tersebut? Tiga sejoli tersebut juga ikut di panggil oleh Pihak Pengadilan. Sya sudah memastikan soal itu. Jika ada satu orang yang tidak hadir, maka proses persidangan awal ini tidak akan di mulai. Itulah yang di minta oleh Sya.
“Kalian semua sudah sarapan?“ tanya Sya kepada semua orang yang sudah hadir. Ada yang menanggapi ucapan Sya dengan menggelengkan kepala dengan lesu. Ada juga yang menanggapinya dengan anggukan dan jawaban.
“Sudah, Belum!“ Itulah jawaban yang diberikan.
“Baiklah. Karena beberapa ada yang belum sarapan, dan karena saya memiliki hati nurani kepada kalian semua. Saya memberikan kalian makanan agar tidak pingsan saat proses persidangan. Jika sampai ada yang pingsan, tidak peduli jabatannya apa, saya pastikan dia akan berada di Rumah Sakit,“ ucap Sya.
Semua orang bernafas dengan lega.
Semua pun diberikan makanan berupa nasi uduk atau yang biasanya lebih sering di katakan kalangan masyarakat adalah nasi lemak dengan lauk beraneka ragam. Lauk nasi lemak nya bisa berupa ikan bilis atau ikan teri, cabe, dan sebagainya. Kalian tahu ikan bilis atau ikan teri?
Sambil menunggu jamnya sampai, beberapa yang sudah sarapan hanya mengambil snack. Snack tersebut berupa gorengan dan sebagainya. Ada juga yang hanya mengambil air gelas namun dengan jumlah yang sangat banyak. Apa orang tersebut ingin ke toilet terus agar selamat?
Akhirnya setelah ditunggu-tunggu, jam persidangan sudah sampai. Sekarang saatnya untuk mengecek satu per satu peserta yang hadir. Inspektur sendiri datang termasuk saksi.
Setelah dirasa semua peserta yang ada di catatan hadir, persidangan akhirnya di mulai.
Semua mulai masuk ke ruangan dan mencari kursi khusus untuk di duduki. Ada kursi khusus untuk saksi. Ada kursi khusus untuk peserta. Dan kursi khusus untuk orang penting lainnya.
Palu pun diketuk kan oleh Hakim pertanda persidangan di mulai. Baru saja persidangan di mulai, peserta yang hadir sudah berkeringat.
...𝚃𝙾 𝙱𝙴 𝙲𝙾𝙽𝚃𝙸𝙽𝚄𝙴𝙳......
aq baru baca novel ini, 💪💪tuk trs berkarya.