NovelToon NovelToon
Are You A Mermaid? (Season 2)

Are You A Mermaid? (Season 2)

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Supernatural / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: Nessa Cimolin

ARE YOU A MERMAID? SEASON 2

Please don't SPAM!! Hargai sesama author.

Update : Di usahakan seminggu 3-4 kali Up.

Diharapkan untuk membaca cerita sebelumnya agar dapat memahami jalan ceritanya. Terima kasih 🙏

Sinopsis :

Namaku Deryne Mikaelson, kalian tidak akan pernah tahu seberapa besar rasa takutku saat aku mengetahui takdirku yang sebenarnya!

Aku ditakdirkan mati di usia 18 tahun karena tidak bisa meminum darah kedua orangtuaku sesuai ritual yang sudah di tentukan oleh kakek buyut'ku...

Aku ingin merubah takdirku, merubah nasib buruk yang diberikan oleh gadis gila itu! Mampukah aku melewati ini semua? Apakah mereka akan percaya jika aku bilang aku ini putrinya? Sementara umur kita sama di tempat ini.

~

Jangan lupa LIKE!! dukungan dari kalian sangat berarti bagi saya!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nessa Cimolin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KERASUKAN??

Ryn memasuki kamar tamu keluarga Mikaelson, gadis bermata biru itu memasang earphone yang ia pinjam dari Mod.

Ia tahu, di sebelah kamarnya ada sepasang remaja yang sedang di mabuk cinta. Maka dari itu Ryn sudah membawa senjata untuk menutup kedua telinganya.

"Tembok ini tebal kok! Pasti tidak akan terdengar apapun kan??" Ryn menempelkan jemarinya ke tembok kamar.

"Tapi... Untuk jaga-jaga, tidak ada salahnya sih memasang earphone"

Ryn beranjak naik ke atas tempat tidur, ia menyandarkan punggungnya ke dipan ranjangnya. Tak lupa, Ryn menarik selimut sampai menutupi kedua kakinya, setelah itu ia menyalakan musik di ponsel yang dibelikan Moa.

Loving can hurt, loving can hurt sometimes

But it's the only thing that I know~

When it gets hard, you know it can get hard sometimes~

It is the only thing that makes us feel alive~

(Lirik lagu By Ed Sheeran photograph)

.

.

.

.

.

.

Di dalam kamar lain, Mod memasuki kamar tempatnya menginap dengan jantung yang berdetak kencang. Beberapa kali gadis itu terlihat mengusap dadanya sendiri dengan lembut.

"Ya Tuhan! Kenapa dengan jantungku ini??"

"Ayo Mod! Kau pemberani!" Mod menepuk kedua pipinya dengan gemas.

Moa sudah merebahkan dirinya di atas ranjang, pria berambut pirang itu hanya mengenakan celana jeans panjangnya, lebih tepatnya Moa saat ini bertelanjang dada.

Glup!

(Mod menelan ludah)

Tangan Mod sudah menyentuh gagang pintu, perlahan tapi pasti ia membuka pintu kamar pelan-pelan. Perlu di ketahui, di rumah Densha hanya ada dua kamar yang memiliki kamar mandi di dalamnya. Yaitu kamar Densha dan kamar yang saat ini ditempati Ryn.

KRIETT!!!

(Pintu terbuka)

Moa mengangkat kepalanya melihat kedatangan kekasih yang sangat dicintainya itu, senyum tipis terukir jelas di wajahnya ketika Mod melangkahkan kaki semakin mendekatinya.

Kedua mata Mod mencoba mencari-cari sesuatu, ia tak ingin kontak mata dengan Moa karena malu.

"Baju tidurmu cantik!" Puji Moa lalu menepuk bagian kosong tempat tidur agar Mod segera naik.

"Te... Terima kasih..."

Buru-buru Mod naik ke ranjang dan memasang selimut sampai batas lehernya. Gadis manis itu bergegas merebahkan tubuhnya tanpa memandang Moa.

"Kenapa pakai celana sependek itu kalau pada akhirnya kau tutupi?"

"BERISIK!!" Wajah Mod memerah akibat ucapan Moa.

Kenapa tidak ada reaksi apapun?? - Moa.

Tiba-tiba Moa ikut rebahan di samping Mod, pria berambut pirang tersebut memeluk tubuh Mod dari samping.

"Apa kau mencintaiku??"

"Kenapa masih bertanya??" Mod menatap mata Moa dalam-dalam.

"Ini pertama kalinya untukku mencintai seseorang" Moa mencium kening Mod lembut, "Entah kenapa... Aku tidak ingin mengakhirinya"

"Maksudmu??" Mod mengangkat sebelah alisnya bingung.

"Aku ingin kau yang pertama dan terakhir untuk ku miliki"

Mod tercengang dengan kalimat manis yang di lontarkan Moa, gadis itu refleks membalas pelukan Moa lebih erat.

"Moa??"

"Hmm..."

"Cium aku!" Mod tersenyum.

"Apa??"

"Tidak mau?" Mod merengut, "Ya sudah!"

"Dih!"

Secepat kilat, Moa merubah posisinya. Kini ia berada di atas Mod (menindih gadis itu) pelan tapi pasti kedua bibir itu bertemu, membuat pagutan yang hangat.

"Apa kau tidak merasakan sesuatu Mod??"

"Merasakan apa??"

Kalau merasakan bibirmu yang lembut itu sih iya... - Mod.

Harusnya obat itu sudah bekerja kan?? Apa toko online itu menipuku?? - Moa.

"Ng... Tidak bukan apa-apa" Moa menggelengkan kepala.

"Bohong! Kau menyembunyikan sesuatu dariku kan??"

"Tidak kok" Moa mengusap kepala Mod lalu menciumnya berulang kali.

"Apa kau tidak merasakan perasaan ingin yang begitu kuat??"

"Perasaan ingin??" Mod nampak bingung.

Cih! Sialan... Toko itu benar-benar menipuku ya?? - Moa.

Mod terdiam, ia memandang Moa yang sepertinya tengah memikirkan sesuatu. Tanpa disuruh, Mod melingkarkan kedua tangannya di leher Moa dan memaksa pria itu menundukkan kepalanya. Sekali lagi, bibir mereka bertemu.

"Apa kau ingin melakukannya??" Bisik Mod lembut.

"Uhmm..."

Mod tersenyum, ia semakin memperdalam kecupannya di bibir Moa. Dan... Dengan sendirinya kedua tangan Moa sudah mulai beraksi.

____________________________________________

Densha membungkus tubuhnya dengan selimut tebal berlapis-lapis, padahal satu selimut saja sudah sangat tebal. Ia (Densha) malah memakai tiga selimut sekaligus.

Kenapa suhu tubuhku panas sekali?? - Densha.

Tapi... Aku tak merasa kedinginan - Densha.

Fuu baru saja keluar dari kamar mandi, gadis cantik itu tertawa terpingkal-pingkal menyaksikan Densha yang melilit tubuhnya sendiri dengan selimut tebal dan hanya menyisakan bagian kepalanya saja.

"Hahaha... Densha kenapa??" Fuu menyentuh perutnya, "Seperti siomay"

"Jangan banyak bicara!" Densha menatap tajam Fuu, "Aku sendiri juga tidak tahu"

"Densha imut loh..."

Fuu menggelar kasur lantainya di sebelah ranjang Densha, gadis itu meregangkan tubuhnya sebelum berbaring.

Dengan setelan piyama pendek itu, Fuu memperlihatkan bagian perutnya yang rata ketika ia mencoba meregangkan tubuh.

Jaga matamu Densha!! - Densha.

Tanpa sadar, Densha menelan ludahnya sendiri melihat aksi Fuu yang seharusnya sudah biasa ia lihat setiap harinya.

"Hei bodoh! Kenapa memakai pakaian pendek begitu?!" Ledek Densha yang tak tahan, "Cepat ganti pakaianmu!!"

"Eh?? Kenapa??" Fuu terkejut, ia bergegas berdiri.

Astaga! Lihat kaki mulusnya itu!! - Densha.

"Kalau aku bilang ganti ya ganti!!"

"Okay, baik! Tidak usah marah begitu kan??"

Fuu cemberut dan berjalan membuka lemari pakaian, ia mengambil setelan piyama dengan celana panjang bermotif kelinci yang imut.

"Nih!! Fuu ganti" Fuu menunjukkan piyamanya.

Beberapa menit kemudian...

Gadis cantik itu keluar dari kamar mandi dengan piyama yang berbeda, Fuu berjalan mendekati Densha yang masih saja melilit tubuhnya dengan selimut.

"Bagaimana penampilan Fuu sekarang?!"

"Hmm..."

"Hanya Hmm??" Fuu mendelik.

Fuu merebahkan tubuhnya di atas kasur lantai, gadis itu tidur terlentang sambil menatap langit-langit kamar Densha.

"Oh iya!!!" Fuu kembali bangun dan duduk di depan Densha.

"Kenapa??"

Saat ini, wajah Densha benar-benar memerah seperti orang yang sedang mabuk. Pria itu sedang dalam masalah, ia tengah berperang melawan hawa nafsunya sendiri.

Sadarlah bodoh!! - Densha.

"Fuu lupa..."

"Lupa apa??" Sahut Densha super cepat.

"Bisa bantu Fuu??"

Fuu duduk membelakangi Densha, pria itu mendelik kaget saat Fuu akan mengangkat baju yang ia kenakan.

Dengan sigap, kedua tangan Densha menggenggam erat jemari Fuu, ia membanting tubuh Fuu ke atas ranjangnya.

"Apa yang sedang coba kau lakukan??"

"Eh...." Fuu terkejut, "Fuu lupa melepas itu..."

"Apa kau sedang menggodaku??"

"Me... Menggoda?? A... Apa maksudnya?"

Kedua mata Densha tiba-tiba saja memandangi dada Fuu yang bulat berisi, pria itu mendelik dan cepat-cepat menggelengkan kepala dengan kuat.

Ada apa denganku?? - Densha.

"Densha kenapa??" Fuu mencoba melepaskan kedua tangannya dari genggaman pria itu. "Suhu tubuh Densha..."

Persetan! - Densha.

Cup!

Gadis duyung itu terbelalak kaget, saat Densha dengan cepat menabrakan bibirnya pada bibir gadis itu.

Seperti harimau yang kelaparan, Densha mencumbu gadis itu dengan begitu rakus. Fuu benar-benar terkejut akan perubahan sikap Densha yang seperti orang kerasukan.

Cup!

Cup!

"Tu... Tunggu!" Fuu mencakar pergelangan tangan Densha agar lepas dari genggaman pria itu.

Kalau hanya ciuman, Fuu akan berusaha melakukannya dengan baik. Tapi... Sekarang ini, entah kenapa salah satu tangan Densha tidak bisa diam.

"Apa yang ingin Densha lakukan??"

Pria itu menyentuh kepalanya sendiri yang terasa berat, ia melepaskan tangan Fuu dan duduk di sisi lain ranjang.

Ya Tuhan! Apa yang sudah kulakukan?? - Densha.

"Maafkan aku Fuu..." Gumam Densha pelan.

".........."

"Pergilah ke kamar Ryn dan tidur disana!" Pintanya lembut.

"Ke... Kenapa??" Fuu bingung, "Fuu ingin tidur disini"

"Tidak!" Densha mengacungkan jari telunjuknya, "Tidak untuk malam ini, ada yang tidak beres dengan tubuhku"

"Apa?!" Fuu terkejut dan langsung berjalan mendekati pria yang ia sukai. "Apa Densha baik-baik saja?!"

"Aku tidak baik, maka dari itu malam ini tolong tidur dengan Ryn" Densha mengusap kepala Fuu lembut, "Aku tidak ingin menyakitimu!"

"Densha tidak menyakiti Fuu"

"Aku belum melakukan nya Fuu..." Pria itu tersenyum. "Percayalah padaku, dan tidurlah bersama Ryn!"

Fuu menganggukkan kepala pelan, ia mencium pipi kanan Densha dan ssgera pergi ke kamar Ryn.

"Selamat malam Densha..." Ucap Fuu dan menutup pintu.

"Hmm"

Apa Densha kerasukan?? - Fuu.

Bersambung!!

Jangan lupa Like, Komentar, Follow, Favorit dan Rating ya?? 😘😘😘

(Sebenarnya saya tidak ahli dalam genre romantis dewasa begini, saya sampai guling-guling menahan malu. Semoga kalian suka ya?? Terima kasih!)

1
Uyun Oy
thor aku kembali dan aku membaca karya mu sampai tamat. 2020/2024❤
Lia💚
Karya yang luar biasa. bisa bikin emosi reader naik turun itu keren... tolong untuk cerita ini dilanjutkan 🥺💗
Niaa
Halo author .. kemana saja saya baru bertemu dengan cerita mu di tahun 2023 saya sangat cinta dengan mermaid! Dan ini adalAh serial mermaid yang tiada duanya ❤️❤️
Neng Rusmawati
,👍👍
Darman DARMan
0895343298020
Darman DARMan
wAHDiN
ojun❤️
love banget sama karya mu Thor❤️❤️
ojun❤️
love banget sama karya author ❤️ nyesel baru Nemu novel ayam ini🤧❤️
ojun❤️
😭🤧
ojun❤️
berasa patah hati aku bacanya😭😭🤧
ojun❤️
sedihh bangett😭
ojun❤️
❤️❤️
ojun❤️: love banget sama karya author ❤️❤️
total 1 replies
Wiski zoe
aku memang baru baca novel athor..
baru tahu ad novel sebagus ini tentang mitologi..

kebetulan aku sangat suka mitologi..
maaf ya jarang meninggalkan kesan pd eps🙏

tp fiks aku suka...
Wiski zoe
boleh kah minta season 3 thor..

tp yg manis2 saja...
Wiski zoe
walau sdh tamat baru ku baca..
tp berharap tdk ad katrina ke 2
Elli Sahrida
Rasanya cara bicara ayahnya Fuu mirip sama cara bicara bibi Isabella ya
Elli Sahrida
tisu mana tisu...siapa yang bawa bawang😢
Elli Sahrida
Aku baca mulai season 1 sampe sekarang, pas season 1 tamat dan ga nemu lanjutannya duh rasanya sedih beet tapi pas jumpa season 2 yang jarak bacanya ampe lamaaaa beet senengnya😊
Elli Sahrida
Hadeeeh...aku baca tengah malam lagi ntar anak ama suami kaget degar aku yang ngakak sendiri, untung ga malam jum'at kan ntar dikira kesurupan😂😂
Elli Sahrida
aduh othor...jangan sembarangan naruh bawang napa😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!