NovelToon NovelToon
Perjalanan Sang Alkemis Abadi

Perjalanan Sang Alkemis Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kultivasi
Popularitas:11.3k
Nilai: 5
Nama Author: En zz

Shen yifan adalah seorang pemuda yang terobsesi dengan pembuatan pil, namun sayangnya, ia tidak bisa menjadi alkemis di dunia ini hanya karena menjadi manuisa cacat.

Banyak sekali kultivator. Namun orang-orang untuk menjadi seorang alkemis di dunia ini sudah sangat jarang di temukan, bahkan menjadi salah satu kemunduran mutlak.

Salah satunya, hampir di seluruh dunia ini hanya 000,1% para kultivator yang mempunyai element api.

Salah satunya adalah kakek Shen yifan.

Apakah Shen yifan bisa menggapai cita-citanya untuk menjadi alkemis? Atau dia akan mengubah takdir secara tidak langsung, untuk menjadi alkemis sejati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon En zz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 : Licik, pujian dan tekad kedua

​Shen Yifan telah menyelesaikan tahap penyempurnaan pilnya. Melihat hal itu, Lin Zhao tidak mau kalah. Ia dengan buru-buru memperbesar kobaran apinya, dibantu dengan pasokan energi spiritual yang dipaksakan.

​(Sialan! Orang lusuh itu benar-benar bisa mengatasinya!) Lin Zhao menggerutu geram di dalam hatinya.

​Di sisi lain, Shen Yifan terus menstabilkan struktur pil dan menghilangkan sisa-sisa impuritas yang ada. Ia memanfaatkan sisa energi spiritualnya demi mempertahankan sekaligus mengendalikan api spiritual agar tetap konstan.

​"Haha, akhirnya selesai!" seru Lin Zhao penuh kemenangan begitu dirinya menyelesaikan tahap penyempurnaan pil. "Langkah terakhir, memanen pil!"

​Lin Zhao segera menggerakkan energi spiritualnya untuk menarik pil tersebut keluar dari dalam tungku. Setelah pil itu melayang keluar, ia dengan sangat hati-hati meraihnya menggunakan telapak tangan.

​(Akhirnya selesai juga. Meskipun hanya Pil Pembersih Jiwa tingkat menengah, hasilnya sudah cukup memuaskan bagi turnamen sekecil ini.)

​Nangong Yue bersama para tetua lainnya langsung melangkah menghampiri Lin Zhao untuk memeriksa hasil karyanya. Lin Zhao pun menyerahkan pil tersebut dengan senyum pongah yang merekah di wajahnya.

​(Seharusnya pil ini sudah lebih dari cukup untuk membawaku pada kursi kemenangan.)

​Para tetua yang ahli dalam Dao Alkimia mulai menginvestigasi hasil pil buatan Lin Zhao dengan saksama.

​(Kemurniannya mencapai delapan puluh persen. Kurasa tidak akan banyak peserta di kota ini yang mampu melampauiku,) gumam Lin Zhao dalam hati, dengan rasa percaya diri yang sudah setinggi langit.

​"Pil Pemurni Jiwa, Grade Dua Tahap Awal," ucap salah seorang tetua memberikan penilaian.

​"Hah? Tunggu dulu! Bukankah itu seharusnya berada di Tahap Menengah? Saat proses pembuatannya tadi, aku sendiri bisa merasakannya dengan jelas!" Lin Zhao tersentak kaget. Ia tidak terima karena yakin betul bahwa pil buatannya berada di tingkat Grade Dua Tahap Menengah.

​"Saat berada di dalam tungku, itu memang berada di tahap menengah. Namun, setelah keluar dari tungku, kualitas pil tersebut mengalami degradasi!" tetua itu meyakinkan dengan nada datar.

​"Bagaimana mungkin bisa begitu?!" tanya Lin Zhao, masih tidak percaya.

​"Itu karena kamu memaksakan proses pembakarannya menggunakan bantuan Temporary Flame Pill. Akibatnya, esensi obat di dalamnya tidak stabil dan kualitas pil tersebut terdegradasi setelah bersentuhan dengan udara luar!" tetua itu menjelaskan dengan gamblang.

​Pada dasarnya, efek samping dari Temporary Flame Pill memang dapat menurunkan kualitas murni dari benda apa pun, termasuk pil obat yang sedang dimurnikan. Mata Lin Zhao seketika membelalak sempurna, menatap tetua itu dengan rasa tidak percaya yang bercampur syok.

​Beberapa menit kemudian, sebuah gelombang aroma obat yang luar biasa pekat perlahan-lahan mulai mengalir dan memenuhi setiap sudut aula pertandingan. Aromanya sama sekali tidak menyengat hidung. Sebaliknya, wewangian itu terasa sangat ringan dan menenangkan, bagaikan hembusan angin musim semi yang membawa keharuman bunga-bunga spiritual dari puncak pegunungan suci.

​Siapa pun yang menghirup aroma tersebut seketika merasakan benak mereka menjadi jauh lebih jernih. Rasa lelah akibat beban pikiran seharian perlahan-lahan sirna tanpa bekas, digantikan oleh sensasi hangat yang mengalir nyaman di sepanjang jalur meridian tubuh.

​"Ini bukan sekadar aroma biasa..." gumam Nangong Yue dengan mata membelalak kagum. "Kemurnian pil ini telah mencapai tingkat yang mampu memengaruhi bahkan menghangatkan jiwa kita."

​Nangong Yue segera melacak sumber aroma harum tersebut, dan dugaannya benar; wewangian itu menguar dari dalam tungku milik Shen Yifan yang penutupnya masih terkunci rapat.

​"Pil Penghangat Jiwa... Buka!"

​Dengan gerakan santai, Shen Yifan membuka tutup tungku berkarat itu menggunakan kendali energi spiritualnya. Sesaat kemudian, sebutir pil berwarna hijau zamrud murni perlahan-lahan melayang keluar. Begitu pil itu menampakkan diri, seluruh orang di dalam ruangan seketika merasa tubuh mereka menjadi sangat rileks. Bahkan Nangong Yue dapat merasakan kehangatan yang menjalar di dalam jiwanya, padahal ia belum menelan pil tersebut.

​Pil Penghangat Jiwa itu meluncur turun dan mendarat dengan lembut di atas kedua telapak tangan Shen Yifan.

​Melihat fenomena tersebut, para tetua dan Nangong Yue langsung bergegas menghampiri Shen Yifan dengan tergesa-gesa.

​"Muda... Tuan, bolehkah aku memeriksa pil ini?" tanya tetua itu, mengubah intonasi bicaranya menjadi lebih sopan.

​"Boleh saja, silakan," jawab Shen Yifan tenang seraya menyerahkannya, berniat untuk memastikan kualitas mutlak dari hasil kerjanya.

​Setelah memeriksa dan meraba struktur pil itu selama beberapa menit, tangan sang tetua mulai bergetar. "Haha! Bagus! Luar biasa bagus! Kualitas pil ini sangat murni. Ini adalah Pil Grade Dua Tahap Akhir!" Tetua itu berseru kegirangan dari lubuk hatinya yang terdalam.

​"Benarkah? Coba mana, aku ingin lihat!" Nangong Yue yang penasaran langsung mengambil pil itu dengan gerakan yang sangat hati-hati dari tangan sang tetua.

​"Aroma dan tingkat kemurniannya benar-benar tinggi. Ini memang benar Grade Dua Tahap Akhir!" Mata Nangong Yue seketika berbinar cerah, menatap pil di genggamannya dengan takjub.

​"Itu tidak mungkin benar! Pasti orang lusuh itu telah menggunakan teknik curang untuk memanipulasi hasilnya!!" hardik Lin Zhao dengan suara lantang, matanya memerah karena tidak terima dikalahkan oleh seorang pengemis.

​Secara refleks, perhatian semua orang di dalam aula langsung teralih dan tertuju tajam ke arah Lin Zhao.

​"Apa maksud perkataanmu itu?" sahut Shen Yifan, memicingkan matanya.

​"Pasti kau telah melakukan hal curang di dalam tungku itu!" cetus Lin Zhao, menunjuk wajah Shen Yifan dengan penuh tuduhan.

​"Kau sendirilah yang sebenarnya memakai teknik curang di tempat ini."

​Tiba-tiba, sebuah suara dingin yang sarat akan wibawa terdengar dari arah lantai dua paviliun. Langkah kaki yang teratur terdengar menuruni anak tangga.

​"Kau bahkan dengan sengaja mengalirkan racun tak kasat mata kepada ketiga peserta lainnya!" Sosok wanita yang memiliki garis wajah sangat mirip dengan Nangong Yue berjalan turun dengan anggun.

​"A-apa maksudmu?! Siapa kau sebenarnya?!" Lin Zhao mendadak panik karena merasakan tekanan spiritual yang masif menguar dari tubuh wanita yang baru datang tersebut.

​"Aku siapa? Orang licik dan licin sepertimu tidak pantas untuk mengetahui namaku!" ketus wanita itu dingin.

​"Kakak Bingxue... apakah memang benar dia telah memakai cara curang untuk memenangkan turnamen ini?" tanya Nangong Yue, yang tampaknya sangat mengenal wanita tersebut.

​"Iya, Yue. Dia telah menyusupkan sejenis racun pelebur energi ke dalam salah satu tanaman herbal yang disediakan panitia sebelum kita memulai turnamen ini!" jawab Nangong Bingxue dengan suara yang lantang dan jelas.

​"Sial, aku ketahuan!" Lin Zhao yang menyadari kedoknya telah terbongkar langsung mengamuk. Ia melemparkan sebutir Pil Ledakan Api ke lantai.

​Boom!

​Ledakan keras berdentum, merusak sebagian besar properti di dalam ruangan dan menciptakan kabut debu hitam yang sangat pekat untuk menutupi pelariannya.

​"Haha! Aku akan kembali lagi nanti dan membunuh kalian semu—"

​Namun, sebelum kalimat ancamannya sempat diselesaikan, Lin Zhao tiba-tiba merasakan sebuah cengkeraman tangan yang luar biasa kuat mencengkeram erat bagian atas kepalanya dari balik kabut debu.

​"Sebelum kau berpikir untuk kabur dari sini, sebaiknya kau bayar dulu semua ganti rugi kerusakan ini!" Nangong Bingxue telah berdiri di belakangnya. Tangan indahnya mencengkeram kepala Lin Zhao yang hendak melompat jendela, sembari menatap pemuda itu dengan pandangan sedingin es.

​"Argh! R-ranah... Core Formation Tahap Awal?!" Lin Zhao menjerit kesakitan. Kulit kepalanya terasa mau pecah akibat tekanan energi spiritual masif milik Nangong Bingxue yang sengaja ditekankan ke kepalanya.

​"Ampuni aku, Senior! Ampun! Aku berjanji akan membayar semua ganti ruginya!" Lin Zhao memohon dengan ratapan pilu agar cengkeraman maut itu dilepaskan.

​Namun sebelum kalimat ampunan itu selesai, Nangong Bingxue dengan gerakan kilat langsung memukul titik saraf di leher Lin Zhao menggunakan dua jarinya. Plak! Lin Zhao seketika langsung jatuh pingsan tak sadarkan diri.

​Melihat aksi eksekusi yang begitu cepat dan mematikan, semua orang di dalam ruangan tersebut seketika menjadi ketakutan, tidak terkecuali Shen Yifan. Ini adalah pertama kalinya bagi Shen Yifan menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri kehebatan nyata dari seorang kultivator tangguh di ranah Core Formation.

​"Kakak, jangan membuat kekacauan yang berlebihan di sini!" rengek Nangong Yue kepada kakaknya dengan nada pasrah.

​"Haha, itu cuma gertakan kecil untuk memberi pelajaran, Adikku!" Nangong Bingxue tertawa renyah. Namun, detik berikutnya, tatapan matanya langsung bergeser dan mengunci mati sosok Shen Yifan.

​Shen Yifan seketika merinding, merasakan hawa dingin menusuk tulang punggungnya.

​"Kamu... siapa namamu tadi?" tanya Nangong Bingxue sembari melangkah mendekat.

​"N-namaku Yi Fan, Senior!" Shen Yifan langsung menundukkan kepalanya, pasrah sembari memperkenalkan diri seadanya.

​"Haha! Bakat yang sangat luar biasa untuk ukuran pemuda yang... lusuh. Aku sangat suka caramu saat memurnikan pil tadi; sangat tenang, presisi, dan elegan. Namaku adalah Nangong Bingxue, kakak kandung dari Yue. Salam kenal," ucap Nangong Bingxue sambil menyunggingkan senyum manis kepada Shen Yifan. Namun, senyuman itu justru membuat bulu kuduk Shen Yifan semakin berdiri meremang.

​"Terima kasih atas pujian Anda, Senior," jawab Shen Yifan sesopan mungkin seraya menundukkan kepala dengan kedua tangan mengepal di depan dada sebagai bentuk penghormatan.

​Nangong Bingxue tersenyum puas dan mengangguk, lalu perhatiannya kembali dialihkan kepada adiknya, Nangong Yue.

​"Nah, Yue. Seandainya saat ini Yi Fan sudah berada di ranah Foundation Establishment, aku berani bertaruh bahwa kualitas Pil Penghangat Jiwa buatannya ini pasti akan langsung naik tingkat menjadi Grade Tiga Tahap Menengah!" ucap Nangong Bingxue seraya mengambil pil hijau itu dari tangan adiknya.

​Semua orang yang berada di dalam ruangan dan mendengar analisis tersebut langsung tersentak syok. Pasalnya, menghasilkan pil tingkat Grade Dua Tahap Akhir saja sudah menjadi fenomena yang teramat langka di wilayah Kota Istana Langit ini, apalagi jika sampai menyentuh ranah Grade Tiga.

​"Kak, jangan sembarangan berbicara sembarangan seperti itu di depan umum," sahut Nangong Yue. Seakan masih tidak percaya dengan perkataan kakaknya yang terlalu fantastis, Yue ingin memastikan kembali kebenaran dari ucapan tersebut.

​"Aku tidak sedang membual atau sembarangan bicara, Yue. Aku berani yakin sembilan puluh sembilan persen atas analisisku ini," jawab Nangong Bingxue dengan nada tegas untuk meyakinkan adiknya yang keras kepala.

​Mendengar pernyataan penuh keyakinan yang dilontarkan oleh kakaknya, setitik harapan mendadak muncul di hati Nangong Yue. Gadis itu tersenyum tipis, sementara setetes air mata kebahagiaan perlahan menetes membasahi pipinya. (Syukurlah... aku akhirnya berhasil menemukannya...)

​Melihat adiknya kembali memancarkan rona bahagia, Nangong Bingxue tersenyum lega. Ia kemudian berbalik dan menepuk pundak Shen Yifan dengan santai.

​"Nah, Yi Fan. Mulai sekarang kamu harus lebih rajin lagi dalam melakukan kultivasi. Jika kamu benar-benar ingin menapaki jalan sebagai seorang Alkemis Agung, kamu juga wajib menjadi seorang kultivator yang kuat. Ingat ini baik-baik: tinggi rendahnya ranah kultivasimu akan sangat memengaruhi kualitas pil yang bisa kau ciptakan di masa depan!"

​Nangong Bingxue melemparkan senyum penuh arti, lalu langsung berbalik berjalan menaiki tangga menuju lantai dua. "Oh iya, sebagai gantinya, aku akan membeli pil buatanmu ini dengan harga yang sangat mahal!" teriak Bingxue dari atas koridor sebelum sosoknya menghilang.

​Shen Yifan hanya bisa terdiam membisu di tempatnya berdiri.

​(Apa yang dikatakan oleh Senior Bingxue memang sangat benar. Aku harus segera menaikkan ranah kultivasiku secepat mungkin. Entah itu demi meningkatkan kemampuanku dalam membuat pil, atau untuk menjadi kuat agar bisa membalas dendam...)

​Sebuah tekad dan ambisi baru kini mulai tertanam kuat di dalam lubuk hati Shen Yifan. Jalan untuk menjadi seorang Alkemis sejati kini telah terbuka lebar di depan matanya. Sedangkan untuk urusan membalas utang darah masa lalu? Mau tidak mau, Shen Yifan sadar dirinya harus merangkak naik menjadi sosok yang paling kuat di dunia ini.

1
obeng min
lanjut ketua
obeng min
mantap
sitanggang
hadeuhhh lemah bgt🙄
obeng min
lanjut💪💪💪💪💪
obeng min
💪💪💪👍👍👍👍
obeng min
upnya lama
obeng min
👍👍👍👍💪
obeng min
lanjut 💪💪💪💪💪
obeng min
manatap perbanyak upnya 🤣🤣💪💪👍👍👍
Jhon Saanz
up bang
obeng min
josss👍👍👍👍👍
Andi Akhasay: Liat ceritaku kak
total 1 replies
obeng min
lanjut👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!