Update Minggu dan Rabu
Karya ini adalah misi kepenulisan dari NOVELTOON yang di adaptasi komik dengan Judul serupa, "Menantu Laki-Laki Pertama."
Qinli adalah seorang pemuda yang menikah dengan salah satu putri keluarga berada. Ia menjadi menantu tunawicara di keluarga Chu. Sayangnya selama menjadi tunawicara ia tidak bekerja dan hanya mengandalkan nafkah dari istrinya Chu Qingyin.
Sampai ahirnya karena usaha yang sangat keras selama sepuluh tahun, ia berhasil menyempurnakan ilmu tenaga dalamnya.
Mulai sejak itu ia memulai kehidupan yang baru! Mengobati penyakit aneh, dan menguji barang berharga.
Meskipun banyak wanita cantik, tetapi hanya istrinyalah yang selalu menempati urutan pertama dihati Qinli.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 28
"Ah, maaf, aku kira kau adalah teman yang pernah ku temui di Shangjing," ucap Tuan Muda Xu memandang Qinli.
"Shangjing lagi, apa mungkin ini sebuah kebetulan?" batin Qinli.
Qinli mulai berpikiran tentang kedua orang tuanya. Tapi mungkin ini adalah sebuah keberuntungan untuknya.
"Dokter Qin, seharusnya Tuan Muda Xu sudah melewati masa kritisnya, 'kan?" tanya Kakek Gang.
Qinli menoleh, "Dia sudah baik-baik saja. Tapi kau harus berikan rekam medisnya padaku agar aku bisa menuliskan resep obat untuknya."
Lalu Kakek Gang menyerahkan secarik kertas pada Qinli. "Tolong ya, dokter Qin!"
Sembari membaca rekam medis Tuan Muda Xu, Qinli sambil memikirkan segala kemungkinan yang ada. Setidaknya setitik harapan untuk bisa bertemu dengan kedua orangtuanya bisa segera terwujud.
"Seingatku, aku tidak punya relasi, sepertinya aku harus mencari kesempatan untuk pergi ke Shangjing dan mencari tahu," batin Qinli.
Sementara itu dr. Xia mendekati Qinli lalu berbisik.
"Dokter Qin, Chang Feng Tang-ku kekurangan wakil ketua dokter, apakah kau tertarik?"
Qinli menoleh sambil tersenyum, " Oh, perkataanmu sebaliknya mengingatkanku, Qian Kun Tang-ku masih mencari seorang ketua dokter."
Ucapan ringan dari Qinli semakin menusuk tepat ke jantung dr. Xia. Sementara itu Tuan Muda Xu sudah bersandar pada head board ranjang Rumah Sakit.
"Dokter Qin, hari ini benar-benar telah merepotkanmu! Tunggu sampai aku keluar Rumah Sakit, aku harus benar-benar berterima kasih padamu."
"Tidak perlu sungkan, aku hanya kebetulan bertemu denganmu hari ini."
Tuan Muda lalu menoleh pada Kakek Gang, "Kakek Gang, tolong pesankan ruang privat di Surga Duniawi Jiangcheng untuk hari setelah lusa."
Kakek Gang menunduk hormat, "Baik, Tuan Muda."
"Pada saatnya, aku harap dr. Qin akan hadir."
"Iya, kau istirahatlah dengan baik, aku tidak akan mengganggumu lagi."
Setelah memastikan semuanya baik-baik saja, Qinli permisi. Di luar ruangan sudah ada Jiangjeng yang menunggu Qinli pulang. Mereka pun segera menuju mobil lalu Qinli diantar pulang oleh Jiangjung. Selama di perjalanan mereka saling mengobrol satu sama lain.
"Oh iya, coba tebak, siapa yang baru saja kau selamatkan tadi?" tanya Jiangjun sambil menyetir.
Qinli menoleh, "Kelihatannya dia orang besar, tidak seperti orang biasa."
"Benar, sekelompok pengawal memanggil Tuan Muda Xu dengan aksen utara, orang itu kemungkinan dari Keluarga Xu Shangjing."
"Keluarga Xu?" tanya Qinli sedikit tertarik akan pembahasan kali ini.
Melihat Qinli tertarik pada hal ini, Jiangjun mulai menceritakan sebuah rahasia tentang keluarganya. Sebuah rahasia yang ada kaitannya dengan Keluarga Xu.
"Benar! Keluarga Xu sama seperti keluarga kami, sama-sama keluarga bangsawan di Shangjing."
"Hanya saja, ada yang berkomplotan mempermainkan kami, jadi kami diusir oleh Tuan Rumah Shangjing."
"Lalu?"
"Jadi, sebelumnya aku memintamu mencarikan giok darah untuk diberikan kepada Tuan Rumah sebagai hadiah ulang tahunnya minggu depan. Tapi tidak disangka aku mendengar kabar bahwa Tuan Rumah sedang sakit parah."
Qinli masih menyimak semua cerita dari Jiangjun.
"Kami masih belum memikirkan cara untuk sementara ini, tapi aku juga tidak ingin terus merepotkanmu ...."
"Bukankah kau bilang kita ini saudara?" ucap Qinli kemudian.
"Qin, maksudmu ....?"
Qinli yang telah mendengarkan semua cerita dari Jiangjun menjadi sedikit iba, ia pun menawarkan bantuannya.
"Bukankah cuma mengobati penyakit? serahkan padaku!"
"Oke, Bro! Oh iya, aku sudah menyuruh CEO perusahaan kosmetik untuk menghubungi istrimu mengenai pekerjaannya kau tenang saja."
"Terima kasih."
...🍃🍃🍃...
Tiga hari kemudian.
...⚜⚜⚜...
...Surga Duniawi (BAR)...
Seperti Bar pada umumnya, di sana banyak sekali manusia yang sedang bergoyang di lantai dansa. Musik yang memekakkan telinga juga terdengar keras di sana.
Ternyata Tuan Muda Xu sudah menunggu Qinli. Kini ia bahkan sudah merangkul Qinli.
"Kalau bukan karena dia, aku tidak akan bisa minum-minum bersama kalian hari ini."
Ia pun mengangkat gelas berisi cairan alkohol dan bersulang pada semuanya.
"Ayo mari, bersulang untuk dr. Qin yang hebat ini!"
"Tuan Muda Xu, kau terlalu sungkan, tapi kau baru saja pulih, jangan terlalu banyak minum ...." ucap Qinli mengingatkan.
"Haha, ada kau di sini, aku tidak perlu khawatir!"
Tiba-tiba Tuan Muda Xu berbisik pada Qinli, "Ngomong-ngomong, dr. Qin, apa kau tidak penasaran dan terkejut mengenai indentitasku?"
"Di mataku, identitasmu hanyalah seorang pasien."
"Profesional! Cocok dengan seleraku! Aku akan menjadikanmu teman!"
Tiba-tiba seorang lelaki datang dan menawarkan makanan pada mereka.
"Jangan berdiri terus, ayo kita bersenang-senang! Jarang bagi Tuan Muda Xu untuk bisa keluar."
Tiba-tiba, saat Tuan Muda Xu dan Qinli hendak pergi ke meja tersebut, dari arah belakang muncul keributan.
PRANG! Terdengar benda jatuh di sana.
"Apakah orang ini bersama kalian? barusan dia menumpahkan arak ke seluruh tubuhku!"
...🌹Bersambung🌹...