NovelToon NovelToon
Anak Genius; Sang Pewaris

Anak Genius; Sang Pewaris

Status: tamat
Genre:Romantis / Balas Dendam / Anak Genius / Nikahkontrak / Cintamanis / Tamat
Popularitas:735.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: Yoemi

Yuri, gadis polos yang menjadi korban kedengkian sepupunya, harus kehilangan kekasih bahkan pergi meninggalkan keluarga dalam keadaan hamil. Lima tahun kemudia, Yuri kembali bersama anak laki-lakinya yang cerdas. Yuri kini telah berubah, dia kembali untuk menemukan ayah dari anaknya serta mengambil apa yang seharusnya menjadi milik Yuri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoemi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pindah Rumah

Bukan Kei namanya jika tidak keras kepala dan bertindak sesuka hati. Laki-laki yang terbiasa mendapatkan semua keinginannya itu kini mulai tidak sabar. Setelah semalaman sulit memejamkan mata kerena memikirkan anak dan calon istrinya, pagi ini dia tidak mau menahan diri lagi.

Kei mengambil kunci cadangan kemudian menyelinap masuk ke kamar tempat Lucas dan Yuri tidur. Dua orang yang akhir-akhir ini selalu memenuhi pikirannya itu terlihat masih tidur pulas. Kei mengamati mereka dengan seksama.

Lucas masih meringkuk dalam pelukan sang ibu. Mata anak itu terpejam sempurna. Tidur dengan sangat nyaman dan tenang. Begitu juga dengan Yuri yang sepertinya masih menikmati mimpi indah.

"Aku akan melindungi kalian dan menjadikan kalian dan membuat hidup kalian bahagia," ucap Kei lirih sambil membelai rambut Lucas. "Kau akan menjadi penerusku, putraku yang terhebat," bisik Kei di telinga anaknya.

Sejenak kemudian, pandangan Kei teralihkan pada wajah cantik Yuri. Bibir wanita itu terlihat ranum, bulu mata yang lentik, wajah yang tidak begitu tirus, serta rambutnya yang indah. Kei benar-benar terpesona. Seumur hidup, baru kali ini Kei mengamati wajah seorang wanita. Hatinya pun terasa berdesir.

Ingin rasa hati Kei menyentuh wajah ayu di dekatnya. Namun, keinginan itu dia urungkan. Kei tidak ingin mengganggu tidur pulas wanita yang telah melahirkan keturunannya tersebut. Sekali lagi, entah bagaimana laki-laki itu berubah sedemikian rupa. Egonya kembali lenyap di hadapan Lucas dan Yuri.

Pada akhirnya, Kei hanya bisa membaringkan diri di samping Lucas. Dia kembali memandangi buah hatinya. Sang anak kini tertidur di tengah, antara ayah dan ibunya. Dalam momen tersebut, jelas jika hati Tuan Muda Yamamoto itu semakin bahagia.

Mereka bertiga lalu tertidur dengan pulas hingga matahari mulai meninggi. Sinarnya menerobos tirai di dinding kaca. Dinding itu seperti pintu geser yang dapat menjadi jalan menuju ke balkon.

Yuri terbangun karena merasa silau saat wajahnya diterpa sinar matahari. Wanita itu menggeliat lalu memanggil anaknya.

"Lucas sayang, ayo bangun! Kita harus segera pulang dan bersiap ke sekolah," ucapnya dengan mata yang belum sepenuhnya terbuka.

"Em ..." respon Lucas. Anak itu sepertinya masih ingin menikmati mimpi lebih lama lagi.

Yuri memiringkan badannya dan mulai membuka mata, terbangun sepenuhnya dari tidur. Dilihatnya sang anak yang masih pulas. Yuri pun tersenyum. Namun, senyum itu tak bertahan lama mana kala netra wanita itu menangkap sosok lain di sebelah Lucas. Sontak wanita itu kaget dan menjerit sekeras-kerasnya.

"Aaaaaaaa ..." teriak Yuri secara refleks.

Teriakan keras itu membuat Lucas dan Kei terperanjat dan bangun seketika. Dua laki-laki tampan itu memandang Yuri dengan panik.

"Mama, mengapa Mama berteriak?" tanya Lucas.

"Ada apa? Apa yang terjadi?" Kei ikut melontar tanya dalam waktu yang hampir bersamaan dengan Lucas.

Yuri tak menjawab. Matanya melotot tajam menghujam Kei. Membuat laki-laki itu bingung dan melihat sekeliling kamar. Tak ada apa pun, semua terlihat baik-baik saja. Dia belum menyadari bahwa gunung berapi dalam diri Yuri hampir meledak karena dirinya.

"Mengapa kau ada di sini?" tanya Yuri penuh amarah.

Kei baru tersadar jika dirinyalah yang menjadi penyebab kekacauan pagi ini. Akan tetapi, laki-laki itu tetap tenang bahkan tanpa memiliki rasa bersalah.

"Ini rumahku, jadi terserah aku mau berada di mana pun." Kei berlagak sombong.

"Bagaimana kau bisa masuk? Aku sudah mengunci pintunya semalam!" Yuri menyelidik. Wanita itu memang sengaja mengunci pintu kamar karena dia takut jika Kei akan berbuat macam-macam.

"Tentu masuk ke sini adalah hal yang mudah, aku punya kunci duplikat untuk setiap kamar," jawab Kei dengan enteng. Dia tidak peduli dengan wajah Yuri yang terlihat kesal. Di mata Kei, wajah wanita itu justru terlihat lebih manis saat marah.

Mendengar jawaban itu, Yuri bertambah geram. Dia semakin beranggapan bahwa Kei adalah lelaki bar-bar yang menyebalkan.

"Lucas, kita pulang!" ajakan sekaligus perintah dari Yuri.

Lucas yang masih ingin bermalas-malasan enggan menjawab. Anak itu justru menatap sang ayah, seakan berharap bahwa ayahnya akan menolong. Sebenarnya, maksud Lucas bukan tidak mau pulang, tetapi dia masih ingin tidur lebih lama.

"Pulang ke mana? Ini adalah rumah kalian." Kei menahan Yuri dengan memegang pergelangan tangan wanita tersebut.

"Lepaskan! Jangan menyentuhku!" bentak Yuri sembari menghempaskan tangan.

Kei melihat kebencian di mata Yuri. Hati laki-laki yang sedang dimabuk asmara itu tetiba terasa ngilu. Namun, dia tidak ingin berpisah lagi dengan anak dan wanita yang akan segera menjadi istrinya.

"Mulai hari ini, kalian tinggal di sini. Ini juga sudah terlalu siang. Kalian tidak perlu pergi ke sekolah atau bekerja. Segeralah mandi dan kita sarapan bersama!" perintah Kei dengan tegas. Sifat dinginnya kini kuncul.

"Kami bukan budakmu! Kau tidak bisa mengatur hidup kami!" tolak Yuri.

Dengan marah, Yuri segera menggendong Kei dan hendak pergi. Tetapi, langkahnya kembali terhenti ketika Kei memberi peringatan.

"Kau tahu siapa aku, bukan? Aku ingatkan padamu, lebih baik berhenti keras kepala dan tetaplah di sini. Jika tidak, jangan salahkan aku jika kau tidak bisa melihat sahabatmu lagi atau tempat kerjamu rata dengan tanah!" ancam Kei.

Yuri menatap tajam laki-laki di hadapannya. "Aku tidak takut dengan ancamanmu!"

"Kalau begitu, bersiaplah menyesal seumur hidup!"

Yuri melihat keseriusan di wajah Kei. Bagaimana pun, Yuri sudah tahu bahwa Tuan Muda Yamamoto itu bisa berbuat apa pun, termasuk menyingkirkan orang-orang yang tak sejalan dengannya.

"Kau laki-laki yang kejam! Dasar menyebalkan!" umpat Yuri. Meski demikian, wanita itu mengurungkan niatnya. Dia kembali menurunkan Lucas di tempat tidur.

"Baiklah, kami akan pindah dan tinggal di sini, tapi jangan pernah sentuh teman-temanku! Selain itu, ingat dengan janjimu bahwa aku masih bisa bekerja seperti biasa. Aku juga butuh mengemasi barang-barang kami dan membawa ke sini!" tegas Yuri.

"Tidak masalah dengan pekerjaanmu. Tentang sekolah Lucas, aku akan memindahkan dia ke sekolah terbaik di kota ini. Untuk barang-barang kalian, nanti akan kusuruh sopir untuk mengantarmu mengambilnya."

Kei langung berbalik dan meninggalkan kamar tersebut. Dia tidak ingin mendengar Yuri yang masih ingin berdebat. Wanita itu pun hanya bisa menggerutu, sementara Kei diam-diam tertawa penuh kemenangan.

Ayah, pagi ini kau sangat bodoh. Kau membuat Mama semakin tidak menyukaimu meski kau berhasil memaksanya pindah ke sini! celoteh Lucas dalam hati.

"Mama, apa tidak apa-apa kita tinggal di sini?" Lucas pura-pura bertanya.

"Tidak apa-apa, Sayang. Cepat atau lambat, kita memang harus pindah ke sini," jawab Yuri sedikit ragu.

Aku harus membuat perjanjian ulang dengan laki-laki tidak tahu diri itu. Batasan apa yang boleh dan tidak boleh dia lakukan terhadapku dan Lucas harus jelas! Batin Yuri mulai meronta.

1
Evy
jangan2 teman satu sekolah yang menyerang anaknya Kei...memang sengaja karena memang mereka anak anak yang akan jadi pengawal dan asisten anknya dimasa depan nanti.
Evy
Berbunga bunga hati Kei... melambung tinggi...
Evy
itu cemburu apa hanya salah paham saja...
Evy
Itu baru salam perkenalan dari anakmu Kei...
Evy
Tuan muda yang benar-benar sombong..
Evy
Ada ya .. paman yang seperti
Evy: Bukan paman yang baik...
total 1 replies
Evy
Biasanya langsung seperti ada kontak batin antara anak dan Ayah nya... ternyata ini tidak ya...
Erni Yustriyanti
Terlalu sombong dan angkuh yuri terus bahasanya kasar bgt jadi cewek
Omah Tien
nah gini aku suka anak cerdas
Omah Tien
iya masa pelayan gimana mau balas nya
Diah Susanti
woiiii, itu anakmu sendiri 😁😁😁😁
kecubung ijo 192
yuli nya sok jual mahal.. . entar kei diambil orang baru nyesek
kecubung ijo 192
dasar soto mie,. ..
Pak Yan
MANTAP DN BAGUS BUANGET KAK CERITAMU INI..... AKU SAMPAI TERPESONA DN HANYUT DLM ALUR CERITAMU YG MANTUL BUANGET INI..... SERASA AKU IKUT BERPERAN DN MENYAKSIKAN AKSI 2 MEREKA ( PARA PEMERANNYA) DI DLM CERITAMU INI.....AKU SUKA....AKU SUKA......!!!!!! 🤔🤔😲😲😲😫😫😉😉😉😖😖😖😳😳😳😡😡😡😠😠😠😣😣😢😢😢😭😭😅😅😅😂😂😂👌👌👌👌👍👍👍👍👍👍😅
etna winartha
Kecewa
etna winartha
Buruk
Rafanda 2018
baru tahu klo di jepang sekolah tk sampai sore????
Pak Yan: KLO TAK SALAH.... BUKAN HANYA DI JEPANG SAJA YG SEKOLAH TK NYA AJA PULANGNYA SORE.... SD , SMP , SMA , BAHKAN YGB KULIAH PON PULANGNYA SORE..... DILUAR NEGERI YG LAIN PON SAMA JUGA.... TERMASUK NEGARA 2 TETANGGA KITA ( MALAYSIA , SINGAPUR , BERUNAI DLL)..... TAPI MEREKA ANAK 2 ITU SEMUA MENDAPATKAN JATAH MAKAN PAGI DN SIANG GRATIS JUGA DR PIHAK SEKOLAHANNYA..... 🤔🤔🤔😲😲😲😫😫😉😉☝☝☝☝👌👌👌👌👌👍👍👍👍👍
total 1 replies
Rosalinda Yo_2
keren....
ceritanya bagus, tidak bertele-tele...dan seru...👏👏👏


keren bet Thor 👏🙏👏🙏👏
Friska Oktaviana
buruk bgt thor bulet wae gk da kejelasan tetang asal usul yuri jg biar tu bpke kei tau diri klw mantune juga wong berkuasa gt
❄️ sin rui ❄️
kirain 5 tahun ke amerika bakalan sukes pas pulang ke jepang, eh tau nya malah jadi pelayan kue😏 gimana mau balas dendam kalau gak punya kekuatan, mau ngandelin kekuatan nya bapak si anak?? ettdahh gak elegan dong kalau minta bantuan orang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!