NovelToon NovelToon
Never Not

Never Not

Status: tamat
Genre:Petualangan / Detektif / Mengubah Takdir / Identitas Tersembunyi / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 5
Nama Author: yu aotian

Black Shadow menjadi momok yang menakutkan bagi para koruptor! Dengan cara unik, ia membeberkan kejahatan orang-orang yang duduk di pemerintahan. Dalam melakukan aksinya, Black Shadow tidak sendiri. Ada Mr. White yang selama ini mengendalikan dirinya. Mr. White pula yang menjadi sosok terungkapnya kebenaran yang tersembunyi dalam kegelapan.

Mr. White dan Black Shadow bagaikan senyawa kimia yang saling terikat. Mereka kompak berdiri di antara zona hitam dan putih untuk memecahkan misteri yang masih abu-abu. Namun, apa jadinya jika wanita masuk di kehidupan mereka? Apakah hitam tetaplah hitam dan putih tetaplah putih, atau dibiarkan menjadi abu-abu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yu aotian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 29 : Perempuan di Kehidupan Mereka

Hari terus berlanjut, tetapi Shohei belum memiliki rencana untuk membuka kedok Hayase Kento. Sebab, pria yang menjabat sebagai menteri sosial itu tak memiliki celah untuk diketahui belangnya. Kejahatan yang ia lakukan terlalu rapi ditambah dengan kekuasaan yang dipegangnya.

Seperti yang pernah Mr. White katakan pada Black Shadow, target mereka ke depan semakin sulit dan membutuhkan taktik yang matang. Lagi pula, terlalu berbahaya jika Shohei melangkah terburu-buru untuk menguak kasus tersebut. Mungkin saja, salah satu dari orang kepolisian akan mencurigainya sebagai Black Shadow.

Sebaliknya, akhir-akhir ini Rai disibukkan dengan pencarian kondominium yang akan ditinggali Shohei bersama Seina. Ia telah mendapatkan satu unit kondominium di kawasan Ometesando. Ia memilihkan furnitur, dan merancang sendiri interior di salah satu interior ruangan. Shohei memercayakan semua itu padanya, bahkan sampai ke pembayaran hunian tersebut. Ia mendapatkan penawaran harga terbaik karena keahliannya yang pandai bernegosiasi.

"Ternyata selera Anda sangat berkelas, Tuan," puji desainer interior yang bertanggung jawab atas kondominium itu.

"Kapan kira-kira semuanya bisa rampung?"

"Karena Anda memilih furniture dan aksesoris yang diimpor dari Eropa, jadi mungkin memakan waktu sebulan."

"Dua Minggu! Aku minta dua Minggu semuanya harus selesai. Temanku akan bertunangan bulan depan. Jadi, dia perlu memastikan apakah kekasihnya menyukai desain interior pilihanku. Jika tak sesuai selera mereka, masih ada waktu untuk mengubah isinya, kan?" ucap Rai tegas dengan sudut bibir yang terangkat. Penampilannya kali ini bak seorang pengusaha muda. Ya, sudah cukup lama juga ia tak memakai setelan jas.

"Baik, Tuan. Akan kami usahakan."

Rai berjalan-jalan ke sekitar ruangan yang masih polos dan belum terisi apa pun. Tiba-tiba ruangan kosong itu seakan berubah menjadi rumah mewah yang pernah ia tinggali. Matanya berkeliling, menatap seisi perabotan-perabotan antik. Tak hanya itu, uang pecahan dollar berserakan di mana-mana. Kini, ia malah melihat wujud dirinya di masa lampau bersama adik, sahabat, dan kekasihnya.

Mereka berempat saling melempar uang dengan raut wajah bahagia yang terpancar di wajah masing-masing. Ia mengingat betul, adegan yang terekam di otaknya dan terlihat di matanya saat ini adalah waktu pertama kali mereka melakukan misi penipuan besar sehingga mampu membeli rumah mewah.

"Haru-chan, ayo kita menikah! Kurasa uang ini cukup untuk kita membangun keluarga selama sepuluh tahun mendatang," ajak Rai pada kekasihnya saat itu.

"Yo, kalau kau mengajak Haru menikah denganmu, lalu bagaimana denganku dan juga adikmu yang bodoh ini," protes sahabatnya yang bernama Yuta sambil merangkul Ryo.

"Kalian akan tetap tinggal bersama kami untuk mengurus keponakan kalian nanti," jawab Rai sambil tersenyum.

"Rai-kun, kau lupa, ya? Bukankah aku pernah bilang tidak mau menikah dengan siapapun?" Wanita yang bernama Haru itu meletakkan jari telunjuk di bibir Rai.

Rai mengambil lembut tangan Haru dari bibirnya. "Menikah tanpa memiliki anak juga tak masalah," tawarnya lagi seraya mendekatkan wajahnya ke arah kekasihnya yang berdarah Jepang-Inggris. Itu bukan kali pertama ia mengajak kekasihnya menikah, kemudian ditolak.

Haru menggeleng. "Jangan merusak prinsipku! Aku ingin hidup bebas dan tidak mau berkomitmen. Oleh karena itu, aku membebaskan kau bermain dengan wanita lain selagi kau tetap kembali padaku," ucapnya kembali sambil mengalungkan tangan di leher Rai.

Rai menutup ingatan masa lalunya. Hanya mengingat sekilas, sudah membuat hatinya perih. Bisa dikatakan, kehidupan yang dijalaninya hingga kini masih terbawa dengan prinsip masa lalunya. Pandangannya tentang sebuah hubungan yang tak membutuhkan komitmen juga dipengaruhi oleh Haru—satu-satunya wanita yang paling lama berada di sisinya. Itulah sebabnya, ia tak tahu arti sebuah hubungan yang serius.

Sebenarnya Rai tipe pria yang tak mudah berpindah perasaan. Meskipun bebas bergonta-ganti pasangan tidur dan digilai banyak wanita, ia tetap setia di sisi Haru dan menjadikan wanita itu satu-satunya yang mengisi hatinya. Bahkan, ia selalu memenuhi permintaan kekasihnya itu. Sayangnya, balasan yang ia dapatkan dari wanita itu adalah sebuah pengkhianatan dan juga jebakan yang membuatnya di penjara.

Rai memutuskan keluar dari kondominium yang akan ditinggali Shohei nanti. Ia menekan tombol kontak di ponselnya untuk menghubungi Shohei.

"Aku sudah mendapatkan hunian yang cocok untukmu. Kau bisa datang melihatnya langsung. Nanti kukirim alamatnya."

"Tunggu, di mana kau sekarang?" tanya Shohei.

"Aku sedang menuju ke apartemenku."

"Ah, kebetulan aku baru pulang kantor. Baiklah, kita bertemu di apartemenmu saja."

Shohei menutup telepon lalu mengendarai mobilnya menuju tempat tinggal Rai. Ia mengulas segaris senyum tipis begitu menerima beberapa potret kondominium miliknya yang baru saja Rai kirim lewat aplikasi Line.

"Selain rumah, kira-kira apalagi yang dibutuhkan Seina?" gumamnya sambil berpikir.

Berbeda dari Rai, Shohei tak memiliki kehidupan yang pelik meskipun profesi yang ia jalani terkadang membawanya dalam bahaya. Kisah percintaannya yang bisa dikenang pun tidak ada. Ia hanya pernah berpacaran dengan adik dari salah satu seniornya di kepolisian. Sayangnya, hubungan itu tak menyentuh satu bulan. Kandas begitu saja. Namun, bukan berarti ia tak merasakan patah hati. Apalagi gadis yang menjadi kekasihnya kala itu, memutuskan dirinya untuk menjalin hubungan dengan pria lain. Mirisnya, pria itu adalah kakak kelas dan saingannya dalam kejuaraan Olimpiade Fisika.

Kini, setelah bertahun-tahun masih belum bisa jatuh cinta lagi, ia bertemu dengan gadis yang mampu membuatnya membuka hati.

Sekitar tiga puluh menit kemudian, Rai tiba di apartemennya. Baru saja keluar dari lift, pandangannya tertuju pada Yuriko yang sedang mengobrol dengan pria si pemilik kamar di sebelah kamarnya.

"Kudengar kau menjadi pemandu wisatawan asing. Pasti kau sangat jago bahasa Inggris, 'kan? Bisakah kau membantuku menerjemahkan bimbel ini? Aku tidak sanggup memakai jasa penerjemah. Menggunakan mesin terjemahan pun artinya berantakan dan semakin membuatku bingung," pinta Yuriko memelas seraya menyodorkan sebuah bimbel salah satu mata kuliahnya.

Pria yang sedang ia bicarakan itu menunjukkan wajah keberatan. "Gomennasai, aku sangat sibuk. Lagi pula, bahasa Inggris yang aku kuasai hanya tentang keseharian. Sementara punyamu ini bahasa Inggris akademik dan ilmiah. Aku harus pergi sekarang, permisi," ucap pria itu yang kemudian pamit meninggalkannya.

Yuriko mendengus kasar. Tiba-tiba ia terkejut saat seseorang merebut bimbel dari tangannya. Menoleh cepat ke sisi kanan, wajah Rai yang memunculkan senyum samping menyapa pandangannya. Pria itu sibuk membuka lembaran demi lembaran bimbel tersebut.

"Apa yang kau lakukan!" Yuriko berusaha merebut kembali bimbelnya. Sialnya, Rai justru mengangkat bimbel itu tinggi-tinggi.

"Biar aku!" ucap pria itu.

"Hah?" Yuriko mengernyit tak paham seraya melompat-lompat kecil berusaha mengambil kembali bimbelnya.

"Kau butuh orang yang bisa menerjemahkan ini, kan?"

"Memangnya kau bisa?" tanyanya melempar senyum remeh.

"Aku ini ahli bahasa. Aku menguasai beberapa bahasa, apalagi bahasa Inggris, itu makananku sehari-hari." Rai bersedekap seraya menaikkan dagu. Ia mulai menunjukkan kesombongannya.

"Maaf, aku tidak punya waktu untuk mendengar ocehanmu itu." Yuriko melengos.

"Jadi, kau tak percaya? Baik, kuterjemahkan sekarang." Rai membuka kembali bimbel tersebut karena ingin membuktikan ucapannya.

"Itu benar! Rai memiliki keahlian sebagai penerjemah beberapa bahasa. Dia sering membantuku."

Rai dan Yuriko kompak menoleh ke depan begitu mendengar seseorang menyambung percakapan mereka. Rupanya itu adalah Shohei yang baru saja tiba.

"Pak Polisi ...." Mata Yuriko sontak membesar melihat Shohei datang tiba-tiba.

Sementara, Rai bergegas merangkul Shohei sambil berkata. "Kau dengar sendiri apa katanya, 'kan?"

Berkat Shohei, Yuriko sedikit memercayai apa yang dikatakan Rai. Gadis itu langsung berkata, "Apakah kalian mau minum teh di kamarku?"

Tawaran Yuriko tentu saja langsung diterima Rai, sedangkan Shohei hanya bisa mengikuti. Begitu masuk di kamar gadis itu, mereka duduk bersila di meja sambil membicarakan kondominium yang telah dibeli. Sementara, Yuriko tampak sibuk membuat sajian teh.

"Kira-kira dua Minggu lagi kau bisa menempati apartemenmu," ucap Rai.

"Oh, iya, sepertinya aku membutuhkan pelayan yang bisa membersihkan apartemen itu setiap hari. Apa kau punya rekomendasi?" tanya Shohei.

Mendengar hal itu, Yuriko berjalan cepat ke arah mereka sambil berkata dengan penuh semangat, "Biar aku saja! Kebetulan aku butuh tambahan pekerjaan."

Sontak, mata Rai terbelalak seketika. Menjadi pelayan, artinya Yuriko dan Shohei akan sering bertemu bahkan bersama di apartemen itu. Apalagi, Shohei memutuskan tinggal lebih dulu sebelum calon tunangannya ikut tinggal di sana.

.

.

.

1
tsuki ga kirei desu ne 月が綺麗ですね
Wow, that's amazing! Congratulations on your success. Although I'm a bit late in saying so, I haven't finished reading everything yet, but I'm certain that all of it is interesting and worth reading.
Have you ever thought about becoming a published author? Or have your novels already been released as books? I believe they would do very well and bring you even more recognition and income.
tsuki ga kirei desu ne 月が綺麗ですね
🤣🤣🤣
tsuki ga kirei desu ne 月が綺麗ですね
Wow... were you really able to see through it that clearly, Kei?😮

daebak👏👏
tsuki ga kirei desu ne 月が綺麗ですね
The prosecutors' motive was probably to cover something up and prevent Shohei from discovering the truth, not because they couldn't stand being outshined by the police. 😄
tsuki ga kirei desu ne 月が綺麗ですね
So that's why Shohei asked Rai to become his shadow and finish the case he couldn't complete back when he was in the Special Criminal Department. The investigation was suddenly handed over from the police to the prosecutors by order of the Minister of Justice. Looking back, that's already suspicious enough. What if the Minister of Justice is actually the mastermind Shohei has been searching for all this time?

That's such brilliant writing—the author hid the clue in plain sight, yet most of us completely overlooked it.
tsuki ga kirei desu ne 月が綺麗ですね
daebak... You're the best/Good/
tsuki ga kirei desu ne 月が綺麗ですね
Could this be the answer to your question in the previous chapter about who the common thread is? If so, is it Kei Ayano? 🤔
tsuki ga kirei desu ne 月が綺麗ですね
Hang on... don't tell me Furukawa Rika's accident was all part of a plan to make room for a new athlete Nakamurà Aya backed by Yoshuke Tsuno? 🤔
tsuki ga kirei desu ne 月が綺麗ですね
haha Shohei... That's so awkward, it's actually funny.🤣🤣
tsuki ga kirei desu ne 月が綺麗ですね
Was Rai the only one who came up with this disguise plan, or was Shohei involved in planning it as well?
tsuki ga kirei desu ne 月が綺麗ですね
Aaah, so it's not only in my country. Corrupt officials seem to appear whenever there's a huge national event. Turns out even the Tokyo Olympics had its share of scandals, huh? This is the Olympics that was originally scheduled for 2020 but got pushed back to 2021 because of COVID-19, right?

Wow, Kak Author, you're incredible. The way you weave real historical events into your fictional story is just brilliant. Really, really impressive! 😲👏🔥
tsuki ga kirei desu ne 月が綺麗ですね
Hold on... Could it be that Ai Otaka is an undercover agent sent after Shohei?🧐
tsuki ga kirei desu ne 月が綺麗ですね
Wait... you're actually right!😱
tsuki ga kirei desu ne 月が綺麗ですね
By the way, where was Shohei living before?
tsuki ga kirei desu ne 月が綺麗ですね
Whoahh...that's a new word for me! I know being stupid is free, but you don't have to take all of it. 😂
tsuki ga kirei desu ne 月が綺麗ですね
Trying to copy the author... LOL, I'll be laughing about this until December...😆
tsuki ga kirei desu ne 月が綺麗ですね
It's still funny even after all this time🤣
tsuki ga kirei desu ne 月が綺麗ですね
Don't be too confident yet😏
tsuki ga kirei desu ne 月が綺麗ですね
Wait, what? How did this happen? Don't tell me the four of you ended up swapping partners! Hehe...😆
tsuki ga kirei desu ne 月が綺麗ですね
Oh no!! Yuriko must have gotten the wrong impression...😱
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!