NovelToon NovelToon
Papa, Ayo Kita Hancurkan Plot Novel Ini!

Papa, Ayo Kita Hancurkan Plot Novel Ini!

Status: tamat
Genre:Mafia / Sistem / Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Masuk ke dalam novel / Balas dendam pengganti / Tamat
Popularitas:17.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Setelah sang ayah—ketua mafia legendaris—tewas misterius, Livana ikut terlempar ke dunia novel dan menjadi Bellamy, si antagonis manja yang ditakdirkan mati tragis.
Kejutan besar menantinya! Jiwa sang Papa ternyata ikut bertransmigrasi menjadi ayah Bellamy. Namun, sang Papa terikat Sistem Novel yang akan mengurangi umurnya jika ia berani mengubah alur cerita.
Untungnya, jiwa barbar Livana adalah sebuah glitch yang kebal dari hukuman Sistem!
Menggunakan celah ini, duet maut ayah-anak mafia ini kompak bekerja sama mengacak-acak plot, menendang parasit manipulatif, dan memikat Dallas—si penguasa bayangan yang dingin.
Dua jiwa mafia vs satu Sistem Novel. Siapa yang akan menang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7: Celah di Balik Secangkir Kopi

​Malam semakin larut di kediaman Guinevere. James duduk tegap di balik meja kerjanya, namun matanya menatap tajam ke arah sudut ruangan di mana layar hologram Sistem Novel kembali berkedip-kedip merah dengan agresif.

​[ Peringatan! Skenario Utama Bab 8 Bergeser Maju Akibat Perubahan Plot Utama. ]

[ Misi Skenario: Karakter James Guinevere harus meminum kopi buatan Odelia Francesca dan menghabiskan malam bersamanya. ]

[ Sanksi Penolakan: Hukum Sehelai Rambut Putih (Pengurangan umur 6 bulan). ]

​"Enam bulan?" James menggeram rendah, rahangnya mengeras. "Bajingan. Skenario sialan ini maju satu minggu hanya karena aku mencabut berkas adopsi Luciana!"

​James memutar otak mafianya yang taktis. Berdasarkan ingatan novel asli, insiden ranjang antara James dan Odelia seharusnya terjadi setelah pesta gala. Namun, karena Odelia panik posisinya terancam, wanita licik itu mempercepat aksinya malam ini dengan bantuan obat tidur dosis tinggi di dalam cangkir kopi.

​Sebelum Odelia sempat melangkah menuju ruang kerjanya, James dengan cepat merogoh ponselnya. Jemarinya bergerak lincah, mengetikkan deretan simbol acak dan angka rumit yang dikirimkan melalui pesan teks kepada Bellamy. Itu adalah kode enkripsi rahasia tingkat tinggi yang hanya dipahami oleh inti Minerva Syndicate.

​Pesan kode itu berbunyi: [Bantu Papa hancurkan alur yang maju ini. Ular tua itu mempercepat aksinya malam ini. Dia memasukkan racun ke dalam kopi untuk menjebak Papa di ranjang agar Sistem mengunci umur Papa. Eksekusi sekarang.]

​Di kamarnya, Bellamy yang baru saja selesai membersihkan diri langsung menegakkan tubuh begitu melihat notifikasi masuk. Matanya berkilat tajam membaca kode dari sang Papa. Tanpa membuang waktu, ia mengganti pakaiannya dengan gaun tidur gelap dan menyelinap keluar kamar layaknya seekor kucing hitam di malam hari.

​Bellamy mengendap-endap menuju area dapur lantai bawah. Menggunakan naluri mata-mata mafianya yang terlatih, ia bersembunyi di balik pilar besar yang menggelap. Tangannya dengan tenang mengeluarkan ponsel, mengaktifkan kamera video, dan membidik tepat ke arah konter dapur.

​Di sana, Odelia tampak celingukan memastikan situasi aman. Dengan tangan gemetar, wanita paruh baya itu mengeluarkan sebuah plastik klip kecil berisi serbuk putih, lalu menuangkan seluruh isinya ke dalam cangkir kopi hitam yang masih mengepul untuk James.

​Klik! Telolet!

​Ponsel di saku Odelia mendadak berdering, membuat wanita itu tersentak kaget. Ia melihat layar ponselnya yang menampilkan nama Lucianna. Mengingat pembicaraan ini rahasia, Odelia buru-buru melangkah keluar dari dapur menuju area taman belakang yang sepi untuk menerima telepon dari putrinya.

​"Bagus sekali, waktunya bersih-bersih," bisik Bellamy dengan seringai barbar.

​Begitu siluet Odelia menghilang, Bellamy bergerak secepat kilat. Ia menyimpan video rekaman tadi sebagai barang bukti krusial. Dengan gerakan taktis yang rapi, ia segera menyeduh secangkir kopi hitam baru dengan aroma dan tampilan yang persis sama, lalu meletakkannya di posisi cangkir milik Odelia tadi.

​Sementara cangkir kopi yang telah dicemari racun obat tidur dosis tinggi itu langsung ia bawa pergi. Bellamy berjalan cepat menuju paviliun belakang. Di sana, ia mendapati Pak Dodi, sopir pribadi James, yang sedang duduk terkantuk-kantuk di teras luar.

​"Pak Dodi," panggil Bellamy dengan nada manis yang dibuat-buat.

​"Eh, Nona Muda Bellamy? Ada apa malam-malam begini, Nona?" Pak Dodi langsung berdiri dengan gugup.

​"Ini, aku membuatkan kopi hitam manis untuk Papa, tapi ternyata Papa sudah menyeduh sendiri di atas," ucap Bellamy sambil menyerahkan cangkir beracun itu sambil tersenyum ramah. "Daripada dibuang mubazir, lebih baik Pak Dodi yang habiskan ya? Supaya besok pagi tidak mengantuk saat menyetir untuk Papa."

​"Ya ampun, terima kasih banyak atas kebaikan Anda, Nona Muda! Saya minum ya," ucap Pak Dodi dengan mata berbinar-binar, merasa sangat dihargai oleh putri majikannya.

​Setelah memastikan kopi itu berpindah tangan, Bellamy kembali menyelinap ke lantai atas. Sambil berjalan, jemarinya mengetik pesan balasan dengan kode simbol rahasia yang sama untuk papanya: [Kopi sudah bersih dari racun. Ular tua itu tidak akan curiga. Nikmati pertunjukannya, Pa.]

​Di ruang kerja, James yang membaca pesan tersebut langsung mengunci ponselnya tepat saat pintu ruangan diketuk.

​Tok! Tok!

​Odelia masuk dengan senyuman paling manis yang bisa ia umbar, membawa nampan berisi cangkir kopi yang ia kira masih beracun. "Tuan James, ini kopi hitam hangat untuk Anda. Silakan diminum agar pikiran Anda lebih rileks."

​James menatap cangkir itu sejenak, lalu melirik layar Sistem di sudut matanya yang mendadak berubah warna menjadi hijau aman karena interaksi glitch dari Bellamy.

​"Terima kasih, Odelia. Kebetulan aku memang sedang butuh ini," ucap James dengan nada berwibawa. Di bawah tatapan penuh harap dan tegang dari Odelia, James mengangkat cangkir tersebut dan meminumnya dengan tenang hingga tersisa setengah.

​Odelia mati-matian menahan senyum kemenangannya. "Kalau begitu, saya permisi keluar dulu, Tuan. Jika Anda membutuhkan sesuatu, panggil saja saya."

​Odelia melangkah keluar dan menutup pintu dengan rapat. Ia tidak langsung pergi, melainkan berdiri di koridor depan ruangan, bersandar pada dinding sambil melirik jam tangannya. Sesuai dosis yang ia masukkan, obat tidur itu seharusnya akan membuat James tidak sadarkan diri dalam waktu lima belas menit, dan saat itulah ia akan masuk untuk melancarkan aksi bejatnya.

​Namun, lima belas menit berlalu. Tiga puluh menit berlalu. Koridor lantai dua itu semakin dingin, namun tidak ada tanda-tanda suara ambruk dari dalam ruangan. Odelia mulai merasa aneh dan cemas.

​Cklek.

​Pintu ruang kerja mendadak terbuka. Odelia tersentak dan langsung berdiri tegak. Matanya membelalak tidak percaya saat melihat James berjalan keluar dengan langkah yang sangat tegap, wajahnya segar bugar, dan sama sekali tidak menunjukkan gejala kantuk atau pusing.

​"T-Tuan James? Anda... Anda mau ke mana?" tanya Odelia terbata-bata, suaranya bergetar panik.

​James bahkan tidak meliriknya, melainkan terus berjalan lurus menuju kamar tidur utama di ujung koridor. "Aku mau menemui istriku. Singkirkan tubuhmu dari jalanku, Odelia."

​Odelia yang didera rasa penasaran dan tidak rela rencana besarnya gagal, nekat mengikutinya dari belakang dengan langkah pelan. Ia berdiri membeku di depan pintu kamar tidur utama yang sedikit renggang.

​Dari dalam kamar, alih-alih suara pria yang mengantuk, Odelia justru mendengar suara James yang terdengar begitu lembut, hangat, dan sangat ekspresif—sesuatu yang tidak pernah James lakukan selama bertahun-tahun karena sikap abainya pada sang istri.

​"Diane, lihat apa yang kubawakan untukmu? Aku tahu kau belum tidur," suara James terdengar merayu dari dalam kamar. "Kemarilah, wajahmu terlihat sangat cantik malam ini meskipun tanpa riasan. Mengapa kau merengut terus pada suamimu ini, hm?"

​Mendengar rayuan manis yang tak terduga itu, suara tawa kecil yang tulus dan manja dari Diane Guinevere terdengar menyusul. "James, hentikan... kau mendadak aneh sekali malam ini. Sejak kapan kau pandai merayu seperti ini?"

​Di luar pintu, Odelia meremas jemarinya sendiri hingga memutih. Wajahnya berubah menjadi merah padam karena kombinasi antara rasa syok, cemburu, dan ketakutan yang luar biasa. Rencana ranjangnya gagal total, dan targetnya justru malam ini berakhir memadu kasih dengan wanita yang paling ia benci.

1
umie chaby_ba
udah tamat Thor?
Ariska Kamisa: udah kak 🙏
total 1 replies
lin sya
tamat kah thor, atau ada konflik lgi
Ariska Kamisa: stay read ya kak... 🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
lanjut dong thor
lin sya
trllu ceroboh membiarkan musuh 2 kli lolos, pdhl gelar mafia, tp tdk ada kekejaman dan setengah2 dlm memberantas musuh
umie chaby_ba
lanjutkan thor . update nya yang banyak dong thor.. aku ga sabar pliss ..
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
ya tuhan kasihan dallas thor... author mah mempermainkan hati dallas /Chuckle/
Ariska Kamisa: sabar ya kak... semua akan indah pada waktunya 🤭🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
berani banget si Nick mati kan lo jadinya/Right Bah!/
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
Livana di tempat sebenarnya badas juga
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
waduh... ada karakter cowok lain nih... buset bakal gimana nih
Ariska Kamisa: stay read ya kak biar tau🤭🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
yah .. sedih banget dong baru juga dallas bahagia baru nikah dengan wanita yang dia cintai diam-diam. /Cry/
Ariska Kamisa: ini ujian buat dallas dan Bellamy 🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
ceritanya menarik banget ,
Ariska Kamisa: terimakasih kak
total 1 replies
umie chaby_ba
jadi mereka harus berpisah /Grimace/
Ariska Kamisa: iyah kaak, 🤭
total 1 replies
aditya rian
lanjutkan Thor
Ariska Kamisa: 👍👍👍👍👍👍
total 1 replies
aditya rian
ceritanya menarik 👍
Ariska Kamisa: terimakasih kak🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
lanjut dong thor🙏
Ariska Kamisa: siap kak👍
total 2 replies
Aditya Rian
lanjut dong
Ariska Kamisa: siap kak👍
total 1 replies
umie chaby_ba
kok odelia bisa kabur taa🤭
Ariska Kamisa: iyah ada bantuan kak🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
oh jadi penulisnya ibunya mereka berdua.
D itu ternyata Deborah?? 🤣
Ariska Kamisa: betul kak... stay read yaa🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
kan kamu sendiri yang tidak menginginkan Bellamy bege... siapa yang selingkuh duluan juga cih... /Facepalm/
Ariska Kamisa: iyan aneh banget ya 🤭🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
siapa lagi nih thor... /Whimper/
Ariska Kamisa: musuhnya mereka kak🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!