NovelToon NovelToon
Joni Fighter

Joni Fighter

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Game
Popularitas:960
Nilai: 5
Nama Author: Bang Jigur

Dunia telah berubah sejak terbukanya Arcane Nexus—sebuah celah dimensi misterius yang menghubungkan bumi dengan dunia monster yang ganas. Demi bertahan hidup, umat manusia mendirikan tiga akademi elit untuk melatih para petarung faksi (Brawler, Swordsman, Archer, dan Shaman) agar mampu menyelaraskan getaran energi Ki mereka, yang dikenal sebagai sistem RAN (Resonance of Arcane Nexus).
​Joni, seorang mahasiswa baru faksi Brawler di Kampus Sacred Gate, awalnya hanya ingin fokus berlatih demi meneruskan jejak mendiang ayahnya. Namun, ia justru terseret ke dalam pusaran konspirasi gelap yang melibatkan kekuatan korporasi raksasa, militer kampus saingan, hingga ambisi berbahaya yang mengancam kestabilan dinding dimensi. Di tengah ancaman duel hidup-mati melawan rivalnya yang menggunakan kekuatan terlarang, Joni harus menjalani penempaan ekstrem di kedalaman wilayah tak bertuan untuk membangkitkan resonansi murni tubuhnya dan mengungkap kebusukan yang terstruktur di puncak kekuasaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Jigur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Om Remon mengangguk pelan, seringai tipis muncul di sudut bibirnya. "Tepat sekali. Keluarga Baskoro mengira mereka bisa mengendalikan segalanya dengan uang dan ancaman. Tapi mereka lupa, Dewan Penyelaras faksi penyelidik tidak selemah itu. Kita akan memukul mereka tepat di titik butanya."

Beliau membuka gulungan kain hitam dari si topeng rubah di atas meja kayu yang tersisa. Gondrong ikut mendekat, rasa takutnya perlahan berganti dengan rasa penasaran yang besar.

"Hari Senin jam sepuluh pagi, saat duel kalian dimulai di Arena Agung Kampus Sacred Gate, atensi seluruh petinggi korporat, media, hingga antek-antek Mythic Peak akan tertuju penuh pada layar pertandingan," jelas Om Remon, menunjuk sebuah peta jalur rel bawah tanah yang tergambar dengan tinta spiritual bercahaya biru di dalam gulungan. "Di saat itulah, fokus keamanan di anak perusahaan Baskoro akan melonggar."

"Saya sendiri yang akan memimpin tim elit untuk menyusup dan mengamankan Ibu Laras dari kantornya," lanjut Om Remon dengan nada dingin tanpa ragu. "Begitu Ibu Laras berada di zona aman ekstradisi Dewan Penyelaras, ancaman Tian kepada Laras otomatis runtuh menjadi abu."

Joni mengepalkan tangannya kuat-kuat, merasakan denyut Ki petirnya kembali stabil dan mengeras. "Lalu tugas gue di arena, Om?"

"Tugasmu hanya satu, Joni," Om Remon menatap lurus ke mata keponakannya. "Buat pertunjukan yang sangat lama dan brutal. Jangan biarkan Tian kalah terlalu cepat, tapi jangan juga berikan dia celah untuk menang. Tarik perhatian semua orang. Paksa Tian menggunakan seluruh esensi kristal hitam miliknya hingga terpampang nyata di depan kamera publik. Dengan begitu, Presiden Varendra sekalipun tidak akan bisa lagi melindungi aliansi busuk Baskoro dan Mythic Peak."

Gondrong yang mendengar rencana matang itu langsung menepuk jidatnya, matanya berbinar. "Gila! Berarti duel hari Senin itu bukan cuma ajang balas dendam, tapi pengalihan isu skala besar?! Jon, lo harus bener-bener jadi samsak berjalan yang bisa gigit balik!"

"Heh, lu tenang aja, Ndrong," Joni menyeringai, memamerkan deretan giginya. Kulit metalik di lengannya berkerut seiring dengan kepalan tangannya yang mantap. "Empat hari di neraka rawa asam bareng Om Remon udah bikin badan gue gak mempan digebuk besi. Tian bakal frustrasi sendiri karena gak bisa nge-scratch kulit gue."

Emak yang sejak tadi mendengarkan sambil melipat tangan di dada, akhirnya mendengus pelan, meski ada binar kebanggaan di matanya. "Bagus. Kalau begitu, malam ini tidak ada yang boleh keluyuran lagi. Gondrong, kamu tidur di kamar depan bareng Joni. Joni, masuk kamar, kunci *Ki*-mu sekarang juga!"

"Siap, Mak!" jawab Joni dan Gondrong serempak.

Malam itu, di tengah kegelapan kamar yang tenang, Joni duduk bersila di atas kasur tipisnya. Ia menarik napas dalam-dalam, membiarkan energi Resonance of Arcane Nexus di dalam tubuhnya mengendap, mengunci seluruh hasil penempaan brutalnya ke dalam tulang dan sumsumnya.

Hari kelima esok hari akan menjadi hari tenang. Namun, di balik ketenangan itu, badai besar sedang bersiap untuk menggulung kediktatoran keluarga Baskoro di hari Senin yang suci.

Hari kelima berlalu seperti air yang tenang mengalir di atas batu kali. Tidak ada lagi gonggongan *Nexus Hound* yang memekakkan telinga, tidak ada lagi aroma asam belerang yang membakar kulit. Joni menghabiskan sepanjang hari Minggu itu di rumah, melakukan apa yang diperintahkan Om Remon: istirahat total.

Pagi harinya, ia membantu Emak menambal kembali tembok rumah yang jebol akibat tendangan daster maut kemarin. Anehnya, saat mengangkat batako dan sak semen yang berat, Joni tidak merasakan beban sama sekali.

Tubuhnya terasa seringan kapas, namun setiap serat ototnya menyimpan kerapatan energi yang luar biasa padat. Sisa-sisa pendaran kelabu metalik di kulitnya kini telah sepenuhnya menyatu, tersembunyi sempurna di balik pori-porinya. Dari luar, Joni tampak seperti mahasiswa biasa, namun di dalam, ia adalah sebuah bom waktu yang siap meledak.

Gondrong sendiri sibuk bolak-balik dengan laptopnya, memeriksa jadwal siaran langsung Arena Agung Kampus Sacred Gate.

"Jon, spekulasi taruhan di forum kampus gila-gilaan," ujar Gondrong sore harinya sambil menyodorkan layar laptop ke hadapan Joni yang sedang ngopi di teras. "Sembilan puluh delapan persen mahasiswa taruhan buat kemenangan Tian Baskoro. Mereka bilang lo sengaja kabur libur lima hari karena takut mati."

Joni hanya tersenyum tipis, menyesap kopi hitamnya dengan tenang. "Baguslah. Makin tinggi mereka terbang karena sombong, makin patah kaki mereka pas gue banting besok."

Matahari hari Senin terbit dengan warna emas yang bersih, kontras dengan langit hitam Zona Merah yang Joni saksikan beberapa hari lalu. Kompleks Arena Agung Kampus Sacred Gate sudah dipadati oleh ribuan mahasiswa dari berbagai tingkat dan faksi. Bukan hanya mahasiswa internal, beberapa perwakilan dari Kampus Phoenix dan Mythic Peak juga terlihat hadir di tribun VIP, penasaran dengan duel yang kabarnya melibatkan nama besar *Baskoro Mining Corp*.

Di lorong ruang ganti pemain, Joni berdiri sendirian, memasang kembali Lightning Iron Gauntlet-nya. Pengunci besi bertenaga petir itu berbunyi KLIK yang mantap di kedua pergelangan tangannya.

Bzzzt...

Jam tangan spiritual Joni kembali menyala, memancarkan layar hologram statusnya yang sempat mati selama latihan di perimeter luar.

> [SISTEM RAN ONLINE - STATUS AWAL SEBELUM DUEL]

> Nama: Joni

> Faksi: Brawler

> Status Tambahan (Tersembunyi): Arcane Hardened Skin (Max), Movement Burst Ready.

"Joni."

Sebuah suara lembut yang sangat akrab membuat Joni menoleh. Di ujung lorong, berdiri Laras. Wajah gadis itu tampak pucat, matanya sembap, dan ia mengenakan gaun formal putih dengan pin lambang keluarga Baskoro di dadanya—tanda pertunangan paksa yang mengikatnya.

"Laras..." Joni melangkah maju, namun Laras menahan dengan lambaian tangannya, air mata mulai menggenang di pelupuk matanya.

"Jangan mendekat, Jon... Tian mengawasiku lewat kamera internal," bisik Laras dengan suara bergetar hebat. "Kenapa kamu harus datang? Harusnya kamu kabur saja dari kota ini... Tian... dia sudah mengonsumsi esensi kristal hitam tingkat tinggi demi duel ini. Dia mau membunuhmu di arena!"

Joni menatap lurus ke mata Laras. Tidak ada lagi keraguan atau kemarahan meledak-ledak seperti kemarin lusa. Yang ada hanyalah ketenangan sedalam lautan.

"Laras, dengerin gue," ucap Joni, suaranya berat dan penuh keyakinan. "Lo gak usah mikirin ancaman bajingan itu lagi. Percaya sama Om Remon di luar sana. Tugas lo sekarang cuma satu: duduk di tribun, pasang mata lo baik-baik, dan lihat bagaimana gue bakal meremukkan kesombongan tunangan paksamu itu sampai hancur gak bersisa."

Belum sempat Laras membalas, suara interkom arena menggema dengan keras ke seluruh penjuru stadion.

*"Panggilan kepada Mahasiswa Baru Faksi Brawler, JONI! Harap segera memasuki Arena Agung. Pertandingan utama akan segera dimulai!"*

Joni menyeringai, mengepalkan tinjunya hingga percikan listrik biru murni meletup gahar, menerangi lorong yang gelap. Ia berjalan melewati Laras, melangkah mantap menuju gemuruh ribuan penonton yang sudah menantinya di ujung gerbang cahaya.

1
Semoli Ginon
eh asa bruise jr. 👍
Semoli Ginon
wkwkwkw keluarga koplak🤣
Semoli Ginon
wahahah. ngenes amat nasib lo jon😄
Semoli Ginon
oke seru juga lanjut👍
Semoli Ginon
uhuyy 😄
Semoli Ginon
ini kan faksi2 di game ran online jadul ya?
Semoli Ginon
🤭🤭🤭
Semoli Ginon
adub baru mulai udah mirip gua 🤭
Boqin Changing
jelek. masa MC nya namnya , joni
👁Zigur👁: lah ya suka2 ku lah..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!