NovelToon NovelToon
Cinta Dan Rahasia

Cinta Dan Rahasia

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:926.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: BFK.11

Saat terbangun aku sudah berada di tempat yang asing. Aku memutar tubuhku untuk melihat lebih jelas dimana aku berada, aku merasa sedang diawasi, dia.. dia melihat kearah ku dengan mata merahnya. Dan dia tersenyum, terlihat dua buah taring keluar dari bibirnya..

Haloo semua... ini cerita pertamaku di MangaToon, Aku harap kalian seneng bacanya, semua cerita yang akan kutulis harus Happy Ending!
Why
Why
Why
Karena kopi pait adanya didunia nyata yaa, so aku bikin cerita yang bikin kalian senyum-senyum aja, just Have Fun in my Fantasi World ♥️♥️♥️

Oh yayayaa, jangan lupa love, like, kalo bisa comment juga, biar aku semangat gadang tiap malam 😆😆😆 demi kalian pencinta Fantasi World.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BFK.11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari Bahagia

Dengan penuh semangat Alice menghisap leher Gara, dia melupakan fakta bahwa Gara sedang menunggu jawabannya.

Alice terlalu lapar, dia tidak bisa mengontrol tubuhnya sendiri. Dikala Alice akan mengakhiri nya, kemudian rasa lapar itu kembali dan dia memulainya lagi dan lagi.

Gara tidak menghentikan Alice,

dengan sabar Gara membelai kepalanya dan merapihkan rambutnya yang panjang.

Lama kelamaan, Gara tidak dapat menopang tubuhnya sendiri,

Uuuuhk...

Aaliice..

Alice menghentikan aktivitas nya, dia melihat Gara yang sudah lemas karena perbuatannya. Alice mengelap bibirnya yang penuh dengan darah. Dia melihat mata Gara yang tertutup dan mencium bibirnya lembut.

Terimakasih..

Bisiknya lembut.

Alice tertidur bersama Gara disampingnya.

Bibi Anna yang khawatir kembali kelantai atas, dia mengintip lewat celah pintu, terlihat Alice dan Gara tertidur, Bibi Anna tidak membuka pintu, dia tidak mau mengganggu mereka.

Hari itu begitu tenang, Bibi Anna yang biasanya melakukan aktivitas memilih diam didalam kamar, Hans pergi keluar. Suasana rumah begitu sepi, hanya terdengar sayup-sayup suara kendaraan diluar.

Mentari bersinar, langit berwarna biru jernih, udara terasa sejuk, tidak seperti biasanya.

Gara masih bersama dengan Alice, dia membuka matanya. Lehernya sedikit pegal, terdapat banyak sekali bekas gigitan Alice, Gara merabanya.

Dia bangkit dari tempat tidur dengan perlahan dan berjalan ke arah jendela lalu membukanya, cahaya langsung masuk menyinari kamar Alice yang gelap.

Alice masih tertidur, mulutnya sedikit terbuka, Gara membetulkan posisi tidurnya.

Apakah sekarang kau puas gadis kecil?

Gara mencubit hidung Alice.

Kau tidur seperti orang mati.

Aku harus kembali dan berbicara dengan Ayahku. Banyak persiapan yang harus dilakukan.

Gara menulis catatan untuk Alice disamping tempat tidurnya.

Beberapa jam setelah Gara pulang, beredar ratusan undangan berwarna merah dan berlogo kerajaan. Semua undangan itu langsung diantar oleh kurir kerajaan dengan menggunakan kereta kuda.

Semua orang terkejut dengan kedatangan undangan yang mendadak, seluruh negeri sibuk menyiapkan gaun, pakaian, perhiasan, aksesoris dan hal lainnya yang menurut mereka penting.

Undangan itu membuat ratusan gadis patah hati karena sang pangeran idaman akhirnya akan melangsungkan pernikahan.

Sedangkan calon istrinya sendiri masih tertidur dengan nyenyak nya tanpa tahu kehebohan yang sedang terjadi.

Hans yang tidak sengaja mendengar dari jalan langsung bergegas pulang. Dia tidak percaya apa yang sudah dia dengar.

'Pangeran akan menikah lusa..'

Ya Tuhan, jantung Hans berpacu sangat cepat, dia tidak yakin dengan kabar itu, tapi dia harus memastikan nya sendiri, siapa yang akan dinikahi oleh pangeran.

Tok Tok Tok

Bibi Ann.. buka pintu..!!!

Hans telah tiba didepan rumah.

"Ada apa Hans? mengapa kau berkeringat?"

Hans mengambil nafas perlahan..

"Tuan muda.. tuan muda... "

"Tuan muda akan menikah lusa?" Ucap Hans.

Bibi Anna melongo, dia mencoba mencerna sedikit demi sedikit kalimat yang Hans ucapkan.

"Tuan Muda akan menikah? dengan Alice kita??" Tanya Bibi Anna bingung.

"Aku tidak tau... aku tidak tau..

"Alice mana.. "

"Alice tidur dikamarnya.."

Mereka kemudian menaiki tangga dan masuk kekamar Alice.

Tapi..

Tidak ada seorang disana..

"Mana Alice?"

*. *. *.

Alice terbangun karena mendengar suara air yang mengalir deras, dia mengerjapkan matanya beberapa kali.

Dimana ini...

Dia tidur disebuah rumah pohon yang kecil, dia menatap sekeliling, tidak menemukan siapapun disana. Tempat itu begitu kecil dan berantakan.

"Halo...

"Seseorang disana?

Tak ada jawaban dari siapapun.

Alice masih mengenakan baju tidurnya, dia tidak menggunakan alas kaki apapun, Alice bangkit dari tempat tidur, dia duduk dan mencoba berdiri, namun lututnya masih lemas, Alice duduk kembali.

Apa yang sebenarnya terjadi? dimana ini? siapa yang membawaku kemari?

Setelah merasa cukup kuat Alice mencoba berdiri kembali, kali ini dia berhasil.

*Aah, aku bisa *.

Alice berjalan beberapa langkah, namun langkahnya terhenti, dia menginjak ranting kecil yang tajam, telapak kakinya terluka dan berdarah.

Ahh

CK

Harusnya aku lebih berhati-hati

Terdengar suara seseorang yang memanjat pohon dengan cepat.

Braaak..!!

Pintu terbanting.

"Kent...!!"

"Alice.. kau terluka??"

Kent melihat bagian kaki Alice yang terluka, dia menggendong Alice ke tempat tidur dan menekuk kakinya, perlahan Kent menjilat kaki Alice yang terluka.

Aaah

Seketika luka itu menghilang, Kent menatap Alice.

Dia mendengar kabar bahwa undangan pernikahan telah dibuat dan Pangeran akan menikah lusa, tanpa pikir panjang Kent kembali kekamar Alice dan membawanya kesini.

"Kent..

"Kennt...!!"

"Ah, yaa Alice.."

"Terimakasih..

"Kenapa aku ada disini? ini dimana?" Alice melihat sekeliling.

"Mm, ini rumah yang dulu kutinggali..

"Maaf sedikit berantakan.." Kent menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Aku hanya merindukanmu.."

"Jawaban yang klasik sekali.." Alice tersenyum.

"Oh ayolah.. aku merindukanmu.. kau pasti tau aku tidak berbohong.."

"Aku tau..

"Kemarilah...

Alice melebarkan tangannya, Kent mendekat dan masuk ke pelukan Alice.

"Apakah aku bau?"

"Oh..

"Tentu saja Kent.." Alice menutup hidungnya.

"Aku mendengar suara air, apakah itu air terjun?"

"Ya, dibawah ada air terjun, ingin kesana?"

Alice mengangguk dengan mantap.

Kent menggendong Alice menuruni rumah pohon, lalu melompat menuju ke mata air.

Air terjun ini sangat tinggi, Alice bahkan tidak bisa melihat ujungnya. Airnya sangat jernih dan segar sekali. Air terjunnya dikelilingi tumbuhan dan bunga-bunga beraneka warna. Dibawahnya mengalir sungai-sungai kecil yang dilengkapi dengan bebatuan besar. Pemandangan yang sangat indah sekali untuk dilewatkan.

Kent menurunkan Alice ditempat yang cukup datar.

"Apakah aku bisa membersihkan diri disini?"

"Tentu saja.. aku akan membantumu turun."

Kent menuntun Alice turun ke air, kemudian Alice memasukan kakinya perlahan, Rasa segar dan dingin menjalar ketubuhnya.

"Waaaaw.. segar sekali..!!

"Kemarilah Kent.."

Kent duduk disebelah Alice, dia memasukan kakinya.

"Aku akan masuk, bisakah kau diam disini, aku takut terbawa arus."

"Ok, aku akan melihatmu dari sini."

Alice perlahan masuk kedalam air yang dingin, tubuhnya yang kecil terlihat mengambang terbawa arus air, Alice berjalan sedikit demi sedikit. Sesekali kaki Alice menginjak batu yang licin dan hampir terjatuh, Kent menahan tubuhnya agar kembali seimbang.

"Berhati-hatilah gadis kecil.."

"Apakah aku terlihat seperti anak kecil bagimu?!

"Kau sungguh menyebalkan!!

Alice menepis tangan Kent dan memalingkan mukanya.

Kent tertawa senang melihat tingkah Alice yang lucu.

Alice masih bermain dengan air, dia memetik bunga dan mengalirkannya disungai. Dia melihat banyak ikan kecil berenang dipinggir tepi sungai, mencoba menangkap nya namun selalu gagal. Kent memperhatikan Alice, dia tidak pernah mengalihkan pandangannya sedikitpun.

"Sudah puas?"

Alice berjalan keluar dari air, ia berjalan seperti kepiting. Sesekali mengulurkan tangannya pada Kent untuk meminta bantuan.

"Yaaah..! sangat puas! aku tidak pernah bermain air seperti ini. Ini sangat menyenangkan!! "

"Maka.. menikahlah denganku." Kent menatap Alice dengan pandangan serius.

Alice melongo, dia tidak menyangka Kent akan mengungkapkan perasaannya seperti itu. Alice masih tidak percaya, dia tidak mengucapkan apapun.

Alice menatap Kent, dia tidak sanggup untuk menolaknya, namun dia juga tidak bisa menerimanya. Pandangan mata Kent sangat tulus, dia tidak bisa menyakiti perasaan Kent.

"Alice..

"Menikahlah denganku, tinggal lah bersamaku, aku tidak akan pernah menyakitimu..

"Aku mohon..

"Pilihlah aku..

"Aku tidak punya siapapun didunia ini..

Alice mengalihkan pandangannya, dia tidak sanggup menatap mata Kent.

"Alice..

Kent menggenggam tangan Alice dan memeluknya.

"Tidak bisakah kau memilih ku?" Kent berbisik.

Alice tidak menjawab apapun, dia tidak bisa menjawab.

"Aku mencintaimu.. menikahlah denganku, jangan pergi.." Kent memohon dengan sangat.

Alice melepaskan pelukannya, dia memberanikan diri menatap mata Kent.

"Kent..

"Aku..

"Tidak.. tidak aku mohon Alice jangan.." Kent menghentikan Alice.

"Kent, kumohon...

"Dengarkan Aku..

Kent terdiam, dia menundukan kepalanya..

Raut muka kecewa sudah terlihat, meskipun Alice tidak mengatakan apapun tapi Kent sudah tau jawabannya.

"Kent..

"Aku akan menikah dengan Gara..

"Aku mencintai nya..

"Aku membutuhkan nya..

"Aku membutuhkan Gara..

"Seperti Gara membutuhkan ku.."

Kent tidak mengatakan apapun, dia terlalu terluka dan sakit. Alice adalah perempuan pertama yang dikenalnya, dan Alice adalah cinta pertamanya. Kent sangat mencintainya.

Kent menggendong Alice, dia lompat dan masuk kerumahnya lagi.

Alice tidak mengatakan apapun lagi, dia tidak sanggup menatap mata Kent. Dia sudah melukai nya. Namun itu adalah hal yang harus dilakukan nya. Alice telah memilih Gara, Gara adalah seseorang yang dibutuhkannya.

Kent pergi dari rumahnya, dia meninggalkan Alice tanpa mengatakan apapun. Dia mencoba menenangkan dirinya, dia mencoba meyakinkan dirinya sendiri bahwa Alice akan bahagia bersama Gara, dan Alice lebih membutuhkan Gara dari padanya.

Beberapa jam kemudian Kent kembali kerumahnya, dia membuka pintu perlahan dan berjalan ke arah Alice yang tertidur.

"Alice.. sayang

"Maafkan aku..

"Aku membawakan mu makanan, bangunlah..

Kent mengusap kepala Alice

"Alice..

"Alice..

"Sayang ..

Kent menggoyangkan tubuh Alice perlahan, namun tetap tidak ada respon.

Astaga, apa yang terjadi?

Badan Alice sangat dingin lebih dingin dari biasanya, tubuhnya kaku dan pernapasan nya lemah, bahkan detak jantungnya melemah.

Kent panik sekali, kakinya lemas, dia terjatuh.

Braaakk..!!!

Pintu terbanting dengan sangat keras.

Gara berjalan mendekat, dia melihat Alice terbaring dan Kent yang terlihat ketakutan.

Gara mengangkat leher Kent, dia membantingnya kedinding kayu dengan keras.

Braaak!!

"Anjing sialan! Beraninya kau menculik istriku!!"

Kent tidak berkata apapun, darah mengalir dari dahinya.

Gara berjalan ke arah Alice, dia menyentuh tubuh Alice yang sangat dingin, kemudian membelai lehernya dengan lembut lalu menggigitnya dengan cepat. Darah mengalir dari mulut Gara. Kent yang melihat langsung memisahkan Alice dan mendorong Gara dengan cepat.

Bruugh..!!

"Vampir sialan! apa yang kau lakukan!"

"Kau!

"Kau tidak tau apa yang kulakukan? aku membangunkan Alice! Gara-gara ulahmu dia tertidur seperti itu!"

Kent menatap Alice, dia menyentuh dada Alice, detak jantungnya kembali normal dan tubuhnya kembali lemas.

Kent lebih tenang, dia memeluk Alice dengan erat.

"Maafkan Aku,

"Maafkan Aku.."

Alice membuka matanya perlahan

Dia melihat Gara sedang mencoba berdiri, refleks Alice melepaskan pelukan Kent dan mencoba berjalan ke arah Gara, namun tubuhnya tidak seimbang dan hampir jatuh, beruntung Gara cepat menangkapnya.

"Gaara..

"Kau datang??"

"Tentu saja sayang.." Gara mencium keningnya.

"Apa kau lapar?"

Alice tersenyum, dia mengangguk.

Gara melepas kancing bajunya.

"Minumlah.."

Dengan cepat Alice menjilat taringnya dan menggigit leher Gara.

Uuuh

"Minumlah sebanyak yang kau mau sayang.."

Kent menatap Alice, dia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

"Apa yang kau lihat?.." Gara menatap Kent sinis.

"Aku..

"Aku juga bisa memberikan darah untuk Alice.." Balas Kent.

"Alice tidak bisa minum darah siapapun kecuali aku, dan akupun begitu!"

Kent terkejut mendengar jawaban Gara, dia merasa lebih terpuruk lagi.

"Menyerahlah Kent,

"Alice ditakdirkan untukku

"Dan aku ditakdirkan untuknya.

Kent tidak tahan melihat Alice bersama Gara, dia memutuskan untuk pergi.

Alice masih menghisap leher Gara, dia tidak tau kalau Kent sudah pergi dari tadi.

"Sayang..

"Apakah kau mau bermurah hati memberikan aku setetes darahmu?" Tanya Gara.

Alice berhenti menghisap lehernya, dia menatap Gara dan menciumnya dengan penuh gairah.

Bibirnya menyusuri rahang Gara yang kuat, naik ketelinga Gara dan menjilatnya dengan lembut, terdengar desahan keluar dari bibir Gara.

Mulut Alice kembali kemulut Gara, dia membukanya perlahan, dan memasukan lidahnya, Alice menghisap bibir bawah Gara yang lembut dan mengigit nya.

Kemudian Gara membelai leher Alice, mengusap telinga Alice dengan lembut dan menjilatnya. Mereka berciuman penuh dengan gairah, Gara sudah tidak sanggup lagi menahan godaan leher Alice yang indah, dia menjilat nya lagi dan lagi kemudian membenamkan taringnya yang tajam disana.

*Aaaah...

Nnng...

Gaaraaa*...

Hanya desahan yang keluar dari mulut Alice saat Gara menghisap lehernya.

*. *. *.

Setelah mengakhiri nya dengan ciuman yang panas Alice tertidur dipangkuan Gara.

Gara membelai rambut Alice dan mencium keningnya.

Dia menggendong Alice pulang.

Alice terbangun keesokan harinya, dia berada di kamar Gara.

"Kau sudah bangun sayang.." ucap Gara sambil membelai pipi Alice.

"Hmm.. aku haus sekali."

Gara berjalan dan mengambil segelas air untuk Alice.

Alice meneguk nya dengan rakus.

"Lagi?"

"Tidak, terimakasih." Alice tersenyum senang, dia menatap Gara dengan penuh cinta.

"Kita akan menikah besok." Gara tersenyum puas.

"Kau..!! Kau...!!

"Apa kau gila??!!" Alice berteriak ke arah Gara.

Refleks Gara menutup kedua telinganya.

"Aku tidak mendengar apapun."

Alice melempar Gara dengan bantal disampingnya.

"Dasar kau!

"Kau vampire!!

"Aku benci!!"

Gara tersenyum, dia memeluk Alice dengan erat.

"Tapi kau mencintaiku..

"Kau akan menikah denganku." Bisik Gara.

"Aku sudah mempersiapkan semuanya, kau hanya perlu hadir disana." Gara mengedipkan matanya.

Alice mendorongnya menjauh dan memukulnya dengan keras.

"Bibi Anna tidak akan setuju! Hans akan memukulmu!" Alice berteriak.

"Bibi Anna dan Hans sudah berada disini sejak kemarin, dan mereka tidak menolak nya." Gara tersenyum penuh kemenangan.

"Aah.. baiklah-baiklah

"Dasar kau vampire licik!!" Alice menjulurkan lidah kearah Gara dan berlari keluar.

Gara mengejarnya dengan cepat, lalu menutup pintu kamarnya.

"Aah, kau.. !"

"Ayolah sayang.. jangan bermain kucing dan tikus seperti itu.." ucap Gara.

"Yang jelas aku kucing dan kau tikus bodoh..!" Alice menjulurkan lidahnya lagi dan berlari menjauh.

Gara tertawa terbahak-bahak mendengar kata-kata Alice.

"Kau memang tidak akan pernah membuatku bosan sayang.." Gara menangkap tubuh Alice dan menciumnya.

Alice mendorong tubuh Gara dengan seluruh kekuatannya.

"Baiklah-baiklah..

"Aku kalah..

"Kita akan menikah besok.

"Kau puas??!"

Gara mengangkat tangannya dan melompat.

Alice menatap Gara, dia tidak percaya Gara akan melakukan hal yang kekanakan seperti itu.

Alice memeluknya dengan erat.

"Aku mencintaimu.." Bisiknya.

Hari itu dihabiskan Alice dan Gara untuk mempersiapkan pernikahan mereka. Alice digiring kesana dan kemari oleh pelayang Gara. Mereka mengukur tubuh Alice, dan mempersiapkan perhiasan yang akan dikenakan nya besok.

Bibi Anna ikut menemani Alice disetiap kesempatan, mengomentari hal-hal yang dirasa pantas dan tidak untuk dikenakan oleh Alice. Alice hanya pasrah, dia tidak banyak bicara dan hanya menurut saja.

Waktu tidak terasa semakin larut, istana semakin malam semakin ramai, mereka mempersiapkan pernikahan Gara yang akan digelar besok. Tanaman-tanaman diletakan diaula, hiasan dan dekorasi memenuhi aula kerajaan. Pelayan hilir mudik kesana kemari seperti seekor nyamuk.

Seperti biasa, Alice menemui Gara saat waktu makan tiba, dia mengetuk pintu kamar Gara.

*Tok Tok Ton

"Gaara.."

"Masuklah sayang*.."

Gara sedang berbaring ditempat tidurnya, dia terlihat lelah, kancing bajunya terbuka sebagian.

"Apa kau mencoba menggodaku sayang?" Alice mendekat ke arah tempat tidur.

Gara tertawa terbahak-bahak.

"Ah.. Alice ku ..

"Sayangku...

"Cintaku..

"Apa kau tergoda olehku?" Gara merayunya dengan melepaskan kancingnya yang tersisa.

Alice tertawa melihat kelakuan Gara.

"Kau terlihat lelah sayang.." ucap Alice lembut, dia membelai rambut Gara.

"sedikit sayang..

"Apakah kau menginginkan ku?" Gara merayunya lagi.

"Aku menginginkanmu..

"Tapi..

"Aku akan kembali ke kamarku saja..

Alice berbalik pergi dan meninggalkan Gara.

Seharusnya aku tidak berkata lelah..

Arrgh..

Gara menyesal dengan perkataannya.

Malam itu Alice menghabiskan waktu bersama Bibi Anna dikamarnya. Mereka mengingat saat-saat kebersamaan yang penuh kebahagiaan. Bibi Anna menyimpan pil yang diberikan Gara, sehingga Malam ini Alice aman.

Hari telah berganti, matahari telah kembali bersinar, hiruk pikuk terdengar di seluruh bagian istana. Semua orang sibuk mengantar tamu, mengambil makanan, membersihkan bagian-bagian yang belum rapih dan sesuai.

Ratusan kereta kuda sudah berbaris rapih diluar, tamu-tamu dari berbagai daerah telah memenuhi aula, padahal acara pernikahan masih beberapa jam lagi digelar, namun mereka terlalu antusias sehingga sudah berkumpul di istana. Mereka tidak ingin melewatkan satu momen pun terlewat dari mata mereka, mereka sudah siap diposisi nya masing-masing sehingga dapat lebih mudah mengikuti acara dan melihat acaranya berlangsung.

Gaun-gaun yang berkilauan memenuhi aula, pria-pria berdiri dengan jas terbaiknya, aula penuh sesak dengan ratusan manusia maupun vampire dari berbagai golongan. Begitupun keadaan diluar istana, penuh sesak dengan ratusan masyarakat yang antusias ingin melihat pangeran menikah.

Mereka mendengar kabar bahwa pangeran menikah dengan perempuan biasa, sehingga penasaran ingin menyaksikan nya sendiri, mereka rela berpanas-panasan berdiri, karena selain undangan dilarang untuk memasuki aula untuk menjaga ketertiban.

Alice sedang bersiap diruangannya, Royal dress berwana putih menempel dengan pas ditubuhnya yang mungil, rambut Alice dibiarkan tergerai dengan sentuhan makeup minimalis. Bunga Rose berwana merah menghiasi pundak sebelah kanannya. Alice tidak ingin berpenampilan berlebihan, dia tidak ingin kehilangan dirinya sendiri di pernikahannya. Bibi Anna setuju dengan keinginan Alice, dia membuat Alice terlihat Elegan dan sederhana.

Gara sudah siap dengan setelah jas berwarna gading, bunga mawar terselip disaku atas kanannya, rambutnya dibiarkan seperti biasanya, penampilan Gara tidak banyak berubah, dia sudah sangat tampan tanpa menggunakan apapun.

Jarum jam menunjukan pukul 8 malam. Terdengar suara lonceng yang menandakan acara pernikahan akan segera dimulai.

Deng..!

Deng..!

Deng..!

Semua tamu berkumpul dan bersiap untuk acara pernikahan. Yang Mulia Raja, Eric dan William telah duduk di kursinya. Semua kursi terisi penuh, bahkan puluhan orang berdiri untuk menyaksikan upacara pernikahan berlangsung.

Gara berjalan ke altar, tubuhnya mengeluarkan aura yang sangat dahsyat, tidak ada seorangpun yang berani memandangnya. Seketika hening, tidak ada seorangpun yang berbicara atau mengeluarkan suara.

Pintu terbuka..

Claaak...

Musik mengalun dengan lembut..

Hans berjalan masuk dengan menggandeng tangan Alice, Bibi Anna telah duduk di kursinya.

Hans mengatur langkahnya, Alice terlihat susah berjalan dengan gaunnya yang panjang dan berat, dia menyesuaikan langkahnya.

Hanya tinggal beberapa langkah lagi sebelum mereka sampai di altar, semua mata tertuju pada Alice, mereka tidak berkomentar apapun, ada aura yang menyelimuti tubuh Alice, aroma yang sangat menggoda memenuhi tubuhnya, Gara dengan sigap terus memandang Alice tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun.

Hans menyerahkan tangan Alice perlahan pada Gara, Alice tidak mampu untuk melihat Gara, dia terlalu gugup. Tangannya bergetar, namun dengan penuh cinta Gara membimbing Alice naik, melingkar kan tangannya di pinggang Alice dengan lembut.

Alice perlahan melihat mata Gara, Gara tersenyum, pandangannya melembut.

Upacara pernikahan digelar, semua tamu duduk dan diam.

Gara dan Alice saling berpandangan, Gara mengeluarkan sebuah cincin yang berhiaskan berlian berwarna merah dari sakunya, kemudian mengambil tangan kanan Alice dan memasukan cincin ke jari manisnya.

Cahaya yang terang keluar dari cincin itu,

"Aku Gara putra dari Ayahku, Raja dari negeri ini akan menikah dengan Alice Patricia.

"Aku hanya akan mencintainya, dan tidak akan pernah meninggalkan nya.

"Aku akan melindunginya, membahagiakan nya selamanya.

"Jika Aku mengingkari janji, aku akan menghilang saat itu juga dan tidak akan pernah kembali.

Alice memandang Gara, dia menahan air matanya agar tidak terjatuh.

"Aku Alice Patricia, akan menikah dengan Gara, putra dari Raja dinegeriku.

"Aku hanya akan mencintainya, dan tidak akan pernah meninggalkan nya.

"Aku akan melindunginya, membahagiakan nya selamanya.

"Jika Aku mengingkari janjiku..

Gara menghentikan Alice berbicara, dia menciumnya dengan lembut.

Semua orang yang melihat terkejut, namun Raja tidak, dia tersenyum, dia tau bertapa besarnya cinta Gara untuk Alice, sehingga tidak ingin Alice meninggalkan nya.

Gara melepaskan Alice, kemudian melingkarkan tangan kanannya di pinggang Alice dan tangan kirinya dileher Alice, kemudian Gara mencium leher dan menggigit leher Alice.

Aaah

Gara memberikan pergelangan tangannya ke mulut Alice, dan Alice menggigitnya.

Pemandangan yang sangat indah, seketika cahaya yang keluar dari cincin itu menghilang. Janji telah dibuat dan mereka tidak bisa mengingkari nya.

Bibi Anna menutup matanya, dia belum terbiasa melihat kebiasaan Alice yang baru.

Upacara pernikahan diakhiri dengan turunnya Gara dan Alice dari Altar, semua orang bersorak gembira.

1
arfan
up
Inyhhlstryyy
Klw Alice tingginya segitu di katakan mungil, apa kabar denganku yang tingginya hanya 154 cm
dineeeey: Hai , mampir yuk ke novelku yang berjudul
" WANITA SIMPANAN ( end ) , FIRST LOVE (end) , DI BALIK POLOSNYA ( end ) & DENDAM DI MASA LALU" dijamin seru dan bikin emosi
total 1 replies
mimi
ada gc sih di dunia nyata suami kek gni,klw ada sisakn satu aj Ya Allah
BFK.11: sulit yaa jawabnyaa😅😅
total 1 replies
Aisha Wijayanto
asemm deg deg an thor
BFK.11: hidup dong berartiii🤭🤭🤭
total 1 replies
Aisha awiya
wow..😱😱😱😱 bgus ceritanya ini cerita yg aku cari akhirnya.. masih Thor ☺️☺️✨❤️✨
Wine Widianti
next blom tamat kan ta
Adriana Bulan Juk Hat
Brrti si kembar eros dan freya bukan darah daging Garaa donk,klw dr kejauhan ad sseorg yg mmprhatikan alice,siapakh dia,,?? apakh kent,,??
Adriana Bulan Juk Hat
Kesanx cerita Alice trlalu tebar pesona dgn william,erick n kent bebas ciuman,pdhl garaa yg suamix,,
Anna Joanna John
a
Maliqa Effendy
Calon permaisuri itu harus kuat ,tegas,tdk lemah...
Maliqa Effendy
Alice tidur terus ya..
Maliqa Effendy
double bab ya
@shiha putri inayyah 3107
🤭😘🥰🥰🥰🥰
@shiha putri inayyah 3107
jd ngakak liat Will sm Kent kena damprat Alice,,,🤭🤣🤣🤣🤣🤣
karyaku
bagus ceritanya
Alikayus
setelah"pesona sang perompak"aku mampir kesini Thor taa kasih like tiap bab nya ma favorit..
Irna Salut
klo ada seasoan 2 pasti seru
bank sha one
cuma mpe sini doang thor ????
padahal ceritanya mantaaaaaaaf ...aku suka aku ssuka
lanjuuuuuuut thor sampai keistimewaan si kembar di perlihatkan .
keluarkan imajinasimu yg rrrruuuuuuuuuaaaaaaaaaaarrrrr biasaaaaaaaah ...
akuu tunguuuu...
bank sha one
kemampuan istiimewa tapi alice blm menyadari
Irna Salut
akhirnya ktemi jga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!