On IG: @ry_riuu
Ini kisah tentang Seorang gadis bernama Renara Maharani memiliki kemampuan untuk melihat mereka yang tak kasat mata. Kesehariannya di kelilingi oleh nyawa tanpa raga atau sering di kenal sebagai hantu, dimana pun dirinya berada mereka yang tak kasat mata selalu menganggu ketenangan yang dirinya inginkan selama ini.
Percaya atau tidak mereka yang kalian sebut sebagai hantu itu hidup saling berdampingan dengan manusia dan apa kalian merasakan bahwa saat ini disamping kalian ada mereka yang tak kasat mata sedang melihat kalian membaca coretan kisahnya sambil berbisik "Aku ada disini."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps. 28 [BESANAN]
Setelah pertemuan di meja makan tadi Renara langsung naik ke kamarnya karena orang tua Irsyam dan orang tua nya malah asik sendiri membicarakan soal bisnis.
"Argh, malu banget," ucap Renara yang tidak bisa mengontrol pipinya yang bersemu merah ketika disebut sebagai menantu.
Saat ini Renara sedang duduk di sofa yang berada di kamarnya sambil menonton drama korea, namun karena kejadian tadi, Renara tidak fokus menonton film korea tersebut, kejadian tadi seolah sepeti kaset yang di putar berulang kali.
"Ya ampun Ra, lupain Ra, yuk bisa." ucap Renara sambil menampar pipinya pelan agar bisa melupakan kejadian tadi.
"Mama, gak bisa.. " sambung Renara.
Kring.. Kring..
Di saat Renara sedang bergelut dengan isi kepalanya tiba-tiba saja ponselnya berbunyi, menandakan ada seseorang yang menelponnya.
Tanpa berpikir panjang Renara langsung mengangkat telponnya tanpa melihat siapa orang tersebut.
"Apa?!" Tanya Renara sewot saat mengangkat telpon tersebut.
"Ra, kok lo sih yang jadi sewot?" tanya orang yang menelpon Renara.
"Siapa?" tanya Renara malas.
"Ini gue Metta," jawab Metta.
"Apaan?" tanya Renara.
"Lo pulang kok gak bilang-bilang?" tanya Metta.
"Maaf, gue sakit," jawab Renara berbohong.
"Lo sakit? sakit kenapa?" tanya Metta.
"Gara-gara semalem," jawab Renara.
"Ya ampun, ya udah nanti gue ke sana ya sama Fira," ucap Metta.
"Mau ngapain?" tanya Renara.
"Mau liat lo, bohong apa beneran," jawab Metta kesal.
"Sakitnya juga tadi, ya kali gue harus sakit lagi," ucap Renara.
"Ya engga juga sih, ya udah pokoknya nanti gue sama Fira ke sana," ujar Metta sambil menutup sambungan telponnya.
Renara yang mendapat perlakuan seperti itu hanya bisa memutar bola matanya malas, Metta memang selalu seperti itu.
Ting..
Kini suara notifikasi dari ponsel Renara berbunyi, dia langsung melihat nama yang tertera di layar ponsel miliknya.
...Abangg...
Ra, abang agak malem pulangnya
nanti bilangin sama mama ya
^^^iya^^^
Tumben simpel
^^^Terserah Nara lah^^^
Awas ya kalau ga di bilangin
^^^Abang mau ngapain?^^^
Disuruh beres-beres dulu
^^^Oh^^^
^^^Btw, Fira mau kesini loh bang^^^
Mau ngapain?
^^^Mau ketemu Nara lah,^^^
^^^ya kali ketemu abang^^^
^^^bosenin^^^
Suruh tunggu dulu
^^^Buat?^^^
Nanti abang anterin
^^^Iya^^^
Daren hanya membaca pesan dari Renara, sedangkan Renara menutup layar ponselnya dan kembali menonton drama korea yang sejak tadi dia putar tapi tidak mengerti bagaimana awalnya.
"Ra," panggil Zanna dari ambang pintu.
"Kenapa Ma?" tanya Renara sambil melihat kearah Zanna yang berada di ambang pintu.
"Turun dulu kebawah," jawab Zanna.
"Nara malu ma.. " ucap Renara dengan wajah memelas nya.
"Gak ya, mama gak ketipu lagi sama muka kamu, ayo turun ke bawah bentar," ujar Zanna.
"Tapi ma... " ucap Renara yang langsung di sanggah oleh Zanna.
"Ayo." ajak Zanna.
Sedangkan Renara yang mendapat ajakan seperti itu tidak bisa menolaknya, bisa-bisa akan di marahi habis-habisan setelah kedua orang tua Irsyam pergi.
"Ya udah iya ma, Nara kebawah, mama duluan aja," ucap Renara yang untungnya masih memakai gaun pilihan ibunya tadi.
"Awas kalau gak turun, Bunda Cinta udah nungguin," ucap Zanna.
"Iya ma, Nara mau cuci muka dulu, muka udah kusut kayak gini," ujar Renara. Zanna hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban dsn berlalu pergi meninggalkan Renara yang sedang berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci muka.
Setelah selesai mencuci muka tiba-tiba saja Renara merasakan tengkuk lehernya dingin seperti ada hembusan angin, padahal jendela dan pintu kamar mandi tertutup sama sekali tidak ada celah untuk angin masuk.
"Tolong.. " suara itu terdengar menggema di dalam kamar mandi.
"Siapa kamu?!" tanya Renara saat mendengar suara minta tolong tersebut.
"Tolong aku.. " jawab sosok tersebut yang kini menampakkan dirinya di hadapan Renara.
Sosok itu basah kuyup dan di penuhi dengan luka yang menganga lebar dengan rambut yang terurai dan bau busuk yang menyengat.
"Tolong.. " ucap sosok tersebut yang ingin menggapai tangan Renara.
"Boleh aku pergi dulu? aku ada urusan sebentar," ujar Renara yang ingin mengetahui cerita sosok tersebut karena sepertinya sosok itu benar-benar membutuhkan bantuan.
"Tolong.. " ucap sosok tersebut.
"Aku akan mendengarkan ceritamu, tapi tolong aku mempunyai urusan sebentar," ujar Renara.
"Baiklah, panggil saja aku Nana." ucap sosok tersebut yang langsung menghilang dari hadapan Renara.
Renara yang melihat sosok itu pergi langsung melangkahkan kaki keluar dari kamarnya.
...----------------...
Sesampainya di ruang tamu, Renara langsung di sambut oleh senyuman Chintyaliza dan Rangga ketika sampai di ruangan.
"Sini duduk dekat bunda," ucap Chintya. Sedangkan Renara hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban dan tersenyum manis.
Renara juga melihat Irsyam yang sedang duduk di sebelah Zanna.
"Nanti kapan-kapan ke rumah bunda ya," ucap Chintya sambil mengelus lembut rambut Renara.
"Iya bunda," ucap Renara.
"Tenang aja kalau mau ke rumah bunda tinggal telpon bunda mau ke rumah biar bisa nyuruh Sam." ujar Chintya.
Renara yang mendapat ucapan seperti itu langsung menatap ke arah Irsyam yang malah terlihat santai, bisa-bisa Irsyam terlihat santai ketika dalam situasi seperti ini.
"Iya bunda," ucap Renara sambil tersenyum ke arah Chintya.
"Na, kapan mau besanan?" tanya Chintya sambil menatap kearah Zanna.
Renara yang mendengar pertanyaan itu langsung bersemu merah, padahal pertanyaan itu di tujukan untuk Zanna tapi mengarah kepada hubungan dirinya dan Irsyam.
Lagi dan lagi Chintya seperti tidak sabar untuk mempunyai menantu, lebih tepatnya memiliki Renara.
Padahal hubungan Renara dan Irsyam baru-baru ini, beginilah gambaran ketika kedua orang tua sudah saling mengenal sebelum anaknya menjalin hubungan.
"Ana terserah Nara aja ta, kalau mau sekarang gak apa-apa kalau mau nanti ya mau gimana lagi," jawab Zanna sambil menatap ke arah Renara.
Renara dibuat sesak oleh perkataan itu, bukan sesak karena sakit tapi sesak karena dia tidak tau harus bagaimana.
"Gimana Ra?" tanya Chintya sambil menatap ke arah Renara yang sedang menatap ke arah Irsyam seolah meminta pertolongan pada dirinya.
"Nara.. " ucap Renara yang langsung di sanggah oleh Irsyam.
"Nanti aja ma, lagian kita juga masih sekolah," sambung Irsyam.
"Sekolah masih bisa jalan Sam, apa coba yang gak bisa papa kamu lakuin?" tanya Chintya.
"Tapi ma.. " jawab Irsyam yang langsung di sanggah oleh Chintya.
"Mama nanya sama Nara, bukan sama kamu," ucap Chintya. Setelah mendapat perkataan seperti itu Irsyam tidak bisa berkata-kata lagi.
"Gimana Ra?" tanya Chintya sambil menatap ke arah Renara.
"Nara.. pengen sekolah dulu bunda, boleh kan? nanti Nara pasti bakalan sering-sering ke rumah bunda," jawab Renara yang mengeluarkan isi hatinya.
"Oke bunda tunggu lulusnya Nara, udah lulus harus jadi menantu bunda," ucap Chintya. Sedangkan Renara hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban dan menatap ke arah Irsyam.
Semoga aja kak Riumi nya baca...
nggak sabar nungguin kelanjutanny nih
emng the best cerita kak riumi.
plus seram 😃
semangat Thor👍💪💪