cinta tidak mengenal usia,seperti halnya cerita yang satu ini, menceritakan remaja yang mencintai ayah sahabatnya sendiri tanpa sepengetahuan sahabatnya
bagaimana kah kisah cinta mereka,apakah akan di terima oleh Naura anak dari lelaki matang yang dinikahi oleh Arini?
ikuti terus kisahnya🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zian hafiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
diterima
Bagas tidak melihat taksi di depan kantor berarti Arini sudah menjauh
" pasti dia salah paham" batin Bagas
Bagas berjalan kearah parkiran dan melajukan mobilnya menuju arah rumah Arini,tetapi tidak terlihat sosok Arini dari luar,Bagas memutuskan untuk turun dan bertanya langsung pada Bu Surti yang sedang duduk di teras rumah
" assalamualaikum bu" sapa Bagas
" waalaikumsalam,he pak Bagas" jawab Bu Surti
" silahkan duduk pak,yah...ayah...ada pak Bagas" pekik Bu Surti
" opo?? ojo bengok-bengok buk" jawab Pak Bastian dari dalam
" he,ada pak Bagas...bikin minum dulu bu,,"perintah ayah Arini
" nggak usah bu,saya cuma mau ketemu Arini" tolak Bagas dan menyampaikan maksudnya
" he,Arini tadi pergi ke kantor pak Bagas katanya mau ngantar bekal makan siang sekalian mau ngasih tau kapan pak Bagas bisa membawa keluarga untuk melamar" jelas Bu surti
" jadi saya sudah di terima bu?" tanya Bagas tersenyum
" sepertinya iya pak Bagas,saya titip Arini ya,tanggung jawab saya sudah di gantikan dengan pak Bagas" ucap Bastian
" iya pak,pasti...saya pasti akan menjaga Arini dengan baik,mulai sekarang jangan panggil saya Bapak,sebentar lagi saya jadi menantu kalian"
" audah terbiasa....bagaimana kalau saya panggil Bagas saja,soalnya hampir seumuran kita" ucap Bastian terkekeh
Bagas tersenyum kecut sedikit tersinggung dengan ucapan calon mertuanya ini karena membawa-bawa umur,memang umur Bagas tidak jauh dari Bastian tetapi wajah Bagas terlihat lebih muda dari umurnya,mungkin efek Bagas lebih terawat dan gagah.
" terserah bapak saja" jawab Bagas
" saya permisi dulu pak,mau mencari Arini mungkin saja kami selisih di jalan" elak Bagas
Bagas segera pamit dari rumah Arini lalu pergi mencari keberadaan nya, orang pertama yang harus dituju adalah Naura,hanya Naura yang mengetahui kebiasaan Arini,dan di mana Arini berada
Bagas berlari kencang memasuki rumahnya
" ma...dimana Naura" tanya nya pada oma yang sedang duduk di ruang Tv
" assalamualaikum dulu,jangan dibiasakan begitu" omel Oma
" ya....maaf...Naura di mana ma,aku ada perlu" ucap Bagas
" ada di kamarnya sedang tidur siang mungkin" jawab Oma
Bagas segera berlari kelantai atas arah kamar Naura
" ra....ra.....Naura" pekik Bagas
" papi kebiasaan deh,manggilnya gitu" ucap Naura kesal
" kenapa?" tanya Naura melihat muka kusut papi nya saat masuk kedalam kamar
" ra,kamu tau nggak tempat yang biasa Arini kunjungi bila sedang marah?" tanya Bagas
" tumben papi nanya itu,ada apa,memangnya Arini marah sama siapa?" selidik Naura
" nanti deh papi ceritain sekarang jawab dulu"
" dimana ya" Naura mencoba mengingat tempat favorit mereka
" ayo lah ra,,cepat kasih tau papi" rengek Bagas seperti anak kecil
" ih...papi tumben gitu amat ngototnya" ucap Naura heran
" papi nggak punya waktu buat jelasin sekarang,ini emergency"
" kaya' lagi sekarat aja si papi"
" ini antara hidup dan mati ra,ayo donk pikir,dimana tempat Arini sekarang"
"jelasin dulu ada apa" ngotot Naura
"minta jelasin oma deh,papi mau cari Arini nich" ucap Bagas berjalan ke arah luar
"cari di taman atau danau dekat sekolah dulu pih"pekik Naura
Bagas berbalik arah dan mengacungkan jempolnya
"oma....ma" pekik Naura
"ya..." jawab Oma
" nggak Bapak nggak anak hobi nya kaya di hutan,selalu buat darah tinggi ku kumat" omel Oma...
sukses selalu thor