[TERBIT NOVEL]
Demi sebuah kontrak kerjasama mereka harus mendapatkan tanda tangan pria tua menyebalkan. Selain menyebalkan pria tua itupun berpikiran kotor, ia memasukkan obat pada minuman Alicia, melihat ada yang janggal Richard berusaha menemukan celah keluar agar mereka berdua bisa segera terlepas dari perangkap pria tua itu.
Namun tak disangka, malam itu pun menjadi cinta satu malam yang susah dilupakan oleh Richard, malam terindah yang pernah ia dapati bersama perempuan yang belum pernah ia pikirkan sebelumnya.
Disetiap pertemuannya dengan Alicia pun membuat Richard selalu menginginkannya lagi dan lagi. "Kau milikku, dan kau tidak akan pernah bisa lepas dariku!"
CEO Series #1
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhea Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Biaya
Mata wanita itu masih menatap langit-langit kamarnya, suara detik jam dinding sesekali memecahkan kesunyian.
Alicia menghembuskan nafasnya berat, ia bersandar dikepala ranjang single-nya, ternyata pengobatan mama selama ini tidak menunjukkan titik terang, hampir 3 tahun ia sudah menghabiskan banyak biaya untuk terapi dan berobat agar kanker itu tidak menyebar, namun tetap saja mama harus di operasi pengangkatan rahim.
'Sel kanker akan tetap menyebar jika sumbernya tidak diangkat.' kata-kata dokter terus mengiang dikepala Alicia. Ia juga mengingatkan raut wajah mama yang tidak ingin dioperasi.
-
Sedangkan dikamar lain dari apartemen itu, Sophia memegang perutnya yang kembali nyeri. Sebisa mungkin ia tahan dan tetap memejamkan matanya. Ia bukan tidak ingin di operasi, hanya saja ia tau biaya yang harus dikeluarkan Alicia tidak kecil. Belum lagi setelah operasi ia harus kemoterapi 6 kali, ia tidak ingin membebankan anaknya lagi. Terapi, biaya obat dan pemeriksaan nya saja sudah hampir menghabiskan gaji Alicia setiap bulannya.
Sophia membuka matanya pelan, setitik air mata keluar dan mengalir turun kesamping matanya. Ia masih ingat kejadian tahun lalu, saat Sophia mengeluh sakit pada Alicia, Alicia dengan cepat membawanya ke rumah sakit dan mengharuskan nya dirawat inap, biaya penginapan rumah sakit pun ternyata tidak sedikit, membuat tabungan Alicia benar-benar habis tak tersisa, bahkan untuk membayar apartment kecil ini pun Bella yang memberi mereka pinjaman.
"Cepatlah datang kebahagiaan untuk Alicia, agar aku bisa pergi dengan tenang meninggalkannya." Gumam Sophia pelan, ia memanjakan doanya pada yang kuasa atas langit dan bumi, sudah cukup ia menyusahkan anaknya, namun ia masih ingin menunggu Alicia bahagia bersama orang yang tepat.
°°°
"Ma, aku berangkat dulu." Alicia mencium kedua pipi mama nya, ia menggigit roti itu sambil memasang sepatu, ia hampir kesiangan.
"Kau sudah memesan taxi?" Tanya mama, mobil Alicia kembali berulah dan ia baru sadar tadi malam, saat Alicia memaksanya ke rumah sakit.
"Aku akan ke bengkel bersama Bella, mobil ku sudah selesai"
"Syukur lah, hati-hati dijalan." Alicia menganggukan kepalanya.
"Jaga diri mu baik-baik, ma. Love you." Sophia tersenyum lembut dan mengangguk, ia melambaikan tangannya saat melihat Alicia membuka pintu Apartemen.
"Hai." Pekik Bella yang hendak mengetuk pintu Alicia.
"Masuk lah, jaga mama Sophia dengan baik ya anak ku yang cantik." Bella mengelus kepala Angelina dan sedikit mendorong pelan masuk Angelina.
"Bawa kan aku pizza ya." Kikik Angelina pada Bella.
"Siap. Aku akan membawakan mu pizza, sudah sana masuk, jangan terlalu banyak main diluar ya." Peringat Bella dan Angelina langsung berlari masuk kedalam mencari Sophia.
"Kapan Anggelina kembali sekolah?" Tanya Alicia sambil menutup pintu. Mereka berjalan menuruni tangga.
"Dua minggu lagi, dan aku akan kerepotan lagi harus mengantar dan menjemput nya." Keluh Bella.
Mereka mengisi perjalanan dengan berbagai perbincangan, hingga tak terasa sudah sampai ke bengkel yang dituju.
"Terimakasih Bella. Maaf membuat mu harus mengantar ku dulu."
"Tidak perlu berterima kasih. Kau sudah aku anggap adik ku sendiri." Bella mengedipkan sebelah matanya dan itu membuat Alicia sedikit tertawa.
"Aku turun ya. Hati-hati dijalan." Alicia menepuk pelan bahu Bella, ia turun dan menunggu Bella menjalankan mobilnya.
"Jika ada apa-apa jangan sungkan!" Teriak Bella sebelum benar-benar pergi.
"Ya. Hati-hati!" Jawab Alicia. Ia mulai berjalan menuju bengkel yang baru buka, terlihat dari semua karyawan yang baru membereskan bengkel ini.