🚨Warning 🚨
Dapat menyebabkan keram pipi, sakit perut, guling-guling dan hal aneh lainnya.
Bersembunyi lah dari jangkauan orang lain!!!!
Bercerita tentang pernikahan yang diawali oleh sebuah perjodohan. Cerita biasa yang sering kita baca bukan???
Tapi disini mereka adalah sepasang manusia yang memiliki sifat yang saling bertolak belakang...
Zee yang memiliki sifat humoris, pecicilan, rusuh dan selalu membuat masalah harus dijodohkan dengan Guntur yang memiliki sifat dewasa, dan tidak banyak tingkah, hidup layaknya orang pada umumnya.
Siapakah diantara mereka yang akan berubah setelah menikah?
Akankah Zee yang menjadi dewasa, ataukah Guntur yang ketularan somplak seperti istrinya?
Selamat senam wajah gratis Pemirsaaaaahhh...🙏🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ketemu Mantan
"Mana kartu kamu Kak?" Pinta Zee pada suaminya, ketika sampai di meja kasir.
"Emang Mama ga ngasih uang?"
"Kata Mama ada di Kakak."
"Hadeuuhhh, si Mama udah gangguin acara aku tadi pagi, nyuruh jajanin si Flo, sekarang suruh bayarin belanjaan." Guntur ngedumel di depan kasir. Kasir yang mendengar ocehan Guntur hanya bisa tersenyum melihat pria keren yang tengah kesal itu.
Akhirnya misi dari Mama Vivi terselesaikan. Zee tersenyum lebar karena bisa menyelesaikan misi lebih cepat dari dugaannya, sebelum pulang Zee mengajak Guntur untuk mampir membeli ice cream.
Ketika Zee sedang mengantri, tiba-tiba dia ditabrak oleh seorang anak perempuan kecil, yang umurnya sekitar 2 tahun. Anak perempuan kecil itu pun menangis, melihat ice cream yang di genggamannya sudah berceceran di lantai. Zee jongkok untuk menyamakan tingginya dengan balita cantik itu.
"Uuuhh cayaaaang, ice creamnya jatuh ya. Nanti Aunty beliin lagi ya, jangan nangis ya pinteeeerrr!" Sambil mengelus-elus puncak kepala balita cantik di depannya.
"Kamu ga kenapa-napa sayang?" Tanya seorang wanita cantik, sepertinya dia ibu dari balita cantik itu, karena anak itu langsung lari ke pelukannya wanita yang sepertinya lebih tua beberapa tahun dari Zee. "Maaf ya, celana kamu jadi kotor!" Lanjutnya ketika melihat celana jeans hitam yang Zee pakai belepotan ice cream.
"Ga apa-apa ko Mbak, yang penting si cantik ga kenapa-napa." Kata Zee sambil mencubit sayang pipi gembul sang bayi.
"Udah selesai?" Tanya Guntur yang baru keluar dari toilet.
"Varo!" Sapa ibu balita itu.
"Kinkin!" Jawab Guntur kaget melihat wanita dihadapannya.
Sebagai catatan, dia lebih PD memperkenalkan diri sebagai Varo terutama teman wanitanya. Jadi teman-temannya rata-rata memanggilnya Varo hanya beberapa yang memanggil nya Guntur.
"Udah lama banget ga ketemu. Sejak kamu kuliah di Aussie, kita udah ga pernah ketemu lagi." Kata wanita itu, yang tidak menyangka akan bertemu Guntur disitu. "Jangan panggil aku Kinkin lagi donk. Malu tau sama anak aku." Jawab ibu muda itu sambil tersipu.
"Ooohh, si Cantik ini anak kamu?" Tanya Guntur, kemudian mengelus-elus pipi bocah yang tengah di gendong ibunya. "Kenalin ya, nama Om Varo." Sapa Guntur pada balita cantik itu." Mantan Mama kamu." Setengah berbisik ke telinga balita cantik itu, tapi masih sangat jelas terdengar oleh Zee.
Zee yang sedari tadi hanya mendengarkan obrolan mereka, menjadi terkejut mendengar kata-kata candaan yang keluar dari mulutnya suaminya.
"Terusin aja ngobrolnya, aku permisi dulu." Kata Zee yang hendak pergi dari situ.
"Kamu mau kemana?" Guntur menarik tangan Zee. "Kenalin dia istri aku." Kata Guntur memperkenalkan Zee pada wanita cantik itu.
"Kinanti." Sambil mengulurkan tangannya kepada Zee, dengan senyum manis yang terpatri di wajahnya.
"Zivanna." Meraih uluran tangan Kinanti.
"Aku temen SMA-nya Varo."
"Ga usah cemburu, dia cuma mantan, kan kamu istri aku." Menjentikkan jarinya di dagu istrinya.
"Cih…" Zee tidak menimpali godaan Guntur.
"Mantan Varo bukan aku doang kok, banyak koleksi mantannya di SMA." Jawab Kinanti yang melihat api cemburu di wajahnya. "Aku permisi dulu ya, suamiku udah nunggu di parkiran." Lanjutnya ketika membuka sebuah pesan dari HP-nya, dan kemudian berlalu meninggalkan pasangan itu.
"Kamu ga jadi mau beli ice cream?" Tanya Guntur melihat istrinya pergi meninggalkan kedai ice cream itu.
"Udah ga kepengen lagi." Jawab Zee ketus.
"Ok, kita pulang sekarang!" Mengayun-ayun tangan mungil istrinya. "Kita lanjutin yang tadi pagi ya!" Berbisik kepada istrinya yang masih cemberut di sampingnya.
"Ogaaahhh…!!!"
**
Zee pamit kepada mertuanya, dia hendak mengganti pakaian karena celananya belepotan ice cream. Guntur mengikuti istrinya ke kamar dengan senyum jahil terpasang di wajahnya.
"Kakak ngapain ngikutin aku?" Ketika melihat suaminya sudah mengunci pintu kamar mereka.
"Nerusin yang tadi pagi." Jawabnya, kemudian membopong tubuh istrinya ke tempat tidur.
"Aku disuruh Mama bikin kue." Kata Zee yang kaget dengan tindakan suaminya.
"Banyak orang ini yang bantuin." Jawab Guntur sambil membuka kancing kemeja istrinya. Kemudian ******* habis bibir mungil milik Zee. Zee hanya bisa pasrah dan menikmati sentuhan yang suaminya berikan,karena tenaga suaminya yang jauh lebih besar darinya. Tapi ketika bibir Guntur pindah ke leher Zee, wanita itu kemudian mendorong tubuh suaminya.
"Aku ga mau Kakak bikin leher aku merah-merah!"
"Iya janji ga akan." Kemudian ciumannya berpindah ke gundukan milih Zee yang selalu menggoda imannya. Zee mendesah menikmati setiap sentuhan yang diberikan suaminya, Guntur mencetak beberapa tanda merah pada dada montok Zee.
Zee semakin mendesah, ia sudah hilang akal karena terlalu menikmati setiap rangsangan yang Guntur berikan, bahkan Zee tidak sadar jika Guntur sudah membuka jins yang belepotan ice krim itu.
"Kak aku takut,,,"
"Aku janji akan pelan-pelan sayang." Jawab Guntur sambil mencium bibir Zee, dan meremas gundukan kembar milik istrinya.
Tok,,,tok,,tok,,,
"Mbak Zizi..!" Panggil seorang wanita dibalik pintu kamar mereka.
"Iya Bi." Jawab Zee yang sudah melepaskan ciumannya.
"Ditunggu sama Ibu di dapur, katanya suruh bantuin bikin kue." Jawab sang bibi pembantu rumah tangga di rumah Mama Vivi. "Ibu gak berani kesini, takut Mas Guntur marah lagi katanya ibu." Sambung sang bibi dengan aksen jawa yang kental.
"Iya Bi, bentar lagi aku kesana." Jawab Zee.
"Kak kayaknya harus bersambung dulu deh." Mendorong tubuh kekar suaminya yang kini hanya memakai boxer.
Guntur : Bener-bener tega kamu Thor, aku santet online baru tau rasa kamu Thor…!!!
Author : Sebelum kamu nyantet aku, aku bisa aja melenyapkan kamu dari cerita ini. (Tersenyum Devil)
Guntur : Huaaaaaaa….(nangis guling-guling)
Like-nya dong Sist...👍
novel ini udah lama padahal tp bikin kangen.
pacar om aim masa tinggal di pohon 🤣🤣🤣🤣.
kan yang bikin mas guntur bukan mas kai 😄😄.
kalau yg si ketek mh lebih parah dari kimy satria 😅😅.
somplak plak .
gara gara nonton train to busan ihh serem tuh pilm bikin merinding.