NovelToon NovelToon
Ketika Dukun Bertindak

Ketika Dukun Bertindak

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Pernikahan Kilat
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Gledekzz

🍂🍂🍂🍂🍂

Napas gadis itu hangat menyentuh lehernya. Bulu mata Yura tampak basah, alisnya berkerut seolah tengah menahan sesuatu bahkan dalam keadaan tidak sadar.

"Tolong…" suara Yura terdengar lirih, matanya tetap terpejam. "Siapa pun… tolong aku…"

Langkah Alexa terhenti.

"Aku sudah membuat masalah besar… aku malu… seharusnya aku tidak melakukan itu…" gumam Yura terputus-putus. "Sampai Pak Bos mengira dia menyukaiku… padahal itu akibat ajimat… aku salah meletakkannya."

Tubuh Alexa menegang.

🍃🍃🍃🍃🍃

Next.... 👉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gledekzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Diantara diam

...🍂🍂🍂🍂🍂🍂...

Sejak saat itu, tanpa sadar, perhatian Alexa lebih sering tertuju ke luar ruangannya. Tepatnya ke arah meja Yura.

Gerak-gerik wanita itu terasa berbeda hari ini. Yura tampak lebih sering tersenyum, raut wajahnya ringan, nyaris bahagia. 

Bukan senyum basa-basi, bukan pula senyum dibuat-buat. Sesuatu yang justru membuat Alexa merasa terganggu. Ia tidak mengerti mengapa perubahan sekecil itu terasa begitu mencolok.

Beberapa kali, Alexa sengaja mencari-cari kesalahan. Ia memanggil Yura dengan urusan sepele, memberi tekanan yang biasanya memancing bantahan atau setidaknya respons defensif. Namun kali ini, Yura tidak bereaksi seperti biasanya. 

Wanita itu hanya diam, menunduk, lalu tersenyum kecil, seolah sama sekali tidak terusik.

Sikap itu terasa janggal di mata Alexa.

Biasanya Yura akan menjawab.

Menjelaskan. Membela diri dengan cara yang tenang namun tegas. Hari ini tidak. Tidak ada bantahan. Tidak ada nada tersinggung. Hanya diam dan senyum yang sama.

Kecurigaan pun muncul.

Alexa mulai berpikir bahwa mungkin selama ini ia keliru. Mungkin Yura tidak berbeda dengan karyawan wanita lainnya. Di hadapannya tampak patuh dan tenang, namun di belakangnya menyimpan wajah lain. 

Wajah yang penuh keluhan, umpatan, dan rasa tidak suka yang disembunyikan rapi.

Pikiran itu membuat penilaian Alexa mengeras.

Hampir saja ia menganggap Yura berbeda. Hampir saja ia memberi ruang untuk kemungkinan lain. Namun perubahan sikap hari ini justru menghapus dugaan itu. 

Baginya, semua menjadi jelas dengan cara yang sederhana dan dingin.

Yura ternyata sama saja.

Dan kesadaran itu membuat Alexa kembali pada satu keputusan yang paling ia percayai, menjaga jarak, menutup diri, dan tidak memberi ruang pada siapapun yang berpotensi mengganggu ketenangannya termasuk Yura.

Jam pulang akhirnya tiba.

Alexa melangkah keluar dari ruangannya, menyusuri lorong kantor yang kini hampir sepenuhnya sepi. 

Lampu-lampu menyala temaram, pantulannya memanjang di lantai marmer yang dingin. Mantel panjang menutup tubuhnya dengan rapi, langkahnya tenang dan terukur seperti biasa.

Tangannya masuk ke saku mantel, menggenggam botol kecil itu dengan perasaan yang bertentangan. Ia berniat membuangnya.

Menyingkirkan benda itu dari hidupnya, sejauh mungkin, sebelum aromanya terus mengusik pikiran dan membuka kembali hal-hal yang seharusnya sudah lama terkubur.

Ia mengakui satu hal, meski enggan wangi itu membuatnya ketagihan. Dan justru karena itulah, ia harus menyingkirkannya.

Di sisi lorong, sebuah tong sampah besar berdiri sendiri, nyaris tak tersentuh, seolah menunggu.

Alexa memperlambat langkah saat mendekatinya. Namun tepat ketika jaraknya tinggal beberapa langkah, suara-suara terdengar dari arah depan dekat dengan area lift.

Suara wanita. Lebih dari satu. Tangisan bercampur umpatan, tidak lagi ditahan.

Alexa berhenti.

Ia berdiri di sisi lorong yang berbeda, setengah tersembunyi di balik dinding, belum terlihat oleh siapa pun. Ia tidak perlu melangkah lebih jauh untuk tahu siapa mereka.

Hari ini ia memang memecat banyak orang. Kesalahan yang sama. Berulang. Kesempatan telah diberikan, namun tetap saja hasilnya mengecewakan. 

Baginya, itu cukup. Ia tidak suka dipermainkan, terlebih dalam urusan pekerjaan.

Umpatan itu terdengar jelas di ruang kosong lorong yang bergema. Nada marah. Kecewa. Putus asa.

Lalu satu kalimat meluncur begitu saja, tajam dan tanpa saringan.

"Apa ibunya tidak pernah mengajarkannya dengan baik?"

Langkah Alexa terhenti sepenuhnya.

Rahangnya mengeras. Ia tetap di tempatnya. Tidak bergerak. Tidak menoleh. Ia tahu, apapun yang ia lakukan hanya akan memperkeruh keadaan. 

Membela diri tidak akan mengubah apa pun. Dan ia tidak pernah merasa perlu menjelaskan dirinya pada siapa pun.

Namun kepalanya berdenyut pelan. Rasa sakit yang sudah lama tidak muncul, kini kembali menekan pelipisnya. 

Napasnya terasa lebih berat dari biasanya, terpantul pelan di lorong yang hening.

Tanpa banyak pikir, tangannya kembali masuk ke saku mantel.

Botol kecil itu ia genggam lebih erat, lalu refleks membukanya. Aroma itu menyebar perlahan.

Manis. Hangat. Lembut.

Seolah meredam suara-suara di ujung lorong. Seolah membungkus pikirannya yang berisik menjadi hening sesaat. 

Denyut di kepalanya mereda perlahan, napasnya kembali stabil, bahunya mengendur tanpa ia sadari.

Alexa memejamkan mata sejenak.

Tangisan masih terdengar. Umpatan belum berhenti. Namun semua itu terasa menjauh, tertahan oleh jarak dan oleh aroma yang kini memenuhi ruang di sekitarnya.

Dan di tengah kesadarannya yang kembali tenang, satu hal menjadi jelas baginya, ia membenci kenyataan bahwa benda pemberian Yura inilah yang membuatnya bertahan malam ini.

"Anda kenapa di sini, Pak?" suara Yura membuat Alexa menoleh. 

Wanita itu berdiri tepat di belakangnya, raut wajahnya penuh tanya, seolah heran melihat atasannya mematung di lorong sepi. 

Refleks, Alexa menyimpan kembali parfum itu ke saku mantel dengan gerakan tenang, nyaris tanpa suara. Ia memastikan Yura tidak melihat apa pun.

Belum sempat Alexa menjawab, Yura justru menoleh ke arah sumber suara di dekat lift. Tangisan dan umpatan itu masih terdengar jelas, memantul di lorong kosong.

"Apa ibunya buta dalam segala hal, sampai-sampai tidak mengajarkan anaknya lebih berperikemanusiaan."

Kalimat itu terdengar lebih tajam dari sebelumnya.

Yura menegang seketika. Rahangnya mengeras, matanya menyala oleh amarah yang tertahan. Ia melangkah setengah langkah ke depan, napasnya tertarik dalam.

"Tenang, Pak. Akan saya bereskan," ucapnya cepat, nadanya rendah namun tegas.

Yura hendak bergerak. Namun belum sempat ia melangkah, sebuah tangan mencengkram pergelangan tangannya. 

Tarikannya tidak kasar, tetapi cukup kuat untuk menghentikannya. Dalam satu gerakan spontan, Yura terseret ke sisi dinding lorong.

Tubuhnya menempel ke permukaan dingin itu.

Alexa berdiri di hadapannya. Kedua tangan Alexa terangkat, mengurung Yura di antara lengannya dan dinding. Jarak mereka sangat dekat. Terlalu dekat. 

Nafas Alexa terasa jelas, begitu pula denyut cepat di dada Yura yang seketika berpacu tanpa izin.

Yura menelan ludah.

Ada sesuatu yang merayap di tubuhnya. Gugup, panas, dan asing. 

Jantungnya berdebar begitu kencang hingga ia yakin Alexa bisa mendengarnya.

Alexa menunduk sedikit, cukup untuk membuat suara berikutnya hanya terdengar oleh mereka berdua. "Biarkanlah." bisikan itu pelan, nyaris datar. Namun justru itulah yang membuat Yura terdiam.

Ia menatap wajah Alexa dari jarak sedekat ini. Tatapan pria itu tetap dingin, nyaris tanpa emosi. Namun ada sesuatu yang berbeda. Di balik sorot matanya yang kaku, Yura melihat kesedihan yang dalam, berat, dan sunyi. 

Bukan kemarahan. Bukan kesombongan. Melainkan kelelahan yang seolah telah lama dipikul sendirian.

Amarah Yura perlahan mereda, digantikan rasa lain yang membuat dadanya terasa sesak.

Alexa masih menahannya, tidak bergerak, tidak berkata apapun lagi.

Suara-suara itu perlahan menghilang. Tangisan dan umpatan yang semula menggema kini terputus, digantikan bunyi pintu lift yang menutup dan deru mesin yang membawa mereka pergi.

Keheningan kembali menguasai lorong.

Alexa akhirnya menurunkan kedua tangannya. Ia tidak mengatakan apa pun. Tidak menoleh. Tidak memberi penjelasan. Ia hanya melangkah menjauh dari dinding, meninggalkan Yura di tempatnya berdiri.

Langkahnya tenang, seperti biasa. Namun punggungnya terlihat lebih kaku dari sebelumnya.

Yura menatapnya beberapa detik, lalu tanpa sadar mengikuti. Rasa penasaran menekan lebih kuat daripada kehati-hatiannya. 

Sikap Alexa terlalu berbeda malam ini. 

Mereka berjalan berdampingan tanpa percakapan hingga tiba di depan lift. Pintu terbuka dengan bunyi pelan. 

Keduanya masuk.

Di dalam lift yang sempit dan sunyi, Alexa berdiri seperti patung hidup. Tubuhnya tegak, tangannya di sisi mantel, pandangannya tertuju lurus ke lantai.

Tidak ada ekspresi. Namun kesedihan itu jelas, merayap di wajahnya, menggantung di udara, begitu nyata hingga membuat dada Yura terasa berat.

Yura melirik sekilas, lalu merogoh tasnya. Ia mengeluarkan dua botol plastik berisi susu berukuran kecil. Tanpa banyak ragu, satu botol ia sodorkan ke arah Alexa. "Saya punya dua, Pak," ucapnya ringan, namun matanya serius. "Kebetulan saya butuh teman minum."

Alexa menoleh perlahan. Tatapannya jatuh pada botol itu. Ia tidak segera mengambilnya. Wajahnya tetap datar, seolah belum memutuskan apa pun.

Yura tidak menunggu lebih lama. Ia meraih tangan Alexa tanpa izin dan menyelipkan botol plastik itu ke genggamannya. "Diminum, Pak."

Nada suaranya lembut, tetapi tatapannya kuat, nyaris memaksa. 

Alexa tidak melawan. Jarinya menutup botol plastik itu tepat ketika lift berhenti dan pintunya kembali terbuka.

Yura tersenyum kecil. "Sepertinya saya duluan, Pak. Nanti saja, kapan-kapan kita reunian, minum bersama." ia sedikit membungkuk sekilas, lalu melangkah keluar dari lift, meninggalkan Alexa sendirian di dalam. 

Matanya turun menatap botol plastik susu di tangannya. Wajahnya datar, namun genggamannya mengencang tipis, seolah benda sederhana itu kembali mengusik sesuatu yang tidak siap ia hadapi malam ini.

1
Eva Karmita
ya Tuhan Alexa mulutmu ngk ada romantis"nya selalu saja nyelekit bikin sakit hati.... hayoo tanggung jawab tu di Yura sampai berdarah mulai luka tak kasat mata sampai luka yg benar nyata 💔💔🥺😏
IG : Gledekzz97
Like dan komentarnya jangan lupa ya manteman. Soalnya saya butuh semangat🥰🙏
ari sachio
ASTOGE NAGEEEE....SARAP EMANG NI MAKLUK ATU.KELAINAN PARAHBEMANG.....tp seru juga nich klo rose berubh haluan mengejar alexsa d membuang rendra si b**** .
ak g sabar rose kebuka topengy d dipermalukan alexsa....dan....rendra ahhhh....mgkn akn lbh dr menyesal mgkn..
untung dr awal alexsa sdh pernah melihat rose dg rendra
Eva Karmita
dasar teman setan ngk punya otak kamu Rose 👊 ku tunggu penyesalan mu Rendra yg udah berpikir tentang Yura yg tidak"
Eva Karmita
kasih vote untuk Yura 🔥💪🥰
IG : Gledekzz97: Makasih, Mak🙏🥰
total 1 replies
Eva Karmita
astaga Yura tu babang Alexa merasa kan apa yg kamu umpat kan untuk nya 🤣🤣🤣🤣
IG : Gledekzz97: uummhh🤣
total 1 replies
Eva Karmita
bela terus Ren ibu dari calon anak" mu itu hingga suatu hari nanti kamu tau seperti apa sikap wanita yang kamu cintai itu keluar busuknya dan saat itu baru penyesalan mu sia" ...
ari sachio
ohhh ternyata rani dah tau klo rose asliny kek bunga bangkai....tp tenang aj...alexsa g sebodoh it di manipulasi oleh bunga bangkai berwujud mawar indah berseri sepanjah hari. y g thor....🤭
ari sachio: klo g tau y dikasih taulah thorrr 😁😁😁😁
total 2 replies
Eva Karmita
otww menuju halal ini 🥰😅
IG : Gledekzz97: Maaf mak, kehabisan🙏😁
total 3 replies
ari sachio
kannn....kannnn....benerrrr .....kannnn....yura kesamber doble gledeks beneran...othor sihhh....ayo yur....saber balik othory....pagi2 bangun tidur dikasih durian runtuh tp jatuhny ke kepala....peningy g ilang2 ke bauny y yur😅😅😅😅
ari sachio: 😅😅😅😅😅😅😅😅😅😅😅
total 2 replies
IG : Gledekzz97
bantu like² ya kakak-kakak, terimakasih🙏
ari sachio
sepertinya akan ada pernikahan alexsa d yura deket2 ini.kira2 yura gmn y klo bosy nekad😁😁😁
IG : Gledekzz97: 🤣🤣🤣ampun dah..
total 3 replies
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
IG : Gledekzz97: 💪💪 semangat
total 1 replies
Eva Karmita
luka tapi tak berdarah ....💔💔
tega ya kamu Rose kamu dukung kamu kasih support Yuna dgn ide" gilamu se-olah" kamu sahabat yg terbaik yg mendukung Yuna dan tidak tahunya kamu lah musuh dalam selimut merendahkan diri Yuna dgn macam" cara dgn kedok kasihan dan tidak tega 😤😏 Rose kamu tu manusia paling munafik untuk apa berbohong demi apa Rose kalau kamu sendiri sering main kuda"an dgn Rendra 🤮😩 kamu jahat orang seperti mu tidak pantas disebut sahabat di depan so mendukung tapi di belakang menusuk hati sampai ke tulang" kejam 👊🥺
ari sachio
astogò....astogooooooo....ternyatahhhhh....lbh dr sakit y thor....g kebayang aku punya temen macam rose....mending ak lgsng tutup buku kubakar bukuny lari ke kamar beresin barangku minggat deh....jauh2 dr org2 it beserta tempa it.antara malu,bersalah d benci krn dibohongi.ku yakin tuklo di dunia nyata sakity g bkl ilang2 .krn merasa terhina tmn sndiri malah dgn santaiy menjerumuskan yura tuk jd pecalakor( perebut calon laki org d it tmn sdri)d it lg tmny mpe udh hamil trs yuray g taukrn g diksh tau ?......g nyangka y yur...ad temen yg bgtu....sungguh TERLALU.langsung RESIGN aj km jd tmn mereka g ush minta paklaring ke mereka🤭🤭🤭
IG : Gledekzz97: cusss, angkut💃💃
total 1 replies
ari sachio
yura mending km dpt bos km yg g pya pasangn drpd ama asisteny .dia it dah pya pasangn (temen km sdri) .km akn lbh sakit hati lg krn merasa bersalah ma tmn km klo km terus perjuangin cintamu yg bertepuk seblh tgn itu.jelas2 laki2 yg km suka itu g ada rasa ama km yur
ari sachio
pada dasarny emang alexsa udah ada rasa ama km cm .mksdy rasa tertarik d penasaran krna sikap km yg menurut dia hya km yg sprti it pdnya.jd menurutku pelet it sih g mempan ama alexsa.cm y dia biasany pake bau2an yg mehong tiba2 dpt wangi2an orang mnengh kebawah yg emang biasanya hanya dipake org tertentu aj jd ...menurut dia mgkn wangiy unik d bikin tenang😁😁😁😁.jd klo nanti isi botol it habis mgkn dia akn tetap seperti itu sikapny pdmu cantik...
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
Eva Karmita
ceritanya bagus semangat otor 💪🥰
IG : Gledekzz97: makasih mak🙏🥰
total 1 replies
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
IG : Gledekzz97: Iya mak🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!