NovelToon NovelToon
Menikahi Wanita Pilihan Ibu

Menikahi Wanita Pilihan Ibu

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:467.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Jingga Lestari

Reno Premadi, tak menyangka kepulangannya ke kampung halaman orangtuanya akan menjadi titik balik dalam hidupnya.

Permintaan ibunya untuk menikahi seorang wanita yang sudah dijodohkan dengannya semasa kecil tak bisa lagi ditolaknya. Lalu seperti apa sosok wanita yang dijodohkan dengannya itu?

Tenri, seorang guru asal Makassar. Harus menerima takdirnya untuk dijodohkan dengan orang yang sama sekali belum pernah ditemuinya.

Lalu mampukah mereka mempertahakan rumah tangga yang tanpa pondasi yang kuat, cinta misalnya?

Saksikan kisah mereka, hanya di Noveltoon atau Mangatoon

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jingga Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kekhawatiran Reno

Mencoba kesibukan baru dengan memelihara bunga, bukan untuk ikut trend yang saat ini ibu-ibu lagu Gandrung banget sama bunga. Melainkan karena Tenri tak ada yang dikerjakan saat di rumah. Kalau semasa gadis dia masih mengajar dan kesibukannya bahkan sangat banyak. Sekarang justeru kebalikannya, dia malah tidak tahu harus ngapain.

Setiap hari hanya bereksperimen di dapur dengan masakan-masakan yang mungkin saja disukai suaminya. Kegiatan tersebut lama-lama membosankan juga menurut Tenri. Itu sebabnya, dia merawat bunga-bunga yang ada di taman dan jumlahnya tak banyak itu.

Di taman hanya ada beberapa bunga lidah-lidahan yang kata sebagian orang memiliki beberapa jenis lidah. Dari lidah buaya sampai lidah mertua. Namun rasanya jika dikaitkan dengan kehidupan rill Tenri saat ini dia hanya berhadapan dengan lidah sang mantan. Hehe.

"Bu, lagi ngapain?" tanya Bi Surti yang mendapati Tenri sedang berjongkok sambil mencacah tanah dari pot.

"Lagi memperbaiki tingkat kegemburan tanah di pot ini, Bi. Lihat, bunganya kurus begini, keliatan banget nggak terawat."

"Terus kenapa jadi ibu yang ngerjain segala? Nanti aku dimarahin bapak lagi, Bu."

"Tidak, Bi. Aku cuma cari kesibukan lain, soalnya aku sudah bosan dengan eksperimen memasak. Jadi aku merawat bunga-bunga ini dulu. Kasihan tidak ada yang ngerawat."

"Kalau ibu butuh apa-apa ngomong ke bibi aja Bu."

"Iyah, Bi. Terimakasih."

Tenri sedang merapikan juga beberapa bunga adenium yang tumbuh serampangan. Kelihatan tidak indah dan malah seperti tanaman liar.

Dengan telaten, Tenri mengurus bunga-bunga tersebut. Di taman itu terdapat bunga Adenium, lidah buaya dan juga lidah tak bertulang. Eh, bukan. Hehe.

Di tengah Tenri sedang serius dan tampak sibuk dengan bunga-bungaan, seseorang datang memakai mobil lalu turun dengan amat tergesa. Berdiri berkacak pinggang di depannya. Tenri mendongakkan kepalanya, dia baru sadar kalau kaki jenjang, mulus dan putih di depannya itu adalah kepunyaan Elsa.

"Cih ... wanita kayak gini ya yang dinikahi Reno? Sungguh tidak ada kelas sama sekali. Sudah dekil, dasteran, nggak dandan, apa sih yang dilihat Reno dari kamu?" Elsa langsung marah-marah tidak jelas.

"Maaf, Anda datang ke rumah kami hanya untuk merendahkan diri Anda seperti ini? Apa Anda sama sekali tak punya harga diri ya?"

Tenri berdiri dengan sebilah pisau kecil yang digunakannya untuk memilah-milah tanaman. Elsa mundur sedikit, "maksud kamu apa pakai bawa-bawa pisau segala?" geram Elsa.

"Ini pisau yang tadi saya gunakan untuk merapikan tanaman bunga itu, namun pisau ini bisa saja merangkap fungsi merobek kulit indah Anda jika terlalu banyak bicara."

Tenri berani sekali beradu mulut dengan Elsa, dia sama sekali tak ada rasa takut. Justru dia makin semangat karena menghadapi wanita seperti Elsa tidak bisa dengan cara jadi wanita baik-baik. Harus sama bar-barnya dengan Elsa jika tidak ingin direndahkan apalagi diinjak-injak. Tapi juga dengan cara-cara yang elegan, biar dia nggak berani lagi.

"Kamu mengancam saya?"

"Tidak, aku hanya bicara jujur. Lagi pula buat apa Mbak datang ke rumah ini?"

"Sekarang kamu bisa berkata seolah kamu adalah wanita yang sangat dicintai Reno, tapi lihat suatu saat nanti. Jangan panggil aku Elsa jika aku tak berhasil memporak-porandakan rumah tangga kalian."

"Terimakasih sudah mengingatkan saya."

Elsa tak berhasil mengintimidasi Tenri, Bi Surti yang sejak tadi mengawasi kedua wanita itu telah melapor pada Reno kalau Elsa mendatangi rumahnya.

"Pak, Mbak Elsa ada di rumah dan dia terlibat obrolan sengit dengan Ibu. Bagaimana ini, Pak?"

"Apa, Bi? Elsa ada di rumah?"

"Iya, Pak. Dari wajahnya dia sangat marah besar."

"Terus bagaimana dengan Tenri?"

"Tenang saja, Pak. Ibu sangat pemberani, dia berhasil membungkam mulut besar Mbak Elsa."

"Maksudnya?"

"Ya ibu membalas setiap perkataan Mbak Elsa. Sama sekali tidak ada rasa gentar di wajah ibu, justru Mbak Elsa takut karena ibu sedang membenahi bunga-bunga di taman kebetulan ibu bawa pisau kecil. Pisau itu digunakan untuk menakuti-nakuti Mbak Elsa. Hihi ..."

"Jadi apa yang terjadi?"

"Tidak ada, Pak. Mbak Elsa sudah pulang dengan wajah kesal. Bibi senang sekali melihat ibu bisa membalas wanita itu."

"Baguslah. Tetap awasi ya, Bi. Kalau ada apa-apa di rumah, tolong kabari aku."

"Baik, Pak."

***

Tenri telah selesai dengan urusan bunga-bunga tadi, dia masuk ke rumah dengan tangan kotor. Berpapasan dengan bibi yang kebetulan sedang sibuk di dapur.

"Bu, nggak apa-apa kan?" tanya Bi Surti.

"Tidak. Ada apa memangnya?"

"Ibu harus hati-hati kalau sama Mbak Elsa, dia itu nekad orangnya. Dia bisa saja ngapa-ngapain ibu."

"Bibi lihat ya?"

"Sedikit. Hehe. Tapi saya salut loh sama ibu, kalau Bibi mana berani melawan wanita itu. Dari cara dia bicara dan menatap saja bibi sudah takut, ngeri lah pokoknya."

"Ya bibi, nggak usah takut. Dia manusia, kita manusia, lantas apa bedanya?"

"Ya sama aja, cuma ya ... begitulah Bu."

"Hehe ... Bi, mau tanya deh. Memangnya aku seburuk ini ya?" tanya Tenri seraya melihat ke arah dirinya yang berbalut daster.

"Buruk gimana, Bu?"

"Ya lihat saja, dari caraku berpakaian, atas sampai bawah, memangnya sama sekali tidak pantas menjadi isteri Reno?"

"Loh, kok ibu bicara begitu? Justru bibi rasa ya tidak ada yang lebih pantas ada di samping bapak kecuali ibu. Ibu itu cantiknya alami, kalau Mbak Elsa mah cantik karena polesan saja."

"Ha, Bibi bisa saja memuji."

"Kenyataannya memang begitu, Bu. Masa Bibi harus bohong."

"Ya sudah Bi, Tenri tinggal ke atas dulu. Mau mandi, gerah soalnya."

"Iyah.

Di kantor, Reno sedang khawatir jika Elsa malah berbuat kurang ajar pada Tenri. Wanita itu tidak hanya nekat tapi juga bisa melakukan banyak cara untuk balas dendam.

"Aku harus memberitahu Tenri untuk tetap berhati-hati pada Elsa." Gumamnya.

Reno mengambil gadgetnya dan mulai mencari nomor Tenri. Dia menggeser layar dan menelepon isterinya itu.

Tuuutt ....

Lama dia menunggu tak ada jawaban dari Tenri, dia semakin bertambah gelisah. Dia sudah tidak fokus dengan kerjaannya di kantor.

Sudah berkali-kali dia mencoba namun Tenri belum mengangkat teleponnya juga. Segera dia mengambil jas hitam yang tersampir di kursinya dan pergi meninggalkan kantor. Dia harus memastikan Tenri baik-baik saja.

Padahal, di rumah Tenri sedang mandi. Dia agak lama di kamar mandi karena harus membersihkan seluruh tubuhnya setelah seharian berjibaku dengan tanah.

Saat keluar dari kamar mandi, hal pertama yang dia cek adalah ponselnya. Karena ketika di kamar mandi, samar-samar dia mendengar ponsel tersebut berbunyi.

5 Panggilan Tak Terjawab.

"Reno? Ada apa dia sampai menghubungi aku sebanyak ini?" batinnya.

1
Mia Ivan Mia
aku orang sunda sama sekali gx ngerti bahasa nya tapi suka dengan cerita nya
Widhi Labonee
oi oi,, bekeng sedih saja kik
Sulati Cus
ikutan sakit hati ak
Rumsati Mareo
malam penuh haru.. lgsg k sedih baca ini bab.. lgsg ingat wattu mapacci k 😭😭😭
Suprawani Mami
dah kere msh aja berlagak..no..reno..
Suprawani Mami
gak ada bagus2nya sifat reno..laki2 pecundang....
Suprawani Mami
daffa baik banget ahli IT dan seorang dokter kandungan..???
Suprawani Mami
kesanbet opo sireno
Suprawani Mami
aduhh..biasa baca pak pram..sesulit apapun gak pernah mabuk...
Suprawani Mami
olla jidohnya doni kali yaa..
Suprawani Mami
mampir d sini gara2 promosi dr kaila dan pak pram..
MaLika Fardi
kok msih banyak yg gak ngerti yah NOVel ni padahl bahasanya jelas n mudah dimengerti. kalau pun ada dialognya dalm bhasa daerah Makassar pasti author trasnlate
Syaqila iLo
Tenri bersabarlah mnghadapi suamimu
Syaqila iLo
hempaskan si pelakor
Olha Kiem
suka dgn karyamu kk
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨: maksudnya follow kembali 😅
total 2 replies
Hilda 77
oh Makassar ternyata punya adat tujuh bulanan juga ya,sama seperti adat Jawa,prosesi adat mandi tujuh bulanan sang calon ibu di mandikan air bunga yang telah di bacakan doa doa dan di mandikan oleh para orang tua/orang yang ahli mengurusi bayi dan ibunya kalau orang Jawa bilang dukun bayi..dan ada maknanya di setiap prosesi nya..... godjoob author 👍👍
rutia ningsih
kemana aja thorrr lama nga up dan buat cerita yg rumit thorrr kasian tenri dan reno
💞Monic@💦
lama sekali upnya Mak Ji...kukira hiatus..hmm..kangen cerita mrka..mudah2 an si rubah Rama itu dpt karmanya..jgn biarkan Reno menanggung kesalahan orang lain..semangat ya thor😊🙏
Eriza Yuni
kok nggak ditamatkan ya
Adriani Laeke
keren keren. i like it.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!