Siapa dirimu?
aku jan hu, aku pembunuh bayaran no1 didunia dengan sebutan Mr.Shinigami.
aku mati karna melompat ke jurang
bukanya ke alam baka aku malah nyasar ke dunia para kultivator yang mementingkan kekuatan daripada ikatan kekeluargaan
parahnya aku menjadi pangeran tak berguna serta manja dari kerajaan Hu, entah orang baik mana yang aku tolong dulu hingga membuat ku seperti ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cloud_white, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pakaian Untuk Mui (2)
Setelah menjemput Arang kecil dan membayar pemilik penitipan kuda itu, Ling hu segera mencari toko pakaian keluarga Su yang sudah Ia cari dari tadi.
"Akhirnya ketemu juga, lelah sekali aku mencari toko pakaian ini" ucap Ling hu yang kemudian menapakkan kakinya di ambang pintu toko itu
"Selamat datang tuan~ apakah ada pakaian yang ingin anda beli?" sapa pelayan perempuan yang langsung menarik tangan Ling hu dan menggengamnya
'Apa setiap pelayan zaman Dinasti selalu seperti ini' pikir Ling hu yang merasa kurang nyaman dengan cara penyambutan itu
"Aku hanya mencari seorang teman dengan gadis kecil bersamanya" ucap Ling hu melepaskan tangan perempuan itu
"Ah..apa maksud anda adalah tuan Wu sang?" tanyanya dengan senyuman
"Ya..."
"Baiklah biar saya mengantarkan anda kepada tuan Wu" ucap perempuan itu kemudian mengarahkan Ling hu menuju bagian paling dalam toko.
"Ling...apa kau sudah menemukan barang yang kau inginkan?" tanya Fu suang setelah melihat Ling hu datang bersama pelayan toko yang mereka datangi
"Kau pergilah" ucap Ling hu kepada gadis yang mengantarnya segera gadis itu membungkuk lalu pergi "Ling? apa itu panggilan baru untukku?"
"Iyap! Mui yang menyuruh kakak Wu dan Fu untuk memanggil kakak Ling seperti itu!" ucap Mui girang setelah melihat Ling hu datang
"Akhirnya datang juga kau kakak Ling" ucap Gin yang ternyata sudah berada disana
"Hemn...mengapa aku merasa bahwa hawa disini sangat aneh" ucap Ling hu heran dan seketika saja ketiga pria yang bersama Mui saat ia pergi itu langsung pura-pura tidak tahu
"Kakak Ling! lihatlah apakah pakaian ini sangat cocok untuk Mui?" tanya Mui memperlihatkan pakaian berwarna ungu lavender dan sedikit campuran berwarna pink
"Sangat cocok untuk Mui, berapa banyak pakaian yang sudah Mui coba?" ucap Ling hu yang langsung bertanya
"Mui sudah mencoba 7 pakaian dan kata kakak Wu kita beli saja yang sudah Mui coba" jawab Mui memperlihatkan pakaian yang ia coba
"Baik...kalian bertiga apa tidak membeli juga?" tanya Ling hu menatap ketiga pria itu
"Tidak" jawab Fu suang singkat
Setelah selesai menemani Mui melihat pakaian, mereka berlima segera menuju seseorang disana untuk membayar pakaian itu.
"Bos berapa semua" tanya Ling hu
"Ara...tuan sangat sayang kepada adiknya ya" ucap Nyonya disana setelah melihat pakaian yang ingin dibayar Ling hu
"Ahaha bukan seperti itu Nyonya" balas Ling hu tersipu atas perkataan Nyonya itu.
"Benar bibi...kakak Ling sangat menyayangi Mui!" ucap Mui yang asal nimbrung
"Gadis yang manis...tuan totalnya adalah 210 koin perak karna pakaian yang dipilih menggunakan kain yang terbaik diseluruh kerajaan Hu" ucap Nyonya itu tersenyum kepada Ling hu
Saat mendengar tagihan untuk pakaian-pakaian itu, Ling hu langsung memuntahkan darah yang bagaikan air mancur dari mulutnya "2..210 koin perak?!"
Ling hu menatap kebelakang untuk meminta bantuan temannya untuk membayar tagihan itu tetapi...tidak ada satupun orang dibelakangnya dan itu membuat Ling hu hampir mengeluarkan seluruh darah ditubuhnya.
"Haha kau ditipu oleh kawanmu sendiri haha" ledek Han.
'Sial...harga untuk pedang ku saja tidak semahal ini' kesal Ling hu
"Tuan mengapa anda melamun...saatnya membayar tagihan ini" ucap Nyonya yang sudah mengulurkan tangannya untuk meminta koin perak miliknya
Terpaksa Ling hu memberikan 210 koin perak miliknya walau harus dengan berderai air mata yang deras dan juga mulut yang terus mengeluarkan darah.
"Haha...terima kasih tuan" ucap Nyonya tersebut setelah menerima koin perak dan menyaksikan air mancur darah
"Y..ya sama-sama tapi bos apa kau tidak ada kantung kertas untuk membungkus pakaian ini?" tanya Ling hu bingung bagaimana caranya ia membawa banyak pakaian sambil naik kuda
"Kantung kertas? apa itu tuan...kami tidak mempunyai hal seperti itu" jawab Nyonya itu kebingungan
"Lalu bagaimana aku membawa semua barang ini" ucap Ling hu
"Anda bisa menggunakan cincin ruang dan ini kami berikan untuk anda" ucap Nyonya itu memberikan sebuah cincin berwarna hitam yang memiliki daya penyimpanan yang besar
"Terima kasih bos"
Setelah menyimpan semua belanjaan di cincin ruang, Ling hu dan Mui berjalan keluar toko dan disambut oleh tiga orang yang hilang saat ia butuhkan tadi.
"Bagaimana Ling hu...apakah berhasil terbebas?" tanya Fu suang yang diikuti suara tawa Gin dan juga Wu sang
"Ya...tentu saja aku terbebas" balas Ling hu tersenyum kecut dan berbisik 'Shuaige, serang mereka semua'
Setelah mengucapkan mantra itu...pedang yang dibeli Ling hu tadi langsung bergerak sendiri bahkan terbang dan menghajar Wu sang, Fu suang serta Gin dengan ganasnya.
"Hei Ling hu! hentikan pedang sialan mu ini!" teriak Fu suang yang terus menghadang serangan dari pedang Ling hu
"Ling hu kami minta maaf! suruh pedang mu berhenti!" ucap Wu sang yang juga berteriak
"Kakak Ling!" teriak Gin
"Sepertinya 1 pedang melawan 3 orang tidak terlalu seru...bagaimana jika...Shuaige belah dirimu!"
Setelah Ling hu berkata seperti itu, pedang hitam Ling hu itu langsung membelah dirinya sebanyak orang yang ia lawan.
"Ling hu sialan! kami suruh berhenti bukan malah memperepot!" bentak Fu suang melawan belahan diri dari pedang Ling hu yang menyerangnya
"Kenapa belahan diri pedang ini tidak menghilang setelah ditebas!" protes Wu sang yang masih terus menebas belahan pedang itu
"Sayangnya belahan diri yang diciptakan pedang ku itu dapat bertahan selama 1 bulan kecuali jika aku yang mematahkan sendiri" ucap Ling hu sombong "Shuaige kemarilah dan ayo kita kembali"
Sebuah pedang hitam dengan lonceng merah kecil terbang menuju Ling hu dan mendarat lembut ditangannya "ini Shuaige yang asli dan yang kalian lawan itu cuman belahan dirinya"
"APA?!"
Ling hu menyerigai saat mendengar jawaban ketiga orang yang ia usili itu dan berkata "Aku akan pulang duluan ya"
"Hei Sialan! patahkan jurus ini!" protes Fu suang
"Salahkan dirimu sendiri yang tidak membantu ku, ayo Mui kita kembali duluan" jawab Ling hu yang langsung menaikkan Mui keatas Arang kecil
"Sampai jumpa"
Ling hu segera memacu kudanya kembali ke istana yang diiringi teriakan serta makian ketiga pemuda yang masih fokus melawan belahan pedang Shuaige milik Ling hu.
"Hei kembali kau sialan!"
"Hoi orang aneh yang menamai pedangnya Shuaige kembali kau!"
"Sialan! patahkan jurusmu!"
Ling hu sangat menikmati teriakan orang-orang itu hingga Mui bertanya padanya "Kakak Ling mengapa kau meninggalkan kakak serta yang lainnya?"
"Mui mereka itu sedang kakak Ling latih agar menjadi semakin kuat" ucap Ling hu tersenyum
"Oh..Mui kira kakak Ling ingin membunuh mereka hehe" tawa Mui
"Tidak mungkin lah~"
Disisi lain, ada seorang pria tua yang terlihat sedang memikirkan sesuatu yang sangat membebaninya di ruang belajarnya.
"Bagaimana bisa bidak Ling hu yang menang..."
"Harusnya bidak Jiyun yang menang...ada apa ini"
"Aku harus melakukan sesuatu untuk membuktikan apa yang sedang kupikirkan ini"
...🌱🌱🌱...
( Shuaige : Si ganteng )
semanggat