NovelToon NovelToon
Rindu Terlarang Pada Bosku (Bos Adalah Mantan Guruku)

Rindu Terlarang Pada Bosku (Bos Adalah Mantan Guruku)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: winda siregar

Aleena Keisha(24), desainer interior KALA JIVA Singapura. Kemenangan lomba desain hotel Bandung membawanya promosi ke Jakarta, kota yang menyimpan luka masa lalunya.

Hari pertama kerja, ia menabrak pintu kaca lobi. CEO KALA JIVA, Keanu Zayn Malik(30) terpaku. Gadis itu adalah Aleena, murid olimpiade matematika yang 7 tahun lalu pernah ia bimbing dan hilang kontak.

Gosip guru-murid dulu telah menghancurkan beasiswa Aleena. Zayn memberontak orang tuanya dan membangun KALA JIVA dari nol. Kini takdir mempertemukan mereka sebagai Bos dan Bawahan. Aleena tak mengenalinya sama sekali, malah mengira Zayn sudah beristri dan punya anak. Mampukah Zayn meluruskan semuanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon winda siregar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RTPB - 2

Bel pulang sekolah sudah lama berbunyi. Halaman SMA Harapan Bangsa yang tadi ramai kini mulai sepi.

Aleena Keisha dan temannya Iwan tidak langsung pulang.

Hukuman adalah hukuman. Aleena gadis yang menjunjung tinggi tanggung jawab. Dia tidak akan lari dari tanggung jawab.

Dengan langkah pasti Aleen berjalan menuju toilet wanita lantai dua. Dia melipat lengan kemeja putihnya sampai siku, mengikat rambutnya, lalu meraih ember, sabun pencuci, dan sikat lantai yang sudah disediakan petugas kebersihan.

Satu per satu toilet dia sikat, tanpa mengeluh.

"Eh lihat, itu si juara kelas dihukum guru baru" bisik dua siswi dari kelas sebelah yang sengaja lewat.

"Kasihan banget, disuruh jadi tukang bersih-bersih" sahut yang lain sambil cekikikan.

Aleena tidak menggubris. Tangannya terus menyikat. Lebih baik membersihkan toilet daripada harus minta maaf pada guru yang menurutnya tidak adil.

"Aku suka banget sama Pak Keanu lho. Ganteng, tegas, gak pilih kasih. Juara kelas pun tetap dihukum kalau salah" celetuk siswi lain dengan mata berbinar.

Di ujung lorong, Keanu baru saja keluar dari ruang guru. Dia memang sengaja ingin mengecek, apakah dua murid yang dia hukum tadi benar-benar menjalankan tugasnya.

Keningnya langsung berkerut mendengar kerumunan di depan toilet.

"Ngapain kalian di sini? Kalau tidak mau bantu, lebih baik pulang. Jangan jadi penonton" ucap Zayn dingin. Suaranya tegas dan menusuk.

Para siswi itu langsung kocar-kacir bubar.

Zayn menghela napas, lalu melirik ke dalam toilet. Di sana, seorang gadis berjilbab putih sedang jongkok membersihkan lantai, keringatnya menetes.

"Keisha" panggil Zayn.

Tidak ada jawaban, hanya suara sikat.

"Keisha" panggilnya lagi sedikit lebih keras.

Tetap tidak menyahut.

"ALEENA KEISHA!" Kali ini suara Zayn naik satu oktaf.

Aleena kaget, setengah berlari keluar dari toilet dengan tangan masih berbusa.

"Bapak memanggil saya?" tanyanya terengah.

"Ya, ada nama Keisha yang lain dari Aleena Keisha di sekolah ini?" jawab Zayn datar.

"Maaf Pak. Saya tidak biasa dipanggil Keisha. Di rumah dan di kelas semua memanggil saya Aleena atau Ale" jelas Aleena sambil menunduk.

Zayn menatapnya lama.

"Kamu ini perempuan tapi gaya dan sifatmu seperti laki-laki. Cepat atau lambat, perempuan akan kembali ke kodratnya. Terserah orang lain mau panggil kamu Aleena, Ale, atau hantu sekalipun. Di depan saya, nama kamu tetap Keisha. Paham!"

Aleena mengepalkan tangan tapi dia tahan.

"Baik Pak" jawabnya singkat.

Zayn merogoh sakunya.

"Tadi Kepala Sekolah menemui saya. Katanya kamu utusan sekolah untuk olimpiade matematika tingkat provinsi bulan depan"

Aleena mengangguk.

"Mulai besok, sepulang sekolah kamu temui saya di ruang guru. Saya akan beri bimbingan tambahan, jangan terlambat"

Aleena terkejut. Selama ini dia ikut olimpiade dengan belajar sendiri. Ini pertama kalinya dia dapat bimbingan khusus dari guru.

"Baik Pak" jawabnya lagi.

"Lanjutkan hukuman kamu. Setelah selesai, lapor ke petugas kebersihan" perintah Zayn lalu pergi meninggalkan Aleena.

Sejak hari itu hidup Aleena berubah total.

Setiap hari jam setengah empat sore, disaat teman-temannya sudah pulang atau nongkrong di kantin, Aleena harus duduk di ruang guru. Hanya berdua dengan Zayn.

Meja mereka hanya berjarak satu meter.

"Aleena, kerjakan soal ini, lima menit!" perintah Zayn sambil menyodorkan kertas tanpa menatapnya.

Aleena meraih kertas itu, jantungnya berdebar kencang. Bukan karena soalnya yang sulit, tapi karena wangi parfum Zayn yang mahal itu tercium begitu dekat. Parfum yang jelas bukan parfum guru honorer biasa.

Lima menit kemudian.

"Sudah Pak" ucap Aleena pelan.

Zayn mengambil kertasnya, memeriksanya sekilas.

"Jawaban benar tapi cara kamu terlalu lama. Pada saat perlombaan olimpiade waktu adalah segalanya"

Dia lalu berdiri, melipat lengan kemejanya sampai siku dan mengambil spidol.

"Lihat sini, ini jalan cepatnya"

Untuk sesaat konsentrasi Aleena buyar. Bukan karena melihat rumus di papan tulis, tapi melihat lengan Zayn yang kekar dan jam tangan mahalnya. Ada sesuatu yang berbeda dari guru magang ini.

"Mengerti?" tanya Zayn tiba-tiba.

"Eh.. Mengerti Pak" jawab Aleena cepat, wajahnya memerah padam.

Seminggu berlalu. Nilai try out Aleena naik drastis. Dari peringkat lima menjadi peringkat satu. Semua guru memujinya, semua siswi perempuan iri karena Aleena bisa dekat dengan Zayn.

"Pak hari ini boleh libur les tambahannya tidak?" pinta Aleena dengan gugup saat menemui Zayn di ruang guru.

Zayn yang sedang memeriksa berkas mengangkat alis.

"Apa alasannya, malas?"

Aleena menggeleng cepat.

"Ibu saya sakit Pak. Saya mau pulang cepat untuk temani Ibu ke Rumah Sakit"

Zayn terdiam, tatapannya yang biasa dingin menusuk kini perlahan melembut.

"Ya sudah pulang sana. Jangan lupa kerjakan PR yang tadi di rumah" ucapnya pelan.

"Terima kasih Pak!" Aleena langsung berlari keluar dengan tas ranselnya.

Zayn melanjutkan kerjanya, tak lama ponselnya berdering.

"Zayn, Nenek masuk rumah sakit. Pulang sekolah kamu langsung ke sini ya" suara Mamanya panik di seberang.

"Baik Ma, aku selesaikan pekerjaanku dulu"

Satu jam kemudian setelah pekerjaan Zayn selesai barulah dia sampai di Rumah Sakit dengan bungkusan yang berisi bolu jadul kesukaan Neneknya.

Setelah menjenguk Nenek dan memastikan kondisinya stabil, Zayn berjalan di lorong rumah sakit menuju mushola. Langkahnya tiba-tiba terhenti.

Di ujung lorong kelas tiga, dia melihat sosok yang sangat familiar. Gadis dengan ransel SMA yang sama, sedang mendorong kursi roda dengan susah payah.

Aleena. Batin Zayn

"Al, kita pulang saja ya, Ibu udah sehat. Ibu gak bisa jualan kue kalau di sini terus. Langganan di warung Bu Haji pasti nungguin" ucap wanita pucat di kursi roda dengan suara lirih.

"Nggak Bu. Dokter bilang Ibu harus opname malam ini. Ibu jangan mikirin jualan dulu" jawab Aleena sambil menahan tangis, suaranya bergetar.

"Kalau Ibu opname, siapa yang buat kue? Tabungan kuliah kamu nanti habis buat biaya di sini"

"Tabungan kuliahku masih ada Bu. Gak apa-apa dipakai dulu. Nanti malam habis dari sini Aleena ngajar les adik-adik SD, terus Aleena yang buat kue. Ibu kan udah sering ngajarin Aleena. Ibu istirahat aja ya" ucap Aleena dengan senyum dipaksakan, padahal matanya sudah berkaca-kaca.

Zayn berdiri mematung di balik pilar.

Dadanya sesak.

Jadi ini kehidupan Aleena di luar sekolah? Gadis pemberani yang berani memukul murid laki-laki karena membela teman, gadis juara kelas yang selalu terlihat tegar itu, ternyata harus jualan kue titip warung, mengajar les anak SD sepulang sekolah, dan sekarang harus mengorbankan tabungan kuliahnya demi ibunya.

Untuk pertama kalinya sejak dia menjadi guru magang, rasa dingin dan galak di wajah Zayn pecah. Ada rasa kagum yang begitu besar tumbuh di hatinya.

Aleena mendorong kursi roda ibunya masuk ke ruang perawatan BPJS kelas tiga. Untung saja Kepala Lingkungan sudah mendaftarkan mereka sebagai penerima BPJS gratis.

Setelah sosok Aleena menghilang di balik pintu, Zayn baru melanjutkan langkahnya kembali ke kamar Neneknya.

"Assalamu'alaikum, Neneeeek" sapa Zayn sambil memaksakan senyum.

"Akhirnya kamu datang juga! Harus nunggu Nenek sakit dulu baru mau nengok Nenek!" protes Neneknya manja.

"Maaf Nek. Nenek tau kan apa yang ditugaskan Papa buatku. Harus jadi guru magang di sekolah kita. Ada siswi olimpiade yang harus aku bimbing biar menang" bujuk Zayn.

"Kamu itu pintar sekali cari alasan!" Nenek mencubit lengan Zayn.

"Bawa Nenek jalan-jalan ke taman dong. Nenek bosan di sini. Pengen hirup udara segar" pinta Nenek.

"Di luar mendung Nek" jawab Zayn.

"Sebentar saja, lima menit"

Zayn tidak tega dan akhirnya memindahkan Nenek ke kursi roda dan mendorongnya ke taman rumah sakit.

"Nek, Nenek tunggu di sini di bawah pohon ini ya. Zayn ambil minum Nenek yang ketinggalan di kama," ucap Zayn.

Baru dua menit Zayn pergi, langit yang mendung langsung menurunkan hujan.

Tes... tes... tes...

Nenek panik. Tangannya mencoba memutar roda kursi, tapi tidak kuat.

"Nenek kenapa sendirian di sini?" Sebuah suara lembut terdengar.

Nenek mendongak. Seorang gadis berseragam SMA dengan nama bordir Aleena Keisha di dadanya berlari menghampirinya sambil menenteng payung kecil.

"Sini Nek, saya bantu. Nanti Nenek kena hujan, sakitnya tambah parah" ucap Aleena tanpa diminta, langsung mendorong kursi roda Nenek masuk ke selasar yang teduh.

Nenek menatap seragam Aleena. Logo di lengan kiri itu... logo SMA Harapan Bangsa. Sekolah milik keluarganya.

Tiba-tiba ponsel Aleena berdering.

"Halo, Bu? Iya, Al di taman... Apa? Ibu sesak?" Wajah Aleena langsung pucat pasi.

"Nek, maaf banget ya, saya harus tinggalin Nenek di sini. Saya harus ke kamar Ibu saya sekarang. Nanti saya panggilkan perawat buat bantu Nenek kembali ke kamar ya, Nek!" ucap Aleena terburu-buru, lalu berlari sekencang-kencangnya menembus hujan menuju gedung perawatan.

Nenek terdiam, menatap punggung Aleena yang menghilang.

Di hatinya ada firasat aneh. Gadis itu... memakai seragam sekolah milik keluarganya. Dan barusan menolongnya dengan tulus.

Sementara di kejauhan, Zayn berlari kembali dengan botol minum di tangan. Dia melihat kursi roda Neneknya kosong di bawah pohon, dan di selasar, dia melihat Aleena sedang berlari sambil menangis.

"IBU! Jangan tinggalin Aleena, Bu!"

.

.

BERSAMBUNG

1
Eva Karmita
kalau memang cinta dan sayang harusnya kamu perjuangkan Zayn bukan hanya menambah luka untuk Ale 💔🥺 , kalau memang kamu sudah berkeluarga jauhi Ale jgn kamu suka berbohong Zayn... kasihan Ale selalu diingatkan dgn masa lalu nya 💔 , ayo Ale move on dari Zayn kalau kamu sadar kamu bagai langit dan bumi Ale 🥺 jauhi pak Zayn
Deswita
terimakasih up nya Thor 🙏
🥺🥺🥺🥺 sesulit itu untuk mereka meraih bahagia 💪💪💪💪
Nabila hasir
KK author tak sabar flashback crita Zayn bisa nikah waktu Aleena berangkat ke singapore
Nabila hasir
ahhhh🥺🥺🥺 sedih .
Nabila hasir
masih penasaran dan kepo ma Zayn dng pernikahannya.
kenapa masih mencuri lihat ke Keisha aleena
Nabila hasir
jalan di bandung semoga Aleena kenalan ma cowok ya Kaka author
Nabila hasir
Aleena gak inget ma wajahnya pak keanu yaa.
sdah pangling Aleena ma Zayn Keanu.
Eva Karmita
otor kasih pendatang baru dong cowok yang cool berani ngejar Ale..., mau tau seperti apa reaksi Zayn melihat Ale dekat sama cowok yang ngejar alee
Deswita
terimakasih up nya Thor
ikutan sedih dengan kisah kalian,semoga cepat bersama Pak KEANU dan KEISHA 💪
Deswita
terimakasih up nya Thor 🥰
akhirnya pak Keanu memanggil KEISHA Nama panggilan sayang terucap juga💃💃💃💃
Nabila hasir
ahhh masih penasaran kenapa Zayn bisa menikah Sampek punya anak.sedangkan hati masih mikirin Aleena.
kasihan ma Aleena hatinya tertahan 6 THN yg lalu ma Zayn keanu
Nabila hasir
zyandra anaknya Zayn.
tapi penasaran ma hidup Zayn 6 THN yg lalu kenapa Sampek bisa dan menikah .mana manggil sayang lagi pas di bandara.tapi sekarang hatinya katanya masih memikirkan Aleena.
tambah kepo ma penasaran baca lanjutannya
Nabila hasir
masih penasaran ma pak zayn
Nabila hasir
kenapa kamu nyari Alena Zayn?
bukannya kamu sdah nikah yaaa
Wanda
semangat kak, aku tunggu tiap saat pokoknya, 🌹🌹
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🏻🥰
Eva Karmita
Andai kamu tau Ale orang yang selama ini kamu kagumi adalah mantan guru yg kamu cintai apa yg bakal kamu lakukan Ale ... berhenti atau terus lanjut bekerja di perusahaan itu .. semangat ya Ale jgn terkurung di masa lalu tapi teruslah melangkah maju demi masa depan...buka lembaran baru move on dari masa kelam melangkah untuk kehidupan yang lebih baik, buka hatimu jgn memikirkan mantan guru yang sudah bahagia dgn wanita pilihan keluarga nya laki" seperti itu tidak pantas kamu cintai ibarat kata dia langit kamu bumi tidak akan pernah bisa bersatu apalagi pak guru tidak ada pendirian yg masih bernaung di ketiak orang tua nya
yumi chan
thor bt ale bisa mut on dr zaey thor..dn bt zaey tdk bisa mlpkn ale lg..
Deswita
terimakasih up nya Thor 🙏
💃💃💃 liburan diBandung Allena 💪
Eva Karmita
otor please jgn buat Al seperti kecintaan sama Zayn... Ale jgn baper ya , ingat Ale perjuangan mu sampai di titik ini ngk usah ingat mantan guru mu fokus ke masa depan aja Ale
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!