NovelToon NovelToon
Gulungan Dewa Naga 2

Gulungan Dewa Naga 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:12.2k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Season kedua ini akan berfokus pada persiapan Yang Zhen dalam menghadapi ancaman invasi skala penuh dari Sekte Pedang Langit ibu kota yang berniat merebut energi Jiwa Iblis Darah Kuno.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Wush wush.

Angin perbatasan berhembus kencang membawa aroma debu dan darah di area Tambang Spiritual Batu Hitam.

Tambang ini merupakan salah satu aset terbesar yang baru saja diserahkan oleh Penguasa Kota Angin Selatan kepada faksi Yang Zhen.

Di bawah cahaya rembulan yang tertutup awan mendung, puluhan pekerja tambang dipaksa berlutut di tanah berlumpur.

Mereka dikelilingi oleh sekelompok kultivator berpakaian serba hitam yang memancarkan aura membunuh tingkat tinggi.

"Cepat ikat mereka semua dan kumpulkan di kereta tahanan!" teriak seorang pria berjubah hitam dengan lambang tengkorak merah di dadanya.

"Utusan dari ibu kota membutuhkan ratusan nyawa pekerja tambang ini sebagai tumbal pembuka formasi pedang darah."

Srak srak.

Para kultivator dari sisa-sisa Kultus Bayangan itu mulai menyeret para penambang dengan sangat kasar.

Beberapa pekerja yang mencoba melawan langsung ditendang hingga tulang rusuk mereka berderak patah.

"Tolong lepaskan kami, Tuan," rintih seorang pekerja tua memohon ampun dengan tangan gemetar.

"Kami hanya rakyat jelata yang mencari nafkah untuk memberi makan keluarga kami."

Pria berjubah hitam itu mencabut pedang pendeknya dan berjalan perlahan mendekati pria tua tersebut.

"Rakyat jelata dari Kota Awan Merah tidak pantas untuk hidup setelah penguasa sombong kalian menghina kehormatan ibu kota," ucap pemimpin kultus itu dengan kejam.

Syuut.

Pemimpin kultus itu mengayunkan pedangnya ke arah leher sang pekerja tua tanpa keraguan sedikit pun.

Namun, sebelum bilah pedang itu menyentuh kulit korbannya, sebuah batu seukuran kepalan tangan melesat dari arah kegelapan.

Klang.

Batu itu menghantam gagang pedang sang pemimpin dengan kekuatan yang setara dengan tembakan meriam baja.

Pedang pendek itu langsung terpental jauh dari genggaman pria berjubah hitam tersebut.

"Aaaargh!" jerit pemimpin kultus itu memegangi pergelangan tangannya yang seketika terkilir parah.

"Siapa yang berani mencampuri urusan Kultus Bayangan dan Sekte Pedang Langit?!"

Tap tap tap.

Suara langkah kaki yang sangat berat terdengar menuruni tebing batu yang curam di samping tambang.

Wang Hao berjalan memimpin di depan dengan kulit perunggu yang bersinar redup di bawah cahaya rembulan malam itu.

"Kultus Bayangan dan Sekte Pedang Langit?" ulang Wang Hao sambil mengorek lubang telinganya dengan raut wajah santai.

"Nama kelompok kalian terlalu panjang dan susah diingat oleh orang bodoh sepertiku."

Mulan muncul dari balik bayangan pohon pinus bersama tiga puluh penjaga berpakaian zirah kulit dari Asosiasi Alkemis.

Gadis tomboi itu memutar pedang anginnya dengan senyum tipis yang sangat meremehkan musuh di bawah sana.

"Kalian menyusup ke wilayah kekuasaan Guru kami hanya untuk menculik kakek-kakek penambang batu?" ejek Mulan melipat tangannya di dada.

"Utusan dari ibu kota rupanya hanyalah sekumpulan pengecut yang berani bergerak di balik kegelapan malam."

Mendengar hinaan tersebut, pemimpin kultus itu langsung menggertakkan giginya menahan amarah yang meledak-ledak.

"Hanya dua orang bocah ingusan dan tiga puluh penjaga kelas teri?" balas pemimpin kultus itu menatap barisan Mulan.

"Bunuh mereka semua! Jangan sisakan satu pun nyawa penjaga kota rendahan ini!" perintah pria itu kepada puluhan anak buahnya.

Wush wush wush.

Lebih dari lima puluh kultivator Kultus Bayangan langsung melesat maju dengan senjata terhunus dari berbagai arah.

Mereka mayoritas berada di Tahap Perak tingkat puncak dan beberapa di antaranya sudah menyentuh Tahap Bumi awal.

Bagi penjaga kota biasa, pasukan pembunuh ini adalah mimpi buruk yang mustahil bisa dikalahkan dalam pertarungan terbuka.

Namun, Wang Hao justru tertawa sangat lebar melihat musuh yang datang berhamburan ke arah kelompoknya.

Hahaha.

"Hei, teman-teman penjaga! Tunjukkan pada mereka hasil dari obat kuat yang kalian makan tadi pagi!" teriak Wang Hao memberikan komando.

Tiga puluh penjaga Asosiasi Alkemis itu serempak mengeluarkan raungan yang menyerupai auman binatang buas yang kelaparan.

"Siap laksanakan, Komandan Hao!" teriak para penjaga itu dengan semangat tempur yang menggebu-gebu.

Tidak ada aura spiritual elemen mematikan yang meledak dari tubuh para penjaga tersebut.

Namun, otot-otot di lengan dan kaki mereka tiba-tiba membesar dengan ekstrem hingga merobek sebagian zirah kulit yang mereka kenakan.

Inilah hasil nyata dari Pil Penguat Fisik yang diformulasikan khusus oleh dewa alkimia mereka, Yang Zhen.

Pil itu memaksa sumsum tulang para penjaga untuk memproduksi serat otot tingkat monster yang jauh melampaui batas manusia normal.

Bugh klang.

Seorang pembunuh Kultus Bayangan menebaskan pedang panjangnya ke lengan kanan salah satu penjaga.

Alih-alih terpotong hingga tulangnya, pedang tajam itu justru memantul keras seolah baru saja menebas batang besi yang solid.

"A-apa?! Kulit penjaga ini sekeras pelat zirah perunggu!" jerit pembunuh itu dengan mata membelalak panik.

1
mbono keling
💪👍💪👍💪👍💪💪
Predi Siswanto
agak membosan kan sampai sekarang cuman berkutat disatu kota
DD
kok diulang Thor 😅
iwakali
RoboCop
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Clink 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Waooow jlebz 🔥🌽
Yan Panungkek
lanjutkan karyanya author kami tunggu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!