NovelToon NovelToon
Mate Takdir Sang Werewolf

Mate Takdir Sang Werewolf

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Misteri
Popularitas:996
Nilai: 5
Nama Author: Soobin Chan

[SEASON 2]

Sekuel kedua dari cerita 'Pegasus From Diamond Planet'

"Aroma jiwamu sudah menyatu dengan kegelapanku. Aku akan menjemputmu saat rembulan memerah."
Sebuah mawar hitam misterius di atas meja akademi menghancurkan penyamaran gender White. Gadis berambut putih perak itu mengira ia hanyalah manusia biasa, sampai takdir menyeretnya ke dalam pusaran cinta posesif Ethan, calon Alpha serigala cahaya (Werewolf), dan kerajaan obsesif Aslan Dexter, sang raja iblis (Demon).
Di balik wajah sucinya, ada rahasia mengerikan: White terlahir dari sebuah kristal misterius yang jatuh dari langit, membawa esensi jiwa parasit masa lalu yang di cari oleh seluruh klan imortal.
Saat kutukan darah mulai bangkit dan aliansi antarras terancam pecah, White di hadapkan pada dua pilihan: menyerah pada kegelapan masa lalu, atau bertahan di bawah perlindungan pelukan sang Alpha?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Soobin Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28. Perkelahian Akibat Salah Paham

'Ya Tuhan... kesalahan atau dosa besar apa yang sebenarnya telah aku perbuat di masa lalu? Mengapa garis takdir Dewi Bulan tega memberiku pasangan jiwa sejati seorang laki-laki? Apa di seluruh peradaban dunia fana ini memang sudah tidak ada lagi populasi perempuan yang melajang? Jika memang realitasnya harus seperti ini... aku bersumpah lebih baik memilih hidup sendiri tanpa pendamping sampai ajal menjemput, daripada aku dipaksa memiliki Mate sejati seperti dia!' rutuk Ethan dalam keputusasaan yang mendalam.

Ethan menundukkan kepalanya lesu. Sepasang manik mata merah pekatnya mulai berkaca-kaca menahan bendungan rasa kecewa yang teramat mendalam. Ia mengangkat telapak tangannya, mengelus permukaan dadanya yang terasa teramat nyeri—sebuah rasa sakit yang muncul bukan karena efek benturan fisik, melainkan lebih karena hantaman kenyataan pahit yang harus ia hadapi subuh ini.

White mengerutkan keningnya dalam-dalam penuh rasa heran menyaksikan tingkah laku abnormal dari pria asing di hadapannya. Ia merasa sama sekali tidak ada letak kesalahan atau kejanggalan dari gaya penampilannya pagi ini.

Memang faktanya, ia saat ini sedang mengenakan setelan pakaian olahraga longgar dan perangkat rambut palsu pendek maskulin yang secara instan mengubah impresi visualnya menjadi sesosok remaja laki-laki tampan.

Ditambah lagi dengan rasio volume tubuhnya yang tinggi semampai, tentu bukan hal yang mengherankan jika orang asing akan mengalami salah paham. Namun, White tetaplah seorang White Emerson—seorang gadis berwatak tangguh yang menolak keras untuk diremehkan oleh siapa pun.

"Sebenarnya siapa identitas dirimu yang sebenarnya?! Kenapa kamu bisa berada di dalam area rumahku dan tiba-tiba muncul di belakangku seperti ini?"

White mengulangi bait pertanyaan pertamanya dengan nada suara yang sengaja dibuat jauh lebih dalam, berat, dan serius.

Ethan mendongakkan kepalanya ke atas, lalu mengeluarkan suara kekeh tawa sarkas yang terdengar teramat menyatukan rasa sakit yang hambar di telinga. Ia bersedekap dada sambil menatap lurus ke arah White dengan pancaran tatapan mata datar yang sarat akan penghinaan.

"Aku rasa bocah ingusan sepertimu sama sekali tidak memiliki hak atau perlu tahu mengenai siapa identitas diriku yang sebenarnya. Semua rentetan pertanyaan tidak bergunamu itu bersumpah sama sekali tidak penting untuk aku jawab!" cibir Ethan dengan nada sombong.

Struktur rahang White seketika mengeras kaku mendengar kalimat hinaan tersebut. Kedua belah tangannya mengepal erat-erat di sisi tubuh, menahan luapan emosi yang membakar dadanya.

"Memangnya siapa dirimu yang sebenarnya, hah?! Berani-beraninya kamu melontarkan kalimat kurang ajar seperti itu padaku?! Dasar kau, laki-laki aneh dengan warna rambut tidak jelas!" bentak White.

Sepasang manik mata merah Ethan seketika membulat sempurna akibat tersulut emosi.

"Berani sekali bibir lancangmu itu mengatai kualitas warna rambutku aneh! Jika aku terpaksa mendengar kalimat makian itu keluar dari mulutmu sekali lagi, akan kupastikan seluruh struktur tulang-tulang di tubuh rampingmu itu patah menjadi perca dalam sekejap mata!"

Dengan satu gerakan yang teramat cepat dan gesit, Ethan merangsek maju membelah jarak. Tangannya menjulur ke depan, mencengkeram kuat permukaan kerah jaket olahraga yang dikenakan White.

Namun, alih-alih menunjukkan ketakutan, White justru menyunggingkan seulas seringai tipis yang terkesan meremehkan di bibirnya. Sepasang manik mata ungunya menatap lurus ke arah netra merah Ethan tanpa ada sebutir pun rasa takut.

"Kamu juga beberapa detik lalu dengan lancang mengatai diriku sebagai seorang bocah ingusan! Apa isi kepala otakmu saat ini memang sudah tidak sadar diri atau ingatanmu sudah mendadak lupa dengan ucapanmu sendiri, hah?!" tantang White berani.

Kuantitas cengkeraman tangan Ethan mendadak semakin menguat dengan tenaga werewolf-nya, membuat lingkar kerah baju olahraga itu mulai mencekik ketat jalur leher White. White mulai merasakan sedikit kesulitan untuk menarik pasokan oksigen ke parunya, namun tubuh tingginya tetap dipaksa berdiri tegak lurus, menolak keras untuk menunjukkan indikator kelemahan di depan pemuda asing yang arogan ini.

"Sepertinya... kosakata 'tidak sadar diri' justru terasa jauh lebih cocok untuk disematkan pada kondisimu saat ini karena matamu merah seperti orang mabuk." bisik White dengan nada suara mengejek yang kentara, matanya berkilat menantang. "Sekarang bersiaplah... karena aku sendiri yang akan memberikan bantuan fisik untuk membuat kesadaranmu kembali!!"

Bugghhh!

Dengan kuantitas kekuatan fisik alami yang luar biasa besar yang tersembunyi di balik tubuh rampingnya, White melayangkan satu gerakan tendangan mentah yang teramat telak tepat menghantam bagian ulu hati perut Ethan.

Ethan yang sama sekali tidak memprediksi akan mendapatkan serangan balik berupa kontak fisik sekuat itu, seketika terdorong mundur ke belakang dengan kecepatan tinggi. Volume tubuh tingginya melayang sebelum akhirnya menghantam keras permukaan pembatas pagar besi halaman rumah kayu.

KRETAK!

Material struktur pagar besi tebal itu seketika bengkok meliuk dan roboh berantakan ke atas tanah akibat menerima hantaman beban bobot tubuh Ethan yang terlempar.

"Arrghh! Dasar bocah kurang ajar dan tidak tahu adat! Asal kamu tahu saja, sepasang manik mataku ini memang sudah memiliki warna merah pekat sejak aku pertama kali lahir ke dunia!" teriak Ethan lantang sembari berusaha keras bangkit berdiri kembali, menahan rasa perih yang menjalar di sepanjang permukaan kulit punggungnya akibat benturan besi.

Namun jauh di dalam lubuk hati kecilnya, Ethan tertegun mati dilingkupi keheranan yang besar.

'Sebenarnya... makhluk hidup macam apa remaja yang ada di depanku ini? Kenapa kuantitas kekuatan fisiknya bisa setara dengan monster? Tidak mungkin ada ukuran manusia biasa yang memiliki kemampuan untuk menendang tubuh serigalaku hingga sanggup merobohkan struktur pagar besi tebal seperti ini? Tapi anehnya... indra penciuman supernatural werewolf-ku sama sekali tidak menangkap adanya sisa aroma darah makhluk immortal dari dalam tubuhnya. Fenomena gila ini benar-benar terasa sangat aneh dan tidak masuk akal!' batin Ethan bingung.

"Kali ini... aku bersumpah tidak akan pernah memberikan sebutir ampun pun untuk tubuhmu!" Ethan berjalan dengan ritme cepat mendekat kembali.

Kedua belah tinju tangannya terkepal teramat erat, siap meluncurkan serangan balasan demi menebus dendam harga dirinya yang terluka.

Gelombang emosi marahnya telah sepenuhnya meluap keluar, membuat logikanya melupakan fakta krusial bahwa ia wajib hukumnya menyembunyikan identitas supernaturalnya sebagai seorang Werewolf di dunia manusia.

Namun, pergerakan kepalan tinju serangannya mendadak terhenti menggantung kaku di udara tepat pada detik ketika siluet dari dua orang pria lain mendadak muncul membelah pintu rumah kayu.

"Perbuatan gila apa yang sebenarnya sedang kamu lakukan saat ini, Ethan? Kenapa kamu nekat meluncurkan serangan fisik dan menyerang anak remaja itu?" tanya Alan dengan kerutan dahi yang teramat dalam dan sarat akan nada menyelidik.

Ia bersama dengan Damian Dexter baru saja bergegas keluar menuju halaman karena indra mereka menangkap adanya suara keributan besar dan bunyi ambruknya pagar besi rumah. Ethan segera menjulurkan jari telunjuknya, menunjuk lurus ke arah posisi White dengan jemari yang bergetar hebat akibat sisa luapan amarah.

"Remaja kurang ajar itu yang terlebih dahulu meluncurkan serangan fisik kepadaku, Alan! Dia dengan lancang mengatai kualitas warna rambutku aneh!" bela Ethan berapi-api.

Alan memutar arah pandangan matanya. Ia menolehkan kepalanya lurus menatap ke arah White sembari menaikkan sebelah alis mata ungunya tinggi-tinggi.

"Apakah informasi yang diutarakan temanku itu merupakan sebuah kebenaran?"

White memberikan anggukan kepala dengan ritme cepat tanpa memancarkan sebutir pun rasa bersalah di wajah cantiknya. Ia bersedekap dada di depan rongga dadanya, mengedarkan sepasang matanya untuk menatap satu per satu wujud dari ketiga pria asing yang saat ini berdiri di halaman rumahnya.

Namun, tepat pada detik ketika sepasang manik mata ungunya mendarat lurus menatap wajah pria bertubuh tegap dengan rambut cokelat sebahu—Damian yang saat ini berbalut jubah katun longgar merah muda dengan tudung bertelinga kelinci—tubuh White seketika tersentak membeku di tempatnya memijak rumput.

Ia perlahan menurunkan kedua belah tangannya ke bawah, sepasang kelopak matanya sedikit memicing tajam mencoba menggali dan membuka kembali lembaran memori ingatannya yang tertanam sejak kemarin sore di hutan sungai.

'Tunggu... tunggu dulu sejenak... sepertinya aku tidak asing dengan rupa struktur wajah pria itu... dia... dia memiliki kemiripan wujud yang teramat sangat persis dengan sosok pria yang terbaring kaku di pinggir aliran air sungai beberapa hari lalu... yang kucairkan dari es abadi!'

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!