NovelToon NovelToon
Gadis Pembawa Lentera

Gadis Pembawa Lentera

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Terpaksa Menikahi Suami Cacat / Cintamanis / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:389
Nilai: 5
Nama Author: Novita Tory

Time travel seorang gadis yang terpeleset di acara festival lampion kampus.
Karya Fantasi kedua setelah Petualangan Mayanza, semoga berkenan di baca tiap episode nya... 🤍😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novita Tory, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 2 Permandian

"Kita ke permandian?" kataku pada Ayah.

"Ya, kau perlu bersenang-senang" kata Ayah

"May, siapkan barang-barang kita, berapa lama kita disana yah?" kataku pada May dan menanyakan Ayah.

"mungkin dua hari" kata Ayah.

"Asik....may...." kataku menggenggam tangan May.

Kami sibuk menyiapkan barang-barang untuk di bawa ke tempat Permandian milik keluargaku, juga salah satu usaha yang dimiliki Ayah.

"Xiu Ren..jangan  bawa barang terlalu banyak disana pasti kau juga belanja banyak" kata Ibu.

Aku mengangguk senang, aku benar-benar dimanjakan Ayah dan Ibu, begitu pula aku harus patuh dengan mereka.

permandian terdapat di kaki bukit, diatas bukit ada sebuah kuil, jadi kami menginap di area kuil.

"Nona, ini kuil tua, aku takut" kata Dayang May.

"May, kita sudah sering kesini kenapa kau malah takut" kataku.

"Lihat pita warna warni di gerbang itu tertiup angin Nona" kata dayang may mengekor di belakang.

"Jangan menakut-nakuti aku May" kataku cemberut.

Dayang May cekikikan tertawa.

Akhirnya aku dan dayang may kejar-kejaran di lapangan kuil, tanpa kami sadari keluarga Kerajaan ada di sana melihat kami berlarian.

Aku tersandung jatuh, "Nona...." Dayang May mendekat, lututku terluka dan berdarah.

Aku langsung melompat menangkap May, "Dapat.." kataku.

Saat aku mendongak ke depan, ada Pangeran Fang berdiri di dekat kami.

Aku dan Dayang May menghentikan tawa,

Mendadak diam.

"Bodoh" katanya lalu lewat berjalan ke arah kuil.

Aku tau kata-kata itu untukku.

Aku mengejarnya, Dayang terkejut.

Aku menghalangi jalannya dengan merentangkan tanganku.

"Pangeran, bisakah lebih sopan tanpa berkata kasar" kataku sambil terengah-engah setelah berlari mengejarnya dan terjatuh.

"Lap keringatmu" katanya melempar saputangan berwarna putih polos tepat di wajahku.

Aku mengambil saputangan itu mengelap keringat, betul juga keringatku banyak.

Aku pergi ke arah Dayang May, sambil mengelap keringat di wajah.

"Nona, apa yang nona lakukan" kata Dayang May.

"Kita pulang saja disini sudah panas" kataku menunjuk ke arah atas matahari sudah lebih menyengat.

**

Aku dan Dayang May bersiap ke Permandian.

Sudah lelah kaki turun tangga,

"Kenapa di tutup?"tanyaku pada pengawal.

"Raja, Ratu dan Pangeran sedang mandi di dalam" kata pengawal.

"Kenapa mereka mandi disini? aku Xiu Ren anak pemilik permandian ini" kataku mendorong tubuh pengawal.

"Nona tidak boleh masuk, kami tau nona Xiu Ren" kata pengawal memegang tanganku.

Aku melepas kan diri, dayang may menarik tubuhku mundur.

Arogan sekali, "Kita balik nanti saja" kataku marah

kulihat Pangeran Fang dan Pengawal Ziu bisa melihatku dari dalam.

"Kita mandi di kuil saja" kataku membawa Dayang May.

Memberontak dengan pengawal sama artinya cari mati, pantas ibu dan ayah dari tadi tidak mengajak kami ke permandian.

**

Ternyata ada makan malam bersama keluarga istana, aku terpaksa ikut dan duduk di mejaku yang jaraknya di pojok belakang tempatnya gelap dan banyak nyamuk.

"May, jika makan seperti ini...makanan enak tidak terlihat, bagaimana bisa menikmati makanan" kataku berbisik

"Nona...nanti di dengar orang" kata Dayang May.

Aku malas makan, makanku sedikit lebih sibuk menepuk nyamuk yang hinggap di leher dan tanganku.

Setelah jamuan makan, aku berjalan-jalan sebentar di kediaman.

Berpapasan dengan Pangeran Fang dan Pengawal Ziu, aku menunduk memberi hormat.

Pangeran Fang berhenti, "Dimana-mana kau selalu ada, apa tidak bosan mengejarku sampai kesini?" tanya Pangeran Fang.

"Oh...ti..tidak.." kataku menggoyangkan kedua tanganku.

Pangeran Fang mendekat membisikan telingaku dari samping, "Urungkan niatmu ikut kompetisi, jangan dipaksakan" katanya lalu tertawa pergi.

Aku menoleh melihatnya pergi bersama Pengawal Ziu berkuda entah kemana.

Menyebalkan!!!!!!!

**

Aku pergi melukis di sisi bukit di belakang kuil,

Melukis pohon dan pemandangan permandian di bawah, dayang may sibuk membantu ibu sesekali datang mengantarkan makanan.

Kudengar suara kakinya mendekat.

"May, ambilkan warna hijau tua" kataku tanpa menoleh,

May menyerahkan mangkuk tinta warna, aku membuat gradiasi warna daun pepohonan.

Kurik tangan May, mendekat karena terlalu jauh dariku.

"Kupikir, May..." kataku, terkejut langsung berdiri, ternyata lengan Pangeran Fang yang kutarik, segera aku lepaskan tangannya.

Aku melangkah mundur mangkok-mangkok cat warna tumpah.

"ahhhhh..." Pangeran meraih tanganku dan Pengawal Ziu meraih Pangeran.

"tolong aku.." kataku panik aku jatuh ke jurang.

"Jangan bergerak.... aku tarik pelan-pelan" kata pangeran.

Akhirnya aku sampai diatas, lukisanku ikut terbang tertiup angin jatuh ke jurang.

Pangeran mendengus kesal, duduk di bebatuan.

Aku mengobati tanganku sendiri sementara tangannya terluka.

"Pangeran, tanganmu terluka" kataku pelan ada rasa takut.

Pengawal Ziu ikut mendekati Pangeran.

Kuusap perlahan lukanya dengan lengan bajuku yang terbuat dari kain sutra berwarna putih,

Pangeran bangkit berdiri, "Jangan cari perhatian" katanya, pergi meninggalkan aku ketika Dayang May datang.

Dayang May bingung.

Aku menceritakan kejadiannya pada Dayang May.

**

"Nona... Jangan-jangan pangeran suka dengan Nona" kata Dayang May.

"mana mungkin" kataku.

"Dari tadi kulihat pangeran melihat nona terus saat makan" kata Dayang May.

"Oya? " aku hanya mengangguk-angguk tidak juga merasa senang.

Bersambung...

1
Novita Tory
Sampai saat ini berharap happy ending
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!