NovelToon NovelToon
Lord Of The Gods

Lord Of The Gods

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:52.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Setelah mengorbankan wujud fananya untuk menyelamatkan jiwa Su Qingyue, Lin Chen hancur oleh cakar Kaisar Langit dari Ras Naga Sejati.

Sisa jiwanya yang nyaris sirna diselamatkan oleh pengorbanan umur Tian Yu yang memanggil Esensi Phoenix Abadi, mengubahnya menjadi sebuah kepompong api. Atas kehendak Tuan Istana Ujung Takdir, kepompong itu dibuang ke dunia fana murni Kerajaan Chen tempat di mana hukum kultivasi, Qi spiritual, dan ancaman dewa tidak pernah ada.

Ratusan tahun berlalu dalam keheningan, menunggu sang Penantang Langit untuk menetas kembali. Tanpa kultivasi, tanpa tombak dewa di tangannya, namun membawa fondasi fisik gabungan dari Naga, Kekacauan, dan Phoenix Abadi, Lin Chen memulai kehidupan keduanya bukan sebagai monster kehancuran, melainkan sebagai seorang pangeran fana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28: Cincin Sang Dewa

Udara di dalam Sangkar Kekacauan terasa sedingin dasar neraka kesembilan. Dua tetua Soul Formation yang sebelumnya sombong, kini tergeletak tak bernyawa dengan lautan jiwa yang telah hancur berantakan.

Di udara, Jian Wu dan Xue Tu saling bertatapan dengan wajah sepucat kertas. Arogansi mereka sebagai jenius dari Alam Abadi telah menguap tanpa sisa. Pemuda bertopeng di hadapan mereka bukanlah manusia, melainkan inkarnasi dari kehancuran itu sendiri!

"M-Mundur! Kita harus mundur!" jerit Jian Wu histeris, membuang gengsi sektenya.

Ia merogoh saku jubahnya dengan tangan gemetar, mengeluarkan sebuah Jimat Pemindah Ruang Tingkat Bumi harta penyelamat nyawa paling berharga yang diberikan oleh Master Sektenya. Di sebelahnya, Xue Tu melakukan hal yang sama, mencabut sebuah gulungan perkamen darah yang berdenyut-denyut.

"Pecah!"

Keduanya menghancurkan pusaka pelarian itu secara bersamaan. Cahaya perak dan merah darah meledak, membungkus tubuh mereka. Hukum dimensi mulai beriak, bersiap menarik mereka kembali ke Alam Abadi.

Senyum lega yang penuh dengan keringat dingin sempat terukir di wajah Jian Wu. Selama aku bisa kembali... aku akan membawa seluruh armada Sekte Pedang Bintang untuk meratakan dunia sampah ini!

Namun, senyum itu hanya bertahan selama sepersekian detik.

Cahaya teleportasi yang seharusnya menembus ruang, tiba-tiba meredup layaknya lilin yang ditiup badai. Riak dimensi itu terhenti, membeku, lalu hancur menjadi serpihan cahaya yang berjatuhan ke bawah.

"A-Apa?!" Xue Tu menatap gulungan darahnya yang kini menjadi abu.

"Tidak mungkin! Ini adalah jimat tingkat tinggi! Mengapa ruang dimensinya tidak terbuka?!" Jian Wu berteriak panik, memukul-mukul udara kosong di sekitarnya.

Sebuah tawa yang sangat pelan namun mengiris jiwa terdengar dari balik topeng bayangan Lin Chen.

"Jimat pelarian kalian membutuhkan hukum dimensi untuk bekerja," bisik sang Penguasa Keheningan, melayang mendekat selangkah demi selangkah. Setiap langkahnya membuat udara di sekitar Jian Wu dan Xue Tu membeku. "Namun di dalam Sangkar Kekacauan ini... hukum dimensi dunia kalian sudah mati. Di sini, akulah hukumnya."

Lin Chen mengangkat tangan kanannya. Tidak ada ledakan Qi yang brutal kali ini, melainkan sulur-sulur Hawa Dingin berwarna biru pucat yang merambat keluar dari ujung jarinya.

ZRAAAASH...

Hawa Dingin itu melesat dan melilit kedua kaki Jian Wu dan Xue Tu. Suhu di sekitar mereka turun hingga melampaui batas nol mutlak spiritual.

"AARRRGGGHHH!"

Kedua jenius yang tak pernah merasakan penderitaan fana itu menjerit histeris. Darah di dalam pembuluh vena mereka membeku. Otot dan tulang kaki mereka mengeras menjadi es biru dalam hitungan detik.

"Ampun! Ampun! Kami adalah murid inti dari—"

"Sstt," Lin Chen meletakkan jari telunjuknya di bibir topengnya. "Kalian terlalu berisik untuk ukuran hama."

Dengan gerakan yang sangat santai, Lin Chen mencabut paksa Cincin Penyimpanan dari jari Jian Wu dan Xue Tu. Ia menimbang kedua cincin perak dan merah itu di telapak tangannya, Niat Jiwanya dengan mudah menghancurkan segel kepemilikan mereka. Melihat lautan batu spiritual, pusaka, dan pil di dalamnya, mata keemasan Lin Chen menyipit puas.

"Sebagai biaya ganti rugi karena telah mengotori langit rumahku," ucap Lin Chen.

Alih-alih mengayunkan tangannya untuk memenggal kepala mereka, Lin Chen melayangkan dua pukulan presisi ke arah perut bagian bawah kedua pemuda tersebut.

KRAAAK! KRAAAK!

"TIDAAAAAKKK!" Lolongan Jian Wu dan Xue Tu menggema membelah langit.

Dantian mereka pusat dari seluruh kebanggaan dan fondasi kultivasi mereka sejak lahir hancur lebur. Qi murni di dalam tubuh mereka bocor keluar layaknya air dari kendi yang pecah, kembali menyatu dengan alam.

Dari jenius elit yang diagungkan di Alam Abadi, mereka kini telah menjadi manusia cacat yang bahkan lebih lemah dari pengemis fana di jalanan Kerajaan Chen!

"Kematian terlalu murah bagi kalian," Lin Chen menatap mereka dengan dingin. "Aku akan membiarkan kalian hidup. Merangkaklah kembali ke sekte kalian, dan jadilah pesan berjalan bagi para anjing tua di langit sana. Beritahu mereka... dunia ini memiliki pemilik baru."

Lin Chen menjentikkan jarinya. Sangkar Kekacauan itu berlubang di bagian bawah. Tubuh Jian Wu, Xue Tu, beserta mayat dua tetua mereka jatuh bebas dari langit malam, menghantam tanah di hutan belantara di luar batas Ibukota.

Di pelataran Istana Kerajaan Chen, kabut badai di langit akhirnya memudar, menampakkan kembali cahaya bintang yang damai.

Tekanan yang mencekik itu telah hilang sepenuhnya. Raja Chen dan Lin Feng, yang masih terengah-engah dan memegangi dada mereka, menatap ke arah langit dengan kebingungan campur lega. Mereka mengira badai itu berlalu karena entitas-entitas langit itu telah pergi, tidak pernah menyadari bahwa pembantaian mengerikan baru saja terjadi di atas sana.

Di sudut pelataran, Permaisuri Lin Yue memicingkan matanya menembus awan. Ia bisa merasakan fluktuasi Qi putranya perlahan memudar, kembali menyatu dengan bayang-bayang menuju paviliunnya.

Senyum yang sangat tipis dan penuh kebanggaan terukir di wajah sang Permaisuri. Eksekusi yang sempurna, Chen'er. Kau menjarah harta mereka, menghancurkan fondasi mereka, namun membiarkan mereka hidup untuk menanamkan teror di Alam Abadi. Kau benar-benar terlahir untuk menjadi seorang penguasa.

Lin Yue berbalik, raut wajahnya kembali menjadi seorang istri yang panik. Ia bergegas menghampiri suaminya. "Kanda! Kanda tidak apa-apa?!"

Sementara itu, di dalam kamar Paviliun Anggrek.

Bayangan hitam meluncur masuk melalui jendela dan langsung memadat menjadi sosok Lin Chen. Ia melepas topeng dan jubah malamnya, kembali mengenakan pakaian tidur sutranya.

Napasnya sedikit berat. Menggunakan Cangkang Dewa dan Hawa Kekacauan untuk mengurung dan menghancurkan ahli Soul Formation menguras cukup banyak energi fisiknya. Namun, senyum lebar di wajah Lin Chen tidak bisa disembunyikan.

Ia duduk bersila di atas ranjang, menuangkan isi dari dua Cincin Penyimpanan milik Jian Wu dan Xue Tu ke atas selimutnya.

Batu spiritual tingkat menengah menggunung. Puluhan pedang terbang, zirah darah, dan gulungan seni bela diri tingkat tinggi berserakan. Bagi kultivator fana, ini adalah harta yang bisa memicu perang dunia. Bagi Lin Chen, ini adalah modal emas untuk menyuplai Aliansi Bayangan Langit yang sedang disiksa oleh ibunya di Utara.

Namun, mata Lin Chen terpaku pada dua botol giok kecil yang memancarkan aroma wangi luar biasa.

Ia membuka penutupnya. "Hah!"

Sebuah Pil Penerobos Ranah (Breakthrough Pill) tingkat menengah berbaring manis di dalam botol giok tersebut. Pil ini mampu mendobrak sumbatan Dantian dan memperluas meridian secara instan tanpa efek samping bagi kultivator di bawah ranah Nascent Soul.

"Anak-anak manja ini benar-benar membawa seluruh tabungan sekte mereka ke mari," Lin Chen tertawa senang. Dengan pil ini, Mo Yuan dan yang lainnya tidak perlu membuang waktu bertahun-tahun untuk mencapai batas Foundation Establishment.

Namun, saat ia menatap pil tersebut, pikiran Lin Chen melayang ke arah pelataran istana. Ia teringat bagaimana Raja Chen dan Lin Feng memuntahkan darah hanya karena terkena imbas tekanan Qi dari jauh.

Senyum di wajah Lin Chen perlahan memudar, digantikan oleh raut kekhawatiran yang tulus.

Era kultivasi telah datang. Aku tidak bisa selamanya menempatkan Ayah, Kak Feng, dan Kak Xue di dalam kubah pelindung, batin Lin Chen. Mereka butuh kekuatan mereka sendiri. Tubuh fana mereka terlalu rapuh untuk langsung menelan Pil Penerobos Ranah ini, mereka bisa meledak.

Lin Chen memutar otaknya, membongkar ingatannya tentang alkimia.

Aku harus membuat Pil Pencuci Sumsum Tingkat Dasar terlebih dahulu. Obat itu akan membersihkan racun fana di tubuh mereka, membuka meridian mereka secara paksa namun lembut, sehingga Ayah dan Kakak bisa mulai menyerap Qi dan berkultivasi.

Masalahnya, untuk membuat Pil Pencuci Sumsum itu, ia membutuhkan sebuah bahan inti: Teratai Darah Tulang Bumi, sebuah tanaman spiritual langka yang biasanya hanya tumbuh di tempat yang memiliki energi yin sangat padat. Di dunia fana yang baru saja terbuka segelnya ini, mencari tanaman spiritual setara dengan mencari jarum di tumpukan jerami.

Lin Chen menutup botol gioknya, menghela napas panjang.

Namun, tepat pada detik itu, sebuah resonansi spiritual yang sangat aneh menggetarkan Cangkang Dewa-nya. Resonansi itu tidak datang dari luar istana, melainkan dari kedalaman tanah, tepat dari bawah lantai kamarnya!

Lin Chen membelalakkan matanya, mengaktifkan Niat Jiwanya untuk menembus bebatuan di bawah istana.

Jauh... sangat jauh di kedalaman tanah tempat Istana Kerajaan Chen berdiri, Lin Chen 'melihat' sebuah pintu perunggu raksasa yang tertutup lumut, memancarkan energi Yin yang luar biasa pekat..

1
Indah Hidayat
kaisar naga beladirinya kok tiba2 dihapus ?
Raden
luar biasa mantap thor
Raden
mantap💪 lanjut kan 💪
Raden
mantap ratu💪
Raden
hajar bro, mulut kok ga dijaga💪
Raden
seru lagi, mantap💪
Rhaka Kelana
Dan akhirnya, yang diinginkan oleh seorang pria adalah rumah yang penuh dengan kehangatan....😍
Budi Wahyono
kaisar naga nya kok gak ada thor ?
Sang_Imajinasi: ada mas bud, ngulang lgi, karena hilang semua bab
total 1 replies
ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ
keren
Puragabaya
KOPLAK
Su Qingyue ikut Lin Chen dan Tua hitam ke alam Abadi.
Kenapa ana Qingyue lagi di alam Fana 🤣🤣
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
DIFAN2: Novel 'SULUNG' hadir dengan keseruan kisah petualangannya, yuk kak merapat.
total 1 replies
Rinaldi Sigar
lanjut
Edy Amran. MM
Lanjut.. ceritanya bagus
Rinaldi Sigar
lanjut
EKO BUDI PRASETYO: lha bukannya qingyue di alam abadi SM Lincen, kok BS di alam fana
total 1 replies
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Boo Ceng Li
🔥🔥🔥💪💪💪👌👌👌
Tosari Agung
sangat keren imajinasi thor🌹🌹🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!