NovelToon NovelToon
Menantu Tak Terkalahkan

Menantu Tak Terkalahkan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Action
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Selama tiga tahun, Lin Fan hidup sebagai menantu yang dianggap benalu di keluarga Su. Dihina oleh ibu mertuanya, diremehkan oleh kerabat, dan diabaikan oleh istrinya sendiri, Su Yuhan—seorang CEO muda yang dingin namun jelita. Tidak ada yang tahu bahwa Lin Fan sebenarnya adalah pewaris tunggal dari Keluarga Lin di ibu kota, keluarga konglomerat paling berkuasa. Masa ujian tiga tahun yang diwajibkan oleh keluarganya akhirnya berakhir hari ini, dan roda nasib bersiap untuk berputar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28: Utusan Sang Naga

​Tengah hari di Kota Jiangzhou terasa jauh lebih tenang dari biasanya. Hancurnya Keluarga Chen dan lenyapnya pengaruh Keluarga Long dari wilayah selatan menyisakan kekosongan kekuasaan yang membuat para elit lokal memilih untuk bersembunyi. Namun, ketenangan itu terkoyak secara elegan oleh kemunculan sebuah konvoi kendaraan yang tidak lazim.

​Enam buah mobil Hongqi L5—limusin kenegaraan buatan dalam negeri yang tidak bisa dibeli hanya dengan uang, melainkan membutuhkan status politik dan kekuasaan absolut—meluncur mulus membelah jalan raya utama Jiangzhou. Tidak ada pelat nomor sipil pada mobil-mobil hitam legam tersebut, hanya sebuah lencana kecil bergambar Teratai Hitam berlapis emas di bagian gril depan.

​Iring-iringan itu tidak menuju ke Menara Su, tidak pula ke Vila Keluarga Su. Konvoi tersebut berbelok ke arah perbukitan eksklusif di pinggiran kota, mengarah ke Paviliun Anggrek Bulan, sebuah kedai teh tradisional yang telah ditutup rapat untuk umum sejak pagi.

​Di dalam mobil paling tengah, duduk seorang pria tua dengan rambut putih keperakan yang disisir rapi ke belakang. Ia mengenakan setelan tunik Tangzhuang tradisional berwarna abu-abu. Pria itu adalah Qin Mo, Kepala Pelayan Utama Keluarga Lin yang juga merupakan tangan kanan langsung dari Dewan Tetua Pusat di Jingcheng. Matanya yang sudah keriput memancarkan kebijaksanaan dan ketajaman seorang ahli strategi.

​"Kita sudah tiba, Tuan Qin," lapor pengemudi yang merupakan prajurit elit ibu kota.

​Qin Mo menatap keluar jendela, menatap pintu kayu berukir naga dari kedai teh tersebut. Jantung tuanya berdebar sedikit lebih cepat. Tiga tahun lalu, ia adalah orang yang mengantarkan Sang Pewaris ke kota ini untuk memulai masa pengasingannya. Hari ini, ia datang untuk menjemput seorang raja.

​Teh Pahit di Paviliun Naga

​Qin Mo turun dari mobil, dikawal oleh delapan pengawal berpakaian hitam yang auranya tidak kalah mematikan dari Pasukan Bayangan. Ia melangkah masuk ke dalam paviliun yang sepi. Tidak ada pelayan, tidak ada musik. Hanya ada aroma dupa cendana dan suara air mendidih dari teko tanah liat.

​Di ujung ruangan, menghadap ke arah jendela yang menyajikan pemandangan seluruh Kota Jiangzhou, duduklah Lin Fan.

​Ia mengenakan kemeja linen hitam sederhana. Tangannya dengan sangat luwes dan anggun menyeduh teh Da Hong Pao. Meski penampilannya santai, aura dominasi yang memancar dari tubuhnya begitu pekat hingga membuat langkah kedelapan pengawal elit di belakang Qin Mo terhenti secara naluriah. Mereka tidak berani melangkah lebih dekat dari jarak lima meter.

​Qin Mo tersenyum tipis. Ia melangkah maju seorang diri, lalu tanpa ragu menjatuhkan kedua lutut tuanya ke atas lantai kayu jati, bersujud dengan penuh hormat.

​"Kepala Pelayan Pusat, Qin Mo, menghadap Tuan Muda Utama," suara parau Qin Mo bergema penuh pengabdian. "Masa ujian tiga tahun Anda telah berakhir. Anda tidak hanya bertahan hidup, namun Anda telah membersihkan wilayah selatan tanpa menggunakan satu pun peluru dari pasukan resmi keluarga. Dewan Tetua di ibu kota sangat takjub."

​Lin Fan tidak segera menjawab. Ia menuangkan teh panas ke dalam dua cangkir porselen kecil.

​"Bangunlah, Paman Qin. Duduk dan minumlah teh ini," ucap Lin Fan tenang. Di Keluarga Lin, Qin Mo adalah salah satu dari sedikit orang yang benar-benar peduli padanya sejak kecil.

​Qin Mo bangkit dan duduk di seberang Lin Fan dengan punggung tegak lurus, menerima cangkir teh itu dengan kedua tangan.

​Titah Para Tetua dan Gejolak Ibu Kota

​"Apa yang membuat Tetua Agung mengirimmu secara langsung ke kota kecil ini, Paman Qin?" tanya Lin Fan, menyesap tehnya. "Kukira aku masih punya waktu beberapa minggu untuk menikmati ketenangan di Jiangzhou sebelum kembali ke sarang ular itu."

​Qin Mo meletakkan cangkir tehnya, ekspresinya berubah sangat serius.

​"Situasi di Jingcheng sangat genting, Tuan Muda. Paket berisi tubuh Tuan Muda Long Ao yang Anda kirimkan ke markas besar telah memicu kepanikan luar biasa pada faksi Lin Ye," lapor Qin Mo dengan nada mendesak. "Lin Ye menyadari bahwa Anda telah memiliki kekuatan absolut. Dalam keputusasaannya, ia telah melakukan tindakan tabu:"

​Mobilisasi Tetua Pelindung: Lin Ye telah membangunkan tiga Tetua Pelindung Faksi Kedua dari masa pertapaan mereka.

​Aliansi Gelap: Ia diam-diam mengumpulkan dana triliunan Yuan untuk menyewa pembunuh bayaran internasional dan pasukan elit dari keluarga konglomerat saingan.

​Blokade Ibu Kota: Jalur udara dan darat menuju Jingcheng saat ini sedang dipantau ketat oleh loyalis Lin Ye untuk mencegah kedatangan Anda.

​"Tetua Agung memerintahkan saya untuk membawa Anda pulang malam ini juga melalui jalur rahasia bawah tanah. Jika kita menunda lebih lama lagi, perang saudara yang bisa meruntuhkan ekonomi negara tidak akan bisa dihindari," pungkas Qin Mo penuh harap.

​Syarat Mutlak Sang Raja

​Mendengar laporan itu, Lin Fan hanya tersenyum tipis. Tidak ada secercah pun rasa takut atau kekhawatiran di matanya. Ia justru terlihat sedikit terhibur oleh keputusasaan sepupunya.

​Lin Fan meletakkan cangkir tehnya di atas meja. Krak. Meja kayu jati padat itu tiba-tiba retak halus tepat di bawah cangkirnya, menyalurkan tekanan tenaga dalam yang mengerikan.

​"Jalur rahasia? Menyusup masuk ke rumahku sendiri seperti seorang pencuri?" suara Lin Fan merendah, dingin dan mematikan. "Paman Qin, kembalilah ke Jingcheng dan sampaikan pesanku pada Tetua Agung."

​Lin Fan berdiri, menatap ke arah utara, tempat ibu kota berada.

​"Aku tidak akan kembali melalui jalur rahasia. Tiga hari dari sekarang, aku akan melangkah masuk ke pintu gerbang utama markas besar Lin Corporation. Biarkan Lin Ye mengumpulkan seluruh pasukannya. Biarkan dia memanggil semua sekutunya. Aku akan menghancurkan mereka semua di bawah sinar matahari, agar tidak ada satu pun orang di ibu kota yang berani mempertanyakan takhtaku lagi."

​Qin Mo menahan napasnya. Keberanian dan arogansi absolut ini... inilah sosok pemimpin tertinggi yang selama ini dirindukan oleh Keluarga Lin.

​"Dan satu hal lagi yang paling penting," Lin Fan menoleh menatap Qin Mo dengan tatapan yang bisa membunuh. "Aku tidak akan kembali sendirian. Nyonya Su Yuhan akan ikut bersamaku."

​Mata Qin Mo membelalak kaget. "T-Tuan Muda... membawa wanita dari luar ke dalam pusaran perang takhta sangatlah berbahaya! Terlebih lagi, para Tetua mungkin tidak akan langsung menerima wanita dari keluarga kelas dua sebagai calon Nyonya Besar Keluarga Lin."

​"Maka para Tetua itu harus belajar menerima, atau aku akan mengganti susunan Tetua keluarga," potong Lin Fan tanpa ampun. "Yuhan bukan sekadar istriku. Dia adalah Ratu dari kerajaan yang akan kubangun. Jika ada satu saja orang di Jingcheng yang berani merendahkannya karena latar belakangnya... Paman Qin, kau tahu persis apa yang akan aku lakukan."

​Mendengar ancaman dingin itu, Qin Mo kembali menjatuhkan lututnya ke lantai. Ia kini mengerti. Sang Tuan Muda tidak hanya kembali untuk merebut takhta, ia kembali untuk mengubah tatanan dunia demi seorang wanita.

​"Saya mengerti, Tuan Muda Utama. Saya akan menyiapkan penyambutan terbesar dalam sejarah Keluarga Lin," ucap Qin Mo seraya membungkuk dalam-dalam.

1
Glastor Roy
update
Driver Muda
Jelek💪💪👍👍👍
Arinto Ario Triharyanto
mantep coy 😎
Ariya Noviandy Khusofi
kok sama alur ceritanya dengan kebangkitan pewaris sakti
Arinto Ario Triharyanto
muantaffff ini ☕😎
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!