NovelToon NovelToon
KUTUKAN KUYANG

KUTUKAN KUYANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Kutukan / Tumbal
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Siti H

Teror yang mengguncang Desa Keramat sudah melahirkan kondisi yang mencekam bagi warga.

Dimana ada banyak anak-anak yang menghilang, wanita hamil, dan bahkan orang dewasa tak luput dari serangan tersebut.

Siapakah penerornya?

Ikuti kisah selanjutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Korban

"Bisa jadi yang kau lihat siang tadi adalah Induk Jarum Kuyang," Bidan Kampung menjawab cepat.

Mereka langsung menatap Intan yang sudah tampak lemah.

"Ternyata dia yang menahan kelahiran bayiku," Budi bergumam.

"Ayo, kunyah kunyit bangle, semburkan ke empat sudut, dan gantungkan parang di dekat jendela serta pintu," Bidan Kampung memerintahkan.

Tanpa banyak tanya, mereka segera melakukan tugasnya masing-masing. Bidan medis mengecek infus untuk menjaga stabilitas cairan ketuban.

Hingga malam, mereka tak juga mendapatkan perahu motor. Hujan turun dengan rintik, tetapi tak juga berhenti. Lampu bohlam berkedip.

Tiba-tiba saja, Intan merasakan kontraksi yang cukup hebat.

"Aaaarrrggh... Sakit sakit," ucap Intan, sembari meringis kesakitan.

Budi terlihat gemetar, sembari memegangi tangan istrinya.

"Tarik nafas... dorong..." Bidan Medis memberikan arahan pada Intan. Jangan mengejan sebelum merasakan ingin buang air besar," pesannya. Tangannya merogoh liang rahim, tampak sudah ada tambahan pembukaan, dan mereka merasa sedikit lega.

Tiba-tiba saja, terdengar seperti suara kepakan sayap yang mendarat di atas atap rumah. Hal itu di sertai oleh suara lolongan anjing yang terus saja melolong panjang.

"Dia datang," ucap Bidan Kampung dengan wajah pucat.

Ia memegang sapu lidi dengan genggaman yang erat. Bersiap menghadang jika ada yang datang menyerang.

Saat bersamaan, Arkan yang duduk di teras rumah singgah, melihat ada bola api yang terbang melintas di atap rumahnya.

Ia mengambil cameranya, lalu menyalakannya, dan berniat merekam dengan videonya.

Ia menuruni anak tangga dan berlari untuk mengejarnya.

"Ada apa, Arkan? mengapa berlari seperti orang di kejar di hantu?" tanya Pak Taslim, saat bertemu dengannya di tengah jalan setapak.

"Saya lihat ada bola api terbang dan menuju ke arah rumah Pak Budi," Arkan menjelaskannya.

"Hah? Bola api terbang?!" Taslim seolah tak percaya.

"Iya, Pak. Saya pensaran itu apa, makanya mau saya rekam," jawab Arkan sembari berjalan menuju ke arah timur,"

"Itu Induk Jarum Kuyang. Dia muncul terlebih dahulu! Kita harus memberitahu warga!" Pak Taslim mengambil kaleng bekas, lalu mengetuknya dengan keras.

"Kuyang... Kuyaaang... Kuyang ke rumah Budi..." teriak Pak Taslim dengan lantang.

Suaranya memecah malam. Dan warga langsung keluar dari dalam rumah.

Dalam sekejap, sepuluh orang pria dewasa keluar untuk ronda. mereka membwa, senter, obor, golok, dan juga parang panjang, demi menyelamatkan nyawa anak Intan.

Mereka tidak ingin Intan mengalami hal yang sama seperti Rodiah.

"AYO! KITA PATROLI JALAN! JANGAN SAMPAI KECOLONGAN!!" seru Pak RT.

Mereka membagi menjadi tiga tim dan menyusuri empat penjuru mata angin.

Sedangkan diatas di atas genteng, terdengar suara yang semakin membuat bulu kuduk meremang dan mengkhawatirkan.

Krek...!

Krek...!

Terdengar suara orang yang berjalan di atas atap rumah dan membuat Budi serta dua orang bidan itu semakin ketakutan.

Sementara itu, Intan sudah pendarahan, dan rasa ingin buang air besar semakin kuat.

"Bang... Sakit sekali perut aku.. Sudah tak tahan lagi rasanya..." rintih Intan dengan wajah meringis menahan sakit.

""Sudah pembukaan sepuluh..." bidan medis menarik leher bayi, dan mengeluarkan bayi dari rahim sang ibu.

"Hooooeeekkk..." bayi itu akhirnya lahirnya. Suaranya memecah kehebohan yang terjadi diluar.

Saat bersamaan, suara lolongan anjing terdengar semakin panjang.

WUUUSH!

Sesuatu melesat cepat di atas atap rumah.

Arkan yang ikut tergabung dalam patroli bapak-bapak tersentak kaget.

"Hah?"

Dia berlari ke arah samping rumah, sembari membawa senter.

PLUNG!

Bola api sebesar bola basket dan berwarna merah, di sertai rambutnya yang panjang. Terbang melayang dengan rendah.

Ia berputar sebanyak dua kali di atas atap rumah Bu Intan. Lalu masuk lewat celah genteng.

"I-ITU KUYANG!!" teriak Arkan, sembari mengarahkan senternya ke arah sosok tersebut.

Warga yang mendengarnya ikut terkejut. Lalu menyusulnya ke belakang.

"Kuyaang... Kuyaang...." pekik mereka.

"Dimana Kuyangnya?" tanya Pak RT, saat tiba di belakang rumah.

"Saya melihatnya masuk dari celah atap rumah," tunjuk Arkan ke atas dengan sorot senternya.

"Seperti apa bentuknya?" tanya warga yang lainnya.

"Bola api...." jawab Arkan dengan deguban jantung yang memburu.

"Itu Induk Jarum Kuyang," suara Pak RT terdengar bergetar.

Pintu rumah Budi di dobrak, dan terlihat Budi sudah tergeletak pingsan bersama dua bidan yang tak sadarkan diri.

Sontak suasana menjadi gaduh. Dimana Bu Intan tampak kejang, dan Pak RT langsung berlari menghampiri.

"Panggilkan Damang Jaya!" teriaknya. Lalu mengambil kunyit bangle, mengunyah cepat, dan menyemburkannya ke ubun-ubun Intan.

Aroma menyengat langsung menguar di ruang kamar.

Intan tak dapat diajak bicara. Perutnya sudah kempes, dan darah berceceran dimana-mana.

Warga lainnya membangunkan Bidan Media dan Bidan Kampung, serta Budi yang tak sadarkan diri.

"Bu, tolong Intan dia pendarahan..." Taslim menepuk Bidan Medis agar tersadar.

Wanita itu tersentak kaget, lalu tersadar.

"Bangun, Bu. Intan kejang," yang lain ikut menyadarkannya.

Bidan itu menepuk kepalanya yanh tersa pusing. Setelah mengumpulkan kesadarannya, ia beranjak bangkit menghampiri Intan.

"JANINNYA HILANG!! DITARIK DARI DALAM!!" ia menjelaskannya, setelah memeriksa kondisi Intan. Ia sendiri masih bingung, bagaimana bisa ia tak sadarkan diri, karena semua terjadi begitu cepat, dan sangat mendadak.

Hanya saja, ia melihat bola api yang menembus masuk, sebelum peristiwa itu terjadi.

Dari atas langit-langit rumah, terlihat tetesan darah yang masih segar dan baru saja terjadi.

Bau anyir dan juga bau busuk bercampur menjadi satu dan menguar di udara..

Sementara itu, Intan mengigau dengan kedua matanya yang melotot menatap ke atas. "Ada... ada yang tertawa... di atas atap... Suaranya pelan, dan perlahan pandangannya menjadi gelap, lalu tak sadarkan diri.

"Bu, sadar, Bu... Jangan pingsan!" bidan media menepuk pipi Intan, sebab takut terjadi pendarahan dan bisa menyebabkan kematian.

Damang Jaya datang paling akhir. Ia melihat kondisi Intan yang sangat kritis dan juga miris. Mendadak wjahnya menjadi pucat.

Damang: "KITA SUDAH TELAT. DIA MENGAMBIL JANINNYA. DAN INI ADALAH TUMBAL KE-3."

Semuanya terdiam. Hanya suara hujan yang turun semakin deras.

Sedangkan warga masih berkumpul di rumah Budi yang baru saja sadar dari pingsannya.

Waktu memperlihatkan pukul sepuluh malam.

Wajah-wajah mereka tampak pucat. Kampung yang dahulunya tenang, kini berubah menjadi mencekam.

Arkan memegang senter, dan juga dengan kamera yang masih menyala. Tetapi tangannya tampak gemetar.

"APAKAH TADI ADA YANG LIAT BOLA APINYA PERGI KEMANA?!" tanya Pak RT dengan wajah yang maaih pucar.

"TADI LIAT! MELAYANG DARI ARAH SUNGAI! TERBANG KE SINI!"

"KITA HARUS MENYUSURI ALIRAN SUNGAI," titahnya.

Sedangkan Damang Jaya tampak menaburkan beras kuning. Berasnya langsung berubah warna menjadi hitam.

Sssssstttss!

Suara mendesis, seolah benda yang di tabur api bertemu dengan air.

Damang Jaya terdiam sesaat, lalu menatap para warga. "Ini Kuyang yang sedang lapar" ucapnya dengan tatapan nanar.

"ASTAGHFIRULLAH!" ucap warga dengan serentak.

1
Siti Yatmi
aduh..pas tegang..eh udahan....
neni nuraeni
semoga Arkan tidak ketauan dan segera mndptkn 2 minyak,,, 💪💪 Arkan 💪💪💪pula buat kak thornya biar upnya dbnykin🤭,lnjutt
FiaNasa
semangat Arkan kau pasti bisa
tati st🌼🌼
ayo semangat arka kamu pasti berhasil
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😘😘😘😘😘😘😘
total 1 replies
neni nuraeni
semoga Arkan berhasil,semangat Arkan,, semngt juga buat kak thor nya
Siti Yatmi
ayo arkan semangat kamu pasti bisa..💪 author cantik juga yg semangat yah up nya...😍
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😘😘😘😘😘😘😘
total 1 replies
neni nuraeni
lnjuttt
neni nuraeni: 🥰🥰🥰🥰🥰🥰
total 2 replies
FiaNasa
baguslah sudah ada titik terang untuk bisa melepaskan kutukan itu
tati st🌼🌼
🧡🧡🧡🧡🧡
tati st🌼🌼
katanya dlm sebulan gak bakal.minta tumbal dulu,dasar iblis janji palsu
neni nuraeni
iiihhh sllu deh bikin aku pnsrn Bae kak thor mah🤭🤭,, lnjuttt lahhh
FiaNasa
klau cuma ngomong aja mau cari jalan kluar tanpa bertindak mana bisa Arkan,,dr awal cuma ngomong terus tp gak ada tindakan
FiaNasa: udah tak siapin gayung ni thor buat getok si arkan😅😅😅
total 2 replies
neni nuraeni
kuyang oh kuyang kau meresahkan sekali,,, pengen tak bakar kau kasian dayang
neni nuraeni: betul itu kak 😂😂tapi jijay juga kali kak😁😁
total 2 replies
Desyi Alawiyah
Damang Jaya meninggal?

Semoga Dayang Sari dan Arkan menemukan cara agar bisa memutus mata rantai kutukan itu..

Kasihan kan Dayang Sari kalau harus jadi Kuyang terus 😭
neni nuraeni
ih tatut.. semoga mereka bisa menemukn cara agar dayang terlepas dr kutukan itu
Anggita.🤗
Syng sekali, gadis ko jd kuyang😫, mungkin kh ilmu hitam itu diturunkan dri kakek buyutnya ya.
Secara ilmu hitam itu katanya turun temurun, dan harus punya pewaris, isshh geri juga ya. 😫
Anggita.🤗
Saya dulu juga pernah diganggu kuyang thor, saat ber 2 sm ank ku yg waktu itu msh balita drumah.
Sumpah deh takut bngt, waktu itu aku lg haid, pas waktu hampir tengah malem diganggu.
Nafas nya berat dan nyaring,😫persis diatas atap dikamarku.

Saking takut nya aku baca ayat kursi, Allhamdulillah dia pergi juga, dan trdengar dia jatuh.
Anggita.🤗: betul bngt.
total 2 replies
Anggita.🤗
Wahh ada bahasa daerah nya, atau bahasa Banjar🤭thor, kalimantan selatan merupakan suku Banjar.
Sya sendiri punya suami orang Banjar, tetapi saya asli suku Dayak, salam persahabatan dan salam sehat thor ku. ☺
Anggita.🤗: oh gitu🤭
total 2 replies
V3
smg Arkan menemukan cara nya untuk memutuskan kutukan itu 🤗
V3
hmmmm ..... Damang Jaya pdhal di percaya sbgi panutan warga tp mlh Dia sndri yg JD Kuyang nya 😔😱😱😱😔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!