NovelToon NovelToon
I Love You Tante..!

I Love You Tante..!

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: de'rini

Bobby seorang pelajar SMA, umur 18 tahun. Jatuh cinta dengan Nia, 32 tahun. Sahabat dari Tante nya Bobby yang bernama Farah.

Tante Nia yang cantik, cuek,dan konyol mampu membuat Bobby jatuh cinta pada pandangan pertama.

Sayangnya Bobby harus bersaing dengan lelaki bernama Roy, yang juga menyukai Tante Nia.

Bagaimana Bobby bisa menaklukkan hati Tante Nia?

Ikuti kisahnya ya. :)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon de'rini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27# Maafkanlah

"Mau kemana lu Nia?" Tanya Bapak saat Nia baru saja turun dari lantai atas, kamar nya.

"Ada makan malam Pak." Ucap Nia terlihat tidak bersemangat.

"Oh, pantesan anak Bapak cakep banget." Ucap Bapak sambil menatap Nia dengan takjub.

"Lu makan dulu Nia, ntar lu masuk angin." Ucap Emak yang sedang makan di meja makan.

"Ya elah Mak, mau makan malam sih, masa makan dulu di rumah. Keburu kenyang lah." Ucap Nia sambil menahan tawanya.

"Oh iye." Ucap Emak sambil tertawa.

"Tapi boleh deh. Mak, suapin ya sedikit saja." Pinta Nia, lalu duduk di dekat Emak.

"Aaaa... mangap, sudah besar, sudah pantes nikah masih saja minta di suapin Emak." Ucap Emak sambil menyuapi Nia.

"Nama nya anak Mak, sampai Nenek-nenek juga Nia anak nya Emak." Ucap Nia sambil mengunyah nasi yang baru saja di suap Emak.

"Elu mau makan malam sama Boss lu lagi?" Tanya Emak.

"Iya Mak." Jawab Nia dengan wajah lesu.

"Itu wajah lesu banget. Kenapa lu Nia? Pergi sama orang ganteng malah lesu. Coba gue masih muda, gue gebet itu Boss lu." Ucap Emak.

"Oh gitu? Jadi gue mau lu kemanain Romlah?" Sambung Bapak sambil menatap Emak dengan wajah yang cemburu.

"Lu gue kantongin sebentar." Ucap Emak sambil tersenyum jahil.

"Kejam lu lama-lama Romlah..!" Ucap Bapak, sewot.

"Lah, kan gue bilang, kalau gue masih muda. Bukan sekarang. Kalau sekarang mah gue kaga laku. Sudah pantas jadi Nenek."

Nia tertegun mendengar ucapan Emak.

"Mak, Emak sudah kepingin ya punya cucu?" Tanya Nia.

Emak menatap Nia sejenak, Emak sadar ada yang salah dengan ucapan nya. Sehingga Nia mempertanyakan hal itu.

Emak menghela napas lalu tersenyum menatap Nia.

"Nia, munafik kalau Emak bilang, Emak tidak ingin mempunyai cucu. Tetapi, Emak sabar kok menunggu." Ucap Emak.

Nia tersenyum ragu, lalu ia memeluk Emak dengan erat.

"Terimakasih ya Mak." Ucap Nia.

Emak tersenyum, lalu mengusap lembut pipi Nia.

Deru suara mesin mobil Roy, terdengar di halaman rumah Nia. Nia melirik jam tangan nya yang menunjukan jam setengah delapan malam. Nia pun langsung berpamitan dengan Bapak dan Emak.

Bapak mengantarkan Nia kedepan untuk bertemu dengan orang yang akan mengajak anak nya untuk makan malam.

Roy turun dari mobil nya lalu berjalan menghampiri Nia dan Bapak yang sudah berdiri di depan pintu rumah menunggu Roy.

"Assalamualaikum." Ucap Roy, lalu ia menjabat tangan Bapak.

"Waalaikumsalam." Sahut Bapak, tersenyum kepada Roy.

"Pak, saya mohon izin mau membawa anak Bapak untuk makan malam dulu." Ucap Roy kepada Bapak.

"Oh, boleh-boleh, silahkan. Jaga anak saya ya." Ucap Bapak seakan-akan Roy adalah kekasih anak nya, Nia.

"Pak, apaan sih. Ini boss Nia loh." Bisik Nia.

"Mau itu Boss lu, mau itu teman lu, mau itu cem-ceman lu, gue tetap pesan untuk jagain lu." Bapak balas berbisik kepada Nia.

Nia menatap Bapak sambil mengangkat kedua alis nya.

"Ya sudah Pak, kami berangkat dulu ya." Nia berpamitan sambil mencium tangan Bapak.

"Iya, hati-hati." Ucap Bapak melepas kepergian Nia dan Roy.

..

"Mami, sudah dong marah nya. Maafkan Papi ya."

Gunawan terus mengetuk pintu kamar nya. Sejak kemarin malam, setelah dari rumah Farah, istri nya mengurung diri di kamar.

"Mami.." Panggil Gunawan lagi.

"Kamu jahat Mas..!" Teriak istri Gunawan dari dalam kamar.

"Iya aku salah, aku minta maaf." Sesal Gunawan, sambil menyenderkan tubuhnya di pintu kamar nya.

"Aku tidak menyangka begitu kelakuan mu di luar. Bahkan kamu sampai punya anak h*r*m dari wanita itu..!" Ucap istri Gunawan disusul tangisan nya yang pilu.

"Papi jahat..!" Ucap Siska yang berdiri di lorong kamar nya yang tak jauh dari kamar Gunawan.

"Ini semua gara-gara kamu Siska..! coba kamu tidak bertingkah..!"

"Kalau aku tidak bertingkah, maka kebohongan Papi masih terkubur, begitu?" Ucap Siska sambil menangis.

Gunawan menjambak rambut nya sendiri. Lalu, ia terduduk di lantai di depan pintu kamar nya.

"Aku tidak mau masuk penjara, bagaimana pun bujuk wanita itu untuk mencabut laporannya..!" Ucap Siska kepada Bapak nya.

Gunawan terlihat sangat depresi. Istri nya marah, anak nya menuntut dan nama baik nya terancam hancur. Ia benar-benar menyesali segala perbuatannya.

Tetapi, semenjak bertemu dengan Queen, Gunawan selalu terbayang-bayang dengan gadis kecil itu.

Ia pun mengirim pesan kepada Farah.

"Apa yang bisa membuat kamu bahagia saat ini? akan aku lakukan. Tetapi aku mohon maafkan aku, dan maafkan anak istri ku. Jangan buka ini semua ke publik. Aku mohon, kita punya anak Far. Anak kita mempunyai jalan hidup yang panjang. Bagaimana nanti dia di mata orang banyak?"

Drettt..dretttt..!

Farah yang baru saja hendak meninggalkan kamar Queen yang baru saja terlelap, meraih ponselnya yang ia taruh di meja belajar Queen.

Farah tersenyum sinis saat membaca pesan dari Gunawan.

"Sekarang saja kamu mengemis maaf kepada ku. Kemarin dengan angkuh nya kamu mencampakkan aku."

Balas Farah. Lalu ia melangkah keluar dari kamar Queen.

Tak lama kemudian ponselnya pun berdering. Farah menatap layar ponselnya. Nama Gunawan tertera di layar ponselnya.

Dengan cepat, Farah menolak panggilan dari Gunawan.

Drett..! Drettt..!

Satu pesan dari Gunawan ia terima.

"Apapun akan aku lakukan, tetapi aku mohon. Maafkan aku dan keluargaku. Pikirkan juga Queen. Aku mohon pikirkan itu Far."

Farah terdiam membaca pesan dari Gunawan. Ia menghela napasnya lalu beranjak ke dapur untuk membuat cokelat hangat untuk menenangkan dirinya sebelum tidur.

Di dapur, Farah melihat Bobby yang sedang duduk di kursi meja makan dengan semangkuk salad buah di hadapannya.

"Belum tidur Bob?" Ucap Farah sambil mengambil sebuah gelas dari lemari piring.

"Belum Tante." Jawab Bobby sambil tersenyum.

"Lagi mikirin apa?" Tanya Farah saat melihat Bobby kembali termenung.

"Tidak memikirkan apa-apa kok Tante." Ucap Bobby. Lalu ia menyantap salad buah nya.

Setelah membuat cokelat hangat, Farah pun duduk di depan Bobby.

"Hmmm Tante, lebih baik kita nggak usah ribut-ribut lah Tante. Aku juga sudah memaafkan Siska. Kasihan Queen apabila ia terseret-seret di dalam masalah ini. Aku tidak ingin gegabah, lebih baik kita membuat perjanjian kepada Bapak Gunawan atas masalah ini."

Farah menatap Bobby dengan seksama, setelah mendengarkan kata-kata yang di ucapkan Bobby.

"Maksud mu?" Tanya Farah.

"Bobby hanya ingin Siska dan orang tuanya meminta maaf dan tidak akan mengganggu kita lagi. Dan Bobby ingin Bapak Gunawan bertanggung jawab sepenuhnya kepada Queen. Walaupun Tante dan Bapak Gunawan tidak bisa bersama, setidaknya Queen mendapatkan kasih sayang dari Tante dan Bapak Gunawan."

Farah terdiam mendengar ucapan Bobby.

"Bobby juga kasihan kepada Siska, beberapa bulan lagi dia akan lulus SMA. Apa jadinya bila dia harus mendekam di penjara? Bobby ingin dia belajar dari kesalahannya dan tidak akan mengulanginya lagi." Sambung Bobby lagi.

"Tetapi, tindakan yang dia lakukan itu kriminal Bobby. Kita tidak bisa membiarkan seorang kriminal dengan bebas sesuka hatinya melakukan tindakan kriminal terus dimaafkan begitu saja." Ucap Farah.

"Tetapi Siska itu Kakak nya Queen Tante. Bagaimanapun mereka sedarah. Lagipula Bobby sudah memaafkan Siska. Bobby masih sehat masih hidup. Memaafkan bukan berarti membiarkan mereka begitu saja. Kita harus tegas mengajukan syarat agar mereka tidak melakukan hal yang sama lagi kepada kita."

"Lagipula Bobby takut hal ini berdampak kepada Queen. Bobby sangat menyayangi Queen Tante. Bobby mohon cabut saja laporannya dan ajukan syarat sesuka hati Tante kepada Bapak Gunawan agar semuanya adil."

Ucap Bobby.

Farah menatap wajah Bobby dengan tatapan haru.

"Bagaimana bisa Kakakku menyia-nyiakan anak seperti kamu Bobby?" Ucap Farah sambil memeluk erat tubuh Bobby.

1
Bekasi Timur
👌👌👍👍
Jesi Marini
thor...saya baca lg cerita ni setelah d cari2 judul a.akhir a jmp jg ni novel 😊
joko wae
bagus tapi ter lalu singkat
Sesilia Juwita
suka dgn alur ceritanya tidak membosankan,best pokoknya 👌👌👌
Sesilia Juwita
top ,,,novel yg GK bikin bosan
Hikky :>
roy sama farah pasti
Vlink Bataragunadi 👑
Aduuuuh sakit perut aduuuuuh 🤣🤣🤣
Vlink Bataragunadi 👑
Ih childish bgt sih 😵
Vlink Bataragunadi 👑
Aduh gaya banget sih enyak babe manggilnya darling honey wkwkwkwk
susi 2020
🥰🤩🤩🥰
dineeeey: Hai , mampir yuk ke novelku yang berjudul
" WANITA SIMPANAN ( end ) , FIRST LOVE (end) , DI BALIK POLOSNYA ( end ) & DENDAM DI MASA LALU" dijamin seru dan bikin emosi
total 1 replies
susi 2020
🤔🤔😘
susi 2020
😂😂🤣🤣🤣🤣
susi 2020
😂😂🤣
susi 2020
🤣🤣🤣
susi 2020
😂🤣😂🤣😂🤣
susi 2020
😂😂😂🤣
susi 2020
,😘😘🥰
susi 2020
🤣🤣🤣
susi 2020
😂😂😂
susi 2020
🤣🤣🤣🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!