NovelToon NovelToon
Tumbal Tujuh Perawan

Tumbal Tujuh Perawan

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Iblis / Tumbal
Popularitas:49.5k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Setiap tahun selalu saja para pembantu yang masih perawan akan meninggal dunia, namun mereka tidak ada yang sadar dengan hal itu

Hingga akhir nya Dila datang ke rumah itu untuk mencari tahu tentang keberadaan sang adik yang hilang entah ke mana, dan tempat terakhir dia kerja adalah rumah keluarga Susanto.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28. Pandangan Mak Tini

Dina Ingin mengeluh namun mau bagaimana lagi karena dia juga harus berjuang bersama dengan sang suami sehingga mau tidak mau dia mencari keberadaan Susanto di dalam hutan, tak lupa juga membawa perlengkapan agar nanti ketika mereka keluar dari dalam hutan itu sudah bersih sehingga tidak ada orang yang merasa curiga terhadap mereka berdua.

Untung ya Kejadian ini malam hari sehingga tidak ada yang melihat dan sedikit lebih aman karena di dalam hutan juga sehingga mereka semua tidak menyangka ada pembunuhan di dalam sana, meski para warga belum tidur namun setidaknya mereka hanya berbincang di dalam rumah dan sekitar selesai salat Isya baru mereka akan pergi ke pos ronda untuk berjaga.

Ini memang waktu yang pas sekali untuk mereka berdua sehingga Susanto bisa keluar dari hutan itu dan Dina yang membawa satu kantong barang, tidak lain dan tidak bukan bahwa itu adalah kulit dari tubuh anak tadi dan mereka akan membawa pulang ke rumah.

Susanto segera menghidupkan motor karena tadi Dina datang ke sini menggunakan motor agar perjalanan lebih cepat dan juga tidak diketahui oleh orang lain, perbedaan yang sangat mencolok dari wajah mereka berdua adalah, Susanto agak panik karena takut bila nanti ada orang yang mengetahui dan rencana mereka semua bisa gagal berantakan.

Sementara Dina tetap konsisten dengan wajah dingin dan juga datar itu seolah tidak mengejutkan hal seperti ini dan dia juga tidak menyimpan rasa takut di dalam hati, hal seperti itu yang membuat Susanto sangat bingung dengan sikap istri dia ini sehingga membuat dirinya bertanya-tanya apakah memang Dina sudah sangat terbiasa.

Mungkin karena dia adalah anak dari penganut pesugihan dan sudah melewati berbagai macam hal seram sehingga membuat Dina tidak takut serta merasa ngeri dengan hal seperti ini lagi, tapi meski begitu sesungguhnya masih ada juga rasa takut di dalam diri Vera dan juga Aura, kalau yang satu ini memang sangat berbeda sekali.

''Nanti para warga pasti akan berkumpul di pos ronda itu kan?'' Susanto bertanya kepada Dina.

''Mana aku tau.'' jawab Dina.

''Ah kau selalu saja begitu dan tidak bisa memberikan solusi untuk permasalahan kita!'' bentak Susanto kepada sang istri.

''Bukan urusan aku mereka mau berkumpul atau tidak!'' jawab Dina cuek saja.

''Terserah kau saja karena aku tidak pernah paham dengan tabiat kau ini.'' ujar Susanto dan membanting pintu dengan sangat keras.

Braaaaaak.

''Jangan kan dirimu, kadang aku saja tidak paham apa yang telah terjadi kepada diriku ini.'' Dina berkata sendirian dengan pandangan mata yang sangat lurus ke luar rumah.

Perasaan yang mengambang dan begitu sulit untuk dipahami sehingga membuat orang terkadang merasa tidak ingin berbicara kepada Dina, tapi bukan hanya orang lain saja Bahkan dirinya pun tidak paham kenapa dirinya memiliki perasaan yang aneh serta tidak memiliki kehangatan seperti dulu lagi saat semua masih berjalan sesuai dengan keinginan ayah mereka.

''Din, kapan datang kok tidak ada memberitahu.'' Mak Tini menegur gadis yang selama ini akrab dengan dia.

''Kenapa aku harus memberitahu orang untuk pulang ke rumahku sendiri?'' Dina justru balik bertanya.

''Din?!'' Mak Tini tentu saja kaget karena sebelumnya mereka memiliki hubungan yang akrab.

''Aku lelah dan tidak ingin basa-basi dengan kalian.'' Dina bangkit berdiri dan meninggalkan tamu itu begitu saja.

''Loh Dina gendeng e!'' Mak Tini tidak tahu harus berkata apalagi ketika melihat tingkah Dina yang sangat kurang ajar.

''Mak, ngapain?'' Bunda Rehan juga kebetulan lewat dan dia bingung melihat Mak Tini sendirian.

Mak Tini menoleh dan segera menghampiri Bunda Rehan karena dia ingin bercerita tentang sikap Dina yang menurut dia sangat tidak masuk akal itu, meski selama ini Dina juga sudah merantau ke kota namun setidaknya mereka dulu adalah tetangga dekat sehingga wajar bila Mak Tini berkata demikian ketika melihat Dina pulang ke rumah.

''Aku menegur Dina untuk basa-basi tapi kok malah dia menjawab dengan ucapan yang begitu kurang ajar.'' Mak Tini berkata dengan emosi.

''Dina mana? aku dari tadi melihat Mak bicara sendirian menatap kursi kosong itu.'' Bunda Rehan gantian merasa bingung dengan Mak Tini.

''Kursi kosong gundul mu itu! Dina tadi duduk di sini dan mungkin dia sudah masuk ke dalam jadi kau tidak melihat keberadaan dia.'' Mak Tini tetap kekeh.

''Demi Allah aku tadi melihat Emak itu berjalan dari sana dan langsung ngomong sama kursi kosong ini, aku tidak melihat dinas sejak tadi.'' Bunda Rehan juga ikut ngeyel sekarang.

''Kok Kau bisa tidak melihat Dina?'' Mak Tini bertanya dengan heran.

''Ya karena memang tidak ada Dina di kursi itu tadi, lalu siapa yang mengajak berbicara?'' Bunda Rehan mulai merinding dengan keadaan itu.

''Eh kok jadi begini ya rasanya sekarang?'' Mak Tini juga mendadak saja merasa tidak enak.

Jelas tadi dia melihat keberadaan Dina yang sedang duduk di kursi itu dan wanita itu juga menjawab ketika Mak Tini mengajak dia berbicara, namun kenapa sekarang malah tidak ada sosok wanita tersebut di Mata Bunda Rehan sehingga membuat Mak Tini semakin tidak karuan Dan menganggap bahwa itu semua pasti gangguan dari sesuatu yang tak kasat mata.

''Ayo pulang saja dan tidak usah kau urus lagi.'' Mak Tini menarik tangan Bunda Rehan untuk menjauh.

''Aku justru merasa heran dengan sikap Mak ini karena mendadak saja mengajak kursi kosong untuk berbicara.'' Bunda Rehan masih tidak paham karena bisa dikatakan bahwa dirinya adalah orang baru.

''Ya, tadi aku hanya ingin menakuti kau saja.'' Mak Tini berusaha untuk tersenyum.

Bunda Rehan menggaruk Kepala dia yang tidak gatal karena dia merasa heran pula dengan tingkah orang tua satu ini, tadi dia memang menyaksikan secara langsung ketika Mak Tini berjalan dan langsung menghampiri kursi kosong itu lalu berbicara begitu saja tanpa ada lawan sama sekali.

''Apa Mak tadi sedang berbicara dengan setan?'' Bunda Rehan menoleh karena dia kepikiran dengan hal itu.

''Heh sembarangan saja kau ini berbicara, Ayo pulang dan tidak usah kau bahas lagi masalah itu.'' Mak Tini terlihat malas karena dia memang telah tahu semua kisah keluarga Dina.

Sebagai orang lama tentu saja dia memang paham Namun karena tidak ingin memperpanjang tentang hal itu lagi maka Mak Tini memutuskan untuk tetap diam saja, kisah pesugihan keluarga itu dia juga tahu namun bila terus membahas Maka nanti justru akan menjadi masalah besar dan lebih baik untuk tetap diam saja.

Selamat siang, jangan lupa like dan komentar nya ya.

1
putri wahyu
pagi menjelang siang Bess..
knp Bu Yuni asal tuduh aja padahal ga ada bukti😒 jln satu2nya datangkan purnama sang ratu ular👍
putri wahyu
segitu banyaknya orang ga ada yg kepikiran buat cari di hutan😒
Raffaza Direzky87
jadi kasian sama rudi, gak tau apa² malah kena tuduh, Sania juga ngapain ikut² an ngomong ikut campur sama perdebatan orangtua
Raffaza Direzky87
eehh takutnya malah rudi yg di jadikan tersangka sama bu yuni nanti
Apriyanti
andai saja mayat nya ana purnamayg menemukan pasti purnama tau tangan siapa yg telah membunuh ana
Sri Devi
kasihan Ana baru muncul langsung jadi tumbal
Ayuk Witanto
jadi saling tuduh
FiaNasa
malah gak karuan
Heni Mulyani
lanjut
Eli Rahma
ihhh malah pada saling tuduh..ruwettt...
Heni Mulyani
lanjut author
ismi
bu yuni bakal nyesel karena tlah menuduh rudi,padahal ana mati karena dibuat tumbal oleh susanto dan dina
vania larasati
lanjut kak
Noona Han
hais malah pdaribut menuduh rudi
Kristiana Subekti
Sania malah bikin suasana jadi makin runyam aja😤😤
Kristiana Subekti
waduh si Rudi jd tersangka nih,,,,, padahal dia g tau apa-apa
Yeyet Rohaeti
kasihan rudi di jadikan kambing hitam,klu ana udah di ketemu kan meninggal.
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Apriyanti
ko bisa nak Tini bicara SM kursi kosong ,,apadina Uda JD setan ya
Ayuk Witanto
Bu Yuni jadi negatif thinking ya karna memang sekarang banyak kasus seperti itu ...di kotaku juga beberapa hari lalu viral kasus pembunuhan dan yang membunuh adalah pacarnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!