NovelToon NovelToon
Jeritan Hati Arumi

Jeritan Hati Arumi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Misteri
Popularitas:508
Nilai: 5
Nama Author: bidadari

“ Hidup itu harus di jalani saja ”


Perkataan itu. Membekas di telingaku suara hangat nenek yang memberitahu ku bahwa hidup harus ku jalani dengan ikhlas


Namun waktu cepat berjalan, sehingga aku muak dengan perkataan seperti itu bagi mereka seorang gadis yang tidak berkecukupan harus di perilaku kan berbeda karena dia tidak mampu untuk apapun.



Terkadang kita lelah untuk menjadi orang yang baik, entahlah aku hanya letih menjadi seorang wanita yang baik dan di pandang sebelah mata sama semua orang.





— Jeritan Hati Arumi —

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 28 Masa lalu

" Rumi " Panggilan itu membuat Arumi yang baru saja turun dari ojek online menoleh, tubuh nya bergetar saat melihat seorang lelaki yang pernah menjadi cinta pertamanya dalam kehidupan nya.

" Bang Adrian " Gumam Arumi matanya memerah. Kala melihat lelaki yang membuat hidupnya hancur sekali — kenapa manusia itu ada di sekitarnya?, bayangan malam jijik itu menusuk ingatan nya

" Mau apa kamu kesini? " Tanya Arumi dengan suara penuh kebencian. Ia jijik sekali melihat wajah lelaki yang berstatus kaka tirinya " Setelah kamu nikahkan aku, lalu kamu tumbalkan aku— kalian lenyapkan harga diriku masih ada muka untuk. Bertemu denganku! " Kata Arumi terdengar lantang sekali

" Harus kamu tahu Arumi, kalau ibu mu yang bersalah dia yang membuat hidupku hancur lembur! " Ucap Adrian dengan suara penuh kebencian ia menatap Arumi, bukan dengan cinta dan kasih sayang namun dengan — kebencian yang mendarah daging

" Aku lebih menderita Arumi!, orangtua aku hancur karena kamu ! Sudah sepatutnya kamu mengikhlaskan kesucian kamu untuk menebus dosa ibumu! " Kata Adrian

Arumi menggeleng kan kepalanya, ia memegangi dadanya " Kenapa bisa kamu ingin menikahi aku, kalau misalnya kamu tahu aku anak yang sudah membuat hidupmu hancur? " Tanya Arumi Adrian tersenyum sinis mendengarnya ia jadi teringat beberapa tahun yang lalu saat ia sedang. Ke desa wanita yang ada di hadapannya untuk menjerat wanita itu ke lubang yang dalam — tidak ada yang menolongnya,

" 𝘉𝘦𝘣𝘦𝘳𝘢𝘱𝘢 𝘵𝘢𝘩𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘭𝘶 "

" Mama tenang saja, semuanya akan ku balas hingga bunganya " Gumam seorang lelaki yang memandangi nenek dan cucu perempuan nya, yang sedang mengumpulkan hasil panen di kebun mereka.

Ekor matanya melirik ke sebuah mobil pengangkut labu, dengan cepat ia berlari membuat tubuhnya terpental— ke arah lain nenek dan cucu tersebut bergegas mendekati pemuda yang sudah di kerumunin orang tersebut.

" Nek Yana cuman anda yang bisa, memijat kaki anak muda ini— kakinya terkilir parah "

" YaAllah kasihan kamu nduk " Gumam Nek Yana matanya berair kala melihat pemuda itu, kaki kanan nya terlihat bengkak dan kaki kirinya berdarah.

" Nek tolong " Pinta lelaki itu

Dengan cepat warga membawa lelaki itu ke rumah Nek Yana, dengan cepat nenek tua itu memijat dan Arumi membantu membersihkan luka nya — Mereka saling berkenalan dan Adrian sengaja membuat dirinya berhutang budi. Ia tahu sekali harta berharga seorang Nek Yana adalah gadis itu Arumi,

" Aku akan menghancurkan dirimu! " Gumam Adrian waktu itu saat Melihat Arumi yang sedang menyapu halaman rumah tersebut.

****

Arumi menggeleng kan kepalanya " Jadi, kamu sudah sedemikian melakukan cara untuk aku tersiksa? " Tanya Arumi tercengang

" Ya bahkan aku, menyuruh orang di malam itu untuk mencelakai mu ingat? " Kata Adrian

" Orang itu kamu yang suruh?, jahat kamu Bang!.. Kamu mau aku terluka dan tersiksa sekarang aku sudah tersiksa! " Pekik Arumi air mata mengalir deras dari pipinya

" Itu belum cukup Rumi, kamu harus membayar nya sampai lunas! " Ucap Adrian dengan suara dingin

" Aku harus bayar pakai apa, kenapa kamu ngga bunuh aku sekalian daripada menyiksa ku! " Jerit Rumi Adrian mencengkram kuat rahang Rumi " Aku mau kamu mati! "

"Bunuhku! "

" Kamu murahan!, aku akan menyaksikan betapa malangnya nasib anak pel*cur! "

𝘉𝘳𝘶𝘬!

Dengan kejam Adrian memghampas tubuh Rumi ke aspal. Lalu ia pergi begitu saja Arumi memeluk erat lututnya " Kenapa bu, kenapa ibu berlaku seperti itu? Kenapa bu?, aku pikir ibu suci ternyata? " Cakap Rumi dengan suara retak

" Kalau perbuatan orang-tua nya yang salah, mengapa anaknya harus dihukum? — aku ngga pernah minta di lahirkan. Untuk selalu merasa bersalah karena kehadiran ku, sangat di benci semuanya "

Runtuh malam itu hujan membasuh kota tersebut menyaksikan pilunya, kehidupan wanita yang di lahirkan oleh luka yang mendalam.

" Aku capek "

1
Emily
lanjut thour
Emily
curiga samudra itu arwah
bidadari: 🙂🙂 baca terus ya ka
total 1 replies
Emily
laila pemuja syaiton
Emily
wah udah murtadkah keluarga adrian
Emily
Innalillahi wainnailaihi rojiun ya thour
Emily
kenapa obatnya gak disimpan di saku malah di tenteng tenteng
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!